Mengunjungi Saudara Istana Buckingham di Timur Tengah

Melanjutkan perjalanan hari ke-2 saya mengelilingi Istanbul dari postingan sebelumnya. Kali ini saya dan teman berangkat agak siang karena paginya kami gunakan untuk beristirahat usai perjalanan hari sebelumnya yang lumayan melelahkan. Sebelum menyeberang ke Istanbul Eropa menggunakan vapur, saya menyempatkan diri untuk membingkai beberapa potret dari sisi Istanbul Asia tepat sebelum selat Bosphorus.

DSCN2996

DSCN2997
Dari kejauhan, yang menarik perhatian saya adalah bangunan panjang-tua di seberang yang kemudian saya kenali sebagai Istana Dolmabahce. Kalau tidak salah, istana ini dibangun sesudah Istana Topkapi yang menyebabkan istana sebelumnya itu lumayan terbengkalai karena sultan lebih suka mendiami Istana Dolmabahce. Untuk masuk ke istana ini, bagi pelajar cukup membayar 5 TL saja. Untuk umum, saya kurang tahu. Enaknya, di dalam sudah disediakan pemandu yang siap menjelaskan dan ditanyai menggunakan bahasa Inggris atau Turki. Anda boleh memilih, tanpa perlu membayar ulang.
DSCN3005

Sayangnya, pengunjung tidak diperkenankan untuk menyentuh ataupun memotret apa saja yang terdapat di dalam Istana Dolmabahce. Bahkan pengunjung harus membungkus sepasang sepatunya dengan plastik yang telah disediakan. Lalu ketika menyusuri ruangan di dalam istana, tidak diperbolehkan untuk berjalan di luar karpet merah. Namun sebagai buah tangan, di sisi jalan ke luar dijual-belikan foto-foto ruangan di dalam Istana Dolmabahce. Bisa dibilang, Istana Dolmabahce ini sekilas mengingatkan saya akan Istana Buckingham di Inggris. Apalagi dengan terdapatnya menara jam di gerbang luar istana. Mirip Big Ben, namun ukurannya lebih kecil dan berliku sepertinya.

DSCN3015

DSCN3031

DSCN3032

DSCN3042

DSCN3046

DSCN3067

DSCN3073

DSCN3088

DSCN3090

DSCN3104

DSCN3107
Untuk bagian dalamya, saya copy-kan dari mbah google salah dua fotonya.

sumber : visitturkey.co.id
sumber : visitturkey.co.id

sumber : wisata.kompasiana.com
sumber : wisata.kompasiana.com

Sebetulnya, selain bangunan utama, terdapat pula bangunan lain di dalam istana ini meliputi galeri, museum jam dan hareem. Sayang, saya hanya berkesempatan untuk mengunjungi galerinya saja. Yang mana sudah cukup membuat kaki linu. Tapi percayalah, meski lelah menyusuri galeri, mata dan hati akan terpuaskan dengan apa yang kita lihat dan ilmu yang kita dapat. Istana Dolmabahce dibangun pada masa pemerintahan Sultan Abdulmecit I dan konon telah ditinggali oleh 6 sultan dan presiden pertama Turki, Mustafa Kemal Ataturk selama 4 tahun sampai ia meninggal pada tahun 1938.

Karena sudah sore, kami harus melanjutkan perjalanan menuju Ortakoy walau sebetulnya hati masih ingin mengililingi wilayah Istana Dolmabahce. Apalagi saya yang notabenenya tinggal di Izmir, bukan Istanbul.

Sebelum ke Ortakoy, kami jalan-jalan dulu di sekitar Jembatan Sultan Mehmed II. Jadi,, konon katanya terdapat dua jembatan untuk menyeberang dari Istanbul Asia ke Istanbul Eropa, begitu pula sebaliknya. Selain jembatan tersebut, terdapat pula jembatan tersohor Bosphorus.
DSCN3120
DSCN3121
Mencari halte bus untuk menuju Ortakoy, kami melewati museum yang tampak seperti benteng. Sayang, saya tidak tahu namanya. Lebih parahnya, kami juga tidak dapat masuk karena jam kunjung telah usai. Sekedar tahu harga masuknya, adalah 10 TL.
DSCN3136
Lanjut deh kami menuju Ortakoy. Foto terakhir sebelum kami pulang ke Istanbul Asia

DSCN3157

Suasana menjelang Magrib di Ortakoy. Cantik, kan? Sampai jumpa di postingan berikutnya!

Iklan

2 thoughts on “Mengunjungi Saudara Istana Buckingham di Timur Tengah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s