Beberapa Budaya Turki yang Bikin Baper

Seiring dengan semaraknya drama Turki yang tayang di televisi Indonesia, bertambah juga masyarakat yang mulai menyukai artis Turki. Lah! Hal ini dapat dilihat dari pesan teman-teman di Indonesia melalui facebook dan jejaring sosial lainnya kepada kami, salah satunya, sebagai mahasiswa Indonesia di Turki. Beberapa teman saya terang-terangan mengatakan kesukaannya terhadap Ayaz, salah satu tokoh fiktif dalam drama Turki “Cinta Musim Cherry”. Katanya, konon tokoh Ayaz sangat tampan. Bahkan, salah satu teman saya di sini pernah cerita bahwa ia pernah dikirimi pesan oleh perempuan Indonesia yang minta dicarikan lelaki Turki.

Pertama kali saya menjejakkan kaki di Turki, saya memang sempat terkejut karena apa yang dikatakan oleh media memang benar bahwa perempuan dan lelaki Turki sangat cantik dan tampan. Bahkan ada yang mengatakan bahwa orang Turki adalah ras tercantik dan tertampan karena merupakan campuran Barat dan Arab. Tapi seiring berjalannya waktu, justru bosan sendiri tiap hari lihat orang cantik dan tampan mondar-mandir di jalanan. Bahkan tukang sapu di jalanan aja cakep loh. *ditimpuk

Selain cantik dan tampan, ada beberapa budaya Turki yang bisa membuat pendatang baru jadi baper. Di samping sikap mereka yang cenderung keras. Kata teman perempuan Turki saya yang sempat menjalin hubungan dengan lelaki Malaysia, dia suka lelaki Malaysia karena mereka lebih kalem, tidak sekeras lelaki Turki. Kesempatan tuh untuk kalian lelaki Indonesia. Hehe. Tapi, perempuan Turki lebih cenderung menyukai lelaki yang brewokan. Semakin brewok, semakin suka mereka. Itulah sebabnya, banyak teman sekelas saya yang brewokan. Padahal usianya masih seumuran saya, menjelang 20 tahun. Maklum, semasa SMA, mereka dilarang memelihara janggut, kumis dan brewok.

Saya ingat waktu itu teman perempuan Turki saya menunjukkan foto artis laki-laki kepada saya dan salah satu teman perempuan Indonesia saya.

Dia : Lihat deh! Gimana menurutmu? Di Turki, dia ini ganteng banget.

Kami  : (saling berpandangan lalu menggeleng tidak setuju)

Dia : I can’t believe it. Menurut kalian dia nggak ganteng? Terus ganteng itu kaya gimana?

Kamipun menunjukkan foto artis Indonesia. Dia menggeleng-geleng. Standar cantik dan tampan memang beda. Meski begitu, berdasarkan pesan yang dikirimkan oleh teman-teman di Indonesia, tampaknya mereka mulai menyukai orang Turki. Efek drama di televisi tuh.

Itu tadi pandangan perempuan Turki. Lalu bagaimana pandangan lelaki Turki terhadap perempuan Indonesia?

Kecil-kecil.

Salah satu dosen memanggil saya Nona Kecil. Adalagi ketika ujian speaking di kelas persiapan bahasa Turki, salah satu dosen saya yang mirip Mr. Bean, hehe, bertanya…

Dosen : Kalian nggak makan ekmek (roti)?

Saya    : Kami sehari 3 kali makan nasi, Pak. Ada sih roti. Tapi bukan makanan pokok.

Dosen : Pantes ya kalian kecil-keci. Nggak kaya kita gemuk-gemuk.

Saya :

Shahrukh-Khan-on-the-sets-of-Anupam-Khers-show-Kucch-Bhi-Ho-Sakta-Hai-11

sumber : bollywood.celebden.com

Mbak yang jaga kantin di asrama juga gitu. Saya kan kadang sarapannya nggak pakai roti. Dan itu menurut mereka aneh.

Mbak Kantin : Ekmeknya ya?

Saya : Nggak mau, Abla (Mbak).

