Wawancara Beasiswa Turki (Turkiye Burslari)

Dalam postingan yang entah ke berapa dan yang mana, saya pernah berjanji untuk menulis cerita wawancara beasiswa Turki (Turkiye Burslari). Meskipun bisa dibilang sudah sangat terlambat, mengingat saya adalah grantee 2014 yang wawancaranya ya tahun lalu. FYI, untuk tahun 2015 ini, Turkiye Burslari sudah ditutup ya… Proses wawancaranya pun sudah selesai. Tinggal pengumuman hasil akhir.

Untuk tahu lebih lanjut mengenai cara mendaftar beasiswa ini, silahkan klik di sini.

Mengandalkan ingatan yang bersifat tidak abadi, saya menerima undangan wawancara beasiswa Turki ketika sedang berada di Yogyakarta. Saat itu, saya sedang dalam proses daftar ulang kampus. Selain daftar ulang kampus, juga Tes Potensi Akademik dan Bahasa Inggris sehingga setidaknya saya harus berada di Yogyakarta selama tiga hari berturut-turut.

Saya datang ke Yogyakarta sejak beberapa hari sebelumnya untuk menyikapi kemacetan, kelelahan dan sejenisnya. Di antara satu minggu di Yogyakarta, saya mendapati email undangan wawancara beasiswa Turki. Padahal, gara-gara diterima di kampus tersebut, saya nyaris saja lupa kalau mendaftar beasiswa Turki.

Kalau tidak salah, hari terakhir saya di Yogyakarta, minimal haruslah tanggal 19 Juni. Sedangkan wawancara akan dilaksanakan pada tanggal 21 Juni di Jakarta. Waduh! Saya pun segera pergi membeli tiket kereta ke Jakarta. Naas, tidak ada tiket yang cocok. Tiket bus dengan keberangkatan tanggal 19 Juni lah yang kemudian saya pilih. Sepulang dari mendaftar ulang kampus, saya buru-buru kembali ke kosan saudara dan rapi-rapi.

sumber : imgsoup.com
sumber : imgsoup.com

Jam 7 malam adalah jam keberangkatan bus kami. Sekitar setengah 6, saya ribet sekali mencari taxi lantaran saudara tidak bisa mengantar ke agen bus. Sebenarnya, saya sudah menelpon agen taxi, tapi … ya gitulah. Jawabannya kurang menyenangkan. Entah itu jam pulang kerja atau gimana, susah sekali mencari taxi. Saya sudah lambaikan tangan berulang kali, tak ada taxi yang berhenti. Alhamdulillah, nyaris jam 7, saya baru memperoleh taxi. Eh rupanya, bus kami baru berangkat jam 9 malam.

Tanggal 20 Juni, saya sampai di rumah saudara saya di Banten. Lumayanlah, istirahat semalam di sana. Namun, di sinilah akar permasalahannya. Saya yang kelelahan, merasa belum siap untuk diwawancara. Cukup kesal lantaran jarak penerimaan undangan wawancara dan jadwal wawancara tidaklah lama. Tapi kata saudara saya, “Nggak apa-apa, yang penting udah coba. Lagian, kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Namanya juga berjuang. Nae kan juga udah dapat kampus di sini.” Saya manggut-manggut. Namanya juga kompetisi. Ada yang kalah, ada yang menang. Yang kalah, toh udah menangin diri sendiri dari rasa malas dengan ikutan kompetisi tersebut. At least, we try.

