A Midsummer Night’s Dream

20141115_141727

Seperti apa yang saya katakan di jam yang lalu, pada postingan di sini, saya akan kembali berceloteh mengenai naskah yang ditulis oleh bapak sastrawan besar kita, William Shakespeare. Kali ini judulnya adalah, A Midsummer Night’s Dream.

Dahulu, hiduplah sepasang kekasih di kota Atena, bernama Hermia dan Lysander. Sayang, ayah Hermia menginginkannya menikah dengan lelaki lain yang bernama Demetrius. Konon, adalah aturan bahwa Continue reading “A Midsummer Night’s Dream”

Beberapa Budaya Orang Turki

1. Always Wink

sumber : favim.com
sumber : favim.com

Tahu kan, wink itu apa? Betul, mengedipkan sebelah mata. Ini merupakan salah satu hal yang paling sering dilakukan oleh orang Turki. Serius. Dimanapun, kapanpun, pastilah tidak sulit bagi kita untuk menemukan orang Turki yang sedang mengedipkan sebelah mata.

Saya sudah mewawancarai dua orang Turki. Satu laki-laki dan satu perempuan supaya hasilnya bisa lebih akurat karena melihat dari dua sisi berbeda. Meski ini sebetulnya tidak bisa dibilang akurat amat sih.

Orang yang pertama saya wawancarai adalah seorang perempuan Turki berusia 19 tahun dari jurusan Hemsire (Nursing). Menurutnya, kedipan mata mengartikan banyak hal.

a. Antara Beda Jenis

1. Kamu cakep!
Jika kalian seorang perempuan, dan seorang lelaki Turki mengedipkan sebelah matanya kepada kalian, bisa jadi itu artinya, menurut dia, kalian Continue reading “Beberapa Budaya Orang Turki”

Buru-Buru Bencana Batin (B4)

Barangkali kita semua telah tahu bahwa yang namanya terburu-buru, pastilah menimbulkan sesuatu yang kurang baik. Mengapa demikian? Karena kondisi kita dikejar sesuatu, kita akan bersegera mungkin mengerjakan sesuatu itu untuk mengejar sesuatu yang lain, yang mengejar kita. Bingung? Namun jangan dipersoalkan, saya akan membahas beberapa keterburu-buruan saya yang menyebabkan hal kurang baik. Bukan apa-apa. Hanya saja, agar tidak ada di antara teman-teman yang mengalami kejadian tersebut di kemudian hari.

1. Jatuh Ketika Berjalan

Saya ingat waktu itu di TOMER (semacam kelas persiapan bahasa Turki), saya ada jadwal kelas tambahan bersama penerima beasiswa YTB lainnya. Karena kelas TOMER berakhir pada pukul 14.45 EEST dan kelas tambahan untuk siswa-siswa penerima beasiswa YTB tersebut dimulai pada pukul 15.00 EEST, saya buru-buru turun ke lantai bawah (kelas saya di lantai 2) menuju gedung sebelah untuk menunaikan sholat.

Saat itu, entah bagaimana ceritanya, Continue reading “Buru-Buru Bencana Batin (B4)”