Puisi dimuat di Radar Banyuwangi 2014 : Duri dalam Tepung

Biasanya sih kalau karyaku dimuat di Koran, pembina KIR-ku selalu bilang. Beliau kan langganan koran harian gitu. Tapi kali ini enggak 😦 Ya, nggak apa-apa sih mungkin beliau enggak lihat. 😀 Anyway busway, ini sedikit freak. Entah gimana aku bisa nulis tentang duri dalam tepung. Bisa ya? Entahlah. Just take it easy and enjoy! 🙂

Duri dalam Tepung
(Oleh : Naelil)

Sangat dekat
Bahkan terbilang sobat
Selalu dalam satu mufakat
Di setiap harakat
Ya…
Kepercayaanku padamu tak punya sekat
Terlanjur pekat
Hangat

Hingga… kau tiup lentera merahku
Sebarkan paku
Lukai tiap jemariku
Robohkan tiang semangatku
Kau bagai duri dalam tepung terigu
Rasuk jiwaku dahulu
Hingga anggapmu sahabat sejatiku
Lalu perlahan kau hancurkanku
Tanpa maaf; tanpa rasa bersalah
Kau abai seolah tak bersisa kisah
Apapun yang kita lalui dalam masa kuat dan lemah

Iklan

One thought on “Puisi dimuat di Radar Banyuwangi 2014 : Duri dalam Tepung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s