[Review] : The School of Comedy

The School of Comedy

Judul Buku : The School of Comedy
Penulis : Arbie Sheena
Penerbit : de TEENS
Tahun Terbit : Juni 2013
Kota Terbit : Jogjakarta
Jumlah Halaman : 223 halaman

Ini terlalu muluk, Ayub terobsesi menjadi Ketua OSIS di SMU Cinanda. Semua orang memustahilkannya karena tiga ‘tak’, tak pintar, tak populer dan tak tampan.

Namun, tidak bagi kedelapan temannya:

– Ajis teman sebangku yang doyan nyontek dan kepo. Awal pertemuan, Ayub menyangka Ajis gagap.

– Garing, sering mengguyonkan hal yang garing.

– Ambon, suka makan pisang ambon.

– Dukun, saat perkenalan murid, Dukun salah mengucapkan cita-citanya, yang seharusnya guru malah dukun.

– Kokom, anak wakil kepsek yang tukang tidur dan jarang masuk sekolah.

– Noni, suka barang kawe atau shopaholic kere.

– Ame-Ameza sepasang kembar tak identik, mampu meramal lewat mimpi.

Mereka duduk di satu barisan, tempat makan favorit di halaman belakang sekolah, meski dilarang satpam.

Mengawali kelas sebelas, Ayub beruntung sekelas dengan cinta pertamanya, Azkiya. Terdapat pula Vian—gebetan Azkiya. Lalu muncullah murid baru bernama Sierra yang tertarik pada Vian. Mereka berempat menjalin hubungan cinta bernama jajaran genjang.

Lantas apakah Ayub berhasil menjadi ketua OSIS? Dan pula apakah jalan cinta Vian semulus ranking di sekolahnya?

Begini jadinya nih kalau disuatu sekolah diisi sama murid-murid gokil sejenis Ayub dan kroni-kroninya. Ada anak wakil kepsek yang males sekolahnya minta ampun sampe sering dimanfaatin si Chirs dan Lisa. Ada juga Dukun, emang nama sebenernya gitu, yang dituding maen guna-guna sama si Murshal, lawannya di tim basket. Ada juga si komedian garing yang emang namanya Garing, berjuang ngedapetin posisi terhormat dalam kompertisi Stand up Comedy. Dan masih banyak lagi tuh kegokilan-kegokilan mereka yang bakal bikin tawa kamu susah stop kalau udah ngebacanya.

————————————————————————————

Jadi ini mulanya Ayub naksir sama Azkiya yang merupakan putri Bu Kepsek. Tapi Azkiya sukanya sama Vian. Cowok paling… apa ya, katanya sih ganteng, pintar, dan keren. Tapi kalau aku nangkapnya sih cowok paling nyebelin sejagad gilee! >,< Oh ya, si Ayub juga ada yang naksir. Yaitu si Kokom, anak wakil Kepsek. Kokom ini tertarik sama Ayub karena dia bisa bujuk Kokom buat masuk sekolah.

Ayub ini punya teman, namanya Ajis, dia ini demen banget kepo dan nyontek. Dia juga naksir sama Noni karena Noni suka susu dan sepeda. Tapi sayang, Noni masih belum move on dari mantannya yang bernama Koko.

Ada lagi Ambon, yang suka makan pisang Ambon. Tapi nggak jadi masalah banget sih. Terus ada juga Dukun yang agak serem juga anaknya. Dia kan ngebet banget jadi ketua basket. Tapi ternyata yang dipilih pelatihnya dalah si Murshal. Entah iseng atau gimana, Dukun gambar wajah Murshal di kertas HVS dan membakarnya. Eh, tak lama habis itu, Murshal dikabarkan kepanasan sampai harus dilarikan ke rumah sakit. Semuanya pun anggap Dukun emang tukang santet. Beberapa takut, beberapa membencinya. Padahal ternyata itu unsur ketidaksengajaan yaitu Murshal terkena gigitan tomcat, bukan macam-macam. Apalagi karena ulah Dukun.

Nah lalu si kembar Ame-Ameza. Karakter yangtidak terlalu punya masalah sih dalam novel ini. Lumayan damai dan bikin gemes dengan kemampuan supernya.

Terus ada juga Garing, yang suka ngelawak tapi teman-temannya nggak ada yang ketawa tiap kali ia coba buat ngelawak. Akhirnya dia ikut Stand Up Comedy goes to school. Ia berusaha cari topik menarik tapi bagi kawan-kawannya tetaplah garing. Akhirnya ia ngelucu dengan pakai kisah Noni yang belum move on. Otomatis Noni marah karena setelah itu, seisi sekolah pada ngeledekin Noni. Bukan hanya itu, Garing juga ngelucu pakai kisah kawan-kawannya hingga terjadi permusuhan. Mereka marah karena popularitas membuat Garing seperti seenak jidad. Eh, waktu mereka coba datangin Garing, dia malah bilang kalau teman-temannya itu nggak pernah respect sama leluconnya. Bener juga! Tanpa sadar, selama ini teman-temannya itu emang sering banget cuekin lelucon Garing. Padahal Garing udah berusaha semaksimal mungkin.

Nah, di sini pusat kisah sebenarnya adalah Ayub, Vian, Sierra, dan Azkiya yang membentuk cinta jajar genjang. Jadi, Vian itu terlalu angkuh buat ngakuin bahwa dia suka sama Azkiya. Dia bahkan pacaran sama anak baru yang bernama Sierra itu cuma karena pengin buat Azkiya cemburu. Azkiya tentunya sedih mati-matian dong, untung ada Ayub yang selalu berusaha peduliin dan siap jadi sandaran buat Azkiya. Melihat kedekatan Ayub dan Azkiya, eh si Vian malah jadi marah dan campakkin Sierra. Awalnya Sierra mohon-mohon, tapi lama-lama Sierra sebel juga sama Vian yang sombong tingkat dewa.

Pada suatu hari ada pemilihan ketua OSIS. Vian nantangin Ayub buat daftar jadi ketua OSIS. Nanti yang kalah harus ke luar dari SMU Cinanda. Karena sibuk ngehibur Azkiya, Ayub lupa nggak kampanye. Walhasil, Vian yang kepilih jadi ketua OSIS-nya. Wong tanpa kampanye aja Vian udah pasti dipilih, apalagi kalau kampanye. Ditambah Ayub yang tidak kampanye, wong kampanye juga belum tentu dipilih. Terus akhirnya gimana? Apa Ayub ke luar dari SMU?

Oke, jadi, novel ini gimana ya… Jujur, saya juga nggak terlalu banyak ketawa ketika baca ini. Yang saya sukai adalah, saya berhasil geregetan sama beberapa tokoh dalam novel ini. Yaitu Kokom, nggak sukanya sih bocah ini terkesan sangat alay. Masa iya anak SMU dimandiin? Suruh sekolah sampai dikejar-kejar? Tapi saya mafhum sih, ini kan komedi. Lalu Vian, sumpah, saya pengin cabik-cabik mukanya Vian. Belagu banget jadi anak. Haha. *kebawa emosi

Terus juga ending-nya saya kurang suka secara personal. Saya kurang suka dengan alasan karakter Vian yang tiba-tiba jadi sadar lalu baik. Menurut saya, tipe kayak Vian itu susah banget dibelokin, apalagi cuma karena masalah seperti itu. Tapi, ya terserah penulisnya sih. But overall, lumayan menghibur. Asiklah buat nyantai.

Iklan

2 thoughts on “[Review] : The School of Comedy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s