Ulasan Webtoon “Girls of Wild’s”

Akhirnya… kelar juga ini webtoon dalam tiga hari. Kemarin pas nggak ada kerjaan, saya iseng buka webtoon atas saran teman. Karena niatnya buat nyari hiburan aja, saya pilih genre komedi. Eh nggak nemu yang lucu. Scroll terussss… dan nemu deh sama webtoon berjudul Girls of Wild’s. Judul dan cover-nya cukup provokatif.  Ya kan ya kan? Isinya? Keren! Meski genre-nya action, tapi webtoon berisi 260 episode ini bikin ketawa juga.

Tokoh Utama

Jaegu Song

arief satrio blog

sumber : Arief Satrio Blog

Remaja laki-laki yang tinggal bersama dua adik kembarnya saja karena ayahnya telah meninggal dan ibunya pergi meninggalkan mereka. Akibatnya, Jaegu harus membagi waktu antara sekolah, kerja, sekaligus merawat kedua adiknya yang masih TK. Penderitaannya bukan hanya itu, Jaegu juga di bully di SMP-nya; ia dipalak dan dijotosin. Jaegu tidak pernah melawan pembully-nya karena ia pikir bahwa menghindar dan diam adalah yang terbaik.

Ingui/Queen

deviant art

sumber : deviant art

Nama aslinya adalah Ingui. Tapi disebut Queen karena kemampuan bela dirinya yang luar biasa tak terkelahkan. Di samping jago bela diri, cerdas, dan cantik, Ingui merupakan Baca lebih lanjut

Enaknya Kuliah di Luar Negeri

DSCN2541

dokumen pribadi

Kadang suka heran sama orang nyinyir yang menghakimi dari permukaan. Gimana yah guys. Bener sih emang kalau nggak nyinyir luarnya, mau nyinyir apanya toh dalemnya nggak kelihatan. Maksudnya sih, boleh aja berpendapat negatif dan positif. Tapi sekiranya menyakiti makhluk Allah yang lain, nyinyirnya simpan sendiri dong. Nggak usah dibagikan.

Kuliah di luar negeri memang banyak dilemanya. Orang berbondong-bondong pengin kuliah di luar negeri gegara lihat instagram mahasiswa di sana. Bayangkan guys, cuma gegara instagram!

Seru bisa temenan dan bercandaan bareng bule!

Keren banget foto-foto sama bangunan khas Eropa! Nih mahasiswa kerjaannya jalan-jalan mulu!

Wuih makanannya mewah-mewah. Enak-enak!

Padahal aslinya itu… Baca lebih lanjut

Caraku Menikmati Musim Panas Turki

Hari ini, salah satu room mate saya akan pulang kampung. Dia telah menyelesaikan kegiatan magangnya. Sebagai perpisahan, saya dan tiga room mate saya pergi sarapan bersama.

IMG-20170730-WA0006

sarapan ala Turki (doc prib)

Selepas menikmati sarapan, saya duduk termenung. Banyak hal yang saya pelajari musim panas ini; bahwasanya seseorang memang terkadang harus menutup bukunya dan pergi keluar untuk berbaur. Saya memang bukan kutu buku banget. Tapi bisalah terhitung sebagai seseorang yang sangat menikmati buku dalam kesendirian. Dulunya, membaca biografi, novel, cerpen, dan berita, sudah membuat saya cukup puas.

Setelah mengikuti program pertukaran mahasiswa Erasmus semester lalu, orang bilang saya banyak berubah. Mungkin memang benar. Setelah melakukan solo traveling, saya merasa bahwa seseorang memang sangat perlu berbaur dan menuliskan kisahnya sendiri. Oh, saya tidak bilang bahwa seorang kutu buku itu tidak punya cerita. Tentu saja mereka punya. Ilmu eksak dan nurani yang didapat dari buku mungkin cukup membantu. Tapi terkadang, melihat birunya langit yang seirama dengan lautan, mendengar nyanyian syahdu burung-burung bersarang di sesemak dan pohon, ataupun sekedar menyentuh panasnya bulan Juli di Turki itu perlu. Sesekali, indera yang lain juga perlu penyegaran.

Kembali ke beberapa minggu lalu, saya cukup stres. Baca lebih lanjut

Video Blog Baru

Hi! Cuma mau menginformasikan bahwa sekarang Naelil The Climber ada video blognya. Sebenernya agak ragu mau bikin vlog. Tapi berhubung banyak yang request, saya pun membuatnya. Sama dengan blog ini, vlog Naelil The Climber juga akan membahas seputar kehidupan mahasiswa/i Indonesia di Turki, beasiswa Turki, budaya Turki, Indonesia, random thoughts, hingga mungkin video lucu-lucuan. Ayo yang dulu minta vlog, sekarang wajib subscribe dan like. Hahaha. Anyway, kamu juga bisa request video lho. Kalau penasaran tentang Turki atau apapun yang berkaitan, silahkan kirim pesan di kolom komentar ya.

