Diposkan pada Cerita Tanah Rantau

Sakit itu Penggugur Dosa

Biasanya, saya merasa paling homesick itu ketika lagi sakit. Kebayang kan kalo sakit di rumah, pasti dirawat bener sama keluarga. Dibikinin makanan, diingetin buat minum obat, dihibur, dan pokoknya diperhatiin lah ya. Tapi kalau sakit di tanah rantau, apa-apa harus sendiri.

Sebenernya ini bukan kali pertama saya sakit di tanah rantau. Malah udah beberapa kali tuh jatuh sakit di Turki. Dari mulai flu, hingga sakit kulit alergi dingin di tahun pertama. Hahaha.

Harusnya, jatuh sakit di tanah rantau Jakarta bukan jadi masalah besar. Tapi nggak tau kenapa, rasanya benar-benar sedih. Apalagi kebetulan banget charger hape saya lagi rusak. Udah beli online, tapi alamat pengirimannya itu alamat kantor. Karena sakit, saya nggak bisa ambil charger-nya yang udah sampai di kantor. Alhasil, hape saya mati, dan saya gagal menghubungi ataupun dihubungi keluarga di rumah. Padahal kalau lagi sakit gini, penginnya telpon keluarga terus.

Sebenernya ini sakit rada aneh juga. Karena tau menderitanya sakit di tanah rantau, saya biasanya jaga diri baik-baik banget. Maksudnya, jangan sampai telat makan, tidur cukup, gitu. Walau kadang emang kelepasan begadang sih. Namanya udah waktunya sakit kali ya. Mau dihindari pun, jatuh sakit juga.

Yaudahlah.

Sakit itu penggugur dosa. Hiks.

Iklan
Diposkan pada Review, Review Buku

[Resensi Buku] Percy Jackson and the Titan’s Curse

Percy Jackson and the Titan's Curse
Amazon UK

Judul Buku : Percy Jackson and the Titan’s Curse

Penulis : Rick Riordan

Penerbit : Puffin Books

Tahun : 2008

Jumlah Halaman : 294 hlm.

It’s not everyday you find yourself in hand-to-claw combat with a half-lion, half-human.

But when you’re the son of a Greek god, these things happen. All I was trying to do was bring two new demigods back to camp. But the arrival of the manticore changed everything. Now my friend Annabeth is missing, a goddess is in chains and the general of the Titans wants to unleash a tribe of skeleton warriors on the world.

This is the one where only five of us heroes can join in the dangerous quest to defeat the doomsday monster – and our camp’s Oracle has predicted that not all of the chosen five will survive…

Can Percy save Annabeth – and the rest of the world – before the curse destroys him forever?

Witty and inspired gripping, touching and deliciously satirical. – The Times.

QUOTES

“… Because I know one thing about you, Percy. Your heart is always in the right place. Liston to it.” p.100

“… you’re getting too old for me to tell you what to do. I’m telling you that I’ll support you, even if what you decide to do is dangerous.” p.100

“Good deeds are always dangerous.” p.110 Lanjutkan membaca “[Resensi Buku] Percy Jackson and the Titan’s Curse”

Diposkan pada Review, Review Buku

[Resensi Buku] Awe-Inspiring Me

BukuKita.com
BukuKita.com

Judul Buku : Awe-Inspiring Me

Penulis : Dewi Nur Aisyah

Penerbit : Penerbit Ikon

Tahun : Cetakan 4, Juli 2018

Jumlah Halaman : 231 hlm.

 

Duhai ukhti, maukah kuberitahukan padamu

Bagaimana cara mencintai dengan indah,

Bagaimana menampilkan diri

dalam anggunnya takwa,

Bagaimana mengubah hidup yang tak terarah jadi luar biasa …

Awe-inspiring berarti sesuatu yang mengagumkan,

hingga tanpa terasa kamu berkata, “Woaa …”

dengan mata berbinar.

Buku ini berisi catatan yang dilengkapi panduan

untuk menjadikan setiap muslimah luar biasa.

Tidak takut mengejar mimpi bahkan hingga kancah

internasional, tidak berlama-lama galau, berperilaku

lembut, pandai menata hati, berpenampilan

syar’i, menginspirasi,

dan dicintai Illahi.