Tanggal 21 Juni 2014 pagi, saya, dengan diantarkan oleh saudara, pergi ke Jakarta. Terima kasih banyak untuk saudara di Banten yang sudah antar bolak-balik Jakarta untuk kesekian kali! Apalagi, sesampainya kami di Kedubes Turki, mereka tidak diizinkan untuk masuk. Alias, cuma saya sendiri.

sumber : asmoroklub.tumblr.com
sumber : asmoroklub.tumblr.com

Berbekal dokumen, saya bergegas ke sebuah ruang tunggu yang sudah ditunjukkan. Di sana, sudah duduk berjajar rapi teman-teman S1 bidang sosial yang siap diwawancara. Dari percakapan singkat, mereka tampak  mantap sekali mempersiapkan semuanya. Bahkan, pengetahuan mereka tentang Turki luar biasa. Saya? Cukup berdoa supaya nggak ditanya banyak-banyak tentang Turki. Karena memang target saya dahulu bukanlah Turki sehingga saya nggak begitu tahu seluk beluk negara tersebut. Tapi sekarang, bersyukur sekali kok diberikan kesempatan untuk menimba ilmu di sini. 😀

Setelah menunggu dan menunggu, tibalah giliran saya untuk diwawancara. Mengingat letak gedung ruang tunggu dan wawancara yang terpisah, ketika membuka pintu utama gedung  wawancara dan masuk, yang terjadi kepada saya adalah kebingungan. Banyak ruangan! Saya harus masuk ke ruangan yang mana? Sudah nggak ada orang, apalagi penunjuk arah. Daripada masuk ke ruangan yang tidak seharusnya, saya memutuskan untuk kembali ke gedung ruang tunggu dan bertanya kepada teman yang sudah di wawancara terlebih dahulu. Saat saya berjalan dari gedung ruang tunggu dan kembali ke gedung ruang wawancara untuk kedua kalinya, saya mendapati salah seorang security mengatakan sesuatu dari kejauhan, tapi saya abaikan. Mungkin karena saya bolak-balik masuk, beliaunya curiga. Haha. Makannya itu, untuk teman-teman yang akan diwawancara, sebaiknya perhatikan dimana ruang wawancaranya.

Setelah membuka pintu utama, saya melihat seorang bapak Turki berpakaian rapi duduk di balik pintu cokelat muda yang sedikit terbuka. Ketika melihatnya tersenyum, saya segera melangkahkan kaki mendekat ke pintu tersebut dan mencoba membukanya lebih lebar. Karena nervous kali ya, saya gagal membuka pintu. Bukannya didorong, pintunya justru saya tarik. Sampai-sampai si bapak tersebut ngasih tahu saya lho gimana cara buka pintunya.

sumber : www.islampos.com
sumber : http://www.islampos.com

Malu ih! Meski begitu, saya usahakan untuk tetap tersenyum alias cengar-cengir. Kata saudara saya,

Dalam wawancara, usahakan untuk selalu tersenyum dengan mata berbinar. Senyum dan mata berbinar itu menunjukkan how exited we are lho.”

Dan akhirnya… wawancara pun dimulai. Dengan setenang mungkin, saya coba untuk mengendalikan wawancara. Kenapa? Karena di ruang tunggu, terdapat beberapa teman yang mengambil jurusan Jurnalistik (sama seperti saya) ditanyai perihal berita dunia terbaru. Saya nggak mau dapat pertanyaan itu. Untuk seminggu terakhir, saya sama sekali tidak baca berita. Kan sibuk daftar ulang. Bleh! Alibi! Alhamdulillah, saya berhasil hanya memperoleh pertanyaan yang saya inginkan. Nah loh?

Leganya, sosok pewawancara yang duduk di tengah, yang katanya judes dan tidak murah senyum, tersenyum kepada saya. Sebagai penutup, pewawancara termuda tersenyum seraya menguncapkan kurang lebih begini, “Terima kasih atas ketertarikannya atas beasiswa Turki ya. Sekitar sebulan lagi, jangan lupa untuk cek email..”

Udah, gitu doang? Iya.

Lalu, saya ditanya apa aja?

Pertama-tama, saya kasih tahu dulu ada berapa yang mewawancarai. Jadi, terdapat tiga pewawancara. Yang termuda tadi adalah yang bertugas mengecek berkas, kemudian yang duduk di tengah adalah yang paling banyak bertanya meskipun ketiganya sama-sama bertanya sih. Dan yang paling ujung, adalah yang mencatat nilai dan melihat aplikasi online kita. Sepertinya.

