Beberapa Kegiatan Harian Pelajar Indonesia di Turki

Kita semua telah mendengar kabar hilangnya 16 warga Indonesia di Turki secara misterius beberapa waktu yang lalu. Tidak lama setelah kabar tersebut ramai menghiasi koran, terdapat berita baru yang menyatakan keterlibatan baik pasif maupun aktif PPI Turki (Perhimpunan Pelajar Indonesia di Turki) dalam membantu warga Indonesia bergabung dengan ISIS (Islamic State of Iraq and Syria). Bahkan mencuat kabar bahwa beberapa di antara kami ingin/sedang mencoba masuk ke dalam ISIS.

Sebelum saya utarakan mengenai kegiatan kami, para pelajar Indonesia di Turki, marilah menyimak press realease PPI Turki tentang kondisi terkini pelajar Indonesia di Turki yang saya kutip dari http://www.pkspiyungan.org sebagai berikut :

Sehubungan dengan fenomena dan isu terkait Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang sedang berkembang di berbagai media, kami selaku Perhimpunan Pelajar Indonesia di Turki (PPI Turki) menyampaikan sikap sebagai berikut:

1. Terkait dengan kasus 16 (enam belas) warga negara Indonesia yang hilang di Istanbul serta 16 (enam belas) warga negara Indonesia yang sedang diamankan oleh pihak keamanan Republik Turki, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Turki bersama dengan pemerintah Republik Turki telah melakukan upaya maksimal untuk menangani hal tersebut.

2. Pemberitaan beberapa media di tanah air yang menerangkan bahwa para pelajar Indonesia di Turki terlibat dan/atau membantu secara aktif maupun pasif warga Indonesia yang ingin bergabung bersama Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) tidaklah benar.

3. Pelajar Indonesia di Turki adalah generasi muda bangsa yang tumbuh dengan rasa kebangsaan dan nasionalisme yang kuat serta mengutamakan prestasi dan karya untuk bangsa dan negara. Hal ini dicerminkan dengan pelbagai prestasi yang diraih oleh mahasiswa Indonesia di seluruh Turki dalam bidang akademik maupun non-akademik serta penyelenggarakan kegiatan yang positif bagi pelajar Indonesia di Turki dengan mengedepankan aspek intelektualitas, kebhinnekaan, dan nilai-nilai humanisme seperti pengenalan kebudayaan Indonesia kepada masyarakat dunia serta melakukan berbagai aktivitas keorganisasian, sosial dan kegiatan positif lainnya.

4. Bahwa pelajar Indonesia di Turki yang tergabung dalam wadah Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Turki menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai pedoman berkehidupan serta menghormati pernyataan sikap Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat tentang Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) bertanggal 7 Agustus 2014 serta menolak kekerasan, rasisme, terorisme dan ketidak berperikemanusiaan.

5. Bahwa visi dan misi Perhimpunan Pelajar Indonesia Turki secara absolut bertentangan dengan nilai-nilai yang ada dalam Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang merupakan gerakan radikal yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan.

6. Kami menyatakan bahwa saat ini negara Turki masih aman dan kondusif untuk mendukung aktivitas belajar dan keperluan wisata. Pelajar Indonesia di Turki juga tetap melakukan aktivitas seperti biasa sehingga diharapkan keluarga maupun kerabat di tanah air tidak khawatir.

7. Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Turki senantiasa mendapat dukungan penuh dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Turki untuk melaksanakan program-program positif bagi pelajar Indonesia dalam mencegah tindakan-tindakan ekstrim dan ilegal yang berpotensi mengganggu aktivitas belajar pelajar Indonesia di Turki.

8. PPI Turki membuka akses komunikasi seluas-luasnya melalui laman http://www.ppiturki.org dan media sosial, yaitu akun facebook (www.facebook.com/ppiturki), dan akun twiter (www.twitter.com/ppiturki) dalam rangka menginformasikan kegiatan dan situasi pelajar Indonesia di Turki.

9. Kami menghimbau kepada seluruh pelajar Indonesia pada khususnya dan warga negara Indonesia pada umumnya agar tidak menyampaikan pernyataan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan terkait kondisi yang ada kepada media manapun.

10. Kami menghimbau kepada seluruh pihak agar bersabar menunggu pernyataan resmi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Ankara tentang kondisi 16 (enam belas) warga negara Indonesia yang hilang di Istanbul dan 16 (enam belas) warga negara Indonesia yang sedang dalam penanganan pihak keamanan Republik Turki serta tidak mengeluarkan pernyataan spekulatif yang cenderung meresahkan.

11. Kami mendorong kepada seluruh pihak, untuk dapat secara konstruktif memberikan peran yang positif demi tercapaianya solusi yang menyeluruh dan dan tuntas atas fenomena dan masalah terkait.

Demikian press release ini kami sampaikan, sebagai upaya pelurusan terhadap segala opini yang berkembang di masyarakat.

Ankara, 14 Maret 2015

Hormat kami,
Pengurus Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Turki 2015-2016

Ketua Umum PPI Turki
M. Rizky Noviyanto, S.H., M.Si.

