[Review] Haru no Tabi

18141406

Judul Buku : Haru no Tabi
Penulis : Ghyna Amanda Putri
Penerbit : de TEENS
Tahun Terbit : Juni 2013
Kota Terbit : Jogjakarta
Jumlah Halaman : 182 halaman

“Kau tahu? Saat melakukan perjalanan denganmu dulu, aku menyesali satu hal. Aku menyesal karena diriku tak cukup kuat untuk bisa menjagamu. Anda aku bisa membawamu ke mana saja….”

Sebuah novel perjalanan romantis di musim semi yang menyisakan kenangan begitu dalam di benak dua anak manusia, diramu dengan konflik-konflik antarpersonal tak terduga. Salah satu pemenang #lombanoveljepang, Ghyna Amanda Putri.

————————————————————————————
Apa sih yang menarik dari novel ini? Banyak! Terutama bagi pecinta Jepang!

Pertama, of course kaver ya yang jadi sorotan paling duluan. Imut, unyu, segar, muda, buat yang mandang nggak bosen. Kalau judulnya, Jepang banget. Yaiyalah, Haru no Tabi. Ini merupakan novel yang mengisahkan tentang perjalanan Hishano Hayashi dan Toshihiko Hikawa pada musim semi. Oh ya, dan pasti banyak yang tertarik karena terdapat kalimat “Naskah Terbaik #lombanoveljepang2013” iya kan? Saya soalnya juga tertarik beli karena itu juga. Kenapa? Kalau ini hasil karya pemenang lomba pasti keren banget isinya, begitu ekspektasi saya. Yah, cuma berspekulasi sih, tapi emang bener keren kok ternyata!

Jadi novel ini bercerita tentang Hisa yang menjadi secret admirer senpai-nya yaitu Toshi. Inilah alasan Hisa menguntit Toshi yang saat itu sudah lulus SMA sedangkan Hisa masih duduk di bangku SMA bahkan rela sampai membolos sekolah segala.

Ketika berada di Tokyo Sky Tree dalam kegiatan menguntitnya, Hisa nyaris kehilangan jejak Toshi sehingga bertanya kepada anak kecil yang ternyata justru takut dibuatnya. Walhasil, orang tua anak itu mengomel kepada Hisa yang sama sekali tidak mengerti bahasa mereka. Beruntung, Toshi datang dan membantu Hisa. Lalu keduanya duduk berbincang hingga Hisa akhirnya menemukan cara sehingga keduanya dapat melakukan perjalanan bersama.

Nah, dalam perjalanan itu Hisa memiliki sebuah rahasia yang Toshi tidak tahu yang membuatnya benar-benar berhati-hati dalam memilih makanan. Hisa tidak makan nasi, salah satunya. Dan setiap hari, ia harus melakukan ritual wajib di kamar mandi. Ia tidak mau hal ini diketahui oleh Toshi sehingga ia menyembunyikannya rapat-rapat. Jika sampai ketahuan, Toshi bisa jadi akan memulangkan Hisa ke rumah orang tuanya. Karena terlalu riskan. Ada apa dengan Hisa? Apa Hisa sakit? Sakit apa? Baca novelnya 😀

Namun pada suatu ketika dalam kondisi bercanda-ria, Toshi menyuapkan Hisa sedikit nasi yang membuatnya lemas dan pingsan kemudian. Karena terlalu lemas, Hisa lupa dan malas sehingga tidak melakukan ritual hariannya yang menyebabkan kondisinya semakin buruk. Akhirnya, Toshi tahu apa yang disembunyikan Hisa. Dengan pintar, ia mengatur rencana untuk memulangkan Hisa yang masih ingin terus menyelesaikan perjalanannya bersama Toshi. Padahal itu tidak mungkin jika melihat kondisi Hisa yang semakin buruk.

Tanpa sepengetahuan Hisa, Toshi mempertemukan gadis itu dengan orang tuanya yang menganggap Hisa telah hilang atu diculik pria tak dikenal seperti kata media. Padahal sebelumnya Toshi sudah janji untuk membiarkan Hisa mnyelesaikan perjalanan panjang dengannya. Satu-satunya alasan adalah Toshi tidak mau itu semakin memperburuk kondisi kesehatan Hisa. Ia bukan dokter yang bisa melindunginya setiap saat ketika Hisa drop. Mengetahui itu, Hisa marah besar kepada Toshi. Dan kedunya pun terpaksa berpisah karena Hisa akan dikirm ke Jerman untuk pengobatan yang lebih baik. Toshi pun merasa sedih dengan itu, namun bagaimana lagi. Padahal benih-benih cinta mulai tumbuh di antara keduanya.

Bertahun-tahun kemudian, berjumpalah mereka pada suatu kesempatan yang sangat tidak terduga dan… bacalah untuk mengetahui kisah yang selanjutnya 🙂

Yang saya sukai dalam novel ini beberapa di antaranya :

1. Melukiskan keadaan Jepang
Jujur, saya baca novel ini rasanya kayak keliling Jepang. Penulis pandai sekali merangkai kata dalam mendeskripsikan suasana sehingga pembaca benar-benar merasa seperti berada di Jepang. Saya paling suka ketika penulis menceritakan kisah Hisa dan Toshi di Kyoto. Kenapa? Saya jadi lebih tahu banyak tentang Kyoto yang merupakan kota favorit saya di Jepang! One day, I’ll be there. Aameen 😀

2. Karakter tokoh
Awalnya saya sedikit kurang nyaman dengan tingkah laku Hisa dan Toshi. Kesannya manja untuk ukuran usia mereka, dan terlalu alay. Tapi setelah dipikir-pikir, justru kalau tidak begitu nanti malah rasa/aroma Jepangnya kurang. Kan orang Jepang itu imut-imut *kalau saya lihat tingkah lakunya di film-film* Dan ini, karakter tokohnya terasa Jepang banget.

3. Manis
Beneran, ini kisah manis banget dan lucu. Bikin senyum-senyum sendiri terutama bagian ending. Kerasa banget so sweet-nya.

4. Ngena
Feel-nya dapet banget. Saya benar-benar terjingkat-jingkat ketika baca halaman 168. Duh, nyesek bo! Tapi keren, serius!

5. Kosakata Jepang
Cukup membantu menambah perbendaharaan kata deh, terlebih buat yang belajar bahasa Jepang soalnya ada foot note-nya juga. Keren! 🙂

Iklan

One thought on “[Review] Haru no Tabi

  1. Ping-balik: [Resensi Buku] Student Traveler | Naelil The Climber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s