Prasangka Kuliah di Turki

Kuliah dimanapun, tidak akan dapat menghidari yang namanya prasangka. Tidak kuliah pun, dapat prasangka juga.

“Kok nggak kuliah? Mau nikah ya? Kan masih kecil. Kebobolan ya? Atau mau jadi blah blah blah…”

Namanya juga manusia, tidak luput dari kegiatan berdiskusi. Termasuk mendiskusikan topik kehidupan bermasyarakat. Yakni, kehidupan tetangga sebelah. Karena pada hakikatnya, manusia memiliki rasa penasaran. Penasaran dengan kehidupan yang lainnya.

Oke, jadi, terdapat beberapa prasangka masyarakat terhadap anak-anak Indonesia masa kini yang kuliah/hendak kuliah di Turki. Apa sajakah itu?

1. Disangka Menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI)

Tenaga Kerja Indonesia (disingkat TKI) adalah sebutan bagi warga negara Indonesia yang bekerja di luar negeri (seperti Malaysia, Timur Tengah, Taiwan, Australia dan Amerika Serikat) dalam hubungan kerja untuk jangka waktu tertentu dengan menerima upah. Namun, istilah TKI seringkali dikonotasikan dengan pekerja kasar. (wikipedia)

Bagian pertama ini kebanyakan menyerang anak-anak desa ataupun anak-anak dari keluarga menengah ke bawah.

Kok ke luar negeri? Jadi TKI ya? Kerja di pabrik atau PRT?

Padahal, tidak sedikit dari mereka yang memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikan. Jika tidak begitu, ya siapa tahu dibalik kesederhanaan keluarganya, menyimpan berjuta dollar Amerika. Hehe.

Kalau ditanya TKI ke mana dan jawab ke Turki, pasti terperangah. Soalnya Indonesia nggak banyak kirim TKI ke sini untuk PRT ataupun pabrik. Atau nggak ada? Sejauh ini sih, belum pernah ketemu orang Indonesia kecuali pelajar, orang yang menikah dengan orang Turki atau bule lain dan kebetulan tinggal di sini atau orang Indonesia yang sedang berlibur.

2. Disangka Mau Ikut ISIS/ISIL

ISIS adalah kelompok ekstremis yang bertujuan untuk mendirikan negara Islam Salafi yang berorientasi di Irak, Suriah dan bagian lain dari Syam. (wikipedia)

1 2

Secara ya, Turki berbatasan dengan Suriah. Kalau mau kuliah di Turki, disangkanya mau gabung ISIS/ISIL. Apalagi mengingat kasus kemarin yang dilebih-lebihkan oleh media Indonesia mengenai mahasiswa-mahasiswi Turki yang konon katanya radikal dan menjadi pendukung ISIS/ISIL. Padahal, kita di sini serius niat kuliah kok. Ngapain jauh-jauh dari keluarga tercinta jika bukan untuk sesuatu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan sebanyak-banyaknya umat manusia? Ada juga yang berkomentar begini, “Ke Turki? Hati-hati diculik ISIS lho.” -___-

3. Disangka Mau Mati

Lah, ini apalagi? Ada lho yang berpikir bahwa Turki lagi perang. Enggak kok. Turki alhamdulillah aman. Seperti yang telah kita ketahui, beberapa negara tetangganya memang sedang konflik. Tapi Turki aman kok. Mungkin memang benar, ada perang. Yaitu perang pemikiran. Insya Allah di lain kesempatan, kita bahas ini ya. Kayanya seru juga.

4. Disangka Mau Belajar Agama

Jurusan universitas di Turki, bukan hanya agama Islam doang kok. Sama halnya seperti di Indonesia, banyak macamnya. Saya contohnya, belajar jurnalistik. Dan jangan salah, untuk menjadi mahasiswa di perguruan tinggi Turki, tidak harus muslim ataupun mengenakan jilbab. Semuanya boleh kemari, asal lolos kualifikasi seperti nilai dan tetek-bengeknya. Normal lah!

Cuma mungkin, buat yang mau belajar sejarah Islam, emang bagus.

5. Disangka Jago Bahasa Arab dan Hafal Al-Qur’an

Ngarepnya sih gitu, tapi belum terwujud. Kalau mau sekolah ataupun dapat beasiswa di Turki, nggak wajib jago bahasa Arab, apalagi hafal Al-Qur’an kok. Soalnya, bahasa yang digunakan di sini ya bahasa Turki, bukan bahasa Arab. Hurufnya pun bukan huruf hijaiyah, tapi latin dengan beberapa huruf tambahan. Namun, untuk beasiswa kuliah jurusan agama Islam, bakal dapat nilai plus kalau menguasai kedua hal tersebut. Katanya sih begitu.

6. Disangka Hidup Bareng Unta dan Gurun

Serius tuh?

Udah, itu aja dulu. Kalau mau menambahkan, boleh banget. Intinya, sekolah di Turki itu asik, asik-asik enggak. Haha. Enggak kok, asik-asik aja. Pada dasarnya, mencari ilmu itu asik. Dimanapun itu. Kalau abroad, enaknya mungkin bisa membuka pikiran lebih luas lagi dan memperoleh pengalaman yang masya Allah berharganya.

Iklan

7 thoughts on “Prasangka Kuliah di Turki

    1. Mungkin karena katanya kan ISIS itu beraliran sunni dan kata wikipedia, “Istilah salafy ini telah digunakan sejak abad pertengahan, tetapi saat ini kalimat ini mengacu terutama kepada pengikut aliran Islam Sunni modern.” Gitu kata wikipedia. Namanya juga bisa disunting oleh siapapun ya…

      Suka

      1. Maksudku ISIS ya ISIS saja… tidak perlu dikaitkan dengan Sunni ataupun Salafi, malah takutnya kebawa ke generalisasi… Setahuku sih gerakan Salafi yang berkembang sekarang (termasuk di Indonesia) termasuk gerakan Islam yang hanif, dan tidak ada kaitannya dengan aksi teroris gitu

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s