Nah, pertanyaan pertama adalah seputar diri kita. Jelaskan semenarik mungkin ya… apa sih yang buat kita spesial dan beda dari yang lain sehingga pemberi beasiswa akan rugi jika tidak memilih kita? Selanjutnya, seputar aplikasi kita. Latar belakang dan rencana kedepannya. Kenapa pilih Turki? Kenapa pilih jurusan itu? Terus ditanya juga seputar jurusan. Tapi sebetulnya, apa yang akan mereka tanyakan itu tergantung pada aplikasi kita kok, dan bagaimana kita membawa proses wawancara tersebut. Jadi, kendalikan proses wawancaranya. Penjelasan kalian harus bisa memancing mereka ke pertanyaan yang kalian inginkan. Intinya, buat mereka penasaran.

Sebagai penutup, mungkin ada beberapa tips wawancara dari saya. Yah…. saya juga bukan sang ahli sih, tapi tidak apalah ya berbagi sedikit ilmu. Jika teman-teman ingin menambahkan, boleh banget!

1. Jangan Tegang!

Maksudnya, jangan kaku dan gugup. Tenang saja. Anggap mereka orang tua kita. Sosok yang kita hormati tanpa harus merasa canggung.

2. Tersenyum dengan Mata Berbinar

sumber : melindahospital.com
sumber : melindahospital.com

Supaya mereka tahu betapa tertariknya kalian dengan beasiswa tersebut. Intinya, nggak boleh loyo.

3. Promosi Diri, Tapi Jangan Sombong

Memang harus sih, menunjukkan kelebihan apa yang membuat mereka merasa tidak rugi untuk memilih kita. Tapi, jangan sombong juga. Tunjukkan bahwa kita di situ karena berkeinginan untuk memperdalam ilmu lagi.

4. Jangan Duduk, Sebelum Dipersilahkan

Tata krama juga penting lho. Kata orang, cara kalian membuka pintu pun akan dinilai. Makannya, saya sedikit ragu karena saya salah buka pintu. Huhu. Oh ya, kalau perlu, jabat tangan mereka. Tapi saya dulu, enggak sih.

5. Perhatikan Pakaian yang Kalian Kenakan

sumber : www.job-interview-question.com
sumber : http://www.job-interview-question.com

Nggak usah neko-neko, asal rapi. Cara kita berpakaian memperlihatkan bagaimana kita mementingkan wawancara tersebut loh.

6. Jangan Datang Terlambat

Ini mutlak sifatnya. Kalau wawancara saja sudah terlambat, apalagi berikutnya. Sama halnya dengan berbusana, ketepatwaktuan kita juga memperlihatkan seberapa besar kita mementingkan wawancara tersebut.

7. Pelajari Bahasa Mereka

Misal nih, untuk beasiswa Turki. Bolehlah ucapkan terima kasih dan apa kabar dalam bahasa Turki. Bisa jadi nilai tambah.

8. Kendalikan Proses Wawancara

Penjelasan kita harus bisa memancing mereka ke pertanyaan yang kita harapkan dimana disitulah letak kelebihan kita. Dan mengapa mereka harus memilih kita…

Sebulan kemudian, tanggal 27 Juli 2014, Letter of Acceptance  dikirim melalui email! Mereka nggak php kan? Bulan berikutnya yaitu Agustus 2014, penerima beasiswa sudah memulai untuk mengurus visa. Pertengahan September, kami berangkat ke Turki. Tidak begitu membutuhkan waktu yang lama, bukan? Itulah salah satu kelebihan dari beasiswa Turki. Cepat! Kan ada tuh beasiswa yang tahun berikutnya baru berangkat.

Semoga bermanfaat!

