Kisah Tragis Romeo dan Juliet

20141115_135620

Apa kabar, kawan-kawan? Kali ini, saya akan mengajak kalian berjalan-jalan di dunia imajinasi sastrawan super besar kita, William Shakespeare. Tahu kan, siapa beliau? Berdasarkan informasi wikipedia, William Shakespeare adalah seorang penulis Inggris yang seringkali disebut orang sebagai salah satu sastrawan terbesar Inggris. Beliau menulis sekitar 38 sandiwara tragedi, komedi, sejarah, dan 154 sonata, 2 puisi naratif, dan puisi-puisi yang lain. Karyanya telah diterjemahkan di hampir semua bahasa hidup di dunia dan dipentaskan di panggung lebih daripada semua penulis sandiwara yang lain. Super sekali, bukan?

Sejak dulu, saya sangat ingin membaca naskah-naskah beliau. Namun rasa-rasanya, selalu ada hambatan untuk membacanya. Alhamdulillah, kemarin Jumat, ketika saya dan teman Thailand saya pergi ke Konak (Izmir, Turki) untuk membeli beberapa keperluan sekolah, saya menjumpai banyak sekali buku kisah klasik keren berbahasa Inggris. Niat mulanya, mencari buku jurnalistik. Namun saya gagal menemukannya dan justru menjumpai karya William Shakespeare. Lebih bersyukurnya lagi, dalam bahasa Inggris, bukan bahasa Turki. Dan lebih-lebih lagi, ditulis ulang menggunakan bahasa yang lebih mudah dicerna oleh penulis Turki. Coba deh baca naskah asli beliau, pastilah terdapat banyak kata yang terdengar aneh karena diciptakan antara tahun 1585 dan 1613.

Sama halnya ketika kalian membaca karya sastra Indonesia angkatan pujangga lama. Membaca karya sastra angkatan balai pustaka (Angkatan Balai Pusataka merupakan karya sastra di Indonesia yang terbit sejak tahun 1920, yang dikeluarkan oleh penerbit Balai Pustaka) saja terkadang menyebabkan mata berputar.

Oke, langsung saja. Yang akan saya ceritakan kembali dahulu adalah kisah cinta tragis, Romeo dan Juliet. Mungkin sudah banyak yang tahu, mungkin juga belum. Jadi, konon hidup dua keluarga yang sangat luar biasa bernama Montague dan Capulet. Keduanya merupakan musuh bebuyutan. Suatu ketika, Capulet mengadakan sebuah pesta. Semua orang diundang kecuali keluarga Montague.

Tanpa sepengetahuannya, hadirlah Romeo di pesta itu. Romeo merupakan putra dari Montague. Alasannya datang sih, pada mulanya, karena di pesta tersebut hadir Rosalind, gadis yang dicintainya, meski Rosalind tidak membalasnya. Ini aneh. Romeo mencintai Rosalind karena Romeo ingin mencintai seseorang. Karena Romeo belum menemukan seseorang yang pas untuk dicintai, ya sudah, ia mencintai Rosalind. Setidaknya ada yang ia cintai.

Nah ternyata di pesta itu, Romeo pertemu dengan putri Lord Capulet yang bernama Juliet. Mereka pun saling jatuh cinta. Sepupu Juliet, Tybalt, yang melihat bahwa terdapat anggota keluarga Montague di pesta Capulet, tidak terima. Ia mencoba bicara kepada Lord Capulet, namun beliau cuek-cuek bebek. Tybaltpun menyimpan dendamnya pada Romeo.

Semakin hari, cinta antara Romeo dan Juliet semakin mengental hingga melalui bantuan Friar Laurence, Romeo menikahi Juliet diam-diam. Nggak kebayang kan betapa menyiksanya? Keduanya menikah namun tidak tinggal serumah. Hanya saling tengok lewat jendela, karena gagal mendapat restu orang tua.

Suatu hari, Romeo dan kedua temannya, Mercutio dan Benvolio bertemu dengan Tybalt di jalan. Tybalt menantang Romeo untuk berkelahi. Tapi tentu saja Romeo menolak. Kan Tybalt sepupu Juliet. Eh, si Mercutio malah angkat pedang. Ya udah, Mercutio dan Tybalt saling menikam hingga Mercutio gugur. Romeo yang nggak terima sahabatnya dibunuh pun membunuh Tybalt dengan khilaf. Karena hal tersebut, Romeo daan Juliet bersedih.

Lord Capulet mengira bahwa Juliet sedih karena sepupunya, Tybalt, meninggal. Padahal bukan, Juliet mengkhawatirkan Romeo. Lord Capulet justru menjodohkan Juliet dengan Paris karena dikiranya, pernikahan akan mengembalikan senyuman Juliet. Juliet kaget dong. Ia pun meminta bantuan Friar Laurence. Friar Lauence memiliki ide untuk membuat Juliet terlihat bagai mayat selama dua hari. Rencananya sih setelah pernikahan Juliet dan Paris, Juliet akan dibuat seperti meninggal. Setelah dimakamkan, Romeo dan Friar Laurence akan mengambil Juliet. Rencana awalnya begitu.

Untuk itu, Friar Laurence mengirim surat kepada Romeo melalui Mantua. Eh sebelum suratnya terkirim, si Romeo justru sudah mendengar kabar bahwa Juliet meninggal. Dengan hati yang masih berduka, di pemakaman Juliet, Romeo meminum racun dan meninggal di samping Juliet. Ini manis, tapi ngenes. Waktu Juliet terbangun, ia melihat Romeo meninggal di sampingnya. Karena Juliet sangat mencintai Romeo sebagaimana Romeo mencintainya, ia pun mengambil pedang Romeo dan menghunus dirinya sendiri, lalu menjatuhkan diri ke dada Romeo hingga meninggal. 😦 Friar Laurence yang terlambat datang, melihat keduanya meninggal, pun pergi. Kemudian ia menulis kisah cinta Romeo dan Juliet tersebut.

Oh ya, karena yang saya baca merupakan versi yang sangat mudah dipahami, isinya pastilah berbeda dengan versi asli. Maksudnya, versi asli lebih complicated. Naskah ini ditulis dalam bentuk sandiwara, bukan? Namun yang saya baca bukanlah berbentuk sandiwara. Dan saya lihat, banyak bagian yang dipotong dari aslinya. Namun intinya begitu. Sekedar tahu. Lain kesempatan, wajib baca naskah aslinya, plus nonton sandiwaranya 😀

Di postingan berikutnya, inshAllah adalah karya lain William Shakespeare yang berjudul A Midsummer Night’s Dream.

“Since I love you, what does it matter what you are called?”

Mengutip salah satu ujaran Romeo kepada Juliet.

Iklan

One thought on “Kisah Tragis Romeo dan Juliet

  1. Ping-balik: Sebuah Mimpi di Malam Musim Panas | Naelil The Climber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s