7 Manfaat Ber-solo Traveling

Solo traveling seringkali diartikan dengan perjalanan seorang diri. Jadi, adalah diri kita sendiri yang bertanggung jawab kepada kita; tanpa campur tangan pihak lain baik teman yang sudah kita kenal, apalagi travel agency. Saya belum pernah sih solo traveling. Kecuali kalau wisata alam sendirian ke pantai, sawah, yang jauhnya dari rumah cuma beberapa kilometer saja boleh disebut sebagai solo traveling. Hihi

Buat saya, solo traveling itu ya sendirian. Baik dalam perjalanan maupun di tempat yang dituju. Maksudnya sendirian, bukan berarti benar-benar sendirian loh ya. Bisa jadi, bersama seseorang yang baru kita kenal di dalam solo traveling itu sendiri. Tapi, bersama-samanya nggak boleh lama-lama. Hanya dalam kurun waktu tertentu aja. Kalau ditemani, namanya nggak jadi solo dong? Alias rombongan.

Kata orang, selama kita hidup di dunia, setidaknya kita harus satu kali melakukan yang namanya solo traveling. Kata orang, solo traveling akan membuat kita lebih menghargai kehidupan di dunia dan penciptanya. Kata orang, dengan bersolo traveling, kita bisa mengenal suatu tempat lebih baik sampai ke ubun-ubun. Kata saya, solo traveling itu tak ubahnya pencarian jati dari. Jangan tanya kenapa.

Sayangnya, saya belum berkesempatan untuk melakukan solo traveling. Hambatannya apa? Kurang informasi. Solusinya? Cari informasi. Baik mengenai tempat tujuan, masyarakat lokal dan budayanya, akomodasi, serta transportasi. Kemarin, saya baru saja selesai membaca buku Eurotrip: 15 Hari Jelajahi 5 Negara 9 Kota. Akibatnya, keinginan saya untuk melakukan solo traveling semakin besar.

Berdasarkan sedikit pendangan, inilah 7 manfaat solo traveling menurut saya. Kenapa 7? Karena kata orang, Tuhan itu suka angka ganjil. Ladalah…

1. Bebas

sumber : favim.com

sumber : favim.com


Gimana nggak bebas? Mau jelajah museum, mau mandi di bawah air terjun, mau bungee jumping dari jembatan berhantu, atau mau icip-icip jajanan pinggir jalan di wilayah tertentu? Suka-suka kamu. Tentuin tanggal dan jam pulang-pergi yang kamu inginkan! Tentuin tempatnya! Tentuin alat transportasinya! Dan jangan lupa, tentuin kegiatannya!

Pasti kerasa kan bedanya sama kalau jalan bareng keluarga, teman, ataupun travel agency? Lagi enak-enak kasih makan merpati, udah diburu-buru suruh masuk kendaraan untuk berlanjut ke tempat wisata berikutnya. Padahal, belum sempat selfie sama merpati. Sedih deh!

Apalagi menyangkut yang sensitif seperti makanan. Diskusi mau makan dimana aja, seabad lamanya. Lagi nggak lapar tapi temannya lapar, harus peduli dong. Itu sih nggak seberapa tapi ya… Yang lebih nggak enak lagi, saling tunggu-menunggu. Kalau sendiri? Nggak perlu merasakan hal paling menyebalkan yang namanya menunggu. Nggak perlu saling salah-salahin juga kalau ketinggalan pesawat. Haha

2. Lebih mandiri


Ini pasti lah ya… Kalau jalan sama orang tua, lagi sakit peruh mah tinggal
bilang. Sama ibu pasti udah dicariin yang hangat-hangat, dikasih obat, terus dipijetin. Bahkan acara jalan-jalan, bisa juga ditunda.

Kalau sendiri? Kamu bertanggung jawab atas dirimu sendiri. Nggak bisa ngeluh ke siapa-siapa. Kalau sakit perut, jalan gih ke depan cari obat. Itulah baiknya kalau solo traveling, jangan lupa untuk membawa obat-obatan. Jangan sampai acara serumu batal hanya gara-gara sakit perut. Begitu juga kalau pulang ke hostel terlambat, tanggung sendiri resikonya.


3. Lebih mengenal diri sendiri


Dari solo traveling, kamu akan semakin mampu mengenali dirimu sendiri. Dari solo traveling, kamu bakalan tahu ketertarikanmu tuh pada bidang apa. Selain itu, juga bisa menjadi tolak ukur kemampuanmu. Kamu pasti nggak nyangka kalau kamu setangguh itu. 😀

4. Lebih banyak teman


Kalau traveling bareng teman, ngobrolnya pasti juga sama teman serombongan. Masa iya jalan sama si A dan B eh ngobrolnya sama orang nggak dikenal yang duduk di pojokan? Enggak kan?

