Lebaran Pertama di Negeri Orang

Late post! I know! :/ Maafkan daku ya, arkadaşlarım.

Gimana rasanya lebaran di negeri orang? Seru atau justru sedih? It depends on you, pals. Tergantung bagaimana kita membawa dan memaknainya, serta pengaruh lingkungan. Mengapa demikian? Dapat kita lihat bahwa lebaran sangat khas akan berkumpul dengan keluarga dalam acara saling berbagi kisah atapun makan bersama. Lalu bagaimana dengan berlebaran di negeri orang? Dimana kalian jauh dari orang-orang terdekat… *cry a river*

Opini saya, klasik dan mainstream memang, apabila kita menyibukkan diri, inshaAllah rasa kesendirian akan hilang. Saya misalnya. Tahun ini merupakan lebaran Idul Adha pertama saya di negeri orang. Lebih tepatnya di İzmir, Turki. Beruntungnya, saya memiliki kawan-kawan dari PPI İzmir serta teman internasional yang luar biasa baiknya.

Idul Adha di Turki jatuh pada tanggal 4 Oktober 2014 kemarin. Hari-hari kami diawali pada tanggal 3 Oktober 2014. Pada tanggal tersebut, di sore hari yang bergelimpangan semburat malu mentari, saya, dua teman Indonesia, dan seorang teman Thailand pergi ke flat teman Indonesia kami, Kak Figur, untuk berbuka puasa Arafah bersama. Selepas itu, sekitar 8 akhwat termasuk saya pergi menuju Buca, juga ke flat salah seorang teman kami, Mbak Devi, karena keesokan harinya kami akan shalat Idul Adha bersama.

Di Turki, atau mungkin hanya di İzmir, tidak lazim bagi akhwat untuk menjalankan shalat Idul Adha di masjid sehingga kami pun harus sembunyi-sembunyi. Maksdunya, berangkat lebih pagi daripada ikhwan jika hendak shalat di masjid dan pulang paling terakhir. Kami seharunya berangkat sebelum pukul 7 pagi (subuh di İzmir sekitar pukul 6) namun rupanya kami terlambat. Banyak ikhwan yang telah berdatangan sehingga kami gagal memasuki lantai 2 masjid, tempat akhwat biasa beribadah. Kami cukup kecewa. Namun alhamdulillah, rupanya tidak sedemikian, kami masih dapat mengikuti shalat Idul Adha dengan ditempatkan di sebuah ruangan khusus yang sangat tertutup. Kami shalat hanya bermodalkan telinga untuk mendengar aba-aba imam. Dan… hanya kami ber-8-lah akhwat yang hadir untuk shalat.

20141004_071255

Untuk Kurban sendiri, konon katanya di sini diwajibkan Kurban bagi masyarakatnya sehingga banyak sekali kambing yang bertebaran di tepi jalan raya. Dan tidak seperti di Indonesia, penyembelihan hewan Kurban di sini dilakukan sendiri oleh orang yang berkurban. Jika di Indonesia, pasti sudah dilakukan bersama-sama di masjid selepas shalat Idul Adha, bukan?

20141004_083816

Agenda kami setelah shalat Idul Adha adalah kembali ke flat teman kami untuk memasak dan memakan sesuatu. Alhamdulillah ada beras merah, ayam goreng, sop, dan kacang hijau (tidak difoto) yang lezatnya luar biasa. Teteh-teteh jago masak deh. Setidaknya, ini mengobati rasa rindu akan suasana Indonesia. Meski sejujurnya, acara kumpul dan masak di İzmir, Turki ini sangat sering dilakukan oleh orang-orang Indonesia yang tinggal di Turki. Jadi, bukan masalah besar.

