Pengumuman : International Surfing Competition di Banyuwangi Mei Ini

Hi!

Hahay. Gimana teman-teman SMA/MA/SMK? Lulus? Alhamdulillah. Semoga saja demikian. Yang belum lulus, semangat! Masih ada Paket C kok. Oh ya, udah lega belum terima hasil kelulusan? Nilai UN-nya memuaskan nggak? Tetap semangat! Dan, mari berjuang untuk menggapai PTN tersayang.

Yakin deh, deg deg gan kalian pendaftar SNMPTN, PMDKPN, dan SPAN-PTAIN belum hilang minggu-minggu ini meski hasil UN telah dikeluarkan. Yaiyalah, secara target utama pastilah perguruan tinggi. Betul, tidak? Semoga sukses ya! Semoga pada tanggal 27, 29, dan 31 Mei 2014 kita menjumpai kata “SELAMAT” diterima di perguruan tinggi yang kita idam-idamkan. Aamiin.

Nah, daripada menanti hasil dengan berdiam diri yang justru bikin galau, mendingan gerak deh. Ngapain? Continue reading “Pengumuman : International Surfing Competition di Banyuwangi Mei Ini”

Sampai Jumpa Mitsui Bussan Scholarship

#BincangBeasiswa Kuliah di Jepang

Mau curhat. Sabtu, 29 Maret 2014 di sore hari kalo nggak salah, saya pergi ke warnet untuk kepoin blog senior-senior yang berhasil lolos di Monbukagakusho Scholarship. Ngomong-ngomong, dulu awal masuk SMA, saya emang sempat mikir buat S1 di luar negeri. Tapi waktu awal kelas XII, saya mulai mencoba realistis. Realistis atau takut bermimpi? Entahlah. Saya pikir untuk sekolah di luar negeri nanti saja buat S2.

Tapi waktu saya searching tentang Monbukagakusho, saya nyasar di situs Mitsui-Bussan. Awalnya bingung, Continue reading “Sampai Jumpa Mitsui Bussan Scholarship”

10 Masakan Jepang (Nippon Ryori/日本料理)

Ngomongin tentang Jepang, nggak afdol rasanya kalau nggak ngomongin soal kulinernya juga. Maka dari itu, yuk kita bahas beberapa makanan Jepang. Biar ada gambaran, nanti makan apa ya enaknya kalau di Jepang? Meskipun emang lidah orang Indonesia beda sama lidah orang Jepang. Tapi sih, menurut saudaraku, makanan di Jepang itu enak-enak aja soalnya dimakan sesuai dengan suhu dan keadaan lingkungan di sana.

Kok bisa? Iya, misal kita makan ikan mentah di Indonesia yang hawanya panas, pasti kerasa amis banget dan bisa bikin kita mau muntah, bahkan. Tapi kalau dimakan di Jepang sana, ya enak banget. Soalnya sesuai. Itulah indahnya perbedaan…

Langsung aja deh meluncur ke masakan Jepang sebelum aku kena timpuk.

1. Sushi (鮨, 鮓, atau biasanya すし, 寿司)
sushi
Siapa sih yang nggak kenal sushi? Mayoritas orang kalau ditanya masakan Jepang yang dikenalnya, pasti dengan semangat jawab Sushi.

Sushi menurut wikipedia adalah makanan Jepang yang terdiri dari nasi yang dibentuk bersama lauk (neta) berupa Continue reading “10 Masakan Jepang (Nippon Ryori/日本料理)”

Ketoprak; Makanan Khas Kota Jakarta

Sekilas melihatnya, aku pikir makanan ini sejenis rujak lontong. Makanan yang kusukai untuk makan bersama kawan-kawan di warung sambil bercanda gurau. Biasanya diiringi jus alpukat favorit kami. Kalau nggak gitu, makan rujak buah sama jus pilihan. Selain alpukat, aku juga suka jus semangka, jus jambu, jus apel, jus blah blah banyak banget. Meskipun demikian, yang terlezat adalah jus jeruk. Rujak es krim juga enak. Nah, lari dari topik kan? Oke, jadi mari membicarakan apa yang seharusnya dibicarakan.

