[Resensi Buku] 52 Changes


IMG_20200110_075701
@worldbookeater

Judul Buku : 52 Changes

Penulis : Leo Babauta

Penerbit : Bright Publisher

Tahun : Cetakan I, 2018

Jumlah Halaman : 208 hlm.

“Apa yang membuat saya memenuhi syarat untuk menulis buku ini? Singkatnya, saya sudah mengubah hidup saya dengan menerapkan beberapa prinsip sederhana. Saya sudah belajar bagaimana membuat perubahan dan bersenang-senang melakukannya. Saya melakukan percobaan kecil, satu atau dua bulan, dan saya amati apa yang terjadi. Saya beroleh perubahan yang terasa baik, dan mengabaikan apa-apa yang tidak bekerja dengan baik untuk diri saya! Itulah saran saya untuk Anda.”
– Leo Babauta –

52 Changes merupakan buku kita untuk melakukan perubahan yang dapat Anda lakukan dalam waktu setahun. Fokuslah pada satu bab per pekan dan Anda tak perlu menjalankan semua kita perubahan dalam buku ini, karena tidak semua kiat berlaku untuk semua orang. Anda dapat memilih dan menerapkan kiat yang benar-benar sesuai untuk Anda. Dan yang terpenting: belajar bagaimana menjadi nyaman dan baik-baik saja dengan perubahan.

QUOTES

Kita sering terjebak dalam tugas-tugas kecil, kesibukan itu membuat kita merasa produktif selagi tugas yang paling penting tertangguhkan nanti dan nanti, sampai kita tidak punya waktu untuk mengerjakannya lagi lantaran semua hal “mendesak” yang lebih kecil itu. Majulah. Ini adalah sebuah bentuk penundaan, atau setidak-tidaknya prioritas-prioritas yang buruk. Hlm. 35

~ Bener banget. Kadang saya punya target besar yang untuk mewujudkannya butuh memulai beberapa hal yang agak berat. Untuk menundanya, saya melakukan hal-hal kecil yang bukan prioritas supaya merasa produktif.

Ada masalah di tempat kerja? Bersyukurlah Anda punya pekerjaan. Bersyukur Anda punya tantangan, dan hidup menjadi tidak membosankan. Bertekadlah untuk selalu memanjatkan rasa syukur selama dua menit pada pagi hari (atau tepat sebelum Anda tidur pada malam hari). Luangkan waktu sebentar untuk mensyukuri hal-hal “negatif” dalam hidup Anda. Selalu ada dua cara untuk melihat sesuatu. Ucapkan terima kasih ketika seseorang melakukan sesuatu yang bagus untuk Anda, sekecil apapun itu, cobalah untuk tidak lupa berterima kasih. Hlm. 74-75

~ Seperti kunci favorit teman saya, mindset! Lanjutkan membaca [Resensi Buku] 52 Changes

[Resensi Buku] Mapping My Career Journey

Judul Buku : Mapping My Career Journey – Tips For Millennials

Penulis: Yetty Kuhn

Jumlah Halaman : 50 hlm.

Kesuksesan sejati di jaman milenium yang serba instan dan cepat membuat generasi muda (millennial) menyalahartikan arti kesuksesan, bahwa kesuksesan haruslah cepat tercapai dengan cara yang mudah dan sesingkat mungkin. Namun, pada kenyataannya tidak seperti itu di dunia profesional kerja. Seperti halnya alam, tidak bisa dimanipulasi, begitu pun perjalanan karier. Buku ini memberikan tips dan gambaran bagaimana mencapai kesuksesan yang teratur dan berstrategi dengan periode yang terencana dan berakhir dengan nilai dan kualitas tinggi. Semua ini melalui proses yang alami dan terencana matang dari langkah awal memasuki dunia kerja.

