Antara IPA dan IPS

Banyak yang galau tentang jurusan di perkuliahan. Di bawahnya, banyak juga yang menggalau mengenai jurusan yang biasanya dimulai ketika naik ke kelas XI di SMA. Saya dulu, juga begitu sih. Bingung. IPS atau IPA?

Kalau menyinggung masalah gengsi. Di sekolah saya, IPA memang cenderung diunggulkan. Dulu, IPS itu anaknya terkenal suka berisik dan bolos. Pokoknya, IPA laksana pujaan hati mayoritas siswa. Semua bertarung demi nilai IPA yang oke agar bisa masuk ke jurusan IPA. Jurusan IPS itu kesannya kayak…yang nggak lolos IPA, baru dimasukin IPS. Itu di sekolahku, menurut pendapatku.

Kemudian menyinggung kuota. Sebenarnya, seharusnya sih lebih ketat masuk ke IPS. Karena di sekolahku, terdapat lima kelas IPA dan dua kelas IPS.

Selanjutnya, dulu menurut kacamataku, kelas IPS cenderung diabaikan guru. Maksudnya, jarang diajar, gitu. Pernah juga sampai dikejar-kejar salah satu guru mapel gara-gara siswa/i-nya pada nggak mau masuk kelas. Pokoknya parah banget. Kami dulu sebagai adik kelas yang melihat, cenderung semakin condong ke IPA tanpa melihat sisi lainnya.

Hm, waktu penjurusan pun tiba. Jujur, saat itu saya demen banget sama yang namanya Fisika dan Biologi. Seru banget! Kecuali Kimia ya… Hahaha. Entah kenapa, padahal gurunya baik banget dan ngajarnya kalem. Tetapi, saya tetap belum dapat feel ke mapel tersebut. Kemudian, setelah saya cari tahu, pelajaran Matematika di IPA itu ternyata lebih mantap daripada di IPS. Saya makin mantap ke IPA deh. Soalnya sejak bayi, saya suka Matematika. 😀

Akhirnya saya daftar masuk ke jurusan IPA. Apalagi melihat nilai IPA saya yang memang cenderung lebih tinggi daripada nilai IPS. IPS nilainya yang lumayan cuma Sosiologi. Geografi sedikit lumayan. Tapi Ekonomi, jangan tanya. >.< Soalnya mungkin saya emang suka banget sama Sosiologi, jadi senang mempelajarinya. Kalau Geografi, pada beberapa bab suka, beberapa nggak suka. Kalau Ekonomi, sekali lagi jangan tanya. Huwaaa!!

Jreng…jreng….
Waktu yang ditentukan pun tiba. Rupanya, saya masuk ke jurusan IPA. Seneng dong. Alhamdulillah.

Namun, seiring berjalannya waktu, saya mulai bosan dan jenuh sama kelas IPA. Saya juga mulai memikirkan masa depan saya. Kerja apakah nantinya saya di masa depan? Lalu saya ingin mendalami ilmu apa di perguruan tinggi kelak? Terbesit jajaran jurusan seperti Statistika, Teknik Industri, Matematika Murni, Biologi Murni, dan Kedokteran.

Naik ke kelas tiga, wuah, persentase bingung makin tambah. Saya benar-benar bingung. Beberapa waktu lalu saya searching tentang masa depan. Dan, saya mendapatkan sebuah artikel yang keren sekali tentang pemilihan jurusan sesuai passion. Setelah saya kupas tentang passion melalui tulisan beberapa teman, saya berpendapat bahwa passion itulah yang terpenting sesungguhnya.

Timbullah pertanyaan dibenak saya. Apakah betul saya suka Matematika? Apakah betul saya suka Fisika? Dan, apakah betul saya suka Biologi?