Ketoprak. Bukan pentas seni lawak asal Jawa itu ya … ini makanan. Kenapa aku pikir ini rujak lontong? Pertama, dari tampilannya. Warnanya yang kecoklatan. Kedua, komposisinya. Ada lontong juga, terus ada tahu, kerupuk, timun, dengan bumbunya khas kacang banget. Tapi bedanya, dalam ketoprak ini mengandung bihun dan tidak menggunakan irisan tempe seperti yang ada pada rujak lontong. Mirip kan ya? Jangan-jangan kembaran? Atau makanan yang tertukar?

Ketoprak

Menurut wikipedia, Continue reading “Ketoprak; Makanan Khas Kota Jakarta”

Nasi Uduk; Si Makanan Betawi yang Diminati

Udah dua kali, selama aku di Cilegon, sarapan sama nasi uduk. Yang porsinya euy, banyak bingit. Nah, jadi kali ini mari membahas nasi uduk. Nasi uduk itu apaan sih? Awalnya, aku nggak ngerti betul kenapa saudaraku bilang itu nasi uduk. Padahal, bentuknya sama aja kayak nasi bungkus biasa.

696px-Nasi_Uduk_Betawi

Menurut wikipedia, nasi uduk adalah nama sejenis makanan terbuat dari bahan dasar nasi putih yang diaron dan dikukus dengan santan dari kelapa yang diparut, serta dibumbui dengan pala, kayu manis, jahe, daun serai dan merica. Makanan ini kemudian dihidangkan dengan emping goreng, tahu goreng, telur dadar/ telur goreng yang sudah diiris-iris, abon, kering tempe, bawang goreng, ayam goreng, timun dan sambal dari kacang. Makanan ini biasanya lebih sering dijual di pagi hari untuk sarapan dan malam hari untuk makan malam. Uhuy, kemarin sih nasi udukku pakai bihun, tumis tempe, kerupuk, terus apalagi dah, lupa.

Nah, makanan asal Betawi ini gimana sih sejarahnya?
Continue reading “Nasi Uduk; Si Makanan Betawi yang Diminati”

Tekwan; Makanan Khas Palembang

Tadi pagi sarapan tekwan. Dibikinin sama Mbah di Banten. Asyik asyik! Apaan tuh tekwan? Pertama menyesap baunya… Adaw enak sekali! Hihihi, kayak bakso gitu deh aromanya. Kata orang sih bakso ikan. Sedap!!! Mau tau wujudnya? Monggo cek 😀

800px-Tekwan

Nah, ngomong-ngomong, buat yang belum pada tahu, tekwan itu makanannya orang mana sih? Menurut wikipedia Bahasa Indonesia, tekwan adalah Continue reading “Tekwan; Makanan Khas Palembang”

Tips Perjalanan Sendiri

Semua hal, pasti punya awal mulanya. Awal mula gimana, maksudnya? Misal kita makan es krim, pasti ada masanya dong kita pertama kali makan es krim. Nah, itu gimana rasanya? Kata orang, yang pertama pasti bikin berkesan. Cie… Emang bener begitu ya?

Ho.oh. Tapi yang mau aku bahas di sini bukan tentang pertama yang aneh-aneh. Yaitu pertama kali melakukan perjalanan seorang diri. Sebenarnya aku udah seringkali melakukan perjalanan seorang diri sih. Ke rumah teman, warnet, swalayan, supermarket, warung, rumah makan, dll. Tapi ini beda. Perjalanan ke luar kota. Sebenarnya udah beberapa kali juga ke luar kota sendiri. Ke rumah saudara, gitu. Tapi masih se-propinsi Jatim. Yang kemarin, for the very first time, aku pergi ke luar propinsi sendiri. Ke Banten, Bung, Banten! Dari Banyuwangi Selatan. Kalau tahu pelabuhan Ketapang yang melakukan pelayanan penyeberangan menuju Bali itu, sekitar 2 jam ke selatan untuk mencapai rumahku. Continue reading “Tips Perjalanan Sendiri”