Pengalaman pribadi penulis diharapkan dapat memotivasi dan menginspirasi lintas generasi bahwa kesuksesan tidak bisa dengan jalan pintas. Dalam buku ini pun, pembaca bisa menyadari bahwa peran orang tua hanya menyuport perkembangan karier, bukan menentukannya. Sehingga, anak bertanggung jawab atas kesuksesan ya sendiri tanpa mempunyai rasa bersalah kepada kedua orang tua, sehingga anak mandiri, berkembang sukses sesuai bakatnya tanpa beban yang sering menjadi ganjalan para orang tua di negara Asia.

“If you are happy with what you are doing, you will think it is heaven even though you are in hell.”

REKAM JEJAK*
Membaca buku ini kembali menyalakan api-api mimpi saya yang sempat redup. Kembali, meminjam istilah Ibu Yetty Kuhn, saya merasa menjadi “a small girl with big ambition”. Lanjutkan membaca [Resensi Buku] Mapping My Career Journey

Bye 2019 Hey 2020

Selamat tahun baru 2020!!! Semoga kita belajar banyak dari kesalahan-kesalahan di tahun 2019, dan jangan lupa bersyukur.

Saya bersyukur tahun 2019 berjalan dengan lancar. 3 dari 6 resolusi yang saya tulis di blog jadi kenyataan. Lumayan lah ya ~ menghibur diri wkwk

LULUS DENGAN PREDIKAT TERTENTU

IMG_6264.JPG
Wis. Udah.

Memasuki semester 8, saya itung-itungan banget berapa nilai IPK yang bisa saya dapat maksimal. Kalau IP 4.00, IPK saya bisa tembus 3.70. Seperti tidak mungkin. Meski tidak begitu optimis, saya tetap mengusahakan yang terbaik dan akhirnya tembus 3.70. Mungkin bagi sebagian orang itu nilai kecil. Tapi saya udah seneng banget. Cumlaude! Meski nggak dapet nomer di fakultas. Wkwk. ACHIEVED!!!

SECURE A JOB
Saya resmi Lanjutkan membaca Bye 2019 Hey 2020

Selamat Hari Jadi Untukmu yang Bertumbuh

Kemarin…

06.30 WITA

Sebuah bingkisan terbungkus rapi di dalam tas kerja yang sedang kusiapkan untuk ke kantor. Dalam diam, tentu kutau siapa yang berulah.

17.00 WITA

ezgif.com-video-to-gif
Dokumen Pribadi

Aku baru saja meletakkan gagang telepon untuk verifikasi data nasabah ketika segerombolan rekan kerjaku menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun dari belakang. Senyum merekah, kue donat, dan lilin yang meriah. Lanjutkan membaca Selamat Hari Jadi Untukmu yang Bertumbuh

[Resensi Buku] The Art of Dealing with People

Screenshot_2019-12-07-23-14-47-981_com.instagram.android
@worldbookeater

Judul Buku : The Art of Dealing with People
Penulis : Les Giblin
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun : Cetakan ke- 14, Mei 2018
Jumlah Halaman : 125hlm.

Buku yang cukup singkat, padat, dan practical. Mulai dari cara membuat orang lain percaya dan suka sama kamu, menghadapi orang yang kritis atau pun marah tanpa sebab, sampai caranya mempengaruhi. Mantul!

FAV QUOTES
Semua upaya yang dilakukan untuk membuat manusia sekadar gerombolan tanpa nilai individual telah gagal. Hlm. 14

Hlm. 17
1. Kita semua egois (dalam arti positif sebagaimana dipaparkan sebelumnya, “yaitu mementingkan diri”).
2. Kita lebih tertarik pada diri sendiri daripada apa pun lainnya.
3. Setiap orang yang kita jumpai ingin merasa dirinya penting dan “mempunyai nilai”.
4. Setiap orang sangat mengharapkan persetujuan dari orang lain, sehingga dia bisa menyetujui diri sendiri.