Inilah yang menutup peluang kita untuk menyulam jaringan pertemanan. Jika kita melakukan solo traveling, mau nggak mau, kita pasti ngobrol sama orang baru. Baik untuk sekedar nanya alamat ataupun mengusir kebosanan di dalam kendaraan umum. Lebih luar biasa lagi kalau saling bertukar cerita santai dengan teman baru tersebut. Wah, kamu benar-benar bagaikan menyelam sambil minum air. Dapat teman iya, dapat ilmu baru juga iya.

5. Lebih mengenal dunia

sumber : zelinehaha.blogspot.com

sumber : zelinehaha.blogspot.com


Seperti yang sudah saya tulis di atas. Kata orang, dengan bersolo traveling, kita bisa mengenal suatu tempat lebih baik sampai ke ubun-ubun. Kalau jalan bareng-bareng, pasti di jalan cuma ngobrol serombongan. Jarang untuk berdiam diri menatap kaca jendela sembari menikmati aneka pemandangan unik di luar kendaraan ataupun mengamati kehidupan sekitar. Parahnya lagi, kalau berwisata cuma untuk berfoto.

Kata orang, traveler akan cenderung tidak terlalu menikmati kegiatan traveling-nya jika sibuk berfoto ria. Coba deh diam sejenak, pasang mode pesawat di handphone, lalu masukkan kamera ke dalam tas dan pergi cari udara segar di luar. Amati dengan tenang, khusyuk… Sensasinya pasti akan luar biasa! Apa yang ditangkap oleh mata kita lebih indah dibanding dari lensa kamera. Kata Leon, si fotografer handal dalam novel Wendy’s Wishes aja, hal yang paling berharga milik fotografer itu bukan kameranya, tapi matanya 🙂

Saya pernah tuh jalan-jalan dengan handphone mati. Nggak bisa berfoto, apalagi main internet. Eh, justru jalan-jalan saya terasa lebih luar biasa. Saya melihat dan merasakan apa yang tidak bisa saya dapatkan ketika sibuk berfoto kesana-kemari. Tapi, bukan berarti setiap jalan-jalan nggak boleh ambil foto lho. Foto itu penting, buat kenang-kenangan. Hehe

6. Lebih menghargai Tuhan dan ciptaan-Nya


Dari ke-5 hal di atas, sudah barang tentu kita akan menjadi lebih bersyukur dan menghargai Tuhan dan ciptaan-Nya. Alangkah luar biasa ciptaan-Nya dan betapa kita harus bersyukur masih diberikan kesempatan untuk menikmati semua itu.

7. Lebih bahagia

sumber : itsoneworldtravel.com

sumber : itsoneworldtravel.com


Dari ke-6 hal di atas, turun lagi ke relung jiwa menjadi buih-buih kebahagiaan yang tiada tara. Kata orang, kebahagiaan itu tidak bisa dibayar dengan uang.

Pada intinya, salah satu cara untuk memperoleh kebahagiaan adalah dengan ber-solo traveling. :p

Saya sendiri meskipun belum pernah melakukan solo traveling, pernah benar-benar merasakan keindahan suatu kota, sekali waktu ketika berada di Yogyakarta tahun lalu. Ketika berada di sana, saya dalam posisi menumpang di kosan saudara yang bekerja dari pagi sampai sore ataupun sore sampai malam. Walhasil, saya harus sendirian. Mau makan ya harus cari makan sendiri ke luar. Mau ngeprint ya cari tempat ngeprint sendiri. Untung kosan saudara nggak jauh dari keramaian kota.

Harapannya sih, paling lambat tahun depan udah siap dan berani lahir batin untuk solo traveling ke tempat yang belum pernah didatangi sebelumnya. Harus rajin-rajin berburu informasi nih.

Iklan

12 thoughts on “7 Manfaat Ber-solo Traveling

  1. Huaaa ngilang sendiri mah malah disambut ceramah dadakan pas pulangnya. *pengalaman, padahal cuma pulang kesorean :3

    Maaf, ya, namanya juga curcoltivator, hobinya nyurcol mulu. 😛

    Menuntut ilmu di Turki itu keberanian luar biasa, Mbak, kalo menurut saya. 😀

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s