20141004_144911

20141004_144915

20141004_145005

Namun sebetulnya, sebelum kami makan, abla dari asrama perempuan di daerah tersebut telah mengundang kami untuk makan gratis.Wah… setelah kami datang, rupanya kami dilayani dengan sangat baik. Kami makan sampai puas. Eh pulangnya, kami diberikan hadiah berupa kerudung Turki. SubhanAllah baiknya ya…

Usai makan gratis, kami terlelap sampai dzuhur di flat teman tersebut sebelum akhirnya kembali makan. Makan siang. Ckckck. Belum selesai begitu saja, selepas Ashar, kami berlanjut ke kediaman Pak Agus dan istrinya, Bu Silvia, di kawasan Yeşilova. Di sana, kami menyiapkan beberapa bahan makanan untuk dibawa ke Buca keesokan harinya. Memangnya ada apa di tanggal 5 Oktober? Welcoming party dari PPI Izmir untuk kami, mahasiswa serta penduduk Izmir baru asal Indonesia. Terima kasih ya ❤

Hari kami berakhir menjelang pukul 10 malam atau bahkan 11? Saya dan ketiga teman saya pulang kembali ke asrama kami di Bornova setelah kawan-kawan kami dari Canakkale dan Manisa datang ke kediaman Pak Agus dan Bu Silvia. Lalu sisa teman kami lainnya bagaimana? Mereka menginap di kediaman Pak Agus dan Bu Silvia untuk melanjutkan acara masak-memasak. SubhanAllah sekali ya …

Berlanjut ke keesokan harinya … hari yang spesial tentunya untuk kita anak baru Izmir. Hihihi. Welcoming party di sebuah taman cantik Ayrancılar Suyunbası di kawasan Buca kalau tidak salah.

Pagi hari sekitar pukul 8, kami semua berkumpul di Bornova Istasyon untuk menumpang bus bersama-sama yang disponsori oleh Dost Ilelerimiz Dernegi.

Seharusnya, pukul 9 pagi, kami semua sudah harus berangkat. Namun beberapa kawan belum terkumpul sehingga kami harus menunggu lumayan lama sekitar 1 jam lebih sedikit. Jadwal kami molor… tapi tak apa.

Rupanya, hambatan bagi kami tidak berhenti sampai disitu saja. Bus yang kami tumpangi mogok di jalanan. Ini tumben sekali ya ada bus mogok di Turki? Kami pun harus oper bus. Ganti bus. Waktu yang dibutuhkan lumayan lama sehingga kami sampai di tempat tujuan sekitar menjelang dzuhur.

Agenda kami hari itu adalah games, makan, dan sesi perkenalan. Games yang pertama adalah lomba makan simit. Sejenis roti yang sangat keras. Superrrr! Games kedua adalah berputar-putar lalu selfie bersama anggota grup –lupa nama gamesnya-. Games yang ketiga yaitu jongkok lalu kayang bersama-sama. Bisa dibayangin betapa susahnya? Terakhir, usai shalat dzuhur, sambil menunggu makanan siap, kami bermain tebak-tebakan.

Apa yang seru di hari itu? Sesungguhnya cukuplah banyak. Namun marilah saya sebutkan beberapa saja.

Dihadiahkan bertangkai-tangkai bunga mawar oleh ibu-ibu asal Turki. Ini merupakan hal yang subhanAllah sekali. Bukan mawar kertas loh ya, tapi mawar hidup beneran. MasyaAllah!

Menyaksikan tarian Saman. Bagi saya, ini spesial karena untuk pertama kalinya secara langsung saya melihat tarian Saman. Biasanya cuma lihat di TV doang mah. Tahu nggak sensansi apa yang saya peroleh ketika tarian Saman sekaligus iringan lagunya dimainkan? Saya merasa di Aceh. Suasana Aceh gitu. Saya justru membayangkan novel Bang Tere-Liye yang Hafalan Shalat Delisa. Syahdu sekali. Jadi pengin ke Aceh untuk jalan-jalan.

Ditonton dan diajakin foto oleh orang Turki. Jadi, kegiatan kita itu disaksikan oleh banyak orang Turki yang berada di teman tersebut. Kebanyakan, sepertinya sedang liburan Idul Adha bersama keluarga. Puncak penonton terbanyak adalah saat tarian saman dilakukan. Tapi emang keren sih. Salut sama kakak-kakaknya yang hanya sempat berlatih 12 jam yang lalu. Selain ditonton, bahkan ada beberapa orang Turki yang minta berfoto bersama kita.

IMG_0262

Iklan

4 thoughts on “Lebaran Pertama di Negeri Orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s