Siapa pun akan lebih menyenangkan, lebih memahami, dan lebih kooperatif kalau Anda memberi makan ego mereka… Bukan dengan pujian berlebih-lebihan yang tidak tulus, tetapi dengan pujian yang tulus dan sungguh-sungguh. Carilah hal-hal baik dalam diri orang yang berhubungan dengan Anda; hal-hal yang membuat Anda bisa memujinya. Hlm. 26 Lanjutkan membaca [Resensi Buku] The Art of Dealing with People

[Resensi Buku] Me Photo Travel

Screenshot_2019-12-07-22-47-06-731_com.instagram.android
@worldbookeater

Judul Buku : Me Photo Travel
Penulis : Wahyu Mahendra (@iw.wm)
Penerbit : Bhumi Anoma
Tahun : Cetakan pertama, 2019
Jumlah Halaman : 200 hlm.

“Enak, ya, kerjaan lo, Yu, udah dibayarin keluar negeri buat jalan-jalan, dapet gaji pula,”

“Kemarin habis dari Eropa, terus habis ini ke mana, Dik? Kok, bisa, sih, jalan-jalan terus?”

“Dik, Mama harus bilang apa, ya, kalau ditanya sama orang lain? Bapak sampe bingung, loh, jelasinnya ke orang-orang.”

“Bilang aja ke mereka kalau kerjaan Adik jadi fotografer travel, Ma,” jawab gue.

Sejujurnya, gue sudah mulai bosan menjelaskan apa pekerjaan gue sebenernya. Meluruskan pandangan orang mengenai pekerjaan gue terbilang cukup susah. Salah ngomong, bisa-bisa gue dikatain di belakang yang aneh-aneh. Gue juga mencoba untuk meluruskan pandangan orang lain yang men-judge pekerjaan gue bahwa sebagai travel photographer atau “orang yang enggak pernah di rumah”, enggak selalu happy.

Jadi, di buku inilah gue akan membuka tabir segala susah senangnya menjadi photo travel content creator. PLUS, gue akan selipin tips edit foto kurang dari lima menit dan cara mendapatkan uang dari pekerjaan fotografi!

PEMBAHASAN
Buat kamu yang suka fotografi, baik itu yang hobi motret ataupun sekedar penikmat seni foto, pasti udah nggak asing kan dengan username Instagram @iw.wm? Lanjutkan membaca [Resensi Buku] Me Photo Travel

Perjalanan Pencarian Kerja

Rak Buku
Follow us on Instagram @worldbookeater

Kalau tinggal di kampung, anak kuliah yang lulus dan nganggur pasti jadi cibiran. Soalnya nggak banyak yang kuliah. Apalagi yang lulusan luar negeri. Nggak di lihat negara, jurusan apa, ataupun kuliahnya gimana. Ya… mungkin positifnya bisa jadi doa sih. Tapi sekaligus tekanan bagi yang masih pengin santai di rumah, apalagi yang udah nyari dan belum dapet-dapet.

Rasa pulang kampung dengan alasan liburan dan lulus sarjana emang beda, ya. Kalau liburan, tiga bulan terasa cepet. Sedangkan pulang lulus itu, jangankan tiga bulan, dua minggu aja udah kebakaran jenggot. 

Kata temen sih, slow aja, rezeki nggak akan tertukar. Banyak kok yang nganggur sampe hampir setahun gitu.

Kenyataannya, susah mah buat nggak panik. Takut nggak dapet kerja, ngecewain keluarga, dan gengsi. Ya, gengsi inilah yang dulu sempet menghalangi saya daftar-daftar kerja. 

Setelah dipikir-pikir, ngapain gengsi, ya. Yang penting cari pengalaman dulu dan sibukkan diri sambil terus belajar. Gaji gede bakal menyusul. Dengan mindset beginilah saya daftar pekerjaan seenak jidad. Tertarik dikit, langsung daftar. Makanya, posisi yang dilamar pun bervariasi. Hahaha.

SHOPEE

Marketing Intern

Perjalanan saya menjadi jobseeker dimulai dari pendaftaran di Kalibrr sebagai Marketing Intern Shopee. Dulu sih mikir daftar intern karena masih belum percaya diri daftar jadi pegawai tetap. Lagian, tes jadi pegawai tetap itu lebih riweuh daripada intern. Sedangkan kalau kamu intern, ada kemungkinan kamu langsung diangkat kalau kerjamu bagus. Lanjutkan membaca Perjalanan Pencarian Kerja