Ketoprak; Makanan Khas Kota Jakarta

Sekilas melihatnya, aku pikir makanan ini sejenis rujak lontong. Makanan yang kusukai untuk makan bersama kawan-kawan di warung sambil bercanda gurau. Biasanya diiringi jus alpukat favorit kami. Kalau nggak gitu, makan rujak buah sama jus pilihan. Selain alpukat, aku juga suka jus semangka, jus jambu, jus apel, jus blah blah banyak banget. Meskipun demikian, yang terlezat adalah jus jeruk. Rujak es krim juga enak. Nah, lari dari topik kan? Oke, jadi mari membicarakan apa yang seharusnya dibicarakan.

Ketoprak. Bukan pentas seni lawak asal Jawa itu ya … ini makanan. Kenapa aku pikir ini rujak lontong? Pertama, dari tampilannya. Warnanya yang kecoklatan. Kedua, komposisinya. Ada lontong juga, terus ada tahu, kerupuk, timun, dengan bumbunya khas kacang banget. Tapi bedanya, dalam ketoprak ini mengandung bihun dan tidak menggunakan irisan tempe seperti yang ada pada rujak lontong. Mirip kan ya? Jangan-jangan kembaran? Atau makanan yang tertukar?

Ketoprak

Menurut wikipedia, ketoprak adalah salah satu jenis makanan khas Indonesia yang disajikan menggunakan ketupat yang komposisi utamanya adalah tahu, bihun, mentimun, taoge dan bisa juga memakai telur rebus yang dilengkapi dengan saus kacang, kecap manis, dan taburan bawang merah goreng. Dapat pula dihidangkan dengan tambahan kerupuk atau emping melinjo.

Sejarah ketoprak itu gimana sih?

Banyak yang bilang sih kalau awal mulanya dulu ada orang yang bikin olahan makanan berasal dari tahu, bihun, mentimun, taoge, lontong. Namun beliau nggak ngerti mau kasih nama apa ke makanan itu. Pas lagi menyajikan makanan tersebut ke pelanggannya, beliau tak sengaja menjatuhkan piring berisi makanan itu. Walhasil, dinamailah makanan itu “ketoprak” seperti suaranya ketika jatuh. Katanya sih gitu, entah juga kalau pun cuma tebakan orang-orang kreatif di luar sana. Soalnya, rada aneh nggak sih? Heheh.

Cara membuatnya? Menurut Mbah Google…

156px-Ketoprak

Bahan-bahan

150 gram bihun, seduh air panas, tiriskan
150 gram taoge, seduh air panas, tiriskan
4 buah tahu putih, goreng, potong bentuk dadu
4 buah lontong, potong bulat ukuran 1 cm

Saus:

3 siung bawang putih
5 buah cabai rawit
2 buah cabai merah
50 gram kacang tanah, sangrai
2 sendok makan air asam
100 cc air panas
1 sendok teh garam
2 sendok makan kecap manis

Pelengkap:

100 gram emping goreng
1 sendok makan bawang merah goreng

Cara membuat

Haluskan bawang putih, cabai rawit, cabai merah, kacang tanah, dan garam, lalu masukkan air asam, air panas, dan kecap manis, aduk rata, sisihkan. Ini sebagai sausnya.

Letakkan lontong, bihun, taoge, dan tahu putih di atas pinggan saji, tuangkan saus di atasnya, lalu taburi dengan emping goreng dan bawang merah goreng di atasnya, sajikan.

Selamat mencoba 😀

Oh, sampai lupa. Ini dia tampangnya rujak lontong.

rujak

Mirip kan? Tapi, rujak lontong dibuat tanpa menggunakan bawang.

Sumber gambar : google

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s