Hidup dengan Komentar Orang Lain

Hi!

Beberapa waktu yang lalu, video mengenai seorang youtuber yang memposting video berjudul “You Are Disgusting” ramai dibicarakan dipelbagai artikel. Udah nonton videonya, belum? Jika belum, silahkan ditonton dahulu…


Jadi sebelumnya, ia memposting fotonya tanpa menggunakan make up ke social media. Dikatakanlah bahwa lebih dari 100 ribu orang berkomentar kurang menyenangkan atas wajahnya. Seperti yang teman-teman saksikan.

Berikutnya, ia memposting fotonya dengan menggunakan make up. Hasilnya? Ia memang menuai banyak pujian. Namun, tidak sedikit pula yang melontarkan hinaan atas penggunakan make up nya.

Berdasarkan pandangan saya sendiri, menggunakan make up bukanlah suatu hal yang buruk. Mereka (penguna make up) bahkan harus diberikan apresiasi. Tidak semua orang bisa ber-make up. Salah satunya saya. Haha. Kemampun mereka menggambar pada wajah adalah sebuah seni yang harus dihargai. Meskipun demikian, bukan berarti yang tidak menggunakan make up itu buruk. Menurut saya, sesuai kebutuhan aja. Jika dirasa perlu dan bisa menambah kepercayaan diri, silahkan kenakan. Jika tidak, ya sudah jangan kenakan make up. Sesuka hati aja. Gitu aja kok repot. Iya kan? Kata orang, “Don’t give a s***!”  Tapi, kenyataannya kan tidak semudah berbicara!  >.<

Soal memalsukan diri, bagi saya tidak demikian. Pengguna make up tidak melakukan operasi plastik yang konon menyangkal takdir Tuhan. Gampangnya begini, apakah menghias sekolah ketika menjelang perayaan hari Kemerdekaan RI itu tidak boleh? Boleh, kan? Sama halnya dengan menghias wajah. Toh, menghias itu tidak permanen sifatnya.

“You can’t please everyone. When you’re too focused on living up to other people’s standards, you aren’t spending enough time raising your own.” Kris Carr.

 

“If you’re trying to please everyone, then you’re not going to make anything that is honestly yours, I don’t think, in the long run.” Viggo Mortensen.

Sebagai makhluk sosial, kita tidak akan pernah bisa menghindari komentar orang lain. Baik itu komentar baik ataupun buruk. Karena apa? Kodratnya memang sudah demikian. Mau menghindari komentar dengan mengurung diri di kamar dan tidak menjumpai satupun orang? Itupun masih memperoleh komentar kok. Bedanya, komentar akan ditujukan kepada sanak terdekat. Bukan secara langsung. Bahkan, tinggal seorang diri di hutan saja masih menuai komentar dari angin yang berhembus. Eaa…. intinya, kita tidak akan bisa menghindari komentar orang lain.

Jika kita terlampau fokus pada komentar orang lain dan berusaha untuk menyenangkan semua orang, kita tidak akan pernah bisa maju menjadi pribadi yang lebih baik sesuai target yang kita tetapkan. Just be yourself  lah ya… Saya pernah membaca sebuah artikel di internet yang berbunyi, “My right path may look nothing like yours. There are no right or wrong choices when it comes to how we.…(dalam hal apapun)”

Selama kita tidak menyakiti orang lain, tidak ada masalah.

Tapi kan setiap orang memiliki pandangan dan rasa berbeda tentang menyakiti dan rasa tersakiti.

Nah, itulah hidup. Repot? Coba baca ini dulu :
Nilai Kehidupan : Perlakukan Orang Lain Sebagaimana Kamu Ingin Diperlakukan.

Hihi. Semoga bermanfaat 🙂

Iklan

6 thoughts on “Hidup dengan Komentar Orang Lain

  1. Lumayan dapat pencerahan nih pagi-pagi dari kak Naelil Sang Pemanjat yg kemarin udah mengunjungi blog saya dan kasih komentar.

    Kelihatannya serem ya komentar-komentarnya. Pedes emang perkataan orang itu, lebih pedes dari cabe-cabean. Hhmmm… tapi ya, emang, orang lain, kalo memuji itu menurut saya malah memanjakan kita, mendingan kita dikritisi. Kebanyakan orang ngasih komentar malah ngehina, dan gak mau kita berkembang.

    Intinya, jgn terpengaruh orang lain. 😀

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s