Cerita Semester 1 Kuliah di Turki

Tahun pertama di Turki, saya habiskan dengan mempelajari bahasa Turki dari perkenalan sampai percakapan panjang. Tentu saja untuk mempersiapkan diri masuk ke kampus sini dimana jurusan saya  menggunakan bahasa Turki sepenuhnya. Cuma mata kuliah bahasa Inggris yang diajarkan menggunakan bahasa Inggris.

Desas-desus yang beredar menyebutkan bahwa awal semester, terutama bagi yang menempuh S1 dengan menggunakan full Turkish, akan terasa berat. Remedial itu hal biasa. Dapat IP di atas 2,00 itu udah Alhamdulillah banget. Bayangin deh gimana jibeknya kuliah menggunakan bahasa asing yang baru kamu kenal setahun belakangan? Ngeriiii.

Sama! Saya juga sempat bergidik. Ntar kalau nggak sanggup gimana ya? Masa iya pulang lagi ke Indonesia? Daftar kuliah lagi? Tes lagi? Capek ah.

Akhirnya, datanglah hari yang ditunggu itu. Tepat pada hari Senin, 28 September 2015, saya pertama kali menghadiri kelas yang mayoritasnya berisikan orang Turki. Kalau di TOMER (sekolah bahasa Turki) dulu kan banyak teman asingnya. Lah ini? Semuanya orang Turki. Kanan-kiri terdengar suara-suara yang membentuk kalimat panjang bahasa Turki.

Ketika masuk ke kelas pertama kami hari itu, perut saya diisi banyak kupu-kupu terbang. Setelah 3 bulan summer break, pemahaman bahasa Turki saya rasanya menurun. Soalnya selalu jalan bareng orang Indonesia sih 😀 Kalau ketemu temen Turki cuma saling senyum dan tanya kabar doang. Hal ini berimbas juga pada pemahaman saya ketika membaca buku kuliah. Selain disebabkan oleh jarangnya saya berbicara menggunakan bahasa Turki, ini juga dikarenakan oleh perbedaan penggunaan bahasa Turki di TOMER dan di kampus. Lebih tepatnya, bahasa akademik.

Rasanya stres, gila, mules, pengin nangis, pengin pulang, pengin tidur, pengin ngemil, pengin guling-guling dan masih banyak lagi. Saya bahkan sempat berpikir untuk mengakhiri penderitaan jika hasil UTS pertama saya jeleknya kebangetan. Meskipun ilmu itu penting, nilai juga penting untuk daftar S2 kelak, mungkin. Nggak enak banget rasanya jika tiap kali baca buku harus sediain kamus. Bentar-bentar buka kamus, bentar-bentar nulis artinya di buku. Segitu lelahnya ya mencari ilmu. Tapi lebih baik lelah mencari ilmu sih daripada leha-leha dalam kebodohan. Sisi positifnya adalah ketika kita paham apa yang dimaksud, rasanya senang banget ibarat nemu jalan keluar ketika tersesat.

UTS pertama, saya stres, takut dan khawatir. Bisa nggak ya menjelaskannya kembali dalam bahasa Turki? Kalau ujian kan yang pertama kita harus paham pertanyaannya, terus mikir jawabannya. Yang terakhir adalah susun kalimatnya dalam bahasa Turki. Kalau pertanyaannya aja nggak paham, gimana mau jawab?

Alhamdulillah, ketika UAS pertama, saya tidak begitu stres seperti UTS pertama. Paling tidak, sudah bisa mengira-ngira dosen A itu bikin soal ujiannya bagaimana, dosen B juga bagaimana.

Kesungguh-sungguhan belajar saya akhirnya terbayar dengan nilai ujian yang alhamdulillah lulus di semua mata kuliah. Man jadda wajada. Ya, lulus aja udah bikin seneng banget. Akhirnya bisa melawan ketakutan kuliah dengan bahasa Turki. Walau ada juga sih nilai yang mepet banget di batas kelulusan. Tapi jangan khawatir, bisa juga kok memperoleh nilai AA (88-100). Yang penting niat dan semangatnya.

