Panggilan Sayang

Manisnya masa SMA… 🙂 Kita masuk dengan satu nama. Namun kita ke luar dengan banyak nama.

Meski di jenjang pendidikan lainnya juga begitu sih. Misalnya saja aku. Pada saat memperkenalkan diri, aku mengatakan bahwa namaku Naelil. Tapi sekarang, hanya teman baru yang memanggilnya demikian. Sedangkan teman sejak kelas X/XI, panggilnya macam-macam.

Teman sebangkuku saat ini namanya Reza.Dulu waktu kelas X kita berada di bawah naungan X6 tetapi tidak satu bangku. Dia memanggilku Nae. Wajarlah. Selain itu beberapa juga memanggilku Lil. Ada juga guruku yang memanggil Nail. Macam-macam namun intinya Naelil. Nah kelas XI, aku mulai duduk satu bangku dengan Reza. Dia memanggilku Sar, kadangkala tim SAR. Entah bermulanya bagaimana. Lupa. Baru-baru ini, dia mengganti namaku lagi sebagai Saeaer. Iyap! Dibaca Saeaer. Kreatif sekali, bukan? 😀

Awalnya aku memang kurang merasa nyaman. Tapi seiring berjalannya waktu, aku mulai nyaman disapa seperti itu. Bahkan jika dia memanggilku Naelil, aku justru merasa janggal. Dengan sapaan Saeaer terasa lebih akrab dan dekat sekaligus bersahabat.

Ada lagi temanku yang sealiran. Maksudnya dalam hal hobi, dia juga gemar menulis. Dia ini memanggilku Alien. Hal itu karena test aura. Nah jadi suatu ketika kami berdua test aura bersama. Hasilku adalah magenta dan hasilnya ialah violet. Di sana disebutkan bahwa magenta itu populasinya sangat jarang dan sikapnya aneh, aneh, dan aneh sehingga dia menjulukiku sebagai Alien. Sedangkan violet digambarkan sebagai indigo mayoritasnya sehingga aku kini memanggilnya Indigo. Selain itu kami juga terkadang memanggil dengan sebutan Summer dan Autumn. Dia pecinta musim panas dan aku pecinta musim gugur. Warnyanya nyus sih musim gugur itu. Makannya kami senang sekali dengan judul novel Kak Iwan Setyawan, “9 Summers 10 Autumns.” 😀

Menurutku, keberadaan panggilan tertentu itu justru bagus karena membuat pihak satu dan yang lainnya menjadi lebih akrab selama yang dipanggil merasa nyaman. Baru kalau mereka protes dipanggil begitu, kitanya jangan maksa. Dibayangin aja misal posisi kita di mereka. Mau nggak dipanggil yang nggak sesuai dengan kita? Enggak kan?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s