Tips Perjalanan Sendiri

Semua hal, pasti punya awal mulanya. Awal mula gimana, maksudnya? Misal kita makan es krim, pasti ada masanya dong kita pertama kali makan es krim. Nah, itu gimana rasanya? Kata orang, yang pertama pasti bikin berkesan. Cie… Emang bener begitu ya?

Ho.oh. Tapi yang mau aku bahas di sini bukan tentang pertama yang aneh-aneh. Yaitu pertama kali melakukan perjalanan seorang diri. Sebenarnya aku udah seringkali melakukan perjalanan seorang diri sih. Ke rumah teman, warnet, swalayan, supermarket, warung, rumah makan, dll. Tapi ini beda. Perjalanan ke luar kota. Sebenarnya udah beberapa kali juga ke luar kota sendiri. Ke rumah saudara, gitu. Tapi masih se-propinsi Jatim. Yang kemarin, for the very first time, aku pergi ke luar propinsi sendiri. Ke Banten, Bung, Banten! Dari Banyuwangi Selatan. Kalau tahu pelabuhan Ketapang yang melakukan pelayanan penyeberangan menuju Bali itu, sekitar 2 jam ke selatan untuk mencapai rumahku.

Dari rumah ke Jajag-nya diantar om. Habis itu langsung naik bus ke Banten. Di bus, sepi euy. Aku duduk sendirian. Jadi daripada diem, ngemil sepuasnya. Tapi nyampe di Jember, penumpangnya nambah. Di Jember ini berhenti lumayan lama. Semua pada keluar, aku cuma diem di dalam bus aja. Ngapain? Makan bekal. Capek tahu, tadi di Jajag udah nungguin bus, plus juga lewat Gunung Gumitir yang muter-muternya lumayan bikin kepala nyut-nyutan. Ternyata nenek ngasih bekal pedas. Batal makan deh. *mewek. Soalnya kurang cocok makan pedas kalau perjalanan. Daripada beresiko, sendirian pula, mending kan nggak usah makan. Jadi, makan roti saja lah.

Udah agak sorean gitu, bus melaju kembali. Tapi ya tetep, berhenti di beberapa tempat untuk ambil penumpang. Pertama, di sampingku duduk seorang Mbak. Seneng dong akunya dapat teman bicara. Etdah, ternyata cuma bentar doang. Habis itu bapak muda yang duduk di sampingku.

Pemberhentian lumayan lama selanjutnya adalah di rumah peristirahatan bus. Di sana, aku numpang cuci muka di toilet, habis itu makan. Rasa makanannya gimana, Nae? Jangan ditanya. Emang lidah Banyuwangi ya… Mau makan dimanapun, paling lezat ya makanan buatan tangan orang Banyuwangi. Hahaha. Jadi, terus beli cemilan plus teh botol. Ternyata? Harganya euy jos gandos. Naiknya nyaris 100%. Maklum, biasanya kalau perjalanan agak jauh bawa minum sendiri, atau dibayarin orang tua. Sekarang, baru tahu harganya yang lumayan menguras kantong.

Habis itu ke bus lagi, terus mampir lagi di Semarang kalau nggak salah. Banyak yang ngopi, beli mie seduh. Tapi aku cuman ngemil sambil duduk-duduk sendirian di bawah pohon. Nyesek. Tengah malam begitu ngemil sendirian di bawah pohon lantaran kursi udah penuh buat orang makan-makan. Ada Mas-Mas yang bilang itu pohon ada penunggunya pula. Tapi aku pikir positif aja. Ya, bagus dong kalau gitu aku ada teman di bawah pohon.

Pemberhentian selanjutnya, sekitar pagi hari sebelum Cikampek. Lupa tapi di daerah mana. Di sana aku juga numpang di toilet buat cuci muka lagi, terus makan. Dan, masih dikejutkan juga sama yang namanya harga. Hahaha.