Ini adalah video blog pertama saya :

11.jpg

Jangan lupa nonton ya 🙂

Terima kasih!

Kenangan di Praha

Sudah satu minggu berlalu, saya belum bisa move on dari Praha. Empat bulan pertukaran mahasiswa terasa sangat singkat. Numpang mampir doang. Tapi kenangannya itu loh, tak terlupakan. Jika disuruh mengulang kembali, saya tetap akan memilih Praha dibanding kota lainnya di Eropa. Saat itu ada Groningen-Belanda sebetulnya yang cukup menggoda. Menilik biaya hidupnya, saya mundur perlahan karena uang beasiswa pertukaran untuk ke Praha dan Groningen jumlahnya sama. Berhubung tujuan saya ikut pertukaran pelajar selain pendidikan adalah untuk jalan-jalan, Praha lebih cocok. Apalagi letaknya di Eropa Tengah.

Top Five-Walks-In-Prague-Old-Town-Square

trip4booking.com (Prague Old Town Square dari Astronomical Clock – genteng orange bangunan yang sangat khas Praha)

Tonton video tentang Praha di sini.

PEJALAN KAKI SANGAT DIHORMATI

Saya masih terkesima ketika melihat ada beberapa tempat yang hanya memiliki zebra cross tanpa lampu pejalan kaki di Praha. Gimana nyeberangnya wak? Baca lebih lanjut

Terjebak di Kota Roma

DSCN1904.JPG

Stasiun Tiburtina (dokprib)

Beberapa hari yang lalu, saya melakukan trip ke Roma dari Venesia. Sekitar jam 8 pagi, saya sudah sampai di Stasiun Tiburtina. Yang pertama kali saya lakukan adalah mencari toilet untuk cuci muka dan segala-gala. Ajaibnya, saya nggak menemukan toilet sama sekali di situ. Penunjuk arahnya juga membingungkan. Semua serba dalam bahasa Italia. Untung saja banyak petugas yang baik membantu meskipun mereka tidak begitu bisa bahasa Inggris.

! Bahkan di beberapa tempat wisata di Italia, keterangan hanya tersedia dalam bahasa Italia saja. Padahal kita tahu, wisatawan asing di Italia itu tidak sedikit. Untung, petugas Italia-nya baik-baik.

Saya mencoba berkeliling stasiun. Ada pasar kecil di depan situ. Tapi pedagangnya bukan orang Italia. Seperti orang India. Beruntung, saya akhirnya menemukan gedung untuk metro dan train antar kota Italia. Langsung saja saya kesitu. Syukur deh nemu Baca lebih lanjut

Membandingkan Diri dengan Orang Lain

i love myself

dreamerstime.com

Sikap membandingkan diri dengan orang lain, rasanya tidak akan bisa lepas dari hidup kita. Setiap waktu, setiap saat, manusia membutuhkan perbandingkan untuk menilai sesuatu; termasuk dirinya sendiri. Ibaratnya ketika kita membeli barang, pasti akan melakukan perbandingan terlebih dahulu sebelum memberikan penilaian.

Bagi saya, kesuksesan dapat dilihat dari seberapa bermanfaatnya diri bagi orang lain.  Ini semacam pembuktian bahwa kehadiran kita itu penting. Kalau ada tidaknya orang, tidak memberikan perbedaan, artinya tidak berguna dong dalam konteks tertentu itu.

Saya termasuk orang yang cukup sering membandingkan diri dengan patokan usia. Jika saya melihat orang yang cukup sukses di usia saya atau bahkan lebih muda, saya suka sedih ketika berkaca pada diri sendiri. Sayangnya, itu sering saya lakukan. Padahal, membandingkan diri dengan orang lain itu bagusnya supaya kita termotivasi untuk lebih maju. Bukannya merasa kurang percaya diri dan tertekan. Padahal nih ya, yang dilalui setiap orang itu tidak sama. Ini bukan berarti bahwa kita perlu membandingkan diri siapa yang paling menderita hidupnya, terus merasa bahwa diri sendiri menderitanya kebangetan tapi nggak sukses-sukses. Enggak ya… Kamu nggak akan bisa sepenuhnya memahami apa yang sudah dilalui orang lain sebelum kamu jadi diri orang lain tersebut! Sekedar dengar cerita, apalagi. Nggak akan bisa.

Jangan juga membandingkan bahwa orang tertentu itu sangat beruntung, sedangkan kamu dipenuhi kesialan. Baca lebih lanjut