Review Novel Pena Beracun

Tak Ada Asap Tanpa Api

sumber : simukapucat.wordpress.com
sumber : simukapucat.wordpress.com

Judul : Pena Beracun
Penulis : Agatha Christie
Alihbahasa : Ny Suwarni AS.
Penerbit : Penerbit PT Gramedia
Kota : Jakarta
Tahun : 1986

Sinopsis

Kematian menyerang secara diam-diam…

Aku ingat, surat itu tiba waktu kami sedang sarapan. Pengirimnya pasti dari desa ini saja, dan alamatnya diketik.

Aku membuka surat itu sebelum dua surat lain yang berstempel pos London. Di dalamnya terdapat sehelai kertas yang ditempeli kata-kata dan huruf-huruf cetak yang telah digunting dari sebuah buku. Sesaat aku menatap kata-kata itu tanpa memahaminya. Kemudian napasku tersekat…

Mula-mula surat-surat kaleng yang keji itu hanya menyebabkan rasa takut. Tapi kemudian surat-surat itu menyebabkan kematian. Pertanyaannya adalah siapa yang akan menjadi korban berikutnya?

AWAS SPOILER!!!

Novel yang pertama kali terbit di US pada tahun 1942 ini merupakan novel pertama yang saya baca dari kesekian puluh novel luar biasa milik Agatha Christie. Sebenarnya, sudah sejak sekian lama saya berkeinginan untuk membaca karya beliau. Sayang, baru kemarin memiliki kesempatan itu.

Dan wah, saya nggak nyesel baca novel beliau 😀

Novel ini diawali dengan Jerry Burton yang terluka akibat kecelakaan pesawat terbang. Atas saran dokternya, Jerry Burton dan saudara perempuannya, Joanna Burton pergi meninggalkan London ke sebuah perdesaan bernama Lymstock untuk mencari ketenangan sampai keadaan Jerry pulih kembali.

Mulanya, Burton bersaudara menganggap semuanya baik-baik saja sampai suatu ketika datang sebuah surat kaleng yang ditulis dengan menggunakan huruf cetak yang digunting dari halaman buku. Naasnya, isi surat kaleng tersebut sangatlah kasar dan berisikan fitnah. Hampir semua warga di Lymstock memperoleh surat kaleng tersebut.

Quote paling ngehit dalam novel ini adalah “tak ada asap tanpa api” yang menyebabkan warga bergunjing ketika istri pengacara Symmington meracuni dirinya dengan sianida setelah menerima surat kaleng. Isi surat tersebut dianggap benar karena istri Symmington tersebut membunuh dirinya sendiri.

Setelah kematian istri pengacara Symmington, atas suatu kejadian, salah satu pelayan di rumah Symmington mati dibunuh. Ia dipukul dan ditusuk dengan tidak manusiawi sebelum akhirnya dimasukkan ke dalam almari. Polisi menduga bahwa pelayan tersebut dibunuh karena telah mengetahui sesuatu atau setidaknya merasakan hal yang tidak beres tentang kematian majikannya.

Praduga mulai bermunculan. Setiap warga mencurigai tetangganya sendiri. Beberapa orang menganggap Ibu Cleat sang penyihir lah yang telah melakukannya. Apalagi didukung oleh pihak kepolisian yang menyatakan bahwa penulis surat kaleng tersebut pastilah seorang perempuan. Selidik punya selidik, tersangka pun terungkap. Nggak terduga!

Awalnya, saya mengira bahwa penulis surat kaleng sekaligus pembunuh pelayan Symmington itu adalah Megan Hunter, anak istri pengacara Symmington dari pernikahan sebelumnya. Megan dianggap bertingkah seperti anak kecil dan sedikit ketinggalan. Gadis-gadis yang cerdas sering kali justru nampak tolol, bukan? Bisa jadi itu untuk menutupi semuanya. Namun mengamati bagaimana ia bersikap dan mengambil keputusan, saya segera menyingkirkan pikiran itu dan dengan percaya diri, yakin 98% bahwa penulis surat kaleng sekaligus pembunuh pelayan Symmington adalah Aimee Griffith, adik dokter Owen Griffith.

1. Dia selalu ceria
Orang yang selalu ceria, tampak bahagia dan tampak tegar biasanya… biasanya loh ya, sebenarnya menyimpan luka yang amat pedih. Untuk menutupinya, ia berpura-pura seolah tak memiliki masalah dan sangat menikmati hidupnya.

2. Dia gadis cerdik
Aimee Griffith ikut pramuka dan aktif diberbagai kegiatan. Ia pasti terlatih dan terampil dalam mengorganisasikan aksi kriminalnya dengan rapi dan tanpa diketahui orang lain.

3. Dia tomboy dan kuat
Aimee Griffith digambarkan sebagai sosok yang tomboy dan kuat. Dari ketegasan bicara dan sikapnya, ia tampak sebagai orang yang berani. Ketika polisi mengatakan bahwa seseorang yang mampu memindahkan jasad pelayan Symmington dengan cepat pastilah orang yang kuat, Aimee Griffith tidak lepas dari praduga saya.

4. Dia menyukai pengacara Symmington dan pengasuh anak-anaknya, Elsie Holland
Dari caranya bicara, Aimee Griffith tampak menyukai kedua sosok itu. Ia menganggap keduanya adalah orang yang sangat baik. Apalagi Aimee jarang memuji orang lain. Saya semakin yakin ketika Elsie Holland tidak menerima surat kaleng tersebut. Mana tega Aimee Griffith melukai perempuan yang dianggapnya berhati malaikat?

