Review Novel : Semata Cinta

semata-cinta-cover1

Judul : Semata Cinta
Penulis : Annisa Nadzirani
Penerbit : PT WahyuMedia
Kota Terbit : Jakarta Selatan
Tahun Terbit : 2012
Jumlah Halaman : x + 242 halaman

Berkali-kali pacaran dengan pria yang tinggal satu kota, tapi nggak pernah bisa lama, selalu aja putus di tengah jalan. Entah karena udah nggak cocok, dikejar “deadline” nikah, atau justru naksir sama orang lain. Yang ini beda, sudah dua tahun Long Distance Relationship (LDR), tapi kepikiran untuk mendua pun nggak pernah. Bawaannya ingin setia dan bikin pembuktian buat diri sendiri kalau bisa pacaran lama. Sebenarnya belum tahu juga kalau hubungan yang bisa dibilang serius ini mau dibawa kemana. Aku belum mau nikah buru-buru, tapi lelaki yang satu ini mau menunggu.

————————————————————————————

Oke, sebenarnya saya bukan tipe pembaca yang demen ng-resensi. Hahaa. Tapi entah kali ini saya ingin berbagi sedikit. Padahal karya ini udah terbit sejak tahun 2012 cetakan pertamanya. Tapi saya baru aja kelar baca hari ini. Tahun 2014 jeh! Dan kali ini saya nggak benar-benar ng-resensi sih to be honest. Cuma sedikit curhat, mungkin (?)

Jadi, ini nyeritain tentang kisah LDR Arani yang kerja di Majalah IN TOWN dan Nugie yang jadi pengusaha muda clothing line T’WORDS. Banyak banget godaannya. Mulai dari untuk menepis rasa kangen dan kesepian karena Arani di Bandung sedangkan Nugie di Jakarta, sampai rasa curiga berlebihan yang menyebabkan pertengkaran. Ya, masalah umum yang seringkali dihadapi pasangan LDR sih. Terlebih ketika mulai timbul perasaan untuk mencari sinyal lain yang lebih dekat. Maksudnya, karena tidak dapat mengatasi kepedihan rindu, akhirnya cari pelarian di bahu lainnya alias selingkuh.

Pertama lihat novel ini, kaver-nya menarik sih. Imut-imut gitu warnanya pink. Pembatas novelnya juga lucu. Tapi waktu mulai baca di halaman awal, agak males soalnya menurut saya agak bertele-tele dan ceritanya lompat-lompat cepat yang membuat saya kurang nyaman.

Seiring saya membaca kelanjutannya, rupanya menarik. Lanjut deh hingga sampai pada halaman 220, saya dibuat terbengong-bengong. Unexpected banget deh! Buat penyuka kejutan, novel ini silahkan dibaca. Juga buat yang sedang LDR dan ragu mau nikah atau enggak (belum dulu/belum siap), cocok nih buat dipertimbangin. Lalu buat yang demen nunda-nunda apapun, cocok banget! Karena novel ini juga sarat akan petuah.

Yang saya sukai dari novel ini adalah adegan bagaimana Arani dan Nugie bertemu, dan bagaimana penulis membuat ending-nya. Biasanya saya paling sensi kalau ending-nya nggak sesuai dengan harapan saya. Untuk novel ini, saya suka ending-nya. Meskipun toh itu nyesek.

Sedangkan yang kurang saya sukai adalah adegan kencan Arani dan Nugie di awal novel. Entah kenapa, kesan saya alay nangkapnya. Kayak anak kecil. Tapi emang cinta bisa bikin sifat jadi kekanak-kanakan sih.

Oke. Jadi gini cerita cuplikannya, Arani dan Nugie itu udah pacaran lebih dari 2 tahun secara LDR. Mulanya mereka baik-baik saja, namun masalah mulai muncul ketika Nugie meeting dengan client perempuan bernama Disya. Arani ngambek karena Nugie nggak bisa dihubungi padahal itu karena setiap meeting, ponsel Nugie di silent. Namun namanya cemburu buta, Arani marah-marah. Cemburu dong karena Nugie nggak kasih kabar sedikitpun, apalagi pas lagi ketemuan sama client cantik gitu.

Kemudian masalah semakin memuncak ketika Arani pergi dari Bandung ke Jakarta buat nemuin Nugie eh ketemunya malah Nugie baru saja sampai kantor dengan Disya. Saat itu Arani drop banget, namun ada sosok lain yang berhasil memberinya kedamaian. Yaitu Dana, temannya saat kuliah dulu. Karena Nugie semakin sering bertengkar dengan Arani, lambat laun Arani sering curhat dengan Dana yang kemudian timbullah sebuah rasa hingga Dana mengajak Arani selingkuh dengan meyakinkannya bahwa siapa tahu Nugie juga selingkuh di Jakarta. Apalagi meeting-nya dengan Disya dalam mengerjakan proyek nggak buru kelar.

Finally pada suatu hari Arani tahu bahwa Disya ternyata adalah seorang lesbian dan udah pasti nggak bakalan tertarik pada Nugie. Toh Disya lagi dekat sama rekan kerja perempuannya yaitu Michi. Arani merasa bersalah udah tuduh Nugie yang enggak-enggak, ia juga udah berselingkuh pula. Dilema dong. Tapi Arani yang mulanya kasihan mau udahan selingkuh sama Dana karena Dana baru aja patah hati sama Sagita mantannya, pun jadi yakin bahwa selingkuh itu benar-benar salah. Nugie terlalu baik buatnya.

Oh ya, ngomong-ngomong, di sini itu mereka kan udah pacaran cukup lama. Dua tahun, bo! Nugie sih udah kepengin nikah sama Arani karena ia juga udah jadi pengusaha muda yang sukses dengan clothing line-nya. Mature pula. Tapi justru Arani yang selalu cari-cari alasan belum siap. Namun karena kejadian itu-Arani merasa bersalah menuduh Nugie yang tidak-tidak dan telah berselingkuh-Arani berubah pikiran. Ia semakin yakin bahwa Nugie adalah yang terbaik dan ia sudah tidak ragu lagi. Namun ternyata takdir berkata lain. Kisah cinta mereka harus berhenti di hari Nugie hendak pergi ke Bandung untuk melamarnya. Ada apa ya? Kok berhenti? Mau tahu? Beli dan baca novelnya 😀 Ahaha

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s