Iklan

78 thoughts on “Wawancara Beasiswa Turki (Turkiye Burslari)

  1. Assalamualaikum.Wr.Wb ya ukhti naelil. Perkenalkan saya Nugraha, Mahasiswa hukum tahun pertengahan. Terimakasih banyak karena udah ngepost ini, sebelumnya saya juga udah baca postingan mbak naelil yg judulnya kuliah di turki. Mengenai hal tersebut, ya saya juga mempunyai keinginan yang sama dengan apa yg sudah mbak naelil wujudkan, yakni berkuliah di negeri usmani tersebut, barakallahu ya mbak naelil.
    Oya, ada beberapa hal yg akan saya tanyakan:
    1. Sesuai dengan yg saya baca, Turki pada dasarnya merupakan negara sekular, terkait adanya pelarangan-pelarangan seperti berhijab , menonjolkan simbol keagamaan, dan berbagai pelarangan lainnya. Namun sejak berkuasanya partai AKP di Turki, semua pelarangan tersebut dihapuskan, apakah benar?
    2. Pada postingan sebelumnya mbak naelil menuliskan pada point biaya kuliah “Ini meliputi buku bacaan juga. Kalian hanya perlu membayar untuk pulpen, buku tulis, dan hal seperti itu saja dengan uang saku bulanan. Hanya kebutuhan pribadi kalian.” Maka pertanyaannya adalah apa kita sebagai mahasiswa asing tidak dikenai tuition fee?
    3. Untuk saat ini mungkin hanya ini yang bisa saya tanyakan, terkait niat saya yang sangat berkeinginan menyambung kuliah S2 disana, oleh karena itu jika mbak naelil berkenaan, apa boleh saya meminta salah satu akun mbak naelil yg bisa dihubungi? Seperti WA, BBM, Line, atau apa saja mbak? Kalau facebook saya sudah tidak punya mbak, hehe.
    Terimakasih sebelumnya mbak naelil, dan saya bermohon dengan segala kemurahan hati mbak naelil untuk menjawab pertanyaan saya. Barakallah

    Suka

    1. Wa’alaikumsalam, Kak Nugraha.
      1. Betul, penggunaan hijab sudah diperbolehkan sejak beberapa tahun yang lalu. Jika mempermasalahkan agama, alhamdulillah sehari 5 kali masih dapat mendengarkan suara adzan. Masjid pun banyak di mana-mana. Kecuali di dalam beberapa kampus memang sedikit sulit mencari masjid. Namun tidak perlu khawatir, meski tidak ada masjid kampus, umat muslim dapat melaksanakan ibadahnya di ruangan khusus yang sudah disediakan.
      2. Tidak. Biaya kuliah sudah ditanggung beasiswa. Oh iya, untuk buku kuliah sepertinya saya salah menulis. Buku kuliah tergantung pada kebijakan universitasnya. Misalnya saya, selama belajar bahasa Turki tidak perlu membayar untuk buku kuliah. Namun beberapa teman di lain universitas, perlu untuk membayar. Insya Allah tidak begitu mahal kok.
      3. Saya kira berkomunikasi lewat blog cukup baik supaya peminat beasiswa Turki lainnya pun bisa menyimak, Kak. Siapa tahu mereka memiliki pertanyaan yang sama. Tapi saya ada twitter @Naelil_ID, mungkin bisa tanya jawab di sana.

      Suka

      1. Alhamdulillah, bener bener beneran ya apa yg saya baca di berita selama ini, keren deh. Sampaikan salam saya buat Mr. Recep Tayyip Erdoğan ya haha, saya termasuk salah satu pengagum beliau.
        jadi tuition fee ditanggung beasiswa? Nah, cara mereka nerapin gimana? Kan ada tuh uang saku bulanan, tuition fee nya dikasih ke kita secara berbarengan atau mereka yg langsung ngasi ke universitas?
        oh gitu ya mba, add wa saya aja mba +62-853-6497-8988 soalnya ya gimana ya, entar deh saya jelasin mba, makasih sebelumnya

        Suka

  2. Kak Naelil, saya mau tanya dong, tahun kemarin kakak tanya siapa nama interviewernya ngga? 😀 Kalau misalkan tahu, namanya siapa aja kak? Terutama yang termuda 🙂 Makasih.

