Rahasia Illahi

Widih… judul postingan kali ini lumayan horror ya. Tapi, saya tidak berbicara mengenai hadist dan sebagainya. Itu bukan keahlian saya. Daripada salah hadist, sebaiknya saya membicarakan rahasia illahi dalam sisi lainnya, bukan?

Sejenak, marilah saya bercerita mengenai masa SMA saya. Nah lho? Iya, masa SMA. NEM SMP saya kecil. Karena saya menyadari hal itu, saya tidak mendaftar ke SMA yang lumayan subhanAllah di kota saya. Istilahnya, sadar diri. Saya lalu mendaftar di SMA terdekat dari rumah saya, sekitar 3 km saja. Rupanya, NEM saya juga lumayan kecil di sana. Hiks. Saya khawatir sekali saat itu. Jika SMA tersebut saja menolak saya, saya harus sekolah dimana? Masa harus sekolah di SMA **** ataupun ***. Saya tidak mau. Mafhum, saat itu penerimaan anak didik di sana hanya menggunakan NEM dan prestasi di SMP saja, tanpa tes. Dan masa SMP saya, sangat flat. Bergejolak dikit sih saat saya terserang DBD (Demam Berdarah). Ranking saya turun dari 4 ke 10 lho. SubhanAllah ya…

Ternyata, alhamdulillah saya diterima. Saat itu jumlah anak didik yang diterima sekitar 200an. Saya berada pada urutan yang ke-64. Jujur, saya bersyukur sekali bahwa sekolah itu menerima saya. Diam-diam saya berjanji, masa SMA saya tidak boleh flat seperti masa SMP. Harus bergejolak seperti masa TK dan SD.

Awalnya sedih sih karena saya gagal bersekolah di ******. Tapi ya sudahlah, insyaAllah ada hikmah di balik semua ini. Sekolah dimanapun, yang penting niatnya. Walau jujur, kualitas sekolah juga masuk hitungan. Di sekolah bernilai A, kita hanya perlu mengeluarkan sedikit energi untuk menggapai sesuatu karena telah didukung oleh banyak hal (prestasi dan nama sekolah, misalnya). Sedangkan di sekolah yang bernilai B, kita perlu mengerahkan energi kita lebih besar daripada siswa di sekolah bernilai A.

MOPDB (sejenis MOS), adalah salah satu hal yang saya takuti. Alhamdulillah, MOPDB di SMA tidak seseram itu. Malah, saya mendapat kejutan di akhir hari MOPDB. Untuk pertama kalinya dalam hidup *wedeh*, cerpen saya dihargai. Ya… jadi, pada hari sebelumnya telah diadakan lomba menulis cerpen untuk siswa baru. Saya ikutan dong pastinya, karena saya gemar menulis. Nah, saya ingat waktu itu, di hari pengumpulan cerpen, saya terjatuh dari sepeda motor -_- Kejadiannya ketika saya pergi membeli tipe-X untuk menghapus coretan salah di naskah cerpen saya. Hari masih pagi, para penjaja sayuran banyak yang berhamburan di tepi jalan. Karena masih MOPDB, saya serba buru-buru. Takut terlambat dan dimarahi senior. Eh, sepulang membeli tipe-X. Lebih tepatnya pada belokan rumah saya. Dari seberang jalan, saya terlalu kencang menarik gas motor. Walhasil, saya tengkurap di samping pagar rumah -_- Tapi ternyata, hal itu ada hikmahnya, teman-teman (jika boleh disebut hikmah). Cerpen saya memperoleh juara pertama. Alhamdulillah. Alay ya? Haha. Namanya juga yang pertama. Luar biasa senang. I couldn’t stop smiling! Itu merupakan salah satu rahasia illahi, saya menyebutnya.

Selanjutnya, saya justru menjadi sangat bersyukur dapat bersekolah di SMA saya. Dengan bangga saya menyebutnya, SMAN 1 Pesanggaran – Banyuwangi. Saya mulai berani menulis dan mengirimkannya ke media sejak berada di SMA tersebut. Sebelumnya, pernah sih, mengirim karya ke media, yaitu gambar ke Majalah Tiko waktu TK. Alhamdulillah dapat hadiah krayon Lira. Hehe (jika masih masuk hitungan). Dan hingga pemuatan, saya sudah mengirim banyak sekali gambar lho ke Majalah Tiko. Tidak hanya sekali. Itulah perjuangan demi sebuah kepuasan batin.