QUOTES

“… niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS Al-Mujadilah:11) hlm.79

Life is like camera, focus on what’s important and you’ll capture it perfectly. hlm.81

“One of the secrets to a successful life is to hold all of our energies upon one point; to focus all of the scattered rays of mind upon one place or thing.”- Orison Swett Marden hlm.85

“Tanda bahwa Allah berpaling dari hamba-Nya adalah jika seorang hamba menyibukkan dirinya dengan perkara-perkara yang tidak mendatangkan manfaat.” – Hasan Al-Bashri hlm.90

Lanjutkan membaca “[Resensi Buku] Awe-Inspiring Me”

Diposkan pada Review, Review Buku

[Resensi Buku] Ubah Lelah Jadi Lillah

UBAH_LELAH_JADI_LILLAH___Dwi_Suwiknyo
Bukalapak

Judul Buku : Ubah Lelah Jadi Lillah

Penulis : Dwi Suwiknyo

Penerbit : Genta Hidayah

Tahun : Cetakan pertama, Januari 2017

Jumlah Halaman : xii+492 hlm.

“Terkadang untuk mengejar satu target tertentu, ada bagian dari hidup kita yang harus dikorbankan. Demi target pekerjaan misalnya, keluarga terabaikan, kesehatan kita tak terpikirkan, dan bahkan hak Allah pun terlewatkan. Padahal itu hanya ketidakmampuan kita mengelola waktu, atau memang tidak ada niatan untuk menyeimbangkan hidup?

Semoga segala aktivitas kita sehari-hari tidak sia-sia. Segala lelah bisa berbuah bahagia, tidak hanya bahagia untuk diri kita sendiri, melainkan juga untuk orang-orang terdekat. Semoga apa pun yang kita cintai di dunia ini, sama sekali tidak bisa memalingkan hati kita dari Allah SWT. Untuk itulah buku ini dihadirkan sebagai teman diskusi, sebagai bahan renungan untuk saling mengingatkan betapa sayang sekali jika kita melewatkan hidup ini dengan sia-sia dan tidak tentu arah. Lantas apa yang coba ditawarkan buku ini?”

QUOTES

Kutipan yang saya catat dari buku ini banyak banget. Siap-siap mabok, ya. Anggap saja sebagai renungan dan pengingat.

“Tiada daya dan upaya melainkan pertolongan Allah.”

“Shalat sunnah dua rakaat sebelum subuh itu jauh lebih berharga dari dunia dan seisinya.”

“Siapa yang bisa shalat berjamaah di shaf pertama dan bertakbiratul ihram akan mendapat pahala yang nilainya sebanding dan bahkan lebih dari nilai seekor unta.”

“Siapa yang bersemangat membangun masjid, maka ia akan dibangunkan sebuah istana di surga.” Lanjutkan membaca “[Resensi Buku] Ubah Lelah Jadi Lillah”

Diposkan pada Review, Review Buku

[Resensi Buku] Dear Tomorrow karya Maudy Ayunda

dear-tomorrow-hc
mizanstore

Judul Buku : Dear Tomorrow

Penulis : Maudy Ayunda

Penerbit : Bentang Belia Publishing House

Tahun : Second Edition, May 2018

Jumlah Halaman : xviii+173 hlm.

Guilty as charged.

I am one of those people who adore witty quotes and phrases.

I love being reminded by simple truths.

I love how shorts statements can strike a chord

in our minds and move us to do something.

This book is a compilation of my experiences, thoughts,

and conversations with myself on love, dreams, and life.

All throughout this book, I curated takeaways – things

that I want to be reminded of in the future.

If anything I write here can make you smile-or think,

then I’ve done what I wanted through writing this book.

Love,

Maudy

QUOTES

I have different ideas of what I want to be: one thing is for sure – I want to be the reason of many smiles. I want to be able to look back and say I have made a difference, that I have brought impactful change in people’s lives. (p. ix)

NOTES ON BEING YOURSELF

My unhappiness made it more difficult to make others around happy.

The more you take care of yourself, the more you can take care of others. (p. 21)

Please stop being too hard on yourself. You probably did all you could. (p.23) Lanjutkan membaca “[Resensi Buku] Dear Tomorrow karya Maudy Ayunda”

Diposkan pada Review, Review Buku

[Resensi Buku] Wendy’s Wishes

Wendy’s Wishes merupakan salah satu buku yang paling sering saya baca ulang selama ini. Mungkin sudah ada 5 kali. Setiap kali mau membaca ulang buku ini, saya bertanya kepada diri sendiri, apakah pendapat saya mengenai buku ini tetap sama? Kenyataannya, pola pikir dan pandangan seseorang dapat berubah seiiring berjalannya waktu.

