Liburan Musim Panas di Turki

Memang benar, tidak semua hal yang kita inginkan dapat berjalan sesuai rencana. Jauh-jauh hari, liburan musim panas 2015 ini ingin saya habiskan dengan menyendiri dan kembali belajar menulis cerpen. Jatuhnya, justru nempel ke beberapa tempat. Mungkin memang belum berjodoh. Atau niatnya kurang kuat? Bisa jadi keduanya.

Karena apabila niat telat kuat dan tekad telah bulat, insya Allah apa yang kita inginkan akan berjalan sesuai rencana. Atas izin Allah tentunya.

Hehe

Awal liburan jatuh pada pertengahan bulan suci Ramadhan sehingga saya tidak pergi kemana-mana selain berbuka bersama di rumah warga negara Indonesia yang menetap di kota Izmir, Turki. Sama halnya dengan Ramadhan, lebaran pun demikian. Hari pertama lebaran, kami-WNI di Izmir-berkunjung ke rumah pasangan WNI asal Sumatera di sini. Alhamdulillah, berkesempatan menikmati sate Madura. Nah loh, kok bukan sate Padang? Karena beberapa waktu sebelumnya, kami telah menikmati sate Padang yang juga dihidangkan oleh pasangan tersebut. Enak banget deh satenya. Hari ketiga lebaran, kami berkunjung ke rumah pasangan asal Jember dan Melbourne. Alhamdulillah, berkesempatan menikmati sate, rendang, dan yang paling penting adalah bubur ketan hitam. 😀

Ramadhan yang jatuh pada musim panas membuat kami berpuasa selama hampir 17 jam. Dari menjelang pukul 4 pagi sampai hampir pukul 9 malam dengan panas terik yang membabi buta. Jika dibayangkan, memang tampak mengerikan. Padahal kenyataannya tidak juga. Apalagi seiring dengan adanya undangan berbuka puasa baik di rumah orang Indonesia ataupun Turki. Kata orang, masyarakat Turki menyukai orang asing. Itulah sebabnya terdapat julukan misafir perver untuk mereka. Oleh sebab itu, janganlah kaget jika bertemu dengan orang baru di jalan dan seketika itu diajak makan malam bersama di rumahnya. Meski sejauh ini orang Turki yang kami datangi rumahnya adalah orang baik, kita harus tetap berhati-hati terhadap orang yang baru dikenal.

Jadi, seusai lebaran, saya dan seorang teman WNI pergi menginap ke rumah salah seorang teman Turki selama dua malam. Wah, dua hari penuh kami makan-makanan yang “so Turkish”. Jika kami sebulan tinggal di sana, berat badan bisa tambah 10 kg kali ya… Kami juga diajak untuk menikmati 2 macam kopi khas Turki untuk pertama kalinya. Yaitu, Turk Kahvesi dan Ottoman Kahvesi.

Selang setengah hari, saya dan teman WNI tersebut pergi menginap ke rumah teman WNI lain yang tinggal di Izmir selama tiga malam. Jika sebelumnya full masakan Turki. Kali ini full masakan Indonesia. Bukan balas dendam ya 😀

Beberapa hari sesudahnya, saya, teman WNI dan teman Turki tersebut kembali membuat janji untuk pergi ke kota Manisa menggunakan kereta api. Harga tiketnya cukup murah. Yaitu hanya 5,5 Turkish Lira saja.

Lilo itu saya, Hide itu teman Indo dan Buso adalah teman Turki yang baik hati itu
Lilo itu saya, Hide itu teman Indo dan Buso adalah teman Turki yang baik hati itu

Spesial untuk teman Turki kami tadi, gratis, karena ia merupakan putri dari seorang veteran. Jadi, Turki sangat menyepesialkan pelajar, warga lanjut usia, polisi, tentara, para keluarga veteran dan keluarga polisi/tentara yang mati syahid.

Di Manisa tersebut jugalah untuk pertama kalinya saya berjumpa dengan gadis Turki yang sudah saya kenal sejak berada di Indonesia. Setelah hampir setahun lamanya berkomunikasi lewat internet saja, kami akhirnya dapat berjumpa. Kami berlima pun-saya, teman WNI, putri veteran Turki, teman putri veteran Turki dan gadis kenalan dari internet saya-pergi mengelilingi beberapa kawasan di Manisa. Ini dia fotonya :

Yeni han/Kervansaray
Yeni han/Kervansaray

IMG_6332

Beberapa pernak-pernik yang dijual di kawasan Yeni han
Beberapa pernak-pernik yang dijual di kawasan Yeni han
Ulu Camii ve Kulliyesi
Ulu Camii ve Kulliyesi

IMG_6368

IMG_6380

Dari Manisa, kami berlanjut ke Istanbul untuk 5 hari. Jika sebelumnya saya ke Istanbul untuk liburan musim dingin, kali ini untuk liburan musim panas. Nggak bosen? Lumayan bosen sih eh. Tapi senangnya, kembali berjumpa dengan beberapa kawan Indonesia yang tinggal di Istanbul sekalian merayakan hari kemerdekaan RI ke-70 di KJRI Istanbul. Untuk melihat beberapa foto Istanbul di musim dingin, klik di sini, di sini dan di sini.

Kali ini kami pergi kembali mengunjungi kawasan Sultanahmet dimana terdapat Blue Mosque, Hagia Sophia, Topkapi Palace dan Basilica. Lalu para menara yang beranggotakan Galata Tower dan Kiz Kulesi. Tidak lupa juga masjid Eyüp Sultan dimana terdapat makam Abu Ayyub al-Ansari sekalian menikmati pemandangan dari ketinggian melalui Cable Car yang tidak jauh dari situ. Selanjutnya ke Masjid Suleymaniye karya arsitek ulung Mimar Sinan, Istana Dolmabahce, Panorama 1453, Miniaturk, Ortakoy, kawasan Uskudar, kawasan Eminonu, coba naik Tunel dan menikmati makanan Indonesia di KJRI dan Warung Nusantara. Hayo siapa yang mau berlibur ke Turki? Mungkin postingan ini atau ini dapat menjadi referensi 🙂

Iklan

2 thoughts on “Liburan Musim Panas di Turki

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s