Cuplikan Novel : The Alchemist

re_buku_picture_79737

Judul Buku : The Alchemist
Pengarang : Paulo Coelho
Penerbit : Gramedia
Tahun Terbit : November 2005
Jumlah Halaman : 216 hlm

“Mengapa kita harus mendengarkan suara hati kita?” tanya si anak, ketika mereka mendirikan tenda pada hari itu.

“Sebab, di mana hatimu berada, di situlah hartamu berada.”

Demikian selintas percakapan antara sang Alkemis dan Santiago, anak gembala yang mengikuti suara hatinya dan berkelana mengejar mimpinya. Perjalanan tersebut membawanya ke Tangier serta padang gurun Mesir, dan di sanalah dia bertemu sang alkemis yang menuntunnya menuju harta karunnya, serta mengajarinya tentang Jiwa Dunia, cinta, kesabaran, dan kegigihan.

Perjalanan itu pulalah yang membawanya menemukan cinta sejatinya: Fatima, gadis gurun yang setia menanti kepulangannya.

Sang Alkemis telah menjadi salah satu buku yang paling banyak dibaca di dunia. Kisah sederhana yang indah dan menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang.
***
Wow! This is genius!

Sebetulnya, sudah cukup lama saya tahu novel ini. Namun belum tertarik untuk membacanya. Barulah karena kata orang, novel ini luar biasa, saya mencoba untuk membaca. Pengaruh lingkungan itu memang luar biasa ya? Semakin banyak testimoni yang mengatakan bahwa hal ini dan itu bagus, pastilah mendorong hati kita untuk ikut-ikutan ingin merasakannya. Dalam hal ini, membaca novel The Alchemist. Ini merupakan novel Paulo Coelho yang pertama kali saya baca lho. Mungkin setelah ini, bakal mencoba untuk baca novel-novelnya yang lain. By far, my favourite!

Alhamdulillah banget. Tadi pagi ginjal-ginjal karena dengerin lagu barunya One Direction Fireproof yang ada di album ke empatnya Four untuk yang pertama kali. Sorenya nemu video Irish Dance yang super keren (as always) dan berusaha menirukannya (namun belum berhasil). Terus malamnya berkesempatan untuk membaca novel luar biasa The Achemist. Alhamdulillah.

Nah ini saya sajikan beberapa kalimat keren yang terdapat dalam novel ini :

Ketika dia ingin mengeluh tentang beratnya jaket tadi, dia ingat, karena dia punya jaketlah maka dia kuat menahan dinginnya pagi.

Kadang lebih baik bersama kawanan domba, yang tidak bicara apa-apa. Dan lebih baik lagi sendirian dengan buku-buku. Mereka menuturkan kisah-kisah hebat di saat kita ingin mendengarkannya.

“Dan, saat kamu menginginkan sesuatu, segenap alam semesta bersatu untuk
membantumu meraihnya.”

“Jika kau mulai dengan menjanjikan apa yang belum kau miliki, kau akan kehilangan hasratmu untuk bekerja guna mendapatkannya.”

“Sekarang aku sedang memulai apa yang seharusnya kumulai sepuluh tahun lalu. Tapi setidaknya aku bahagia karena tidak harus menunggu dua puluh tahun.”

“Setiap orang yang mencampuri Legenda Pribadi hal lain tak akan pernah menemukan miliknya sendiri.”

“Hanya ada satu hal yang membuat mimpi tak mungkin diraih: perasaan
takut gagal.”

Kisah ini bercerita tentang Santiago, penggembala domba dari Andalusia a.k.a Spanyol dalam meraih mimpinya.

Semuanya bermula ketika Santiago memimpikan hal yang sama sebanyak dua kali. Ia memutuskan untuk mengunjungi Gipsy karena mereka pandai meramal. Namun tujuan Santiago sebenarnya hendak membacakan mimpinya.

