Utamanya Adalah Niat

Godaan dalam berpuasa Ramadhan itu banyak sekali. Namanya juga puasa, menahan hawa nafsu. Tapi, setan-setan kan pada di penjara sama Allah. Kok masih ada aja ya godaannya? Siapa yang nggoda? Jangan-jangan, kita sendiri setannya? Na’udzubillahimindzalik ya. Nah, yuk simak beberapa godaan puasa.

1. Lapar dan Haus

sumber : google

sumber : google


Yaiyalah ya. Namanya juga puasa. Pernah dengar ayat ini?

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al-Baqarah : 286)

Sama halnya dengan puasa. Allah tidak akan membebani kita jika memang kita sudah tidak sanggup lagi. Lho, kok gitu? Saya ada cerita nih. Waktu SMP dulu, saya harus kayuh sepeda pulang-pergi ke dan dari sekolah. Termasuk saat puasa.

Kala itu, bulan Ramadhan bertepatan dengan hari kemerdekaan RI. Sudah barang tentu, kami sebagai siswa harus mengikuti upacara di lapangan.

sumber : google

sumber : google

Sudah terbayangkan betapa menahan dirinya kami? Panas terik membakar kulit-kulit kami. Sudah begitu, lama. Masalahnya, jika kami diperbolehkan untuk menghabiskan waktu dengan bercakap-cakap, misal, pastilah tidak bosan. Namun, peserta upacara dilarang berisik. Kami bosan bukan main. Jika sudah begitu, fokus kami hanya satu, Anaconda di perut yang sudah berteriak-teriak minta minum.

Saat itu, sepulang dari lapangan, saya buru-buru mengayuh sepeda ke rumah. Inginnya langsung sholat dzuhur, lalu tidur. Biar nggak kerasa lapar dan lelahnya. Namun, sampai rumah, saya justru teler alias pusing. Entah gimana ceritanya, saya lupa kalau sedang puasa. Saya tiba-tiba mengambil segelas air minum. Masih belum ingat, saya ambil segelas lagi. Bahkan, hendak ambil segelas air minum lagi untuk ketiga kalinya. Eh, saya ingat kalau sedang puasa. Buru-buru istigfar, lalu mengucap hamdalah. Jika tidak minum, mungkin saya bisa dehidrasi parah. Allah Maha Baik kan? Itu merupakan pertama dan terakhir kali saya minum tidak sengaja selama puasa. Nah, jadi saya lanjutkan puasanya. Seperti dalam sebuah hadis dari Abi Hurairah berkata: “Barang siapa yang lupa sedangkan ia dalam keadaan berpuasa, makan atau minum maka sempurnakanlah puasanya ..”. Jadi, saya lanjutkan.

Nah, gara-gara lapar inilah biasanya ada mu’min yang balas dendam ketika berbuka. Makan sebanyak mungkin. Kalo dibilangin, mesti ngeyel gini, “Tadi kan udah nggak makan pagi dan siang. Jadinya buka harus dua porsi.”

Padahal, makan dan minum berlebihan itu nggak baik loh.

sumber : google

sumber : google


Ini juga termasuk godaan setan. Mengapa?

Saya ingat waktu itu nggak sahur gara-gara malamnya tidur terlalu larut. Entah gimana, mungkin niatnya kurang kuat, saya merasa lapar. Lihat iklan makanan dan minuman di tv rasanya, cenat-cenut perut ini. Duh! Waktu berbuka, saya makan banyak-banyak. Awalnya enak-enak aja. Efeknya? Rasanya saya nggak kuat shalat tarawih. Walhasil, saya pilih shaf paling belakang, bareng teman-teman sebaya (waktu itu usia SD) supaya bisa istirahat. Jadi, di mushola cuma pakai mukena lalu numpang istirahat. Selama orang dewasa tarawih, kita ngobrol sambil tiduran. Makannya itu pilih shaf paling belakang, supaya nggak dimarahi. Duh, jangan ditiru!

Padahal kata Rasulullah, “Makanlah hanya ketika lapar, dan berhentilah makan sebelum kenyang.”

Itu tidak hanya berlaku ketika kita berpuka puasa, namun juga ketika sahur.

2. Tidur

sumber : google

sumber : google


Loh, tidur kok masuk dalam godaan orang berpuasa?

Padahal kan ada hadist yang dibawakan oleh Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman 3/1437 berbunyi, “Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah.”

