Aneka Manfaat Bekerja di Rumah Bagi Seorang Ibu

Membahas mengenai keasyikan bekerja dari rumah, saya ingin mengupasnya dalam posisi sebagai seorang ibu. Meskipun saat ini saya bukanlah seorang ibu, melainkan seorang pelajar.

Sebelumnya, mari saya paparkan beberapa poin penting mengapa sebaiknya seorang ibu tidak bekerja di luar rumah.

1. Kehilangan Masa Tumbuh Anak

Jika setiap harinya ibu sibuk bekerja di luar, siapakah yang akan menjaga anak? Tentu saja baby sitter, bukan? Karena waktu lekas berputar, tahu-tahu anak sudah dewasa dan hendak membangun kehidupannya sendiri. Biasanya, pada masa itulah ibu akan tersadar bahwa ia telah kehilangan masa emas anaknya. Padahal, dunia pun tahu bahwa masa lucu-lucunya manusia adalah ketika masih anak-anak. Masa menggemaskan, masa kepolosan, itulah masa-masa emas.

2. Kehilangan Cinta Anak

Beberapa hari yang lalu, saya melihat video di internet mengenai seberapa kenal ibu dan baby sitter-nya terhadap anak. Rupanya, hasil survei menyatakan bahwa baby sitter lebih mengenal anak daripada ibu mengenal anaknya sendiri. Mengapa demikian? Tentu saja karena hari-hari anak dihabiskan bersama baby sitter, bukan ibunya. Jika sudah begitu, akan datang suatu masa ketika anak akan merasa terbiasa tidak bersama ibunya. Ketika ibu memiliki waktu luang sedikit dan berkeinginan untuk menghabiskan waktu bersama anak, anak tersebut justru sibuk mencari-cari baby sitter-nya.

3. Anak Mengalami Salah Pergaulan

Bagi saya sendiri, tempat bersandar terbaik selain Tuhan adalah ibu. Saya membayangkan bagaimana kejiwaan anak ketika memperoleh banyak masalah dan membutuhkan tempat bersandar, namun ibu sibuk bekerja. Anak tersebut akan mencari tempat sandaran lainnya. Beberapa anak mungkin memang bersandar di tempat yang benar. Namun beberapa lainnya, bersandar di tempat yang salah seperti pergaulan bebas hingga terjerumus ke penggunaan narkotika. Sebagai seorang ibu, pasti tidak menginginkan hal buruk seperti itu terjadi pada anak, bukan?

4. Anak Teracuni

Kurang lebih sama seperti bab sebelumnya. Yang hendak saya tekankan di sini berlandaskan pada dimuatnya berita-berita kejahatan di lingkungan masyarakat yang tersebar di media. Andaipun tidak bisa dibilang kejahatan, ketidaksengajaan dan ketidaktahuan pun dapat meracuni anak. Maksud saya, seperti kejadian berikut.

Beberapa tahun yang lalu ketika keponakan saya masih balita, ibunya sibuk bekerja di luar sehingga hari-hari keponakan saya tersebut dihabiskan bersama baby sitter-nya. Semenjak itu, pencernaan keponakan saya sering bermasalah. Bahkan, sempat masuk rumah sakit dan mengalami rawat inap. Telusup punya telusup, hal itu disebabkan oleh baby sitter yang tidak membersihkan botol susu keponakan saya sebelum menggunakannya kembali.

Terkadang saya bertanya-tanya, apakah baby sitter tersebut benar-benar tidak tahu bagaimana menjaga kebersihan botol susu atau disebabkan oleh kemalasan karena keponakan saya tersebut bukanlah anak kandungnya? Sehingga apapun dampaknya, terserah.

Empat hal di atas hanyalah beberapa hal kurang baik yang dapat disebabkan oleh faktor ketidakberadaan ibu karena bekerja di luar rumah. Lalu, apa sajakah manfaat bekerja di rumah selain dapat menikmati masa emas anak, memperoleh cinta utuh anak serta anak dapat tumbuh sehat di jalan yang sesuai?

1. Lebih Damai

Anak mana yang tidak bahagia jika setiap saat dapat mencicipi masakan ibunya, melihat senyum ibunya, memeluk ibunya? Jika anak merasa bahagia, ibu pun akan memperoleh timbal baik kebahagiaan berupa senyuman anak, bahkan tidak jarang memperoleh kebahagiaan atas prestasi yang didapat anak. Selain itu, rumah adalah istana dimana pemiliknya merasa nyaman untuk menjalankan aktivitas sehingga hidup akan menjadi lebih damai.

