[Resensi Buku] Andy Noya, Kisah Hidupku

Andy Noya, Kisah Hidupku
Dok pribadi @worldbookeater

Judul Buku : Andy Noya, Kisah Hidupku

Penulis : Andy F. Noya dan Robert Adhi KSP

Penerbit : PT Kompas Media Nusantara

Tahun : Cetakan ke-21, Mei 2018

Jumlah Halaman : xiv+418 hlm.

Empat tahun lamanya Andy F. Noya dibujuk untuk mengungkapkan kisah kehidupannya di balik layar televisi. Jika selama ini dia selalu mengangkat kisah hidup orang lain, yang menginspirasi jutaan penonton Kick Andy, lalu mengapa dia sendiri menghindar mengungkapkan kehidupan pribadinya?

Setelah melalui diskusi panjang, akhirnya pria berdarah Ambon-Belanda-Jawa-Portugis ini bersedia terbuka menceritakan masa kecilnya yang kelam, masa-masa sulit di Surabaya, perpisahan ayah-ibunya, masa remaja di Papua, kuliah yang tidak tuntas, kisah percintaan yang jenaka, dan perjuangannya menapak karier sebagai jurnalis.

Membaca kisah perjalanan hidup pembawa acara Kick Andy ini, kita akan banyak menemukan kejutan-kejutan yang tidak terduga. Banyak cerita di buku ini yang belum pernah terungkap ke publik. Dengan gaya penuturan “aku”, Anda serasa bukan sedang membaca sebuah biografi, melainkan kisah hidup yang membuat Anda yakin setiap orang, termasuk Anda, berhak atas kehidupan yang lebih baik.

PEMBAHASAN

Buku ini rasanya dekat sekali. Sebagai lulusan baru prodi Jurnalistik, saya seringkali terlibat pergulatan batin perihal profesi jurnalis. Magang dan tugas-tugas mencari bahan berita semasa kuliah memang membuat saya stres dan lelah. Tapi, kenikmatan proses liputannya luar biasa. Setelah lulus pun saya masih dihadapkan dengan pilihan antara mengejar impian berkembang di sektor jurnalistik atau ‘cari aman’ di bidang lain. Halaman akhir buku ini pun menggelitik nurani saya.

Aku juga semakin menyadari ukuran kebahagiaan hidup tidak melulu berupa materi yang kita miliki. Ada yang lebih bernilai dari itu. Aku kini merasa bahagia dengan peran yang Tuhan pilihkan bagiku. (Hlm. 408)

Tuhan menempatkan kita pada posisi tertentu bukan tanpa alasan. Klise memang.  Lanjutkan membaca [Resensi Buku] Andy Noya, Kisah Hidupku

Iklan

[Resensi Buku] Seni Berbicara Kepada Siapa Saja, Kapan Saja, di Mana Saja

Seni Berbicara Larry King
@worldbookeater

Judul Buku: Seni Berbicara Kepada Siapa Saja, Kapan Saja, di Mana Saja
Penulis: Larry King, Bill Gilbert
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun: Cetakan ke-23, Mei 2019 
Jumlah Halaman: xvi+265 hlm.

Salah satu hal yang saya pelajari adalah tidak ada orang yang tidak bisa diajak bicara bila kita memiliki sifat yang tepat. Setelah membaca buku ini, Anda akan mampu mengikuti segala percakapan dengan penuh keyakinan, dan Anda akan tahu cara menyampaikan pesan dengan efektif, dalam situasi apa pun. Anda akan dapat bicara dengan lebih baik dan lebih menikmatinya. Mulailah sekarang juga dan jadilah pembicara yang memesona!” – Larry King

Sebagian hal yang akan Anda temukan dalam Seni Berbicara kepada Siapa Saja, Kapan Saja, di Mana Saja:  Lanjutkan membaca [Resensi Buku] Seni Berbicara Kepada Siapa Saja, Kapan Saja, di Mana Saja

[Resensi Buku Fiksi Sejarah] Bab-ı Esrar

Gel, gel, ne olursan ol yine gel / İster kâfir ol, ister ateşe tap, ister puta / Ne olursan ol, yine gel / İster yüz kere tövbe etmiş ol / İster yüz kere bozmuş ol tövbeni / Ümitsizlik kapısı değil bu kapı / Gel ne olursan ol yine gel. Page 232

 

LRM_EXPORT_80729458129256_20190827_200107234
Dokprib

Judul Buku: Bab-ı Esrar

Penulis: Ahmet Ümit

Penerbit: Everest Yayınları

Tahun: 2012

Jumlah Halaman: 394 hlm. 

SUMMARY dan OPINI

Buku Bab-ı Esrar ini saya temukan di dalam kardus bersama tumpukan buku-buku yang sudah saya baca lainnya. Agak terkejut sih. Kapan saya beli dan bawa buku macam begini? Sampul buku ini bergambar The Whirling Dervishes atau yang lebih dikenal dengan Sema/Semazen. Judulnya aja saya nggak ngerti artinya apaan. Setelah ditelisik, ada versi Bahasa Inggrisnya ternyata. Judulnya pun diterjemahkan menjadi The Dervish Gate. 