Sekretaris Umum PPI Turki
Fauzi Ahmad, S.T.

Sekarang tarik nafas dulu yang panjang sebelum saya berikan sedikit gambaran aktivitas kami di samping kuliah di Turki. Kegiatan berikut memang tidak mencakup di seluruh Turki, yakni hanya meliputi kawasan Izmir, tempat saya tinggal dan menimba ilmu saat ini. Namun setidaknya, dapat menambah wawasan walau hanya sebutir biji delima.

1. Memasak Makanan Indonesia Bersama-Sama
1
20141004_144911

20141004_144915

20141004_145005 (2)

IMG-20141008-WA0018
IMG-20141116-WA0007
Memasak makanan Indonesia bersama-sama, sengaja saya taruh paling atas. Mengapa? Kegiatan ini tampaknya berlangsung hampir setiap hari. Selain tinggal di asrama, beberapa mahasiswa Indonesia tinggal di rumah. Di tempat mereka ini, biasanya dilangsungkan acara memasak makanan Indonesia bersama-sama. Bukan karena makanan Turki tidak enak. Nyatanya, makanan Turki juga dapat dijamin kelezatannya. Bukan sekedar kebab lho. Ada corba (sup) yang lezatnya super seperti mercimek corba, yogurt tavuk corba, yayla corba, tarhana corba dan yarma corba. Beberapa favorit saya. Lalu ada juga kiymali yumurtali, patlican musakka, kuskus pilavi, meyhane pilav, gozleme, pide dan masih banyak lagi.
20140928_182426

20141013_152147
Walau mereka memang tidak sesuper rujak dan soto sih. Hehe. Untuk kue, saya bisa bilang bahwa di Indonesia lebih beragam daripada di sini. Coba deh di acara nikahan, sunatan dan pengajian akbar misalnya. Kalau di daerah saya, Banyuwangi Jawa Timur, ada mendut, iwel-iwel, lemper, onde-onde, jadah, jenang, dan masih banyak lagi. Jadi kangen klepon kan… di sini nggak ada gula merah sih.

Masih membicarakan soal memasak makanan Indonesia bersama, selain di rumah teman mahasiswa ataupun mahasiswi, juga bisa dilakukan di rumah gelin. Yakni perempuan Indonesia yang menikah dengan orang Turki. Makannya itu, seringkali jika di antara kami pulang ke Indonesia untuk berlibur, ketika kembali kemari akan membawa rempah-rempah. Ada yang bawa asam, gula merah, kecap, kerupuk, ataupun bumbu-bumbu instan. Bumbu-bumbu instan ini sebetulnya ada di Turki, tepatnya Istanbul, namun harganya lumayan, mengingat tingkat kelangkaannya. Selain di rumah, dalam beberapa kesempatan, kami juga menyantap makanan Indonesia untuk piknik maupun acara resmi seperti Rapat Umum Anggota PPI Izmir, misalnya.

Pada kegiatan ini juga biasanya diadakan diskusi dadakan dengan narasumber dari berbagai bidang. Beruntung, karena perbedaan jurusan tiap-tiap mahasiswa dan mahasiswinya.

2. Berwisata

20150103_141404

20150103_144556

20150103_145230

20150103_151838

20140927_131455

20141012_180430

IMG_4505539328522

received_10203049074047837

DSCN2776

DSCN2781

DSCN2793

DSCN2798

DSCN2866

DSCN2981

DSCN2996

DSCN3008

DSCN3015

DSCN3042

DSCN3053

DSCN3157

DSCN3166
Selain menimbun lemak, kami juga rajin menabung untuk masa depan. Super kan? Yaitu jalan-jalan. Selagi di Turki, katanya. Ada juga yang tidak segan-segan menabung untuk jalan-jalan ke Eropa (di luar Istanbul bagian Eropa) mengingat jaraknya yang dekat. Namun, beberapa juga ada yang memilih untuk menabung guna kehidupan di Indonesia, baik untuk keliling Indonesia atau membuka lapangan kerja. Ada lagi yang subhanAllah… menabung untuk mengumrohkan orang tua.

Beberapa mahasiswa yang ingin memperoleh uang saku tambahan, bisa kerja part-time sebagai tour guide atau guru bahasa Inggris. Tapi untuk anak beasiswa, tergantung perjanjiannya juga, apakah diperbolehkan untuk kerja atau tidak.

3. Mengejar Prestasi

Meskipun Turki tidak tergabung dalam European Union (EU), kebanyakan universitas di Turki memiliki kerja sama dengan universitas-universitas di Eropa, baik untuk pertukaran pelajar maupun penelitian. Dari PPI Izmir sendiri, yang saya tahu ada yang pernah ke Prancis dengan beasiswa Erasmus selama 10 bulan untuk penelitian. Ada juga yang ke Polandia (sekarang sedang berlangsung). Ada pula yang sudah jadi musisi kelas atas.

Keberadaan kita yang jauh dari sanak famili dan negeri pertiwi inilah yang semakin memacu kita untuk mengejar prestasi. Untuk apa? Sudah barang tentu untuk dibawa pulang ke Indonesia di kemudian hari. Insallah.

