Jagalah Kebersihan Makananmu!

Judulnya kayak ngomong ke anak-anak. Hehee. Tapi emang bener loh, menjaga kebersihan makanan itu teramat sangat penting. Mengapa demikian? Karena nanti urusannya dengan perncernaan, dengan kesehatan. Dan, semua sudah pada tahu kalau sehat itu emas. Sehat itu anugerah. Yang sehat mungkin masih banyak yang mengeluhkan keadaan. Tapi kawan, dengarlah, sesungguhnya yang sedang sakit itu termehek-mehek lantaran mengingingkan yang namanya tubuh sehat. Di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat. Herannya, masih kujumpai beberapa kawan yang terang-terangan menyatakan ingin sakit. Alasannya? Pengin diperhatikan. Haduh, mending sehat deh. Serius.

Seperti aku beberapa hari yang lalu nih, sakit muntaber. Padahal menurutku, aku sudah menjaga makananku. Mungkin nggak terlalu juga sih karena aku doyan banget jajan di luar. Dan kita kan nggak pernah tahu proses pembuatannya itu melalui proses yang higenis atau enggak.

Sedikit penjelasaan tentang muntaber. Jadi, kawan, muntaber adalah salah satu penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan virus. Muntaber juga dapat disebabkan oleh infeksi saluran nafas atau radang tenggorokan, infeksi saluran kemih (kencing), dan penyakit tifus. Namun umumnya disebabkan oleh bakteri E. Coli. Biasanya nih, mereka yang terkena muntaber karena mengkonsumsi makanan atau minuman yang telah tercemar bakteri E. Coli dan kondisi tubuh sedang tidak fit. Lemes gitu.

Gejala-gejala muntaber seperti sakit perut. Nah, perut itu rasanya mual banget berdasarkan pengalamanku. Kayak digerus pakai pisau, terus pengin muntah. Nggak enak banget. Dijamin nggak bisa tidur. Aku aja yang biasanya kebo kalau udah terlelap, bisa bangun gara-gara penyakit satu ini. Selain sakit perut, biasanya juga kembung bahkan muntah berkali-kali. Pokoknya nggak enak deh. Demam tinggi juga, pusing, diare, males makan. Ya nggak nafsulah. Kan perut udah mual, rasa yang ada di mulut dan lidah juga aneh. Kalau udah lemes, bisa sampai halusinasi loh, kawan. Maka dari itu, penyakit muntaber nggak boleh disepelein. Karena kalau sampai kekurangan banyak cairan, akibatnya bisa fatal. Segera bawa ke dokter sebelum terlambat.

Nah kalau maunya yang tradisional juga bisa sih. Aku pernah dengar kalau muntaber bisa disembuhin pakai daun jambu biji yang diperas airnya lalu diminum. Belum pernah coba yang satu ini sih. Jadi kalau mau praktekin, googling dulu gih sana. Hehee.

Yang kemungkinan besar benar itu dibuatkan minuman pengganti cairan tubuh yang hilang, semacam oralit begitu, namun terdiri dari gula pasir, garam dapur, dan air hangat. Oh iya, kalau makan kan nggak enak tuh. Makan bubur aja. Minumnya teh manis yang hangat. Soalnya kalau air putih biasanya nggak bisa karena rasanya cenderung nggak enak di mulut.

Yang perlu dihindari karena muntaber itu makanan pedas, dingin, dan yang bersantan.

Pada intinya muntaber itu nggak enak. Sama kayak penyakit lainnya. Gara-gara penyakit ini, aku bahkan terpaksa nggak masuk sekolah selama 4 hari. Gilanya, 4 hari itu pas waktu Mid Semester. Huwaaaaaa! Bukan apa-apa sih, tapi kalau di sekolahku kan ujian susulannya di ruang guru. Dan, ujian sendirian di ruang guru tuh nggak enak banget. Bayangin deh, dikeruyuk guru. Nanti kalau ngerjainnya gemetaran gimana? Kalau terus sepaneng/panik, bisa-bisa blank. Nah terus gimana? Makannya tuh, dijaga kesehatannya supaya nggak sakit.

Belum lagi nih, aku juga kehilangan momen super duper penting. Beberapa teman mendaki ke Kawah Ijen ketika aku sakit. Huwaaa! Padahal aku pengin ikut, sayangnya sakit. Jadi ya nggak ikut. Tahu enggak Kawah Ijen? Itu loh yang pernah diadain acara Tour de Ijen. Tempatnya di kawasan Banyuwangi. Gambarnya >>
Indah nggak? Pengin kah ke sana? Kalau aku pengin banget. Hehee. Ya, semoga ada lain kesempatan.

Cukup tentang Kawah Ijennya. Pada intinya yang aku mau sampaikan adalah pentingnya menjaga kesehatan. Salah satunya dengan menjaga kebersihan makanan. Boleh kok makan di luar, asal hati-hati.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s