Kuters; Bukan Sekedar Pencari Gratisan

Ada yang bilang, “Kalau mau sukses, pantasin diri dengan nggak nguters!”

Ada pula yang mengatakan, “Kuters itu cuma kumpulan orang kurang kerjaan.”

Ada juga yang bersiul, “Kok mau-maunya ya, suruh follow ini-itu sedangkan hadiahnya cuma kecil dan belum tentu menang, lagi.”

Dan…. masih buanyak lagi.

Well, menurutku sendiri, Lanjutkan membaca Kuters; Bukan Sekedar Pencari Gratisan

30 Hari Keistimewaan Ramadhan

Assalamu’alaikum…..

Selamat datang dalam penerbangan RAMADHAN AIR, dengan tujuan Bandara Internasional IDUL FITRI dengan nomer penerbangan 1434 H. Sesaat lagi kita akan menempuh perjalanan yang memakan waktu sebulan lamanya dan akan memasuki wilayah PUASA. Tegarkan kursi IMAN serta sandaran TAQWA. Bila terjadi goncangan, silahkan pasang sabuk DZIKIR, TAHAJJUD, TADARUS, dan SEDEKAH JARIYAH. Bersama pilot kita, ALQURANUL KARIM, NAELIL sekeluarga (ALM. H.M. ARIFIN sekeluarga) MOHON MAAF LAHIR & BATIN, dan mengucapkan,
“SELAMAT MENJALANKAN PUASA RAMADHAN”

Jadi bentar lagi kan bulan puasa nih, lebih tepatnya tanggal 10 Juli 2013 besok kemarin. Ramadhan memang udah lewat start-nya beberapa hari lalu. Tapi nggak dosa kan kalau saya minta maaf dan posting ini sekarang? #ngeles. Jadi, saya kepengin bagi-bagi info tentang keistimewaan hari-hari di Bulan Ramadhan. Apa sajakah itu? Check this out! Lanjutkan membaca 30 Hari Keistimewaan Ramadhan

Lancar Berbahasa Inggris dengan Mudah

Buat saya pribadi, Bahasa Inggris itu penting banget. Kenapa? Karena Bahasa Inggris adalah bahasa Internasional dimana seluruh penjuru bumi memperlajarinya sehingga memudahkan komunikasi antar berbagai bangsa yang terdiri dari berbagai budaya bahasa.

Meskipun demikian, Bahasa Indonesia sendiri tidak boleh dilupakan. Itu kan bahasa nasional. Bahasa persatuan kita. Merdeka! #eh Lanjutkan membaca Lancar Berbahasa Inggris dengan Mudah

CUPLIKAN BUKU Antologi “Cintaku Kembali di Penghujung Tahun”

Sambil menyelam minum air nih. Hehee. Numpang promosi buku ya…. Jika berminat, langsung aja hubungi saya. OK?

Ngomong-ngomong, buku ini adalah karya anggota KIR (Kelompok Ilmiah Remaja) di Sekolah. Ya, Alhamdulillah udah ada yang diterbitkan sebagai bukti eksistensi keberadaan eskul kita ini.

Buku ini buku tentang cinta  berbagai macam peristiwa. Meskipun judulnya cinta, tapi sebenarnya nggak melulu tentang cinta-cintaan.

Langsung kita intip yuk!

Antologi 19 (2013)
Lanjutkan membaca CUPLIKAN BUKU Antologi “Cintaku Kembali di Penghujung Tahun”

Cerpen dimuat di Radar Banyuwangi, 7 Juli 2013 : Hati Ibu

Hati Ibu

(Naelil)

3. Cerpen Hati Ibu - Radar BWI 7 Juli 2013

“Di, kamu itu kalau dinasehati, mbok ya nurut sama Ibu.”

Teriak ibu dari dalam dapur. Aku pura-pura tak dengar dengan menghidupkan mesin sepeda motor keras-keras. Kemudian segera pergi menuju ke sekolah.

“Dasar bocah. Dikasih tahu, malah kabur…”

Samar-samar, kudengar ibu ngedumel karena ulahku. Maafkan aku, Ibu. Bukan maksudku untuk melukai hatimu. Tapi, aku sudah dewasa. Tahu mana yang baik dan mana yang tidak baik. Kuharap ibu tidak memperlakukanku seperti anak TK lagi. Aku tersenyum sendiri mengingat ulah ibu.

***

Sekolah masih sepi. Belum tampak riuh-renyah siswa-siswi yang bergerumbul membicarakan rivalnya. Udara masih bersih. Cicitan burung pun masih segar di telinga. Aku menghempaskan pandangan ke arah parkiran yang masih kosong di depanku. Lanjutkan membaca Cerpen dimuat di Radar Banyuwangi, 7 Juli 2013 : Hati Ibu

Cerpen dimuat di Radar Banyuwangi, 21 April 2013 : Tenggelam di Laut Kidul

Tenggelam di Laut Kidul

Oleh : Naelil

1. Cerpen Tenggelam di Laut Kidul - Radar BWI 21 April 2013

Aku duduk di pelataran. Memikirkan haluan. Bosan rasanya jika hari Minggu hanya dihabiskan untuk diam di rumah seorang. Kuputuskan untuk pergi jalan-jalan.

Mengendarai motorku, aku melesat cepat ke kediaman Rega. Sahabatku.

“Ga, main yuk!” ajakku ketika rem motor baru saja kuinjak. Rega tertawa kecil ketika melihat kedatanganku. Aku memarkir sepedaku di bawah pohon rambutan besar yang bertengger di depan rumahnya. Pohon rambutan yang banyak memberikan kenangan pada kami. Dulu, aku dan Rega senang sekali memanjat pohon rambutan gemuk itu hanya demi menggapai beberapa butir buah berwarna merah ranum yang dikenal dengan sebutan rambutan Rafiah itu. Di atas, kami sering bercengkrama untuk sekedar membahas tentang guru paling menyebalkan di sekolah, murid paling kece sejagad, hingga ke otomotif dan perguruan tinggi.

Kami, kini duduk di kelas 3 SMA. Dalam hitungan minggu, kami akan segera angkat kaki dari putih abu-abu. Dan kami, akan segera berlanjut ke perguruan tinggi tercanggih di Jawa. Tercanggih versi kami sendiri tentunya.

“Main kemana?” Rega menghancurkan lamunanku.

“Ke…,” Lanjutkan membaca Cerpen dimuat di Radar Banyuwangi, 21 April 2013 : Tenggelam di Laut Kidul