Selain program-program positif tersebut, terdapat juga kegiatan seperti seminar, pameran dan kawan-kawannya yang gratis. Misalnya kemarin pada tanggal 12 Maret 2015, terdapat pameran pendidikan luar negeri di Izmir. Ada perwakilan dari lembaga pendidikan UK, US, Kanada, Prancis dan beberapa negeri di benua Eropa, katanya.

4. Mengembangkan Kemampuan Berorganisasi

Pasti pernah mendengar yang namanya PPI Dunia kan? Lalu mengerucut menjadi PPI di tiap-tiap belahan dunia. Misal PPI Turki, PPI UK, PPI Jepang, PPI Prancis dan kawan-kawannya. Di dalam PPI Turki, terdapat PPI Izmir tercinta, PPI Istanbul, PPI Sakarya, PPI Konya, PPI Ankara beserta teman-temannya juga.

Di dalam orgasasi ini, misal PPI Izmir, terdapat ketua, MPA, BPH meliputi berbagai divisi seperti infokom, keputrian, olahraga, kebudayaan, dll. Di dalam ini, kami juga memiliki AD/ART yang digunakan sebagai panduan dalam bergerak menyusun langkah, mengadakan rapat dan juga memiliki program kerja sebagaimana organisasi lainnya. Selain itu, kami juga seringkali mengadakan acara-acara seperti di Izmir kemarin misalnya, kompetisi selfie ulang tahun dan olah raga badminton, juga tenis meja dalam rangka merayakan HUT PPI Izmir yang ke-3.

5. Mengenalkan Budaya Indonesia ke Kancah Internasional

Sudah dengan Endonezya Tanitimi di Kocaeli pada tanggal 7 Maret kemarin? Itu merupakan salah satu bentuk cara pengenalan budaya Indonesia kepada dunia. Berikut videonya:

Di Izmir sendiri, saya akan menunjukkan salah satu fotonya yang dilaksanakan oleh senior-senior sebelum saya.
11


6. Merayakan Hari-Hari Kebanggaan Indonesia

Meski jauh dari bumi pertiwi, Indonesia tetap di hati kami. Di bawah ini merupakan perayaan hari Kemerdekaan RI-salah satu hari kebanggaan kami-di Izmir pada tahun 2014 yang lalu.

Enam hal tersebut hanya sepotong kegiatan harian kita di Turki. Daripada marah-marah mendengar desas-desus angin yang kebenarannya dipertanyaan, mari lihat langsung dengan bukti nyatanya … Yah, walau sekedar berupa foto dan video. Jika sempat, bolehlah berkunjung kemari. Jika bilang, insallah kami pelajar Indonesia di Turki, dari wilayah masing-masing, siap menjadi pemandu tur teman-teman yang ingin berwisata sejarah maupun kuliner. Hehe.

Oh ya satu lagi, penulisan ini ditujukan juga kepada beberapa teman saya yang bertanya-tanya mengenai keadaan Turki. Alhamdulillah, kami semua aman. Jangan khawatir! Doakan saja supaya lancar dalam menempuh pendidikannya ya… Aamiin. Untuk Indonesia, untuk teman-teman juga.

Iklan

39 thoughts on “Beberapa Kegiatan Harian Pelajar Indonesia di Turki

  1. Menarik juga mengikuti pemberitaan media di tanah air yang cenderung mengabaikan objektifitas. Kebetulan saya aktif di beberapa organisasi pelajar di perantauan yang tahu benar landasan berpikir dan motifasi sesungguhnya dari para pelajar untuk indonesia yang lebih baik. Salut dengan PPI Turkey yang mampu menegaskan dirinya tidak terlibat seperti apa yang disangkakan media. sukses selalu teman teman !

    Suka

  2. Salam kenal Mas Naelil.
    Mau tanya, summer di Turki kira2 sampe brp derajat ya? Apakah kurang lebih sama spt di Indonesia? Kebetulan bulan Juni ini saya mau kesana. Barangkali ada tips2 khusus.

    Suka

    • Saya belum pernah merasakan summer di sini, Kak. Tapi spring saat ini saja sudah ada 32 derajat. Tapi itu tergantung kota yang akan kakak kunjungi. Kalau kota tempat saya tinggal, Izmir, kata teman suhunya bisa mencapai 40 derajat waktu summer. Padahal misalnya, di kota Trabzon saja sekarang masih perlu pakai jaket.

      Suka

    • Mba, saya sudah coba hubungi teman di Istanbul. Namun ada beberapa pertanyaan. Kalau boleh tau, Mba dalam rangka apa ke Istanbul dan mau kemana saja? Kira-kira tour guide nya dibayar tidak?

      Suka

  3. Salam kenal mba … seneng sekali baca blog nya.. InSyaaAllah sekitar bulan Oktober , sy dan suami mau wisata ke Istanbul .. bisa minta tolong d e-mail kan mahasiswa yg bisa jadi Tour guide kita.. Please e-mail ke farieda0126@gmail.com .. makasih ya mba. D tunggu balesannya .

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s