Mbak Kantin : Kamu kok nggak makan ekmek sih Naelil? Ibu kamu nanti sedih lo kalau tahu kamu nggak makan ekmek.

Saya :

adorable-baby-baby-boy-expression-Favim.com-1805492

sumber : s2.favim.com

Bukan hanya itu. Teman-teman di kampus juga cenderung menganggap kita ini kecil-kecil. Padahal sebenarnya kami juga nggak kecil banget kok. Dan ini juga bisa memacu baper, topik yang akan kita bahas kali ini berdasarkan pengalaman dan apa yang saya lihat.

1. Orang Turki Sering Mengedipkan Mata

cvr52gm8-1400733017

sumber : theconversation.com

Ini sebenarnya merupakan hal yang biasa. Tapi buat orang yang nggak tahu bahwa itu adalah budaya yang sudah umum, pasti bikin baper. Apalagi di Indonesia kan kedipan mata itu masih masuk ke ruang “genit” dan “suka flirting”. Misal nih habis kenalan sama orang Turki. Terus pas ketemu di jalan, ia kedipin sebelah matanya ke kita.

“Jangan-jangan dia suka sama aku?”

Jangan pernah berpikir semudah itu. Mengedipkan mata adalah tanda mereka say “Hi” ke kita. Itu cuma sapaan. Normal untuk melakukannya kepada siapapun yang kita kenal. Jangan baper! Kecuali kalau ada orang asing yang bersimpangan di jalan tiba-tiba ngedipin matanya ke kita, tinggal pergi ajalah.

2. Orang Turki Sering Memanggil “Sayang”

Tidak hanya antara perempuan dan perempuan. Di Indonesia normal ya panggil sesama teman perempuan dengan sebuatan “sayang”. Di Turki, antara lelaki dan perempuan juga umum untuk memanggil “sayang”. Bahkan antara lelaki dan lelaki pun umum saling memanggil “sayang”  Percaya nggak kalau sesama lelaki Turki jika bertemu akan cipika-cipiki? Iya. Kekar-kekar begitu, cipika-cipiki. Itu normal, bukan penyuka sejenis.  Meski demikian, teman asing saya yang laki-laki aja masih bilang geli kalau harus melakukannya dengan laki-laki Turki 😀

Daftar panggilan sayang :

  • Canım (nyawaku)
  • Hayatım (hidupku)
  • Bebeğim (my baby)
  • Şekerim (gulaku)
  • Tatlım (my sweety)
  • Balım (my honey)
  • Misal namanya Aida, dipanggil Aidacım, Aidam benim (Aidaku, milikku)
  • Kanka/kanki (saudara sedarahku-walau nyatanya bukan)
  • Kardeşim (saudaraku)
  • dll

Namun di antara semuanya, yang paling sering digunakan adalah “canım”. Baik antara teman, dosen-mahasiswa, pedagang-pembeli, dokter-pasien dan masih banyak lagi. Contohnya nih kemarin ketika saya hendak menanyakan sesuatu ke dosen saya.

Saya : Hocam!

Dosen : Canım!

Saya : Saya mau tanya sesuatu, Bu.

Dosen : Silahkan, sayang.

Itu normal. Jangan baper! Kalau di Indonesia, sepengalaman saya sih yang begitu berlakunya di TK dan SD doang. Iya nggak sih?

3. Orang Turki Suka Gemes

Kalau lelaki Turki nggak begitu, perempuan Turki justru sering banget gemas. Hal yang menurut saya biasa aja, menurut dia menggemaskan. Anggap saja kita mendengar bule berbicara bahasa Indonesia, pronounciation-nya terdengar aneh kan di telinga kita? Perempuan Turki daripada bilang aneh akan bilang, “Kamu ngomongnya cute banget. Coba ulang lagi dong. Aduh, yerim seni (aku makan kamu).”

Hal ini terjadi juga ketika saya sebagai orang asing kesulitan untuk menjelaskan sesuatu dengan bahasa Turki.

Saya : Ah ya udahlah! Lupakan. Susah banget jelasinnya. Maaf ya!

Lelaki Turki : Kita justru akan bersimpati. Kami senang kok ada orang asing yang bisa bahasa kita.