    Suka

  3. Halo, mbak! Mau tanya, kalau saya misal daftarnya di universitas seperti Boğaziçi atau ODTÜ, apakah wajib melampirkan TOEFL/IELTS? Mengingat universitas tersebut menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa pengantar kan. Terima Kasih.

    Suka

    1. Biasanya ada keterangannya kok. Membutuhkan TOEFL/IELTS atau tidak. Tapi bisa juga tidak karena ada teman saya yang ambil jurusan yang menggunakan bahasa Inggris tetapi tidak membutuhkan TOEFL/IELTS. Namun dites di sini.

      Suka

    2. Biasanya ada keterangannya kok. Membutuhkan TOEFL/IELTS atau tidak. Tapi bisa juga tidak karena ada teman saya yang ambil jurusan yang menggunakan bahasa Inggris tetapi tidak membutuhkan TOEFL/IELTS. Namun dites di sini. Kalau ada TOEFL/IELTS nggak perlu tes lagi.

      Suka

    1. Sepemahaman saya, itu bukan tahapan interview tapi beasiswa kursus bahasa Turki di musim panas. Turkiye Burslari itu punya banyak jenis beasiswa. Selain beasiswa full S1-S3, ada juga beasiswa lain termasuk summer course.

      Suka

  4. Assalamu’alaikum ukhty ana mau nanyak saat ukhty di wawancara pakai bahasa apa…trs ada yang di tanya pakai bahasa arab trs kalau misalkan kita di tanya bahasa inggris dan gak bisa jawab gimana apakah bisa kita lolos..?

    Suka

    1. Wa’alaikumussalam. Pakai bahasa Inggris. Yang dites bahasa Arab itu biasanya yang ambil jurusan teologi/agama Islam. Hm… soal lolos atau enggak, itu mereka yang nentuin. Kan mereka pastinya nggak sekedar lihat dari takaran kemampuan bahasa Inggris kita. Ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi 🙂

      Suka

  5. Assalamualaikum kak Nae.. Boleh tau ga kak Nae rata2 nilai UNnya berapa?
    Untuk beasiswa turki seperti yg pernah saya baca dibeberapa artikel itu menggunakan nilai UN min.7, apakah sistem seleksinya lebih mengutamakan nilai un yg lebih tinggi atau gmn?

    Oiyaa kak Nae, salam kenal yaaa! Aku berharap bisa menjadi adik tingkat kaka disana. Kalau kaka berkenan, aku ingin lebih banyak bertanya mengenai beasiswa turkey melalui fb kak Nae. Terimakasih😊

    Suka

    1. Waalaikumussalam. Antara 85-90 tapi nggak inget berapa pasti. Segitu sih kayaknya.
      Enggak kok. Nilai UN itu cuma jadi syarat. Dapat ngepas UN 7 aja ada kesempatan untuk lolos lo. Menurut saya, essay, pengalaman, dan minat kamu yang lebih jadi pertimbangan mereka.

      Salam kenal. Aamiin. Silahkan silahkan :)))

      Suka

  6. Assalamualaikum kak. wahh erita nya menarik sekali. Saya juga sangat ingin mendapat beasiswa ke turki untuk 4 tahun mendatang. Tapi kendalanya, saya kurang mahir berbicara bahasa inggris. Selain itu, saya termasuk orang yang pendiam kak, kalau ngepromosiin diri jadi kurang menarik untuk ditunjukkan kan :’3. solusi menurut kak naelil, apa yang harus saya lakukan saat masih duduk di kelas 3 smp ini untuk persiapan mendaftar beasiswa ini. terimakasih banyak kak untuk balasannya, doakan saya agar bisa berkesempatan mendapat beasiswa ke turki juga