Waktu yang berjalan menjawab…TIDAK!! Tidak sepenuhnya sih. Masih ada suka, tapi kecil. Seperti yang saya sebut sebelumnya, saya mulai bosan dan jenuh dengan pelajaran IPA. Kecuali pada Matematika, saya tetap cintrong kok. Saya pun coba tanya pada diri saya sendiri. Selama ini saya sering lupa waktu ketika ngapain? Apakah ketika mengerjakan soal-soal Matematika, Fisika, atau Biologi? Atau…bahkan yang lainnya?

Saya lalu melihat ke belakang. Sejak SD, saya seringkali diikutkan lomba mengenai Bahasa Indonesia. Lomba Bahasa Indonesia pertama saya adalah menulis sinopsis. Kemudian SMP, flat sih. Selanjutnya sampai kelas XII SMA saat ini, jika dihitung, saya cenderung suka berkompetisi dalam bidang Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Matematika. Tetapi paling sering Bahasa Indonesia sih. Timbullah pemikiran baru. Apakah passion saya ke sastra? Apakah saya memang menyukai sastra? Sebetulnya, yang menyadarkan saya pertama kali adalah seorang kakak blogger yang tulisannya saya komentari. Saya curhat dikit, lha dia balik nanya kurang lebih begini, “Tapi kalau saya lihat alamat email kamu, kok ada kata sastra-nya? Jangan-jangan? Hanya kamu yang tahu.”

DEG!!

Saya baru sadar, alamat email saya memang mengandung kata sastra. Tujuan awalnya sih, supaya beda dengan alamat email sekolah saya. Akun tersebut saya gunakan untuk mengirim tulisan saya ke media. Khusus untuk itu. Nah, tapi kok saya nggak nyadar ya. Khilaf…

So, semakin dekat dengan kelulusan, 5 bulan dari sekarang, saya semakin yakin pada sastra. Apalagi setelah saya ikut tes tulisan tangan, hasilnya juga merujuk pada sastra. Nah, tapi sastra itu kan masuk dalam naungan IPS. Sedangkan saya dari IPA. Berjuang nih! Tapi nggak apa-apa. Semangat! Aamiin. Nggak boleh nyesal gara-gara telat menyadari bahwa bidang yang diminati. Toh, nyesal nggak ada gunanya kan? Sekarang survive aja. Dan, persiapan buat masa depan. Lebih baik nyesel di SMA daripada nyesel di perkuliahan kelak. Walau jauh lebih baik sih, nggak menyesal dua-duanya.

Oke, setelah saya bercuap-cuap panjang lebar, kesimpulan saya untuk menentukan jurusan di SMA, sesuai pengalaman nih :

1. Pilih yang benar-benar kamu sukai. Jangan gengsi, percayalah, cuma kamu yang bisa pilih masa depanmu. Kamu yang milih, Tuhan yang menentukan. Nggak ada jurusan yang kurang atau lebih. Semuanya punya kelebihan dan kekurangan.

2. Kalau perlu, konsultasikan kepada orang tua dan guru BK. Mereka akan mengarahkanmu. InsyaAllah.

3. Shalat Istikharah. Berdoa. Bagaimanapun caramu berdoa, berdoalah! Minta petunjuk Tuhan.

4. Dalami banyak bidang. Semakin kamu mendalami banyak hal, lambat laun akan sadar betul apa yang kamu sukai. Kalau misalnya nih, kamu cuma belajar main piano aja, ternyata yang kamu sukai benar-benar itu justru biola. Nah, who knows kan?

5. Tentukan masa depan yang kamu inginkan. Rancang! Misal kepengin jadi Diplomat RI, cari jurusan apa yang bisa masuk ke sana. Misalnya, Hubungan Internasional.

6. Tes Potensi Akedemik juga bisa. Walau kamu juga nggak bisa sepenuhnya setuju. Karena, yang paling tahu kamu, ya kamu sendiri. Semangat ya!

Semoga kita semua kelak dapat menggapai impian kita masing-masing. Aammiin. Sukses dunia akhirat. Buat Indonesia bangga telah memilikimu. Semangat!

Iklan

4 thoughts on “Antara IPA dan IPS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s