Wendy digambarkan sebagai gadis 19 tahun yang sangat ambisius, egois, dan temperamental. Suka menjadi pusat perhatian, membuatnya bersikukuh menggapai impiannya menjadi seorang model. Wendy terlahir dari keluarga berada. Namun ayahnya bangkrut dan bunuh diri. Disusul dengan ibunya yang jatuh sakit dan meninggal dunia. Wendy lalu dirawat oleh keluarga saudari ibunya yang sederhana; beranggotakan Tante May, Paman Jimmy, Viona dan Tommy.

Berambisi menjadi model, Wendy menginvestasikan uangnya untuk perawatan diri dan membeli barang-barang impor. Tante May sering mengeluh soal ini. Tante May dan keluarganya ingin Wendy kuliah di sekolah yang memberikannya ijazah. Sedangkan Wendy bersikeras ingin mengenyam pendidikan di sekolah model terbaik yang biayanya menguras kantong.

Karir Wendy dimulai dengan kemenangannya menjadi Runner Up dalam pemilihan Dara Jelita. Meskipun memperoleh gelar, Wendy tidak puas jika tidak menjadi juara utama. Bagaimanapun, lampu sorot hanya menyorot yang pertama. Ia makin geram setelah tahu bahwa pemilihan juara utama Dara Jelita hanyalah settingan. Triana, mantan anak walikota sekaligus mantan pecandu narkoba itu terpilih untuk mempromosikan ajang Dara Jelita dengan salah satu kegiatannya yaitu kampanye anti narkoba. Pemenang utama sudah dipilih jauh sebelum kompetisi.

Wendy merasa tidak diperlakukan secara adil. Lanjutkan membaca “[Resensi Buku] Wendy’s Wishes”

Diposkan pada Review, Review Buku, Uncategorized

[Resensi Buku] Ranah 3 Warna

Judul Buku : Ranah 3 Warna

Penulis : A. Fuadi

Penerbit : Gramedia

Tahun : Cetakan kedelapan, Juli 2013

Jumlah Halaman : 477 hlm.

Alif baru saja tamat dari Pondok Madani. Dia bahkan sudah bisa bermimpi dalam bahasa Arab dan Inggris. Impiannya? Tinggi betul ingin belajar teknologi tinggi di Bandung seperti Habibie, lalu merantau sampai ke Amerika.

Dengan semangat menggelegak dia pulang kampung ke Maninjau dan tak sabar ingin segera kuliah. Namun kawan karibnya,  Randai, meragukan Alif mampu lulus UMPTN. Lalu dia sadar, ada satu hal penting yang dia tidak punya. Ijazah SMA. Bagaimana mungkin mengejar semua cita-cita tinggi tanpa ijazah?

Terinspirasi semangat tim dinamit Denmark, dia mendobrak rintangan berat. Baru saja dia tersenyum, badai lain menggempurnya silih berganti tanpa ampun. Alif letih dan mulai bertanya-tanya: “Sampai kapan aku harus teguh bersabar menghadapi semua cobaan hidup ini?” Hampir saja dia menyerah.

Rupanya “mantra” man jadda wajada saja tidak cukup sakti dalam memenangkan hidup. Alif teringat “mantra” kedua yang diajarkan di Pondok Madani: man shabara zhafira. Siapa yang bersabar akan beruntung. Berbekal kedua mantra itu dia songsong badai hidup satu persatu. Bisakah dia memenangkan semua impiannya?

Kemana nasib membawa Alif? Apa saja 3 ranah berbeda warna itu? Siapakah Raisa? Bagaimana persaingannya dengan Randai? Apa kabar Sahibul Menara? Kenapa sampai muncul Obelix, orang Indian, Michael Jordan, dan Kesatria Berpantun? Apa hadiah Tuhan buat sebuah kesabaran yang kukuh?

Ranah 3 Warna adalah hikayat tentang bagaimana impian tetap wajib dibela habis-habisan walau hidup digelung nestapa tak berkesudahan. Tuhan sungguh bersama orang yang sabar.

QUOTES

“… siapa saja yang mewakilkan urusannya kepada Tuhan, maka Dia akan ‘mencukupkan’ semua kebutuhan kita…” hlm. 35

Dunia akan tetap berputar. Kenapa aku mengharapkan dunia yang berubah? Seharusnya akulah yang menyesuaikan dan dengan begitu bisa mengubah duniaku. hlm. 107 Lanjutkan membaca “[Resensi Buku] Ranah 3 Warna”