Perempuan Turki : Iya, kita senang dan nggak akan marah kok. Justru kalian tuh cute banget kalau ngomong. Kita suka dan nggak mempermasalahkannya.

Jadi kalau perempuan Turki bilang kalian ngomongnya cute, jangan baper!

4. Orang Turki Suka Nanyain Kabar dan Kepo

Mereka ini sangat peduli. Dan bahkan mungkin terlalu peduli. Dalam sehari, mereka bisa saja menanyakan kabar kita sebanyak 5 kali.

“Kamu apa kabar?”

“Kamu lagi ngapain?”

“Cerita dong kamu seharian ini ngapain aja?”

Kadang bahkan mereka bikin saya kesal gara-gara nanya terus.

Teman Turki : Kamu apa kabar?

Saya : Baik. Makasih. Kamu?

Teman Turki : Baik juga. Kamu lagi ngapain?

Saya : Nih duduk. (tertawa)

Teman Turki : (bingung-mungkin bingung akan alasan saya tertawa)

Padahal kan udah jelas saya lagi duduk diam. Masih juga ditanya. Hehe. Waktu awal menerima perlakuan mereka seperti ini, saya sempat tanya kepada teman Turki kenapa mereka suka tanya kabar dan kepo.

Teman Turki : (tertawa) Itu karena kita peduli. Misalnya aja nih aku lagi tidur. Tapi masih sedikit sadar. Terus ada teman sekamarku yang nanya aku lagi apa. Ya aku jawab kalau aku lagi tidur. Itu normal di sini.

Jadi kalau ditanyain kabar terus-terusan seolah dispesialkan, jangan baper!

5. Orang Turki Suka Membantu

“Kamu kalau ada apa-apa, butuh apa-apa, bilang ya… Telefon aku aja. Ok?”

Ini sering sekali terjadi. Di samping kenyataan mereka yang gemar membantu, mungkin juga faktor kita sebagai orang asing di Turki kali ya.

Perempuan Turki : Kamu darimana?

Saya : Gedung Sastra (ngos-ngosan)

Perempuan Turki : Eh loh kenapa?

Saya : Gedungnya udah dikunci. Aku kekunci di dalam tadi. Untungnya bapak satpam belum pulang.

Perempuan Turki : Aih… kasian banget. Kok bisa sih?

Lelaki Turki : Kamu punya nomer dia (perempuan Turki) nggak? Nanti kalau ada apa-apa atau kejadian begini ada lagi, kamu bisa telefon dia.

Saya : (tertawa)

Lelaki Turki : Aku serius loh. Soalnya ini bahaya banget kalau sampai kekunci di dalam gedung.

Perempuan Turki : Iya bener.

Lalu saya dan perempuan Turki yang merupakan teman sekelas saya itupun bertukar nomer telefon.

Ada juga teman Turki yang tiap hari nanyain gimana perkembangan bahasa Turki saya. Ketika saya kesulitan menangkap dosen yang sedang mendikte di kelas, teman Turki saya bahkan menyalin catatannya untuk saya. Haduh! Terlalu baik. Saya kan bisa menyalin catatannya sendiri. Jadi kalau seringkali ditolong, jangan buru-buru baper!

6. Orang Turki Suka Traktir Teman

Saya sering merasa nggak enak kalau pergi ke kafe bareng teman Turki. Acara mentraktir ini memang tidak selalu terjadi. Namun sering. Terlebih kalau sekedar untuk membeli teh, kopi, minuman dan makanan ringan lainnya yang harganya nggak seberapa. Jadi, saya terkadang menyiasatinya dengan menyiapkan uang terlebih dahulu.

Teman Turki : Udah ih kamu apaan sih, biar aku aja. (lagi buka dompet)

Saya : (buru-buru kasih uangnya ke kasir) Kalian tuh terlalu sering traktir orang.

Teman Turki : Ya nggak apa-apa. Selama kita punya uang, kita harus berbagi. Kecuali kalau kalau kita sama sekali nggak punya uang barulah bayar sendiri-sendiri.

Bener juga sih. Tapi kan jadi nggak enak kalau sering ditraktir begitu. Nanti malah jadinya baper.