Selanjutnya adalah masa akhir SMA. Saya kembali doyan berburu beasiswa. Ya, saat masih SMP, saya juga pernah mendaftar beasiswa SMA di Singapore. Tapi ditolak. Saya sadar, saat itu saya sungguh tidak tahu diri sekali. Haha. Prestasinya apa, daftar begituan. No, I wasn’t crazy. Just a dreamer 🙂

Akhir SMA, beasiswa pertama yang saya lamar adalah Mitsui-Bussan Scholarship. Senang banget deh waktu lolos seleksi dokumen karena beasiswa SMA di Singapore yang sempat saya lamar, bahkan menolak dokumen saya. Tapi rupanya Allah berkata lain, saya gagal meraih beasiswa Mitsui-Bussan. Bisa baca postingannya di sini. Saya sedih dong. Gagal ke Jepang 😦 Ya, biarpun negeri dongeng impian pertama saya adalah Britania Raya, tapi Jepang merupakan harapan saya juga. Tapi Allah selalu memiliki kejutan, saya diterima SNMPTN di kampus idaman saya di Indonesia. Bisa dibaca di sini. Thanks to SNMPTN karena telah menyembuhkan luka saya akan penolakan Mitsui-Bussan. Bahkan saya tidak jadi mendaftar Mobukagakusho karenanya. Ampuh kan tuh SNMPTN?

Di sana, saya kembali dilema akan biaya. Alhamdulillah, uang semesternya memang tidak banyak. Tapi biaya hidupnya? Saya harus mencari beasiswa jika tidak mau gagal a.k.a batal kuliah. Daftarlah saya ke beasiswa BII Maybank. Entah apa kabarnya sekarang.

Rahasia Illahi selanjutnya-jawaban dari dilema saya-adalah saya diterima beasiswa Turki (Turkiye Burslari). Awalnya bertanya-tanya, kenapa beasiswa Turki? Bahkan Turki sama sekali tidak pernah terlintas dipikiran saya sebelumnya. Why, Allah? Why?

Untitled

Belakangan saya menyadari bahwa Allah justru semakin mendekatkan saya ke negeri impian saya, Britania Raya. Alhamdulillah. Lihat deh di peta, jarak betapa dekatnya Turki dengan Britania Raya dibanding Indonesia dengan Britania Raya ataupun Jepang dengan Britania Raya. We’re close! Getting closer! ❤

Akhirnya… saya sangat bersyukur bisa diterima untuk beasiswa Turki. Bisa study abroad. Alhamdulillah. Makin dekat dengan Britania Raya, pula. Hehe.

Selanjutnya, saya sempat sedih juga kenapa enggak diterima di Istanbul University? Karena saya diterimanya di Ege Universitesy. Ha… sekarang saya justru sangat bersyukur diterima di Ege University di Izmir. Universitas dengan pengirim mahasiswa terbanyak dalam program LLP Erasmus di Turki. *terharu* Siapa tahu saya bisa ke Britania Raya lebih cepat kan? Amin.
Belum lagi, orang Izmir itu baik-baik, termasuk PPI Izmir-nya. Saya sempat tuh nyengir pengin waktu baca postingannya Teh Erna di sini, salah satu scholarship grantee juga. Kayaknya Izmir kece banget, gitu. Alhamdulillah beneran kece, emang.

Pada intinya, setiap hal, kejutan yang Allah berikan kepada kita, pastilah memiliki rahasia/kejutan yang inshaAllah jauh lebih baik dari harapan kita. Seperti dalam kisah saya di atas. Banyak sekali hal tak terduga, tak terbayang sebelumnya, kekecewaan yang ternyata membawa suatu kebahagiaan yang berlimpah. Allah Maha Tahu. Allah tahu yang terbaik untuk kita agar menjadi pribadi yang lebih baik dan berguna bagi sebanyak-banyaknya makhluk Allah. InshaAllah.

Untuk itu, marilah bersyukur atas karunia Allah. Apapun itu. Jika kalian saat ini sedang bersedih hati dan jiwanya. Ingatlah bahwa Allah sayang kalian. Akan ada hikmah dibalik ujian. Mainstream memang, namun benar nyatanya. Oleh karena itu, marilah mengucap Alhamdulillah. Syukuri apapun itu. InshaAllah kalian akan menuai kebahagiaan yang berlipat. Semoga Allah memudahkan urusan kalian. Kolay gelsin.

Iklan

20 thoughts on “Rahasia Illahi

  1. Kereeeen 🙂
    Waktu main ke banyuwangi tempo hari, saya baru tshu looh kalo dsna dgalakkan beasiswa. Eh apa yaaa istilahnya? Pokoknya pendidikan dsna gk kalah dg d ibukota. Salut sm bupatinya…salut sm km yg udah bekerja keras 🙂

    Suka

    • Banyuwani cerdas, kalau nggak salah, Mba. Tapi saya kurang tahu sistem beasiswanya bagaimana. Mungkin sejenis bidik misi, mungkin yang lainnya. Mba Tha kapan ke Banyuwangi? :O Saya juga salut sama kegigihan, Mba Tha. 🙂

      Suka

  2. Sekarang itu, hari Sabtu HARUS pake baju batik smanggar. Kalau enggak, disuruh pulang.
    Harus mengikuti min. 2 ekstrakulikuler. Dan setiap ekstra, min. beranggota 20 orang :O Dan itu yang sekarang membuat ruangan KIR penuh. Dulu mah, paling-paling 10-15 orang yang kumpul. Sekarang, lebih… -_- Dan kebanyakan nggak niat. Cuma buat sampingan aja. 😦

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s