Saya jadi ingat kisah saudara saya yang setelah menikah dan memiliki anak, ia memutuskan untuk bekerja dari rumah dengan menganalisis tulisan tangan dan menjual aneka jilbab secara online. Jadi, sembari menganalisis tulisan tangan, saudara saya tersebut dapat menemani putrinya yang masih balita di rumah. Selain memperoleh penghasilan dari menganalisis tulisan tangan, saudara saya tersebut juga menjual aneka jilbab secara online. Bayangkan, cukup duduk di rumah dan beberapa kali pergi ke kantor pos, penghasilan akan mengalir ke rekening. Sudah begitu, waktu bersama anak tidak akan berkurang. Suami pun makin sayang. Eh!

2. Dapat Mengatur Waktu Sendiri

Meskipun terdapat batas waktu, bekerja di rumah membuat siapapun dapat mengatur jadwal kerjanya sendiri. Saya pernah membaca celotehan seorang penulis di blognya. Ia mengatur waktu sesuai dengan kehendaknya. Misalnya, dalam satu hari, ia menulis sejak pukul 08.00-12.00 WIB, beristirahat sejenak dan kembali menulis pada pukul 13.00-17.00 WIB. Seperti pekerja kantoran, memang. Ia pun wajib menaati aturan yang sudah ia buat. Susahnya memang mendisiplinkan diri untuk menjalankan pekerjaan sesuai dengan waktu yang sudah dibuat. Namun keasyikannya, dapat mengatur waktu sesuai kehendak. Pun bisa dikerjakan sambil duduk, bersandaran, atau bahkan tengkurap. Intinya, menjadi bos setidaknya untuk diri sendiri.

3. Menyelam Sambil Minum Air

Misalnya, bekerja dari rumah dengan membuka katering makanan. Manfaat pertama, tentu memperoleh penghasilan. Manfaat bonusnya apa? Pertama, melatih kemampuan mengolah makanan sehingga anak menjadi makin betah makan di rumah. Kedua, dapat menjadi faktor pemererat tali keharmonisan keluarga jika anggota keluarga ikut membantu mengolah makanan katering tersebut. Ketiga, melatih anak untuk memasak sekaligus berbisnis sejak dini. Hal ini baik untuk perkembangannya kelak. Yakni, menanamkan jiwa kewirausahaan yang di dalamnya secara tidak langsung terdapat nilai-nilai kedisplinan, tanggung jawab dan keberanian mengambil resiko.

4. Meningkatkan Kreativitas

Jika sudah terdapat keinginan untuk bekerja di rumah, pastilah harus memikirkan mengenai pekerjaan apa yang paling sesuai dan menguntungkan untuk dikerjakan dari rumah. Hal ini dapat mengembangkan kreativitas. Mengapa? Karena itulah tuntutannya.

Oleh sebab itu, saya ingin sekali membaca buku “Sukses Bekerja dari Rumah” yang ditulis oleh Kakak Brilyantini dan Kakak Kemilau Wastra.

sumber : tamanbermaindropdeadfred.wordpress.com

sumber : tamanbermaindropdeadfred.wordpress.com

Karena saya sejauh ini hanya dapat mengamati kakak-kakak yang bekerja dari rumah, saya ingin menambah pengetahuan saya sejak dini supaya kelak ketika datang masanya saya berkesempatan untuk bekerja di rumah, sudah memiliki gambaran.

Terakhir, saya ingin menyampaikan beberapa patah kalimat. Beberapa kali saya mendengar perkataan miris seperti ini, “Untuk apa sekolah tinggi-tinggi jika akhirnya hanya berakhir di rumah?”

Seolah, bekerja di luar rumah adalah yang terbaik. Padahal, tidak juga. Semua jenis pekerjaan memiliki kelebihan dan kekurangan. Dan jangan salah, bekeja dari rumah pun membutuhkan ilmu. Ilmu itu sifatnya fardhu ‘ain untuk melakukan kegiatan apapun.

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Menulis “Asyiknya Bekerja dari Rumah”

Iklan

3 thoughts on “Aneka Manfaat Bekerja di Rumah Bagi Seorang Ibu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s