Lanjutttt! Dari Cikampek, bapak muda yang duduk di sampingku turun. Terus bus melaju lagi sampai di kawasan Lebak Bulus. Kita nunggu lumayan lama di sana. Sudah hujan pula.

Oh ya, ngomongin Jakarta…. Bagi pemula yang cuman pernah sekali ke sana itu pun waktu kecil dulu (baca: lupa gimana, tapi pernah sekali), lumayan kesel sama Jakarta. Padahal hujan sih, tapi jadi keinget banjir.

Lanjut hingga ke Merak. Di sana dijemput saudara yang baik hati. Mulanya lelah, tapi ngelihat dedek Aya, keponakan, langsung seneng. Unyu bingit sumpah.

Oke, buat yang mau perjalanan buat pemula, ada tips nih. Klasik, klise, probably, tapi mungkin berguna bagi yang mau melakukan perjalanan seorang diri.

1. Don’t Trust Anyone, But Alone?
Banyak yang bilang untuk nggak percaya orang. Tapi emang salah kalau ngajakin orang ngobrol? Setidaknya ada teman jalan. Yang perlu dihindarin mungkin ya nerima pemberiaan orang. Banyak modus, tahu. Terus misal nyasar, tanya orang boleh dong? Tapi yang penting ada alat komunikasi, ada peta, bisa lah tanpa tanya juga.

2. Bawa Minum dan Cemilan
Yang aku sarankan di sini itu air mineral botolan, plus cemilan yang gurih kayak marning dan keripik singkong, misal. Serta yang agak berat mengandung karbohidrat seperti roti. Alasannya, yang dijajakan itu mahal. Lebih baik bawa sendiri dari rumah untuk berhemat. Asal jangan kebanyakan camilan juga biar nggak berat. Paling penting sih, air, kalau harus pilih.

3. Bawa Uang Kecil yang Banyak
Buat kalau ketemu musisi jalanan sama orang minta-minta, plus kalau mau ke toilet. Dulu aku kebiasaan nyimpan uang di tas doang soalnya ngikut orang tua. Jadi mau ini-itu kudu minta dulu. Nggak lucu kan? Misal ada orang minta-minta, terus kita nyahut, “Minta uang dong, Yah, buat dikasihin?” misal.

4. Simpan Uang di Banyak Tempat
Uang bukanlah segalanya. Tapi tanpa uang? Masa mau ngegembel? *maap. Jangan dong. Jadi, taruh uang di saku buat jalan, terus di tas buat persediaan, sama kartu ATM kalo ada, misal udah akut banget kondisinya.

5. Kasih Nama Barang Bawaan
Ada cerita, tetanggaku kan keluar kota naik bus. Bawa sekardus baju buat oleh-oleh anaknya pas pulang. Tahunya, nyampe rumah buka kardus, yang ditemuin bukan baju tapi justru aneka makanan ringan. Kayaknya kebalik sama pedagang. Susah kan? Jadi, dikasih nama, untuk jaga-jaga aja. Kalau kardusnya udah jelas, mungkin, gak usah juga nggak apa-apa.

6. Bawa P3K
Buat jaga-jaga kalau terjadi hal yang tidak diinginkan.

7. Bawa PowerBank atau Baterai Cadangan
Alat komunikasi itu penting banget. Jadi jangan sampai mati.

8. Disesuaikan Sama Kebutuhan 😀

Oh ya, buat teman-teman yang berencana berhemat dengan memilih bus dari Jajag ke Merak itu, setengah juta insyaAllah cukup deh buat perjalanan berangkat. Banyuwangi-Jakarta, sekitaran itu juga. Plus makannya juga itu. Meski mepet. Selain berhemat, kita juga bisa menikmati pemandangan di setiap kota, bukan? Asyik kan?

Udah ya, segitu aja dulu. pamit undur diri.

Iklan

3 thoughts on “Tips Perjalanan Sendiri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s