Jadi, motif Aimee Griffith adalah karena ia cemburu terhadap setiap orang. Pertama, terhadap istri Symmington. Saya yakin Aimee menyukai pengacara Symmington lebih dari sekedar teman di masa lalu. Kedua, terhadap kakaknya yang menjadi dokter. Aimee ingin menjadi dokter, juga. Namun, kedua orang tuanya tidak mau menyekolahkan Aimee menjadi dokter karena ia perempuan. Ya, begitulah… kecemburuannya ia lampiaskan dengan menghancurkan kehidupan orang lain. Kirain, gitu.

Yah… itu adalah beberapa sikap Aimee Griffith yang saya tangkap. Selain itu, tindak-tanduk hariannya juga sangat mengarah sebagai tersangka. Baca aja kalau nggak percaya. Hihi.

Yah, namanya juga novel Agatha Christie pertama yang saya baca. Luput dari tersangka yang sesungguhnya itu tak apa. Haha. Kriminalitas memang mengenai tipu muslihat. Kerenlah novel ini! 🙂 Semoga novel berikutnya, bisa menebak siapa tersangkanya. Tapi… nggak asik juga sih ya kalau ketebak.

By the way, tokoh yang berhasil membuka kasus ini adalah Miss Murple yang gemar merajut. Walau tampaknya hanya merajut, saya yakin, ia sebenarnya mendengarkan dan memperhatikan segala sesuatunya dengan sangat teliti sebagaimana ia memperhatikan rajutannya. Keren sih, tapi detektif favorit saya tetaplah Sherlock Holmes ciptaan Sir Arthur Conan Doyle. Hehe

Ini saya tuliskan beberapa kalimat keren dalam novel tersebut.

Memang ada beberapa pertanyaan yang sebaiknya tidak kita ajukan kalau kita takut mendengar jawabannya. (BAB I)

Tak ada asap tanpa api. (BAB II)

Babi yang dipelihara baik-baik tidak akan berbau. (BAB II)

Seorang gadis bisa membuat seseorang begitu kacau selama dia menutup mulutnya, dan begitu dia mulai bicara daya pesonanya lenyap, seolah-olah tak pernah ada. Tapi aku pernah melihat kejadian yang sebaliknya. Aku tahu seorang wanita mungil yang wajahnya seperti monyet dan tidak akan ada seorang pun mau menoleh kepadanya untuk kedua kalinya, tapi begitu dia membuka mulutnya, tiba-tiba muncul dan berkembanglah daya tariknya, seolah-olah Cleopatra yang hidup kembali dan melontarkan pesonanya. (BAB II)

Keindahan adalah satu-satunya yang pantas dipelihara dalam hidup ini. (BAB III)

Bila seseorang dibentak-bentak terus, tak dipedulikan, frustrasi, atau hidupnya kosong dan membosankan, maka dia akan merasakan suatu dorongan yang kuat untuk menikam orang-orang yang nampak bahagia dan menikmati hidupnya dengan cara yang licik. (BAB III)

Aku tak pernah bisa menerima keyakinan yang begitu mudah, bahwa pendidikan merupakan obat mujarab untuk segala macam penyakit. (BAB III)

Dalam hidup seseorang tentu ada hal-hal tersembunyi yang diharapkannya takkan pernah diketahui orang lain. (BAB V)

Kebencian bisa membuat orang jadi buta. (BAB V)

Makin sedikit dibicarakan, makin cepat hal itu dilupakan. (BAB VI)

Dosa yang tak terampunkan adalah pengangguran. (BAB VI)

Umumnya penemuan-penemuan besar dan hasil karya jenius itu adalah berkat pengangguran—baik terpaksa maupun dengan sukarela. Memang lebih enak jika otak kita disuapi dengan pikiran-pikiran orang lain, tapi bila otak tidak diberi makanan tersebut, maka dengan enggan si otak akan bekerja sendiri—dan ingat, cara berpikir yang begitu adalah cara berpikir yang orisinal dan mungkin menghasilkan penemuan-penemuan yang berharga. (BAB VI)

Terlalu sering orang mengembalikan pada Tuhan segala kejahatan yang dilakukan dengan kemauannya sendiri. Tuhan sebenarnya tak perlu menghukum kita. Kitalah yang sibuk menghukum diri kita sendiri. (BAB VI)

Perjalanan jauh tidak hanya meluaskan pikiran, tapi kadang-kadang juga mengakibatkan kita berkenalan dengan orang-orang yang aneh aneh. (BAB VII)

Kita tidak dapat menembus apa yang terdapat di alam bawah sadar kita. Apa yang kita ketahui, ada di situ, tapi kita tak bisa mencapainya. (BAB VIII)

Gadis-gadis yang cerdas sering kali justru nampak tolol, bukan? (BAB XIII)

Iklan

6 thoughts on “Review Novel Pena Beracun

  1. Keren nih, kayaknya saya mesti coba baca novel terjemahan.
    Sedikit curcol 😛 gahgahgah, saya pernah baca novel terjemahan, eh baru halaman belasan udah ditinggal tidur. 😛

    Selera saya lokalan kali ya? 😀 gahgahgah

    Suka

    1. Jujur aja, kalau yang rasanya lebih nyastra dan jleb emang novel lokal. Soalnya kan dari segi bahasa, itu bahasa ibu kita ya yang udah mendarah daging sehingga kita tahu gaya dan budayanya. Kalau terjemahan, jatuhnya kurang nyastra karena gayanya ya tetap gaya penulis aslinya. 😀

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s