Kemarin, saya coba buka-buka buku kuliah. Rasanya sangat bersyukur ketika melihat bagaimana dulu membaca bagian awal buku dan bagaimana akhirnya membaca bagian akhir buku. Jika di bagian awal buku terdapat banyak sekali coretan yang bisa dibilang penuh, di bagian akhir buku hanya terdapat sedikit coretan. Artinya, penggunaan kamus sudah berkurang. 😀

Nah, buat kamu yang berniat kuliah dengan bahasa Turki atau bahasa asing lainnya, jangan takut! Man jadda wajada. I was studying like crazy, emang. Tapi nikmatnya hidup akan terasa lebih indah setelah lelah berjuang. Camkan itu! Hihi.

Saya kan kini sedang menempuh S1 Jurnalistik di Ege University. Di semester 1 lalu, saya mengambil 10 mata kuliah. Kita bahas yuk satu-satu. Siapa tahu ada yang mau jadi adik angkatan saya? Hehe.

Ege-cover-photo
sumber : studyinizmir.com
  1. Turkish Language I (mata kuliah wajib)

Kita belajar mulai dari sejarah bahasa pada umumnya dan bahasa Turki sendiri, jenis-jenisnya berdasarkan A, B dan C, hubungannya dengan budaya, bangsa dll, pembentukan bahasa Turki berdasarkan fonologi, morfologi dll, grammer. Intinya, kita mengupas bahasa. Lebih spesifiknya adalah mengupas bahasa Turki.

  1. Principles of Ataturk and Recent Turkish History I (mata kuliah wajib)

Ini nih mata kuliah yang bikin merinding disko. Saya kan dari TK sampai SMA dicekokin sama sejarah Indonesia. Pengetahuan saya soal sejarah Turki cuma seumur jagung. Ditambah lagi ketidaktertarikan saya akan sejarah Turki selama sekolah di Indonesia. Kalau kata teman yang dari madrasah sih mereka udah belajar sedikit-sedikit soal sejarah Turki dari pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. Lah saya yang dari sekolah umum? Yang saya ingat cuma mengenai tokoh pembaharuan Turki, Mustafa Kemal Pasha yang dibahas di seperempat bagian dari satu halaman buku sejarah SMA. Minim sekali kan? Apalagi perbedaan bagaimana Indonesia ataupun Turki memandang perang dunia. Misal daripada membahas Pearl Harbor diledakkan oleh Jepang atau Amerika Serikat yang meledakkan Hiroshima dan Nagasaki dengan bom atom, di Turki lebih membahas hubungannya dengan kemunduran Kesultanan Utsmaniyah. Cara pandang sejarahnya udah beda.

  1. Foreign Language I (mata kuliah wajib)

Kamu bisa bebas dari mata kuliah ini jika nilai ujian pembebasanmu lulus. Jadi ada namanya ujian pembebasan mata kuliah bahasa Inggris dan komputer ketika awal masuk kuliah. Boleh ikut, boleh enggak. Kalau ikut dan lulus, kamu nggak perlu menghadiri mata kuliah tersebut. Kalau nggak lulus, jadi mata kuliah wajib. Tapi kalau mau belajar lagi, mendingan nggak usah ikut ujian pembebasan ini.

  1. Introduction to Computer (mata kuliah wajib)

Awalnya sih lebih ke teori mendasar soal komputer yang diajarkan di SMP. Tapi setelah UTS, lebih membahas ke penggunaan komputer dan internet dalam bidang jurnalistik. Teori mendasar soal komputer sih sebenarnya cukup mudah karena rata-rata dari kita orang Indonesia pasti udah pernah belajar di SMP atau SMA. Tapi, yang bikin bergidik itu adalah komputernya yang full Turkish. Kalau kamu buka MS.Office, jangan kaget jika menemukan bahwa semua menunya berbahasa Turki. Siap-siap aja terjemahin satu-satu supaya nggak bingung saat ujian tulis.

  1. Introduction to Communication (mata kuliah wajib)

Seperti nama mata kuliahnya, kita membahas mengenai komunikasi verbal dan non-verbal. Mulai dari jestur, mimik dls. Seru banget! Berasa kaya belajar psikologi. Apalagi dosennya super cute. Serius. Biarpun gelarnya udah profesor, dosen perempuan mata kuliah ini sangat interaktif dan seru ketika mengajar. Beliau tidak segan-segan juga untuk membagi pengalamannya sebagai contoh ketika menjelaskan materi.

