Reaksi Pertama Melihat Salju

sumber : transformingperfection.com
sumber : transformingperfection.com

Selasa, 6 Januari 2015 adalah pertama kalinya saya melihat salju. Emang penting, gitu? Hehe. Saya ingat waktu itu mungkin sekitaran pukul 7 atau 8 pagi, seorang teman melalui grup wa PPI Izmir mengatakan bahwa di propinsi Izmir bagian Bornova dijatuhi salju. Mulanya, saya hanya mengernyitkan dahi karena belakangan memang salju cukup populer mengingat ketika di propinsi lain di Turki telah kebanjiran salju, Izmir masih damai dengan angin dan hujannya. Hanya sebagian kecil kota di kawasan pegunungan saja yang sudah mulai putih warnanya. Yaitu di Odemis, misalnya.

Alhamdulillah, pada tanggal 6 Januari, salju membasahi kota kami di propinsi Izmir. Saya, ketika pertama kali melihat pesan tersebut, dengan santai keluar kamar dan menuju balkon lantai 6 gedung asrama. Mulanya yang saya lihat tidak begitu jelas, hanya seperti gumpalan air. Setelah berdiri diam cukup lama, perlahan-lahan, gumpalan itu membesar membentuk bulatan kapas. Mata saya terbelalak, menyentuhnya. “Es!” benar, itu salju.

IMG_20150106_082630

Lalu saya bergegas membangunkan teman Indonesia saya, “Salju! Hey! Salju!” Setengah tidak percaya, kami berdua bersama-sama menengok ke luar. Di balkon, kini dipenuhi beberapa penghuni asrama yang senang sekali karena salju turun. Mereka kontan mengambil jaket tebal untuk berfoto ria di bawah tetesan salju dari atas balkon. SubhanAllah sekali!

“Kamu senang nggak salju turun?” tanya teman Turki saya. Saya mengangguk sambil tersenyum. Wajahnya tak kalah berbinar dari kebahagiaan saya. “Akhirnya di sini turun salju setelah sekian lama tidak turun,” katanya.

Di kelas bahasa pun, pembicaraan tidak luput dari salju. Beliau bertanya apakah di antara kami ada yang baru pertama kali melihat salju, rupanya banyak. Teman Somalia saya bahkan memilih untuk duduk di dekat jendela, katanya supaya bisa melihat tetesan salju. Hihi

Sayangnya, salju tidak jatuh menumpuk sehingga kami tidak dapat membuat boneka salju. Izmir, meskipun dingin dan berangin kencang, masih panas juga oleh terik. Oh ya, saran saya jika teman-teman pergi ke Izmir pada musim gugur atau dingin, bawalah jas hujan ketimbang payung. Angin di sini sangat kencang. Saya ingat ketika saya berada di Konak, Izmir. Angin bertiup kencang melawan arah jalan saya diiringi hujan. Saya berusaha menutup payung agar tidak terbang eh sebelum saya berhasil, payung saya telah patah. Rupanya, bukan payung saya saja yang patah, milik beberapa warga pun demikian. Itu adalah angin paling kencang yang pernah saya rasakan selama di Izmir. Perempuan muda yang berjalan di depan saya bahkan memegang tiang sebagai pegangan.

Membicarakan salju, rupanya di kawasan lain di Izmir, yaitu kawasan kampus Dokuz Eylul yang tepatnya saya tidak tahu, salju bahkan sudah menumpuk hingga dapat dibuat boneka salju seperti ini. Imut kan?

10917642_849994148394238_1915939924_n

10934521_849994505060869_105675788_n

Kawasan bersalju memang cantik, semua serba putih. Namun jika salju menumpuk hingga badai, sekolah jadi libur. Bagus sih. Tapi mau ngapain? Keluar pun, salju tebal seperti yang saya lihat di Konya dan Trabzon, melalui foto teman-teman.

10928431_849992898394363_617409230_n

Buat saya pribadi, kawasan bersalju sepertinya lebih cocok menjadi tempat berlibur saja ketimbang tinggal. Terlebih bagi yang kurang suka dingin dan rempong jika tiap kali keluar harus pakai ini-itu. Ngomong-ngomong, kawasan tanpa salju bukan berarti tidak dingin loh, lihat ini!

10934457_849997215060598_838124534_n

Kemungkinan memang error sih aplikasinya. Tapi dinginnya memang sampai ke tulang-tulang. Ini merupakan air mancur kampus Ege yang sempat membeku beberapa waktu lalu.

20150108_163308

20150108_163313

Iklan

9 thoughts on “Reaksi Pertama Melihat Salju

  1. Ini keren sekali kaak T_T aduh sedih sekali bacanya……mikir dalam hati, kapan ya bisa lihat dan megang salju langsung….impian sejak bertahun-tahun yang lalu….semoga saya bisa segera nyusul lihat salju, dimanapun deh! Hehe 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s