A Midsummer Night’s Dream

20141115_141727

Seperti apa yang saya katakan di jam yang lalu, pada postingan di sini, saya akan kembali berceloteh mengenai naskah yang ditulis oleh bapak sastrawan besar kita, William Shakespeare. Kali ini judulnya adalah, A Midsummer Night’s Dream.

Dahulu, hiduplah sepasang kekasih di kota Atena, bernama Hermia dan Lysander. Sayang, ayah Hermia menginginkannya menikah dengan lelaki lain yang bernama Demetrius. Konon, adalah aturan bahwa seorang anak akan dibunuh jika tidak mematuhi ayahnya. Mengetahui itu, satu-satunya jalan yang dapat mereka lakukan adalah pergi ke tempat yang jauh, tempat tante Lysander tinggal.

Mulanya, Hermia sangat terkejut akan rencana Lysander. Di ambang kegalauan dalam memutuskan, Hermia bercerita kepada sahabatnya, Helena, mengenai rencana tersebut. Helena, dulunya merupakan kekasih Demetrius sebelum lelaki itu jatuh hati pada Hermia. Karena cemburu buta, Helena mengkhianati Hermia dengan menceritakan rencana Hermia dan Lysander kepada Demetrius demi melihat lelaki pujaannya tersebut. Jadilah Lysander dan Hermia berjalan melalui hutan dengan diikuti oleh Demetrius dan Helena.

Konon, di dalam hutan tersebut tinggallah para peri. Pasti sandiwaranya bakal keren nih 😀 Nah, terdapat raja dan ratu peri di sana. Namanya adalah Oberon dan Titania. Ceritanya, mereka terlibat perkelahian hati. Setiap kali berjumpa, selalu saja saling menikam. Suatu ketika, Oberon menginginkan salah satu pengikut Titania yaitu lelaki Indian kecil. Oberon memintanya kepada Titania dengan jaminan tidak akan mengganggu Titania lagi. Namun tentu saja, Titania menolak hal tersebut mentah-mentah.

Akhirnya, Oberon mengutus salah satu peri kepercayaannya yang bernama Puck untuk mengambil bunga bernama Love-in-Idleness. Air dari bunga ajaib tersebut jika diletakkan ke mata seseorang yang sedang terlelap, ketika objek tersebut terbangun akan membuatnya jatuh cinta pada hal yang dilihatnya pertama kali. Oberon ingin melakukannya pada Titania supaya ratu peri tersebut mau menyerahkan lelaki Indian kecilnya.

Di dalam perjalanan Puck mencari bunga tersebut, ia melihat Hermia dan Demetrius. Hermia berulang kali mengatakan betapa ia mencintai Demetrius dan mengingatkan Demetrius akan janji-janji lamanya. Tapi Demetrius was so rude. Apa yang ia katakan?

“I can not love you, and my promises which I gave you in the past are nothing. I am madly in love with Hermia. She has an angelic beauty and the most charming smile I have ever seen.”

Sungguh menyebalkan, bukan? Karena kasihan Puck berencana untuk membantu Helena mendapatkan cinta Demetrius kembali. Ketika Puck berhasil menemukan bunga tersebut, yang ditemuinya justru Lysander dan Hermia. Ia tidak sengaja meletakkan air bunga ajaib tersebut ke mata Lysander yang sedang berbaring di samping Hermia. Ketika Lysander terbangun, yang dilihatnya pertama kali adalah Helena yang sedang melintasi hutan.

Puck mengatakan kesalahannya pada Oberon. Lalu peri itu meletakkan air bunga ajaib kepada Demetrius. Ketika lelaki itu terbangun, yang pertama dilihatnya adalah Helena. Sekarang semuanya berbalik. Yang dulunya Lysander dan Demetrius menyukai Hermia, sekarang keduanya menyukai Helena.

Hermia yang terbangun, mendapati bahwa Lysander tidak ada di sampingnya. Ia pun segera mencari lelaki itu di hutan dan menjumpai bahwa Lysander dan Demetrius sedang memperebutkan Helena. Akhirnya, Helena dan Hermia juga berkelahi. Oberon yang melihat mereka seperti itu menyuruh Puck untuk memudarkan pandangan mereka dan meletakkan masing-masing dari mereka ke arah berbeda. Rencananya, setelah nanti mereka terpisah dan terlelap karena lelah, Puck akan meletakkan air bunga ajaib ke mata Lysander sehingga ia dapat kembali mencintai Hermia seperti sedia kala. Begitu juga kepada Demetrius, agar mencintai Helena. Supaya ketika mereka terbangun, mereka akan mengira apa yang dilaluinya hanyalah sebuah mimpi di tengah musim panas. Adalah mantra yang diucapkan Puck:

“When you wake,
You take
True delight
In the sight
Of your former lady’s eye:
Jack will have Jill;
Nothing will go ill.”

Selanjutya, Oberon meletakkan air bunga ajaib dari Puck ke mata Titania. Yang pertama kali dilihat Titania adalah badut jelek sehingga peri cantik itu pun mencintai badut tersebut setengah mati, bahkan memberikannya beberapa peri pelayan. Setelah Titania berada di bawah mantra itu, Oberon mengambil lelaki Indian kecil milik Titania. Namun lambat laun, Oberon merasa kasihan juga melihat Titania-nya yang cantik bersama badut jelek. Oberon pun melemparkan air bunga ajaib ke arah mata Titania. Lalu Titania tersadar dan kembali mencintai Oberon seperti sedia kala. Sama halnya dengan Hermia dan Lysander serta Helena dan Demetrius. Kedua pasangan tersebut menikah dan bahagia selamanya.

Itulah ending dari A Midsummer Night’s Dream. Judulnya cantik ya? Hehe. Untuk selanjutnya, saya akan menceritakan kembali naskah William Shakespeare dengan bahasa remaja ala kadar seperti di atas, dalam naskah sandiwaranya yang berjudul As You Like It. Sampai Jumpa! 🙂

Iklan

3 thoughts on “A Midsummer Night’s Dream

  1. Ping-balik: Kisah Tragis Romeo dan Juliet | Naelil The Climber

  2. A Midsummer Night’s Dream mungkin adalah salah satu karya Shakespear yang paling populer. Bagaimana tidak, didalamnya ada banyak hal yg dibahas. Aku lupa nama karakter yg berperan sebagai aktor teater didalam drama ini. Anyway, didrama yg mereka peranin untuk merayakan pernikahan para pasangan-pasagan itu, mereka memerankan drama-nya yang persis seperti Romeo & Juliet tapi dengan konotasi sarkastik. Seolah-olah Shakespear mengimplikasi bahwa cerita cinta itu lebay banget, and we should laugh about it. Tipikal Shakepear emang. Dia anti mainstream. Di sonnet aja suka berubah haluan. Kalau peers nya pada suka menggunakan metafor bunga untuk menggambarkan kekasihnya, menghina habis-habisan sang kekasih. Tapi di akhir2 keluar juga sihirnya. “Tapi sebagaimana pun buruknya kamu. Aku terima kamu apa adanya,” quote asal-asalan hehehe… begitu lah pokoknya intinya..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s