Udah deh ya, 6 dulu aja. Udah pada baper belum?

Dari beberapa hal di atas, kita juga nggak bisa langsung menyimpulkan bahwa semua orang Turki begitu. Tidak juga. Tapi sejauh ini yang saya jumpai begitu sih.

 

Iklan

62 thoughts on “Beberapa Budaya Turki yang Bikin Baper

  1. Ping-balik: Tentang Cewek Turki | Sustainable Hopes

  2. baper bgt ih , saya blm pernah ketemu langsung sama orng turki tp sering chat nih mbak gemes sendiri tiap chat tanya “apakabar” “lagiapa” sehari bisa lebih dr 3 kali 😀

    Suka

  3. Ping-balik: Berburu Bule di Dunia Maya | Naelil The Climber

  4. merhaba mbak naelil 🙂 , postinganny lucu hehe. Gimana mbak pengalamannya di turki waktu musim dingin? denger” agak ribet gitu , harus di dalem rumah yg ada heaterny biar tdk kedinginan

    Suka

    • Hahaha. Sama aja sih kayak orang Indo. Kalau mereka suka, mereka bakal memperlakukan kita beda dari yang lain. Lebih perhatian dan bikin baper, lagi. Nempel terus, gitu. :mrgreen: *sok tau*

      Suka

      • Iya, gmn bedainnya? krn sy punya tmn fb org turki, lalu Kita chat via whatsap. pertama dia muji2 Foto sy, katanya Dudakların ve gözlerin çok güzel, trus Kita ngobrol, eh akhirnya Dia bilang Seni seviyorum güzel bayan #klepekklepek, hahahha sudah kurang lebih 3 bln chat, Dia kurang komunikatif hanya bilang Seni seviyorum, trus sy bilang kamu ngomong ITU trs APA gak bosan, Kita berteman aja, Dia tetep gak peduli jawabannya slalu Seni seviyorum, sepanjang apapun komentar Dan alasan sy hasil google translate wkwkwkwk, menurut mbak nae, tmn turki Saya ITU serius gak ya?

        Suka

        • Kurang komunikatif? Bahasa Inggris-nya dia kurang bagus ya? Apa ya… nggak bisa nilai sih karena nggak ikutan chat haha. Tapi kayaknya main-main deh soalnya teman-teman Turki yang saya temui nggak mudah mengumbar kata ‘seni seviyorum’ dalam konteks ingin jadi kekasih. Dulu ada sih temen Indo juga yang chat online sama orang Turki. Digombalin mulu sampe baper, tapi si cowoknya cuma main-main doang. Jadi menurut saya sih, kamu yang paling tahu dia serius atau enggak. Kalau dia serius nikahin, misal *berat nih* biasanya cowok Turki rela buat nyusulin ke Indonesia dulu.

          Suka

          • Iya, Dia gak Bisa bahasa inggris, sy pernah bilang sm Dia, turkce ITU susah banget, kadang udah sy cuekin, eh Dia malah kirim Foto2 keluarganya , Foto Dia sm tmn2nya, APA yg lg di makan n minum, tempat kerjanya. Sampe foto panci kotor bekas keluarganya masak aja dikirim ke sy via WhatsApp, pernah Dia kirim Foto ekmek buatan ibunya, trus sy bilang Iya sy jg makan ekmek tp bukan makanan pokok, roti hanya untuk cemilan, klo bln ramadhan makan roti canai, sy kirim Foto roti canai, eh d jawab Çok iyi ya güzel insan Cansın can Dost, (akhirnya bkn seni seviliarum) lg hahahah senengnya pdhl sy gak tau artinya sampe skrg , dicari di Google translate gak DPT arti yg pas. Pas hr jumat Dia kirim meme tulisannya
            Bırak hayallerini,
            Sal Dua’larını Arşa ..
            ‘Ol’ deyince, Oldurana,
            ‘Dur’ deyince, Durdurana
            Hayirli cumalar
            yg INI jg sy gak ngerti maksudnya APA, cm tau Hayirli cumalar.
            Sampe TD mlm Dia msh aja bilang
            ” I love u”
            sy bilang ke Dia “kamu ITU tdk serius sm Saya, pasti banyak wanita2 Lain yg kamu gombalin, Kita temenan aja ya” eh Dia langsung video call berkali2 gak sy peduli in, hbs nya tiap video call, Kita gak ngobrol cm lambai2 tangan doang wkwkwkwk, klo Dia lambai2 tangan maksudnya halo, klo saya lambai tangan krn udah gak kuat (versi uji nyali, klo gak kuat lambaikan tangan xixixixi) , Oke trims ya nae sudah baca koment n crita sy
            Semoga sukses n lancar ya kuliah nya