“Şimdi sema bir tür ibadet, yani namaz gibi… Sema ölümü anlatmaz, yaşamı anlatır aslında. Yani yeniden doğrusu. Günahlardan arınmayı, suretler âleminden, hakikatlar âlemine geçmeyi… Sema için meydana çıkan semazenler tennurelerinin üzerine siyah bir hırka giyerler. İşte o hırka, semazenlerin mezarıdır aslında.” Page 45

Rupanya, buku ini menceritakan tentang perjalanan seorang staff asuransi asal Inggris keturunan Inggris-Turki bernama Karen Kimya Greenwood yang ditugaskan untuk menyelidiki kebenaran kasus kebakaran hotel Yakut milik kliennya, yaitu Ikonion Turizm di kota Konya, Turki. Jika kasus kebakaran ini benar adanya dan tidak dibuat-buat, perusahaan asuransi Karen Kimya diwajibkan untuk membayar dana asuransi senilai jutaan poundsterling. 

Di dalam proses penyelidikan ini, terjadi banyak sekali hal mistik yang dialami oleh Karen Kimya, bahkan sejak ketika ia berada di udara menuju Konya. Dimulai dari suara seseorang yang memanggilnya dengan sebutan ‘Kimya Hanım’, sedang semua orang kecuali ayahnya, memanggilnya Karen, di dalam pesawat. Inilah rentetan peristiwa ganjilnya:

Lanjutkan membaca [Resensi Buku Fiksi Sejarah] Bab-ı Esrar

Menjadi Relawan Bersama Kemenpora Turki

Kegiatan sukarelawan dengan nama Damla Gönüllülük Hareketi ini merupakan kegiatan sukarelawan di bawah naungan KEMENPORA Turki yang berlangsung selama 10 hari dengan jadwal padat dari jam 6 pagi sampai 11 malam – yang kadang molor sampai jam 2 pagi buat ngerjain proyek, di kota-kota marjinal (re: nggak semuanya marjinal) atau dianggap kurang dengan tujuan untuk lebih mengenal kelompok minoritas di sana, serta menciptakan projek-projek baru dalam rangka pembangunan kota tersebut. Kegiatan-kegiatannya serupa: berkunjung ke desa-desa, panti jompo, panti asuhan, pusat rehabilitasi difabel, sekolah, rumah sakit, kantor walikota, universitas (kunjungan rektor), usaha masyarakat (ruko dan rumah makan), tempat bersejarah, membersihkan lingkungan (memungut sampah) dan membuat tempat makan burung, memberikan bantuan kepada keluarga yang kurang mampu, ziarah ke makam pahlawan serta keluarga pahlawan – termasuk polisi dan tentara yang meninggal dalam posisi melindungi negara, berinteraksi dengan anak-anak seperti bermain games, menggambar dan menari bersama, menerbangkan layang-layang, dls.

Kegiatan ini berlangsung beberapa kali dalam sebulan, dan memungkinkan untuk dilakukan bersama sekaligus di berbagai kota. Misalnya saja, saat saya mendaftar, terdapat kegiatan sukarelawan di kota Çankırı, Çorum, Samsun, dan Yozgat pada tanggal 19-28 Juli 2019. Nah, pendaftar diharuskan untuk memilih salah satu kota. Jika tidak bisa memilih, seperti saya, terdapat menu pilihan ‘bebas’. Takdir Tuhan, sekitar dua minggu setelah mendaftar, saya memperoleh telepon penerimaan untuk mengikuti kegiatan sukarelawan di kota Yozgat. 

Damla Gönüllülük Hareketi Yozgat
Tim relawan Damla Yozgat.

Tanggal 18, saya naik bus sekitar 12 jam dari İzmir ke Yozgat. Kota Izmir itu letaknya di bagian Barat Daya Turki. Sedangkan Yozgat terletak di bagian tengah Turki pas. Beda keduanya, Yozgat adalah kota kecil yang tidak begitu dikenal turis, dan jauh lebih konservatif dibandingkan Izmir. Ketika saya naik bus, pramugari bus terheran-heran mendengar jawaban saya yang hendak turun di terminal Yozgat. Berkali-kali ia mengulang pertanyaannya seolah tidak percaya. 

*Highlights* Lanjutkan membaca Menjadi Relawan Bersama Kemenpora Turki

Catatan Kepulangan

Bingung mulai dari mana. Sepertinya udah nganggur terlalu lama. Perlu pasokan energi untuk kembali mengaduk-aduk ingatan yang mulai sirna. Pagi ini seorang teman tiba-tiba mengirimkan pesan WA, “How do you feel to be home?” Dan ketika saya bilang Turki terasa jauh, “Oh wow like history,” jawabnya. Bener banget. Sebenernya, baru sekitar dua minggu lalu saya meninggalkan Turki yang udah jadi rumah kedua selama 5 tahun terakhir. Waktu kembali menginjakkan kaki di bumi pertiwi pun, yang saya rasakan hanyalah kebahagiaan. Rupanya, waktu itu saya belum menyadari kenyataan bahwa saya pergi dari Turki tanpa menggenggam tiket kembali, seperti tahun-tahun yang lalu.

