Jalan-Jalan GRATIS di Bali

Mau jalan-jalan GRATIS ke Bali?

1. Ikutan kuis.
Yep. Sudah banyak kuis yang menghadiahkan paket liburan ke Bali. Coba aja, siapa tahu dapat 😀

2. Lakukan yang terbaik dan bersikap baiklah terhadap orang di sekelilingmu.
Beneran. Kalau udah ngelakuin yang terbaik, pasti ada jalan menuju Bali. Salah satunya, diajakin seseorang atau organisasi tempat kita bernaung.

3. …
Isi sendiri ya…. Banyak jalan menuju Bali. Sama halnya dengan banyak jalan menuju Roma. InshaAllah juga, akan ada banyak jalan menuju England. *opo iki*

Meskipun kota saya sangat dekat dengan Bali, saya belum pernah ke pulau tersebut – yang konon hingar-bingarnya sampai ke ujung dunia – hingga akhirnya pada bulan November 2013, saya diajakin ke Bali oleh SMA saya tercinta. Jadi, anak OSIS dan beberapa guru mengadakan studi banding di SMAN 1 Denpasar. Nah, kebetulan terdapat 2 siswa di luar OSIS yang diajak oleh sekolah. Saya dan adik kelas saya. *terharu*

Saat itu menjelang tanggal merah yang lumayan beruntun. Teman-teman sekelas saya, sibuk menyiapkan rencana untuk berlibur ke luar kota. Karena saat itu saya duduk di kelas XII, otomatis mayoritas teman berencana untuk mengunjungi calon kampus ‘idaman’ masing-masing. Kebanyakan sih di Malang. Mungkin, selain faktor kualitas, juga jarak yang tidak terlampau jauh. Lagipula, kebanyakan alumni dari SMA saya itu memang kuliah di Malang dan Jember. Nah, saya galon dong. Apalagi ketika ketiga sahabat saya sudah memutuskan hendak kemana. Dua hendak ke Malang, satunya lagi ke Surabaya. Terus saya kemana dong? *makan kertas*

Tepat di sela-sela diskusi hendak berlibur kemana, tiba-tiba sesosok malaikat menyelamatkan saya. Beliau mengajak saya untuk bertemu dengan wakasek. Ternyata eh ternyata, saya ditawari untuk ikut pergi ke Bali dengan rombongan sekolah. My dream finally came true. So drama. I know! Saya sudah lama sekali berharap untuk pergi ke Bali. Meski dekat, tapi belum pernah ke sana. Dan, saya sungguh menahan diri untuk tidak teriak sekencangnya, saat itu juga.

Tapi sebetulnya, terdapat satu hal yang saya takuti. Saya tipe introvert, agak susah untuk approach dengan orang baru. Khawatirnya sih, saya kikuk dan cuma diem aja di sana. Apalagi, anak-anak OSIS kan dari kelas X dan XI. Sedangkan saya? Alhamdulillah-nya, apa yang saya khawatirkan tidak terjadi. Anak-anak OSIS ramah-ramah, supel, dan gokil! Terima kasih ya?

Akhirnya, hari yang ditentukan pun tiba. Usai Magrib, rombongan kami berkumpul di sekolah. Daripada galau nungguin bus, anak-anak OSIS narsis dulu.

NUNGGUIN BUS

Hihihi. Baru deh cus naik bus. Sesampainya di pelabuhan Ketapang-Banyuwangi, kami bersiap untuk naik ke kapal laut. Ini nih, lamaaaaaa banget nunggunya. Pas udah sampai di dalam kapal laut dan siap berlayar mengarungi selat, narsis lagi.

CIMG1955

Di dalam bus, juga masih narsis. 😀

SUASANA DI BUS

Rombongan tiba di Bali sekitar saat matahari terbit. Jadi, kami segera bersiap menuju ke SMAN 1 Denpasar.

Anak-anak OSIS SMAN 1 Denpasar tinggi-tinggi sekali lho. Atau emang dasarnya dari SMA saya yang serba mini? Namanya juga sekolah pelosok. Tapi jangan salah, meski pelosok, SMA kami sanggup bersaing dengan yang bukan pelosok. *kibas jilbab*

GURUNYAGAKMAU KALAH

Guru-gurunya nggak mau kalah dong.