Kalau menurut saya, itu maksudnya mungkin tidur itu jauh lebih baik daripada nggosip/ngomongin orang. Kalau kita tidur, kan diam, jadi setidaknya untuk sementara waktu mulut dapat terkunci untuk menghindari berbuat dosa.

Tapi, apa nggak sayang kalau Ramadhan yang cuma setahun sekali ini kita habiskan hanya dengan tidur? Mending digunakan untuk berdzikir, memperbanyak pahala. Setuju? Meski itu godaannya juga, ada…. aja.

Di bawah ini merupakan contoh mengapa tidur itu masuk godaan dalam berpuasa:

a. Tidak shalat dzuhur, ashar, karena tidur siang. Niatnya mau bangun pukul 13.00 WIB, misalnya, tapi kebablasan karena alarm yang berbunyi untuk membangunkan justru dimatikan secara tidak sengaja. Nah, sayang kan kalau puasa tapi nggak shalat?

b. Tertidur saat dzikir dan berdoa. Saya habis shalat itu, kalau berdoa mesti sambil sujud karena, ”Sesungguhnya saat yang paling dekat antara hamba dengan Tuhannya adalah ketika ia sedang bersujud.” (HR. Muslim)

Namun, karena dulu saya seringkali tidur terlalu larut di malamnya karena sibuk tadarus, paginya pasti mengantuk parah. Saking parahnya, saya pernah tertidur ketika sujud usai shalat Subuh. MasyaAllah.

Tertidur ini juga biasanya terjadi ketika ustadz menyampaikan ceramahnya setelah selesai shalat tarawih. Efek terlalu khusuk mendengarkan, kata orang.

3. Menggunjing (Ghibah)

sumber : google

sumber : google


Menggunjing itu… nikmatnya bukan main. Apalagi ketika bukber. Kenapa gitu?

Bukber biasanya dilakukan untuk temu kangen, sarana reuni . Tapi jika sudah lama tidak bertemu, jatuhnya pasti bergunjing. Nggunjingin apa? Ya, teman yang nggak datang bukber, misal.

A : “Eh, tahu nggak kenapa si Kuning nggak ikutan bukber?”
B : “Kenapa?”
C : “Katanya si Kuning itu udah nikah dan punya anak ya?”
A : “Iya lho. Hamil di luar nikah. Na’udzubillahimindzalik. Kayanya itu alasannya nggak datang bukber. Dia pasti malu. Kita masih, SMA, dia udah gendong anak karena kebobolan.”
D : “Hush. Nggak boleh ngomongin orang. Kita kan masih puasa.”
B : “Berarti kalau nanti habis buka, boleh ngomongin orang-nya?”
D : “…”

Di atas hanyalah satu dari sekian banyak gunjingan. Padahal Firman Allah SWT :
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan sakwa-sangka, karena sebagian dari sakwa-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati?” (QS Al Hujurat : 12)

4. Emosi

sumber : google

sumber : google


Puasa itu ibaratnya kaya orang lagi PMS (Premenstrual Syndrome). Pengin marah aja rasanya. Bahkan ada yang bilang begini, “Saya lagi PMS. Berani pegang, golokpun terbang.” Padahal cuma pegang doang. Misal di yang lagi PMS jatuh, terus kita mau bantuin dia berdiri, masa iya digolok juga?

Kenapa emosi? Kalau pengalaman saya, itu karena lapar. Efek lapar, adalah tubuh yang lemas. Jika sudah begitu, malas ngapa-ngapain. Sehingga ketika kita tidak sengaja ditabrak orang saat jalan kaki, misalnya, kita akan malas bangun. Karena malas, emosi deh. Kalau sudah begitu, buruan istigfar. Kalau masih emosi, wudlu terus shalat. Masih emosi juga? Baca Al-Qur’an. Karena kenapa? Seperti firman Allah,
“Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan dengan sabar dan shalat; sesung-guhnya Allah adalah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah : 153)

Nah, itulah beberapa godaan di bulan Ramadhan. Solusinya apa? Hanya satu yaitu NIAT. Kalau sudah diniati, karena Allah ta’ala, insyaAllah godaan-godaan di atas hanyalah bagai angin lewat. Dicatat saja dalam pikiran bahwasanya Ramadhan itu hanya setahun sekali. Syukur-syukur kalau tahun depan kita masih menemui bulan suci Ramadhan. Nah, kalau tidak? Siapa yang tahu rencana Allah kan? Oleh sebab itu, marilah kita lalui bulan suci Ramadhan ini dengan ibadah yang sebaik-baiknya. 🙂

Iklan

2 thoughts on “Utamanya Adalah Niat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s