  1. Basics of Journalism (mata kuliah wajib)

Kalau di sini sih lebih membahas dari mulai bagaimana memilah berita, mengumpulkan data dari berbagai sumber baik dari lembaga resmi atau saksi mata hingga menyajikannya ke publik. Kita juga belajar soal jenis-jenis berita, jenis-jenis jurnalis, mempelajari monopoli dan globalisasi dalam bidang jurnalistik, menganalisis berita berdasarkan news value, mengenal beberapa media internasional seperti Reuters, AFP dan media ataupun agen berita di Turki seperti Anadolu Agency, manipulasi dan misinformasi untuk kepentingan tertentu dan masih banyak lagi. Bagi yang beneran ingin mempelajari ilmu jurnalistik, mata kuliah ini pasti akan menjadi sangat seru dan menyenangkan. Lalu perlahan sadar bahwa jurnalis itu beneran mengemban beban berat dan tekanan. Lah?

  1. History of Communication (mata kuliah pilihan)

Kita ada 8 mata kuliah pilihan di semester 1 kemarin. Dari 8, kita diwajibkan mengambil minimal 2. Ini adalah salah satunya. Di sini kita mempelajari mulai dari teori-teori munculnya kegiatan berkomunikasi baik dengan gerakan badan, mimik muka, lalu beranjak ke gambar pada dinding gua, api, asap hingga sampai ke surat kabar. Dari mulai Kekaisaran Persia, Romawi, Bizantium, Ustmaniyah hingga ke masa kini.

  1. Introduction to Political Science (mata kuliah wajib)

Seperti judulnya, kita belajar dari memahami apa itu politik, bagaimana mulanya/pandangan politik dari sisi barat dan timur, sistem politik, teori terbentuknya negara dengan berbagai faktornya, sistem pemerintahan, berbagai macam ideologi dengan pengaplikasiannya di berbagai negara, dls. Semuanya dikupas habis.

Jadi inget pas dulu sharing sama teman TOMER yang ambil S2 jurusan Hubungan Internasional. Dia bilang, saya pasti akan suka ilmu politik seperti dia. Tapi saya hanya mencibir. Dia lalu memberikan saya sebuah ebook mengenai politik yang dia dapat ketika kuliah S1 dulu di negaranya. Eh sekarang saya beneran suka. Makasih ya! Cihuy!

  1. Transition into University Life (mata kuliah wajib)

Mata kuliah dengan kredit yang hanya 1 ini mewajibkan kita untuk mengikuti kegiatan di kampus minimal 5 sebelum UTS dan setelah UTS. Mulai dari menghadiri konferens hingga teater. Ada 10 kegiatan yang harus kita buat laporannya. Tapi ini tergantung dosennya juga. Dosen saya sih cuma minta 7 kegiatan dari 10 😀 Nggak banyak tapi bikin males berhubung cuma ada 4 bulan dalam 1 semester yang artinya mengikuti dan menulis laporan 7 kegiatan itu cukup menguras tenaga.

  1. Reading Skills (mata kuliah pilihan)

Lebih membahas ke jenis-jenis bacaan dan bagaimana menganalisisnya. Kalau suka nulis, boleh juga menunjukkan tulisan ke dosen. Kadang-kadang tuh kita praktik baca puisi di kelas sebelum menginterpretasikannya. Kadang juga tiba-tiba dosen menyuruh kita menulis (terserah apa jenisnya; fiksi atau nonfiksi) dengan kata-kata yang sudah dipilih. Terus nanti dibahas bersama. Kita juga bahas buku keren-keren. Dari mata kuliah ini bisa dapat banyak referensi. Seru tapi bikin deg-degan bagi yang bahasa Turkinya masih merangkak. Hehe.

Mata kuliah pilihan di samping History of Communication dan Reading Skills adalah :

  • Populer Culture
  • Local Policy and Local Communication
  • Communication and Alienation
  • Art and Aesthetic

Bagi penyuka seni, terlebih dunia perfilman, bisa ambil mata kuliah ini. Sependengaran saya, di kelas ini sering bahas soal film gitu. Analisis kali ya lebih tepatnya.

