Ketika Harus Memilih Antara Passion Atau Prospek

Selamat pagi 😀

Lama nggak ng-blog soalnya lagi padat-padatnya jadwal try out menjelang UN 2014. Hari ini pun juga masih ada ujian sebetulnya. Ujian semester genap dengan materi PKn dan Penjaskes. Untuk penyegaran selepas baca-baca PKn, eh hati terdorong untuk ng-blog.  Ya udah, ng-blog bentar ah mumpung ada ide.

Jadi gini, pasti sekarang pada sibuk daftar SNMPTN, atau udah pada difinalisasi? Atau juga udah daftar PMDKPN, untuk yang mau lanjut ke politeknik. Atau udah daftar ini, itu, ono, oto malah?

Well, banyak banget yang ambil jurusan A, B, dan C karena banyak dengar kabar kalau jurusan A, B, dan C prospeknya bagus, biarpun toh nggak suka sama bidangnya. Yang penting prospek bagus.

Padahal nih ya kalau menurut aku yang terpenting itu passion-nya dulu. Nggak bisa ngebayangin deh misal nih ada anak yang suka banget sama pelajaran Bahasa Indonesia, tapi nggak suka Kimia. Berhubung banyak yang tanya dengan logat ngeremehin kayak mau jadi apa belajar Bahasa Indonesia? Ngapain kuliah yang udah dipelajarin sejak kecil, emang belum lancar Bahasa Indonesia? Ih, Bahasa Indonesia, biar asal masuk ya kan peminatnya dikit? *kata siapa coba*. Terus nyalinya jadi ciut dan ikut kata orang-orang biarpun ia nggak suka bidang itu. Jadinya, ambil Kimia Murni. Nah! Terus gimana kalau enggak suka? Bukannya justru susah survive? Biarpun sih pepatah orang Jawa bilang, “Tresno jalaran soko kulino”. Tapi, ah, tergantung orangnya juga sih.

Misalnya aja aku. Dulu waktu awal masuk SMA, aku ikut eskul yang sebenarnya bukan aku banget, kurang suka istilahnya. Tapi berhubung banyak yang bilang kalau eskul itu bergengsi karena tempat anak-anak mandiri dan disiplin tinggi, terus dihargai sertifikatnya kalau mau daftar beasiswa, aku ikut. Pokoknya prestis banget deh ikut eskul itu. Aku emang nggak suka sama sekali, tapi maksain diri ikut. Tersiksa batin sih sejujurnya. Tapi aku tetap sabar waktu itu karena percaya akan tresno jalaran soko kulino. Namun kenyataannya? Setahun di eskul itu, aku keluar. Nggak betah. Dan yang aku dapat apa? Karena emang niatnya cuma sekedar pengin dapatin sertifikat buat daftar beasiswa, ilmu dari eskul itu nggak banyak yang nyangkut ke aku. Beberapa sih, tapi cuma sebagian kecil aja. Dan poin minusnya, selama setahun itu asli aku nahan-nahan biar betah. Sekarang, udah nggak mau kayak gitu lagi, serius. Tresno jalaran soko kulino tampaknya tidak berlaku bagiku. Tapi alhamdulillah, dari kelas X hingga kelas XII ini ada satu eskul yang benar-benar aku banget, yaitu KIR (Kelompok Ilmiah Remaja). Ini eskul emang peminatnya paling sedikit di sekolah. Tapi aku nggak peduli, emang udah demen banget sama bidang ini. Bukannya jumlah anggota yang sedikit justru memudahkan pembimbing dalam melatih kita?

Nah, ngomong-ngomong, aku kan anak IPA nih. Sebenarnya apa yang buat aku masuk IPA dulu?
1. Suka fisika, matematika, dan biologi secara berlebih. Dulu waktu kelas X, pelajaran itu tuh rasanya surga banget. Aku suka banget. Terutama matematika, udah kaya separuh jiwa deh.
2. Banyak yang bilang kalau dari IPA, nanti bebas pilih jurusan IPS atau IPA pas kuliahnya. Karena dulu aku belum bisa nentuin mau lanjut ke mana, masih 50:50 jadi aku ambil IPA aja. Ini salah nih padahal, misal lewat jalur undangan, ada beberapa PTN yang tidak memperbolehkan lintas IPA ke IPS dalam beberapa bidang. Banyak yang bilang sih, ambil bidang sendiri sono. IPA jangan makan lahan IPS, IPS jangan makan lahan IPA.

Tapi ternyata… Detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, hari demi hari, minggu demi minggu, aku terbangun. Aku kurang cocok dengan IPA. Kenapa? Entahlah, semakin ke sini kok aku semakin yakin kalau aku mendingan di IPS aja. Pelajaran Biologi yang dulunya favoritku, kok sekarang jadi biasa aja rasanya. Matematika sih tetap suka. Kalau fisika, tergantung mood.

Tapi terlambat buat pindah ke IPS toh udah mau UN. Ya udah deh, yang penting nanti waktu kuliah jangan salah pilih jurusan. Ingat! Ini masa depan, jangan sampai salah. Jadi musim pendaftaran ini, aku benar-benar pikir matang-matang jurusan apa yang benar-benar aku sukai. Kemarin aku baca di sebuah blog katanya kalau ambil jurusan jangan lihat prospek dulu. Kalau emang suka, ambil aja. Kesungguhan hati kan berbuah manis. Maksudnya, kalau suka, pasti bakalan melakukannya tanpa beban. Kalau udah gitu, pasti bakal rajin. Kalau udah rajin, pasti bakal menemukan inovasi-inovasi baru dibidangnya. Dan, rezeki insyaAllah bakal mengalir. 🙂

Semoga kawan-kawan kelas XII 2013/2014 bisa lulus dengan nilai yang baik lalu masuk ke PTN dan prodi pilihan. Aamiin. Terutama buat kelas XII IPA 1-ku tercinta, kelasku tersayang. Aamiin. Hehee. Doain saya masuk jadi gamada 2014 ya. Aamiin. Hehe

Iklan

2 thoughts on “Ketika Harus Memilih Antara Passion Atau Prospek

  1. Aamiin. Iya, aku juga kadang mikir gitu kak. Banyak yang terbawa omongan orang lain, kalau ipa itu lebih gini gitu. Padahal ya sama aja sih. Tergantung muridnya juga. Masuk ipa cuma karna gengsi apa emang dia minat dan bakatnya di situ.
    Sukses buat UN sama PT nya 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s