DSC_6136-01
Akhirnya wis udah.

Bukan hanya sebuah negara yang saya tinggalkan, namun juga seluruh kenangan yang perlahan hanyut mengendap ke dasar memori penyimpanan. Otak manusia konon terbatas. Bukannya tergantikan. Hanya saja, detail peristiwa itu bisa jadi meluruh berubah alurnya dalam ingatan. Hal yang paling saya takutkan jika semua akan tertinggal di belakang. Seperti sejarah yang terlupakan.  Lanjutkan membaca Catatan Kepulangan

[Resensi Buku] Deception Point

 

deception point
goodreads

Judul Buku : Deception Point

Penulis : Dan Brown

Penerbit : Pocket Books

Tahun : Desember 2002

Jumlah Halaman : 558 hlm.

A shocking scientific discovery.

A conspiracy of staggering brilliance.

A thriller unlike any you’ve ever read…

DECEPTION POINT

When a NASA satellite discovers an astonishingly rare object buried deep in the Arctic ice, the floundering space agency proclaims a much-needed victory-a victory with profound implications for NASA policy and the impending presidential election. To verify the authenticity of the find, the White House calls upon the skills of intelligence analyst Rachel Sexton. Accompanied by a team of experts, including the charismatic scholar Michael Tolland, Rachel travels to the Arctic and uncovers the unthinkable: evidence of scientific trickery-a bold deception that threatens to plunge the world into controversy. But before she can warn the President, Rachel and Michael are ambushed by a deadly team of assassins. Fleeing for their lives across a desolate and lethal landscape, their only hope for survival is to discover who is behind this masterful plot. The truth, they will learn, is the most shocking deception of all.

“An excellent thriller. A big yet believable story unfolding at breakneck pace, with convincing settings and just the right blend of likeable and hateful characters. A finely polished amalgam of action and intrigue.” – Publishers Weekly

AWAS SPOILER!

Tulisan Dan Brown ini memang cukup khas, ya. Setelah membaca buku Angels and Demons, saya merasa buku Deception Point ini tipenya bisa ditebak, yaitu memiliki tokoh utama protagonis laki-laki dan perempuan berpenampilan menarik, juga cerdas, yang kemudian saling tertarik satu sama lain di penghujung cerita. Sayangnya, kedekatan tokoh utama protagonis di novel ini yaitu Rachel Sexton dan Michael Tolland terasa dipaksakan sebagai bumbu. Lanjutkan membaca [Resensi Buku] Deception Point

[Resensi Buku] Angels and Demons

IMG_20190522_021818_HDR
dokumen pribadi

Judul Buku : Angels and Demons

Penulis : Dan Brown

Penerbit : Pocket Books Fiction

Kota : New York

Tahun : July 2001

Jumlah Halaman : 569 hlm.

An ancient secret brotherhood.

A devastating new weapon of destruction.

An unthinkable target.

World-renowned Harvard symbologist Robert Langdon is summoned to a Swiss research facility to analyze a cryptic symbol seared into the chest of a murdered physicist. What he discovers is unimaginable: a deadly vendetta against the Catholic Church by a centuries-old underground organization-the Illuminati. Desperate to save the Vatican from a powerful time bomb, Langdon joins forces in Rome with the beautiful and mysterious scientist Vittoria Vetra. Together they embark on a frantic hunt through sealed crypts, dangerous catacombs, deserted cathedrals, and the most secretive vault on earth… the long-forgotten Illuminati lair.

“A breathless, real-time adventure… Exciting, fast-paced. With an usually high IQ.”

– San Fransisco Chronicle

“Dan Brown has to be one of the best, smartest, and most accomplished writers in the country.”

– Nelson DeMille

QUOTES

“… Since the beginning of the time, spirituality and religion have been called on to fill in the gaps that science did not understand. The rising and setting of the sun was once attributed to Helios and a flaming chariot. Earthquakes and tidal waves were the wrath of Poseidon. Science  has now proven those gods to be false idols. Soon all Gods will be proven to be false idols. Science has now provided answers to almost every question man can ask…” p. 25

Science and religion are not at odds. Science is simply too young to understand. p. 70

Page 111-112

“An eye inside a triangle.”

“It’s called the trinacria…”

“It’s emblazoned on Masonic lodges around the world.”

“The symbol is Masonic?”

“Actually, no. It’s Illuminati. They called it their ‘shining delta’. A call for enlightened change. The eyes signifies the Illuminati’s ability to infiltrate and watch all things. The shining triangle represents enlightenment. And the triangle is also the Greek letter delta, which is the mathematical symbol –“ Lanjutkan membaca [Resensi Buku] Angels and Demons