Puisiku : Elegi Duka Pertiwi

Puisi berikut merupakan sebuah puisi karya saya, Naelil, yang menjadi juara I pada lomba cipta dan baca puisi Agustus 2013 yang diselenggarakan oleh Rumah Belajar Shopia yang terdapat di kawasan Banyuwangi selatan.

Elegi Duka Pertiwi
(Naelil)

Jalan setapak mulai lengang
Bukan karena rakyatnya bersitegang
atau bahkan ada sebuah larangan
Bukan……

Muda-mudi itu kini menggerayang jauh ke kota
Inginnya capai gelar sarjana
Kemudian pulang membawa nama
Dan bekerja sesuai harapan mereka
Namun nyatanya
Sekolah ah sekedar sekolah
Dedaukan prestisius dalam darah
Berceracau setelahnya
Hanya itu
Hanya…itu

Tiada prakarsa untuk mengabdi pada pertiwi
Dan kenestapaan iringi kepulangan mereka yang berdusta pada orang tua
Uang yang ditukar dengan berlembar ilmu
Sekedar berakhir di kolong tempat tidur
Atau jadi bundelan bantal
yang disematkkan kala kantuk menendang
Tiada peduli pontang-panting emak gali lubang uang di negeri orang
Yang penting ia senang
Merasai legit diperantauan
Sekolah ah sekedar sekolah
Tiada harap,
mimpi pun tak pernah
Padahal uang diperas bagai sapi perah
Abaikan beras tak terjamah demi biaya sekolah

Kemudian kalanya mereka kembali
Beberapa berdasi layaknya eksekutif muda
Tengadahkan dagu mengklaim yang paling hebat
Beberapa kembali dengan tangis sesal menderita
Berbadan depan separuh bulan
Pulang-pulang bawa istri
Pulang-pulang bawa suami
Pulang-pulang bawa anak tanpa suami
Lalu kemana sekolah selama ini?
Kemana sekolah yang dibanggakan dengan biaya setinggi Everest
jika akhirnya hanya jadi bedebah sampah yang racuni masyarakat?
Memalukan!

Para pendusta itu tusuk nadi ibu dengan belati
Berkhianat!
Runtuhkan buliran tirta wangi lewat mata bening sang pertiwi

Tragedi perjuangan setengah windu tak sampai
Perdu-perdu pancasila direnggut dan dirobohkan tiada malu
Layaknya sikap penjajah masa dulu
Kemudian jadi repihan memoar mengenaskan
yang apakah patut dikenang?
Apabila kemudian timbul pertanyaan
“Untuk apa dulu kau disekolahkan?
Masih ingatkah tujuan awalmu, sayang?”

Iklan

4 thoughts on “Puisiku : Elegi Duka Pertiwi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s