  • Introduction to Journalism

Jika mata kuliah wajib Basics of Journalism lebih mengupas dunia Jurnalistik, mata kuliah Introduction to Journalism lebih mengupas ke teknik menulis sebagai seorang jurnalis.

  • Sign Language

 

Iklan

20 thoughts on “Cerita Semester 1 Kuliah di Turki

  1. Waaa salam kenal Teh 🙂
    Tulisannya menarik bangeeettt, jadi ngebayangin kehidupan mahasiswa di Turki..
    Sekarang semester berapa Teh? Jadi mahasiswa Indonesia satu-satunya kah di kelas? Jadi yang paling istimewa dong ya? Heheh
    Ngomong-ngomong, mata kuliah yang university lifestyle kayanya keren juga, belajar menjadi maha+siswa, adaptasi sama-sama yaaa
    Hihihi, salam kenal sekali lagi, punten nyerocos terus 🙂 *very excited!

    Suka

    1. Hi Kak Nenden! Salam kenal kembali yaa 🙂
      Masih mau semester 2 nih besok akhir Februari.
      Iya, satu-satunya mahasiswa Indonesia di kelas. Di Jurusan bahkan di Fakultas juga 😀 Tapi nggak begitu spesial juga haha soalnya di kelas ada 9 mahasiswa asing.
      Ah itu mata kuliah yang nggak asik kok. Bikin capek. Jam pertemuannya dikit karena kegiatannya bersifat pribadi sendiri-sendiri ngerjainnya :mrgreen:
      Makasih ya udah berkunjung 🙂

      Suka

      1. Waaa udah mau semester 2 lagi, pasti seru ya belajar di Turki sana 🙂

        Ia sama-sama, salam kenal juga Naelil 😀

        Sering-sering post tentang kehidupanmu di sana ya, seneng bisa ikut baca, ikut merasakan pengalamannya, doakan semoga bisa ke sana juga 🙂

        Suka

  2. Hebaat agan. Harus tetap semangat. Klo saya pasti udah nyerah duluan jika harus belajar bahasa turki. Lha wong bahasa inggris aja cuman bisa ngomong doank. Klo udah nulis rasanya blank ha ha ha…..

    Suka

  3. Wahh ternyata mata kuliahnya seru-seru ya! Like touching the real life hehe. Jadi keingat juga, kalau journalism itu cukup berkaitan sama politik. Pers itu bisa jadi salah satu alat politik yang paling ampuh loh hihi.
    Btw mau dong di ajarin teknik menulis jurnalisme hehe.

    Suka

  4. Keren kak Naeli, tulisannya menginspirasi. Salam kenal ya kak naeli. Jgn bosan nulis trus ya share pngalmannya ke kami khususnya saya pribadi 🙂

    Pingin study ke Turky, mlihat negara dan budaya srta gudang ilmu disana..
    Boleh lah kak naeli bagi tips untuk study ke turky 🙂
    Semoga berkenan share. Syukran kak naeli.

    Suka

    1. Terima kasih sudah baca. Insya Allah akan terus sharing berhubung tangan saya pada dasarnya emang suka ngoceh :mrgreen: Insya Allah bisa studi di Turki. Oh ya untuk tips maksudnya tips supaya bisa sekolah di sini ya? Saya udah tulis salah satu cara ke sini yaitu melalui beasiswa. Kalau mau baca, boleh tengok menu beasiswa 🙂

      Suka

  5. ~ Turkiye Burslari Scholarship 2016-2017 Bachelor Application’s Guide ~
    ~ Buku Panduan Pendaftaran S1 Beasiswa Turkiye Burslari 2016-2017 ~

    Silahkan di download di Link Berikut :
    http://www.mediafire.com/download/cqvddja6fxfem6a/Panduan_Pendaftaran_Beasiswa_Turkiye_Burslari_Tahun_Ajaran_2016-2017.pdf

    atau di sini https://drive.google.com/file/d/0BxhVod7JwKC4Ynl2c1pESjgyemM/view?usp=sharing

    Bantu share juga ke teman teman lainnya

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s