    Suka

    1. Wa’alaikumussalam, Fayza!
      Saya juga pendiam kok orangnya :mrgreen: cuma ceriwis aja kalo nulis. Soal bahasa Inggris, kamu masih muda banget lo! Masih ada banyak waktu untuk mengembangkan bahasa Inggris. Kursus aja kalau perlu. Kalaupun enggak, sering praktik. Jika sulit menemukan lawan bicara, cari teman pena bule aja di internet. Pasti bisa 🙂 Soal pendiam dan promosi diri, hm, mungkin kamu harus rajin ikut organisasi atau semacam training untuk public speaking. OSIS dan PRAMUKA cukup bagus menurut saya 🙂 Coba deh. Saya bantu doa dari sini. Semoga sukses ya Fayza! Semangat! 🙂

      Suka

  7. Assalamualaikum kak. wahh cerita nya menarik sekali. Saya juga sangat ingin mendapat beasiswa ke turki untuk 4 tahun mendatang. Tapi kendalanya, saya kurang mahir berbicara bahasa inggris. Selain itu, saya termasuk orang yang pendiam kak, kalau ngepromosiin diri jadi kurang menarik untuk ditunjukkan kan :’3. solusi menurut kak naelil, apa yang harus saya lakukan saat masih duduk di kelas 3 smp ini untuk persiapan mendaftar beasiswa ini. terimakasih banyak kak untuk balasannya, doakan saya agar bisa berkesempatan mendapat beasiswa ke turki juga ya kak hehe aamiin

    Suka

  8. Assalamualaikum kak. Saya masih kelas 3 MA. Bisa ga sih daftarnya setelah 1 tahun gasekolah? Misalnya setelah lulus MA saya ke Pare dulu setahun baru setelah itu daftar beasiswa ini..

    Suka

  9. Asalamualaikum…mba saya mau nanya apakah pendaftaran s2 turki harus mengikut sertakan ijazah SMA n apakah semua document wajib d translate terlebih dahulu untuk dftr onlinenya

    Suka

  10. Assalamualaikum mba sya ingin bertanya, kan kalo saya ambil beasiswa nya sekarang masih terkendala sama bahasa inggris saya tpi saya minat ke jurusan sastra inggris tapi pasca sarjana saya berkeinginan lanjut ke sastra turki.. apakah itu di perboleh kan? Kak. Saya mesti jadi s1 lagi dong? Apa s2 sastra inggris ada disana.

    Suka

  11. Assalamualaikum ka nae… Saya siswa smk analis kimia yg masa belajarnya 4 tahun. Saya ingin juga nih dapetin beasiswa ini ka. Saya mau nanya nih ada beberapa pertanyaan sih heheh. Apabila saat pendaftaran ijazah dan skhun belum ada itu bagaimana ya? Apa surat keterangan lulus saja bisa digunakan?
    Nilai rapot itu kan dalam bahasa inggris, itu kita minta pihak sekolah untuk ngerubah atau gimana agar ditranslate ke bahasa inggris?
    Pas wawancara kan pasti bawa berkas asli ya, nah kalau sampai saat itu ijazah dan skhun blm bisa diambil bagaimana? Soalnya saya di wisuda dari smk saja perkiraan bulan agustus ka. Saya ingin dapet beasiswa ini untuk tahun depan. Makasih sebelumnya ka hehe

    Suka

  12. Assalamualaikum ka nae… Saya siswa smk analis kimia yg masa belajarnya 4 tahun. Saya ingin juga nih dapetin beasiswa ini ka. Saya mau nanya nih ada beberapa pertanyaan sih heheh. Apabila saat pendaftaran ijazah dan skhun belum ada itu bagaimana ya? Apa surat keterangan lulus saja bisa digunakan?
    Nilai rapot itu kan dalam bahasa inggris, itu kita minta pihak sekolah untuk ngerubah atau gimana agar ditranslate ke bahasa inggris?
    Pas wawancara kan pasti bawa berkas asli ya, nah kalau sampai saat itu ijazah dan skhun blm bisa diambil bagaimana? Soalnya saya di wisuda dari smk saja perkiraan bulan agustus ka. Saya ingin dapet beasiswa ini untuk tahun depan. Makasih sebelumnya ka hehe