Dipenuhi keraguan akan ucapan sang Gipsy, Santiago bertemu seorang kakek tua di bangku panjang di alun-alun usai ia menyelesaikan urusannya di pasar. Pertemuan dengan kakek tersebut mengenalkannya dengan Urim dan Thummim. Batu hitam dan putih yang digunakan untuk membaca pertanda. Santiago lalu menjual domba-dombanya sebagian dan sepersepuluh dari kawanan dombanya diberikan kepada kakek itu sebagai ganti akan informasi yang ia dapatkan.

Dengan mengantongi sejumlah uang yang lumayan banyak dari hasil penjualan dombanya, Santiago meninggalkan kesehariannya di Spanyol menuju ke Afrika untuk menjemput mimpinya di Mesir. Padahal, mengembala domba memiliki arti yang luar biasa bagi Santiago. Tapi hidup adalah pilihan kan? Dan Santiago memilih untuk berlayar ke Afrika menjemput mimpinya.

Ternyata, hal itu tidak semudah yang ia bayangkan. Pertama menginjakkan kaki di sana, Santiago mendatangi sebuah kedai untuk sekedar minum namun ia tidak menemukan anggur-minuman favoritnya-karena di sana bersifat haraam/tidak diperbolehkan. Kedua, Santiago tidak mengerti bahasa mereka.

Belum sampai sehari, Santiago ditipu orang. Seluruh uangnya habis. Ia bahkan tidak memiliki sesen pun di kantongnya. Hal itu membawanya ke tempat pedagang kristal dikeesokan harinya. Keberadaan Santiago di toko tersebut rupanya membawa kemajuan karena Santiago adalah anak yang inovatif dan kreatif. Dengan gigih, Santiago bekerja pada pedagang tersebut dengan membawa perubahan positif (totalnya, ia sudah berada di Afrika selama sebelas bulan sembilan hari). Banyak hal yang ia pelajari di sana. Tentang makna-makna kehidupan.

Setelah itu, Santiago memutuskan untuk melanjutkan mimpinya. Mulanya, ia ingin kembali ke Spanyol saja dan membeli 120 ekor domba untuk digembalakan (dari hasil tabungannya selama ia bekerja di pedagang kristal). Seperti yang biasa ia lakukan. Namun niat itu diurungkannya.

Di lain tempat, seorang Inggris yang telah menyenyam bangku kuliah selama sepuluh tahun penasaran akan rahasia Karya Agung – Batu Filsuf, salah satunya. Dia telah menghabiskan begitu banyak waktu di perpustakaanperpustakaan besar dunia, dan telah membeli semua buku langka dan terpenting tentang alkemi. Di satu buku dia membaca bahwa dulu ada alkemis termashur Arab yang mengunjungi Eropa. Dikatakan bahwa umurnya lebih dari duaratus tahun, dan bahwa dia telah menemukan Batu Filsuf dan Obat Hidup. Ia sangat terkesan dengan kisah tadi. Tapi dia tak pernah menduga kalau cerita itu bukan cuma dongeng, bila seorang temannya –sekembali dari ekspedisi arkeologi di gurun– tidak memberitahu dia tentang seorang Arab yang memiliki kekuatankekuatan yang menakjubkan.
tak sanggup dicapainya

Hal itulah yang membawanya ke Mesir untuk menuju ke oasis Al-Fayoum yang konon katanya tempat tinggal sang alkemis sejati. Pria Inggris itu lalu bertemu dengan Santiago. Keduanya bersama orang arab lainnya mengendarai onta memulai perjalanan dari gurun, oasis, gurun kembali, berada dalam mara bahaya dan ketegangan, dan berbagai rintangan.

Nah, di perjalanan Santiago inilah penuh makna-makna kehidupan yang dapat dipetik. Paulo Coelho menyajikannya dengan halus, cantik, dan genius! This is absolutely recommended! 😀

Iklan

10 thoughts on “Cuplikan Novel : The Alchemist

  1. Saya penggemar Paulo Coelho juga. Seneng main ke blog orang yang juga menulis tentang novelnya. Mengundang ke blog saya, saya menulis beberapa review Paulo Coelho, tapi bukan The Alchemist 😦

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s