            Suka

            • Hehehe bingung mau komentar apa. Apa orang Turki emang begitu ya… soalnya dulu pas belajar bahasa Turki, saya sempat gabung ke situs belajar bahasa gitu, Mba. Terus ada orang Turki yang hobi banget kirim foto dia dan keluarga. Padahal saya nggak menunjukkan excitement lho. Itu kalau online. Kalau temen Turki offline saya, ada sih yang begitu tapi nggak separah teman yang online.

              Keputusan ada di Mba sih. Tapi menurut saya jangan begitu dimasukkan hati. Kecuali kalau dia ke Indo bawa keluarganya buat melamar, berarti kan serius beneran hehe

              Suka

  5. wkwkwkwkw Ngakak gue, nah gue aja kuliah di indo aja sering “biksu” aka bikin susah, temen2 gue dari ngebeng ngeprint, numpang kosanlah,ampe minjem duit lol jadi kalau gue lanjut di turki mungkin udah kek surga kali yee secara disana orangnya pada baik2

    btw cowok cipika cipiki sesama cwok itu sumpah awkward bangeet lol.

    oh iyaa salam kenal ya mba nae, udah lulus atau gimana yaa?? coz baru mampir disini

    Suka

    • Hahaha asal jangan keseringan sih. Kasian teman Turkinya. Dulu pas pertama lihat sesama lelaki cipika-cipiki emang geli banget. Tapi mereka cipika-cipikinya macho kok. Hahah. Ini masih kuliah kok di Turkinya.. belum kelar.

      Suka

  6. Kemarin waktu ke turki naik turkish airlane, kenapa pramugari/a nya gak suka disentuh ya? Disentuh disini maksudnya kalo ada yang manggil sambil nyolek tangannya atau apalah yg jelas bukan pan*ta* haha (nyolek kemejanya sih lebih tepatnya, gak sentuhan langsung) mereka bakal bilang “don’t touch me.. Don’t touch me..”
    Emang mereka gak suka ya?

    Suka

    • Eh seriusan? Kayaknya itu emang karakter pramugara/i-nya. Soalnya teman-teman Turki saya justru lebih suka nyentuh-nyentuh lho. Ngobrol aja deket banget. Kalau bercandaan bisa sambil peluk-peluk. Hahaha

      Suka

  7. Mba aq kenal org turki tp dia minta aq jadi girlfriendnya trus panggil my love apa itu cma panggilan biasa? Atau emng suka.
    Aq yg kebaperan mungkin

    Suka

    • Eng… gimana ya. Di bahasa Turki, yang umum digunakan kepada siapapun dengan bebas adalah canim, yang artinya jiwaku. Kalau cintaku itu askim, biasanya hanya ditujukan kepada kekasih.

      Suka

  8. aku lagi deket ni sama pria turkey ,dia cute banget trus dia baik juga .
    emang sih waktu aku cba buat ngmong pake bahasa inggris dia kurang ngerti haha sampe pas vidio call cuman liat2tan doang
    haha sampek2 dia ngomong bahasa dia dan aku ngomong bahasa aku sendiri
    gak kebayang kan gimana jadinya
    sampek skarang aku masih baper banget ,pengen dia datang ke indonesia buat ketemu aku tapi katanya sih itu sangat sulit karena dia seorang polisi

    oh my goodness aku jadi sedikit takut pas dia bilang bahwa dia seorang polisi ,tapi dia blg bahwa tidak perlu takut dengannya
    sedikit ceritaku

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s