    Suka

    1. Waalaikumussalam. Eh, tahun ini juga ada loh lulusan SMK Analis Kimia di Surabaya kalau nggak salah, yang lolos sekota sama saya. Kali aja dia kakak kelas kamu. Heheh. Iya, waktu zaman saya dulu ijazah dan skhun juga belum ada. Pas isi form online, saya kosongin. Baru pas diundang wawancara bawa skhus. Soal nilai rapor, saya dulu terjemahin sendiri. Ada contohnya di blog ini di menu beasiswa dalam postingan berjudul FAQ. Tapi kalau sekolah mau nerjemahin, lebih enak lagi buat kitanya. Good luck yaa 🙂

      Suka

  13. Saya analis kimia di Bogor ka heheheh. Terus ka kalau sampai pas tahap wawancara masih belum ada ijazah dan skhun bagaimana yak? Yg di translate itu rapor doang kah apa ijazah sama skhun juga nanti harus di translate? Ijin contek2 format tranlate rapornya ya ka eheheh

    Suka

  14. Assalamu’alaykum kak
    klo boleh, saya mau nanya…

    1. untuk pendaftaran aplikasi di website apa hanya pada waktu pendaftaran dibuka?

    2. Insya Allah saya ingin ambil fakultas Teologi islam, apakah wawancaranya itu perfakultas yg akan diambil atau campur?

    3. Saya dengar katanya untuk pelamar Türkiye Bursları yg lulus akan ikut kursus bahasa turki sekitar 6 bulanan disana… bagaimana kalau kita sudah les diindonesia? apa tetap wajib mengikutinya?

    mohon maaf kalau pertanyaannya kurang berbobot ^_^

    çok teşekkur ederim Ablam… iyi Şanslar… Allah razi olsun ^_^

    Suka

    1. Wa’alaikumussalam…
      1. Sepertinya tidak, karena banyak yang bilang bisa mendaftar meski belum dibuka. Tapi ketika pendaftaran dibuka, coba cek lagi ya..
      2. Campur. Sepemahaman saya hanya dipisah jenjang pendidikan dan bidang studi IPA atau IPS
      3. Tergantung. Kalau lolos ujian bahasa Turki dan berhasil dapat sertifikat bahasa Turki C1, bisa langsung kuliah.
      Sama-sama. Terima kasih kembali. Good luck!

      Suka

  15. assalamu’alaikum Mbak Naelil. Apa kabar Mbak? Semoga selalu sehat. Mbal, saya berencana ingin mengambil S2 Psikologi di Turki, tapi saya belum tahu universitas mana yang memiliki jurusan tersebut, Mbak. Apakah Mbak bisa memberi referensi universitas yg memiliki program master psikologi? Terima kasih sebelumnya.

    Suka

  16. Assalamualaikum wr.wb…
    Kak naelil saya ingin bertanya…. saya sangat ingin mendaftar beasiswa ke turki untuk melanjutkan s2 saya. Apakah pengalaman berorganisasi sangat diperlukan? pengalaman organisasi apa yang ka naelil lakukan saat mendaftar beasiswa tersebut? bagaimana jika saya tidak memiliki pengalaman berorganisasi, apakah bermasalah? terima kasih kak sebelumnya 😀

    Suka

    1. Waalaikumussalam, Kak. Berorganisasi tentu saja akan menambah nilai. Tapi bukan berarti yang tidak pernah berorganisasi tidak akan diterima. Lagipula, banyak faktor yang mempengaruhi penilaian. Dulu semasa SMA saya cuma aktif di KIR. Sisanya seperti Pramuka cuma ikut setahun doang.