Selesai studi banding, kami langsung cus ke GWK.

Kayak gini nih.

041120134193

041120134195

041120134196

041120134199

CIMG1332

Berhubung udah sore, kami segera lanjut ke Pantai Kute. Buat yang belum pernah ke sini, perjalanan menuju Pantai Kute cukup membuat mulut melongo. I felt like I wasn’t in Indonesia anymore. Kanan-kiri, banyak smoking hot bule. -”

CIMG1383

CIMG1384

CIMG1394

Menjelang Magrib, baru deh kami lanjut ke hotel untuk beristirahat dari lelah yang membutakan. Ckck

Hari selanjutnya, kami pergi ke Bedugul dan Tanah Lot. Sepanjang perjalanan, kami didongengin oleh tour guide-nya. Lucu banget orangnya. Kami ngakak rame-rame. Sempat tegang juga gara-gara ditipu sama si Bli. Katanya, bakal ada polisi di jalanan depan yang bakal memberhentikan bus kami untuk mencegah tindakan terorisme. Ya, mereka akan mengecek identitas diri kami. Pada panik kan, lha wong banyak yang naruh KTP di dalam koper yang letaknya di bagasi bus. Belum lagi, yang lupa bawa. *gubrak* Kata si Bli, kalau beliau kenal polisinya, insyaAllah lancar jaya. Tapi kalau enggak, ya nggak tahu lagi. Ternyata si Bli kenal polisinya, si Bli bilang ke kami semua, yang bawa KTP suruh nempelin KTP-nya di kaca kiri bus supaya polisinya bisa ngelihat. Yang nggak bawa, suruh sembunyi. Kami heboh sendiri kan. Ternyata, you know what, waktu kita bergegas nempelin kartu di kaca jendela, nggak ada polisi. Yang ada cuman patung polisi -_______________- Bercandanya kelewatan nih si Bli.

Kami juga dijelaskan mengenai sejarah Bali, termasuk budayanya. Kami diajari menyanyikan salah satu lagu daerah Bali. Tapi saya lupa. Hehe. Agak susah pelafadzannya. Ah ya, si Bli ini juga bilang katanya di Plengkung (G-Land) Banyuwangi, di daerah kami, baru saja diberitakan bahwa terdapat peselancar dari Jepang yang terseret ombak dan meninggal di sana. Secara, Plengkung itu emang jos banget ombaknya. Namanya, Koukira Takada. Kami bilang, di koran nggak ada. Kami nggak baca berita itu. Tapi si Bli ngeyel. Hingga akhirnya… kami ngakak berat waktu kamisadar yang dimaksud Bli itu “Kukira Tak Ada”. Berarti emang nggak ada yang terseret dan meninggal. Dasar si Bli…

Nih Bedugul.

CIMG1514

CIMG1520

CIMG1547

CIMG1665

Dan, ini dia objek wisata favorit saya di Bali. Tanah Lot.

CIMG1809

Tanah Lot merupakan objek wisata yang kami kunjungi paling terakhir karena setelahnya, kami pulang ke Banyuwangi tercinta.

Yang jelas, pengalaman di Bali bersama keluarga SMANGGAR itu rasanya luar biasa. I won’t ever forget every single moment we all had there. Setiap candaan, kebersamaan, duh… nggak nyangka udah jadi alumni SMANGGAR 😦

All I wanna say now is thank you so much SMANGGAR! For anything! Bukan cuma karena diajakin ke Bali, tapi juga untuk setiap kesempatan yang diberikan, hal baru yang belum pernah dicoba sebelumnya, bimbingan dalam berbagai bidang untuk lebih mengeksplor diri dan masih banyak lagi. 🙂

Iklan

12 thoughts on “Jalan-Jalan GRATIS di Bali

    • Hii! Seangkatan Ita bukan sih? Udah lulus dong sekarang? Euy, kamu yang lulus setelah saya aja kangen. Apalagi saya haha berasa tua deh. Masa SMA memang masa tak terlupakan.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s