Berburu Bule di Dunia Maya

DEG!

“Jangan-jangan tulisanku juga menjadi salah satu penyebab hal itu terjadi?”

Seperti kata orang, menulis dan mempublikasikannya adalah seni mempengaruhi orang lain melalui tulisan. Di samping sisi positifnya, tulisan juga dapat menjerumuskan orang lain. Ini bukan sekedar tulisan di buku, di internet, namun dapat kita ambil contoh juga tulisan di sms. Misal nih pas musim menjelang pemilu di sini kemarin, saya dan teman-teman hendak pergi ke suatu tempat. Tapi salah satu teman kami mengirim sms yang bunyinya begini :

Girl, don’t go to Karenina (nama tempat disamarkan). There was a suspected bomb there. I was so scared and run for life.”

Gara-gara itu, kita nggak jadi pergi walaupun kita nggak tahu itu bener atau enggak. Lagian masih suspected. *ditabok Tapi kita percaya sama teman kita. Jadi ya udah, acaranya batal. Simpel kan? Makanya hati-hati dalam menulis. Ini juga berlaku sama ucapan yang berasal dari lidah kita yang tak bertulang. Percaya apa enggak, misal kita ada teman yang lagi depresi dan kita bercandain dia buat bunuh diri, bisa jadi dia bunuh diri beneran. Hati-hati lo!

Jadi apa sih maksud lo nulis ini, Nae?

Tenang-tenang!

Jadi, kemarin waktu lagi scroll timeline di facebook, saya menemukan sebuah postingan yang bikin mulut saya terganga lebar. Singkat cerita, postingan tersebut berisikan kisah seorang gadis SMA yang pergi ke Turki nemuin pacarnya yang baru setahunan dia kenal dan BELUM PERNAH DITEMUINYA. It doesn’t make sense to me. Nggak ada yang bisa jamin; apapun bisa terjadi.

Sejauh ini sih, dalam kasus perempuan Indonesia yang menikah dengan pria Turki, pria Turkinya yang terbang ke Indonesia untuk melamar. Mungkin bisa dipahami mengapa pacar gadis itu belum melamar. Ya karena usianya masih belia. Saya aja shock waktu lihat foto keduanya. Yang gadis tampak masih sangat belia. Begitu juga dengan yang lelaki. Rata-rata sekolah Turki dari anaokul (setaraf TK) sampai lise (setaraf SMA), melarang siswa laki-laki untuk memelihara brewok. Karena brewok di sini itu disukai, rata-rata mereka menumbuhkannya ketika kuliah. Dari analisis tersebut, dapat diambil spekulasi bahwa pacar gadis SMA tersebut paling pol juga masih SMA.  Kelihatan juga kok dari mukanya yang kalau dibandingin sama teman laki-laki di kelas saya tampak lebih muda. Syukurnya, tidak terjadi apa-apa pada gadis SMA tersebut.

Saya dapat cerita bahwa beberapa tahun lalu ada juga perempuan Indonesia yang terbang ke Turki buat nemuin pacarnya yang pria Turki. Tapi ternyata pria Turkinya tidak jelas. Ada juga yang bahkan timbul “kecelakaan”.

Mungkin, pria Turki memang manis sikapnya kalau dilihat dari sosok Ayaz pada sinetron Cinta di Musim Cherry (?) Namun perlu diingat bahwa tidak semua pria Turki begitu. Sama halnya dengan seluruh pria dan wanita di dunia. Kita nggak bisa bilang pria dari negara A itu penjahat sedangkan kita hanya mengenal dan menilainya dari satu orang pria dari negara A.

Untukmu kawan yang suka dengan pria Turki gegara nonton Elif, Cinta di Musim Cherry dan sejenisnya, janganlah terlena. Ini sama ketika musimnya drama Korea booming di Indonesia. Eh sekarang juga masih booming ya? Pernah dengar kasus yang terjadi di Malaysia mengenai apa yang dilakukan segereombolan penyanyi (boyband Korea) terhadap penggemarnya di atas panggung? Saya udah lupa sih boyband apa. Tapi pernah baca berita seperti itu.

Oh ya, alasan saya menulis itu juga bukannya tidak dilandasi oleh hal lain.

Beberapa minggu lalu, teman (laki-laki Turki) sekelas saya tiba-tiba menghampiri dan bertanya tentang gadis Indonesia kepada saya. Rupanya, dia sedang dekat dengan gadis Indonesia yang selalu memanggilnya Abi (Ağabey). Mereka sering chat dan begini-begitu di instagram. Saya cuma mengernyitkan dahi. Lupa nanya sih gimana mereka bisa kenal.

Beberapa minggu yang lalu juga, teman Turki saya bertanya mengenai seorang teman Indonesia karena mutual friend di facebook-nya adalah saya. Padahal mah saya nggak kenal teman Indonesia itu lantaran pada zaman dahulu kala, saya tuh asal menerima dan menambahkan orang sebagai teman. Sekarang juga masih sih, kadang-kadang. Hehe.

Ketika saya tanya langsung ke teman Indonesia tersebut, dia bilang bahwa dia mulanya search nama-nama Turki seperti Elif dan kawan-kawannya. Eh paling atas muncul dong nama-nama orang Turki yang berhubungan dengan dia/ada mutual friends-nya. Ya udah, langsung di add dan di chat. Parahnya, itu nggak terjadi sekali, namun berulang kali. Fenomena “bule hunter” nih.

Saya juga pernah ada di posisi mereka. Jadi suatu hari, tiba-tiba ada pria Turki yang menambahkan saya di facebook gara-gara dia adalah temannya teman Indonesia saya. Lalu dia pun memberondong saya dengan chat yang “nggak penting” seperti pertanyaan yang menurut saya “mengganggu”. Saya kan serem jadinya. Nggak kenal, masa tiap hari nge-chat? Kalau nggak dibalas, nggak peka dan masih kirim pesan. Pas udah saya kasih tahu alasannya, masih juga ngeyel. Akhirnya mohon maaf lahir batin, saya blokir. Tuh kan? Ya emang sih, beberapa di antaranya nggak nyeremin dan nomal saja karena cuma ingin berteman. Tapi kalau nge-chat tiap hari tiap waktu? Nggak ngganggu tuh?

Berburu bule di dunia maya buat mengembangkan bahasa dan belajar budaya sih nggak apa-apa. Tapi kalau buat “lainnya”, mending dipikir-pikir lagi deh. Bukannya saya mau ngomporin bahwa bule di dunia maya itu nggak baik. Yang di dunia nyata aja juga kadang ada yang nggak baik. Dan itu bukan berlaku hanya buat bule. Cuma ya gitu, hati-hati ajalah!

NB : Postingan ini bertujuan untuk mengklarifikasi postingan ini dan ini yang mungkin membuatmu baper dan berpikir bahwa orang Turki itu sikapnya manis lalu buru-buru berburu orang Turki, perhatikan lagi.

Iklan

8 thoughts on “Berburu Bule di Dunia Maya

  1. Mudah mudahan anak cucuku termasuk orang yg smart dan selamat pergaulannya,.. ,
    Mbak, saya baca di web sebelumnya, ada ppiturki yg bisa jadi tour leader ya/ bisa info ke kah? rencana saya mengunjungi istanbul pertengahan maret.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s