Cerita Tanah Rantau

Pernahkah kalian merasa khawatir berada di negeri orang? Saya ingat waktu pertama kali saya menerima email dari YTB bahwa saya diterima di Ege University jurusan Jurnalistik. Saya khawatir apakah pilihan yang saya ambil ini benar? Apakah saya sudah siap untuk jauh dari keluarga dan berada di ranah rantau? Apakah saya yang baru lulus SMA ini dan sejak dulu selalu berada di Banyuwangi tiba-tiba pergi jauh di dunia lain dimana hanya dapat ditempuh dalam 14 jam dengan pesawat? Siapkah saya? Siapkah?

Mulanya, saya pun meragukannya. Tapi setelah saya pikir-pikir, Allah SWT tidak akan menempatkan saya di tempat yang salah. Insallah. Lagipula, Turki lebih dekat dengan Inggris jika dibandingkan Continue reading “Cerita Tanah Rantau”

Ibu (Kasih Sepanjang Masa)

Ibu (Kasih Sepanjang Masa)

Ibu …
Peluk hangatmu menghapus derai tangis lara kami
dalam berderit-derit cobaan yang menghantam

Ibu …
Untuk setiap bulir cinta tulus yang kau berikan,
izinkan kami menyampaikan tiga patah kata istimewa

“Kami Sayang Ibu”

Ada kalanya dimana kita diharuskan untuk berada dalam warna ranah yang berbeda dengan ibu. Continue reading “Ibu (Kasih Sepanjang Masa)”

Merindukan Allah

Pernahkah kalian merasakan suatu kehampaan aneh meski kalian telah berada di keramaian? Bukan! Bukan merasa sendiri dalam keramaian. Namun, kehampaan. Sesuatu yang tiba-tiba menghilang. Jika kalian pernah terjepit dalam lemari tua yang sempit, rasanya jauh lebih tidak nyaman dari itu.

Jumat (17/10), saya merasakan hal yang demikian. Menjelang Magrib, ketika saya dan kedua teman saya berada di Konak, Izmir, Turki, menyegerakan diri untuk shalat Ashar karena tak pelak lagi adzan Magrib akan dikumandangkan. Hari itu, mungkin menjadi kesekian kalinya saya shalat di sana. Namun, hari itu merupakan kali pertama saya Continue reading “Merindukan Allah”