      Suka

  17. Hi Naelil,

    Saya dengan yusti. taun ini mau coba peruntungan dengan ambil beasiswa di turki. ada beberapa pertanyaan nih yang mungkin kamu bisa bantu jawab:

    1. Untuk sekolah, ini kelihatan darimana ya bahasa pengantarnya bahasa inggris? Saya lihat di halaman search sholarship untuk law faculty tidak ada keterangan dalam kurung akan diajarkan dalam bahasa inggris namun ada beberapa yang mewajibkan toefl score tertentu. Takut nya saya ambil jurusan dalam bahasa turki. hehe.

    2. Untuk program master, total program ditambah dengan language course berapa lama ya?

    Sekian dan terima kasih ya.

    Suka

    1. Hallo, Kak Yusti!

      1. Harus dilihat di website universitasnya, Kak. Jadi harus cek satu-satu gitu.
      2. Tiga (3) tahun totalnya, Kak. Program master kan cuma dua tahun. Language course-nya satu tahun.

      Sama-sama. Good luck, Kak! 😀

      Suka

  18. Assalaamu’alaikum…….
    kak mau tanya nih….
    1. waktu kakak dulu habis submit dokumen ada email gx ka dari pihak YTB ke pemberi rekomendasi kita…
    2. klo Scholarship Islamic Theology untuk S2 2017, itu sama untuk gelar Master ya kak…..soalnya biasanya cuman 2 program yg untukS2 yaitu Ali Kuşçu Science and Technology Scholarship dan İbni Haldun Social Sciences Scholarship, tapi pas saya mau APPLY pilihan programnya hanya İbni Haldun Social Sciences Scholarship dan Islamic Theology scholarship ,,,,,

    terima kasih banyak kak……

    Suka

  19. Kak, dulu waktu kak naelil daftar milih univnya dimana aja? Aku juga pengen ambil jurnalistik tahun ini nih, tapi masih bingung mau ngisi di univ mana.

    Suka

    1. Oh gitu. Saya dulu sih nulis Ege University, Istanbul University, Ankara University, Selcuk University dan Anadolu University. Satunya lagi lupa. Akdeniz University apa ya… saya cuma isi 6.

      Suka

  20. Mbak mau tanya nih, itu apa dosen atau guru yang memberikan rekomendasi dikirimi form2 gitu dari pihak turkinya, buat memastikan kalau kandidat benar2 yang di rekomendasikan nggak?
    Saya juga kandidat nih tahun ini. Kalau boleh minta kontak email atau akun lainnya buat tanya2 kak

    Suka

  21. mbak nailil saya isa rizkyaswandi dari banjywangi adik kelas sampen di Sma 1 pesanggaran. mbak aku dash baca postingannya mbak mbak aku lulusan tahun ini dan inyaallah q mau coba beasiswa yang ada di turki mbak nailil q boleh minta CP nmya mbak. maaf kalo saya lancang trimakasih …

    Suka

  22. Assalamualaikum ka saya mau tanya nih, kaka disana ambil s1 atau s2 ya? kalau saya kan disini sudah semester 4 s1 teknik, tapi di univ swasta berhubung saya ambil kelas karyawan dan akreditasi kampusnya pun B. saya punya minat untuk lanjut s2 di turkey menurut kaka apa kualitas kampus dan ipk jadi hal yg pengaruhnya tinggi dalam seleksi calon penerima beasiswa s2? mohon dijawab terimakasih ka

    Suka

    1. Wa’alaikumussalam. Saya ambil S1, semester 4 juga. Hm, pasti kualitas kampus dan ipk mempengaruhi. Tapi menurut saya tidak begitu besar pengaruhnya. Ada juga kok lulusan universitas swasta yang lulus ke sini. Ipk yang penting memenuhi syarat minimal. Sisanya dipengaruhi oleh essay, recommendation letter serta prestasi dan pengalaman kamu.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s