Review Buku : A Day Wish

102 HALAMAN

Judul buku : A Day Wish
Pengarang : Furry Alyne
Penerbit : Antarnusa
Kota terbit : Yogyakarta
Tahun terbit : 2013
Jumlah halaman : 99 halaman

“Hati sulit ditebak, hati sulit dibaca…”

Kadang orang tidak mengerti apa yang diinginkan hati.
Tapi, hari ini aku merasa senang membuatmu merasa cemburu.
Sungguh, aku merasa senang. Setidaknya aku jadi tahu
kalau kamu masih punya rasa itu. Rasa cinta yang aku sendiri pun
mungkin tidak menginginkannya.

Tapi siapa yang memikirkannya?
Aku tak pernah mengikat hatiku sendiri.
Aku tak pernah mengurungnya dalam jeruji-jeruji pesonamu.
Aku membebaskannya seperti burung yang terbang ke mana pun ia mau.
Itulah hati yang kumiliki.
———————————————————————————–
Hasil analisisku selama ini, dia selalu tidak mau kalah pintar dari laki-laki yang dipacarinya. Semakin dia berganti cowok, dia akan mencari cowok yang pintar, kemudian ketika dia berhasil mengalahkannya di setiap perdebatan atau pun permasalah-permasalahan, selanjutnya dia akan mendominasi hubungan, lalu dia merasa bosan, kemudian dia akan meninggalkannya. (hlm 17 – A Day Wish I)

Flo yang selalu melayani para pemujanya, bermain-main dengan mereka. Sungguh berbeda dengan Mitha yang selalu tidak menanggapi orang-orang yang mengejarnya. Tak pernah memberi harapan palsu, apalagi bermain-main dengan mereka. (hlm 19 – A Day Wish I)

…wajah sucinya akan berubah menjadi lebih cantik lalu dia akan tersenyum. Dan bayangkan, akan ada sejuta lelaki teracuni oleh senyumnya. Jadi, siapa dia sebenarnya? Malaikat atau iblis? (hlm 23 – A Day Wish)

Hei, para lelaki, jika kau datang padanya, persiapkan hatimu, jaga nafsumu, jangan pernah ingin menyentuhnya, karena dia akan berlari. Beri dia hati, beri dia ketulusanmu, sentuh hatinya dengan kebaikanmu, dan penuhi dirimu dengan kesabaran, maka kau akan mendapatkannya. (hlm 30 – A Day Wish I)

Jangan dipikir kalau aku tak pernah terluka. Aku memang setegar karang, walau sejauh ini yang kulakukan hanyalah sekedar melupakan hal-hal yang melukai hatiku dan menjauhi hal-hal yang kubenci. (hlm 35 – A Day Wish II)

Kadang, orang tak mengerti apa yang diinginkan hati. (hlm 40 – A Day Wish II)

Tapi, inilah perjalanan hidup. Aku sadar kita tidak bisa selalu berhenti pada sebuah titik. Kita harus bergerak dan melangkah. (hlm 67 – A Day Wish III)

Aku sadar, walaupun kita dipuja banyak orang, tapi tetap pada akhirnya kita akan hidup hanya untuk satu orang. (hlm 69 – A Day Wish III)

Menikah adalah urusanku dengan Tuhan. Kita tidak pernah tahu kita akan berakhir dengan siapa. (hlm 70 – A Day Wish III)

Aku suka kamu sejak dulu, mendekatimu itu mudah, tapi menyentuh hatimu sangat sulit. Bahkan, sedekat ini pun aku tak bisa melihat hatimu. (hlm 73 – A Day Wish III)

Memberi perhatian pada orang yang kusayang sungguh menjadi kebutuhanku, aku akan merasa tenang memastikan dia baik-baik saja. (hlm 76 – A Day Wish III)

Mungki benar, yang jauh selalu tergantikan dengan yang dekat. (hlm 87 – A Day Wish III)

Ini adalah bulan ketiga, di mana di setiap akhir bulannya dia selalu berusaha merencanakan mengakhiri hubungannya dan ini ketiga kalinya semua itu berakhir pada kata, tidak bisa. (hlm 98 – A Day Wish IV)

Itu salah hati, walau keinginan sampai di ubun-ubun kalau hati berkata ‘tidak’ maka yang lain mengikuti. (hlm 98 – A Day Wish IV)

Di dalam buku ini terdapat empat cerita yang saling terputus. Masing-masing diberi judul A Day Wish I, A Day Wish II, A Day Wish III, dan A Day Wish IV.

Buku ini menarik. Menurutku, penulis memiliki ciri khas tersendiri. Jangan tanya, apa. Aku tak tahu. Yang betul-betul kusadari adalah bahwa tulisannya berbeda dari yang lain. Entah berbeda di sisi mana.

Jika tidak salah, ini ketiga kalinya aku membaca buku ini, dan baru me-review-nya. Bisa dibilang cocok untuk bacaan santai karena bukunya tidak begitu tebal. Juga, rangkaian katanya yang tidak begitu sulit dicerna. Buku ini mungkin cocok untuk yang berusia sekitar 20an. Namun bagiku yang masih belasan, tak masalah juga sih. Tapi, jangan salahkan aku jika kau akan hanyut dalam perasaan yang beraneka ragam ketika membaca buku ini. Penulis pandai memberikan jiwa pada setiap ceritanya. Enjoy! 🙂

Ah ya satu lagi, the last story, A Day Wish IV, kutujukan untuk one of my bestfriends. If you happen to read this. The one who gets hurt but couldn’t say no. Bukannya aku lelah mendengar cerita sedihmu, tapi hatiku juga sakit melihatmu terluka…

Have a good day, everyone! 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s