Flash Fiction “Febrian”

Halloo!

Berasa udah lama banget nggak nulis fiksi. Hiks. Ada yang kangen tulisan fiksi saya? *ditimpuk :mrgreen:

Tahun ini, saya gabung dengan grup kepenulisan FLP Turki. Sebagai anak baru, kami harus melalui masa karantina. Langsung aja ya…

Dalam masa karantina anggota-anggota FLP Turki yang baru saja bergabung dalam barisan, kita membuat editor contest kecil-kecilan untuk mengasah ketelitian dalam menulis. Karena seorang penulis yang baik, juga harus bisa memilah mana tulisan yang benar secara EYD dan mana yang salah. Yuk kita lihat aja hasil kreatifitas sobat FLP Turki… 🙂

Febrian

11 Februari 2016

“Selamat ulang tahun, Febrian. Maafkan aku…”

Tulisku pada selembar kertas yang entah hendak kuapakan. Jika kamu menanyakan apakah ucapan ulang tahun ini untukmu, aku akan menganggukkan kepala tanpa ragu. Namun jika kamu menanyakan bagaimana aku akan memberikan ucapan ini untukmu, aku tidak tahu. Kamu menghilang begitu saja tanpa ucapan selamat tinggal padaku. Aku bahkan tidak tahu apakah raga dan jiwamu masih bersatu? Walau… tentu saja aku mengharapkan demikian.

Tanggal 11 Februari 2013 yang lalu, aku berencana untuk merayakan hari ulang tahunmu di sini. Sudah lama sekali ya, Feb? Apa kamu ingat? Sebelum hari ulang tahunmu tiba, kamu marah karena aku berpura-pura menjalin hubungan kembali dengan mantan kekasihku. Aku bahkan saling berkirim pesan mesra dengan si Pileh, teman sebangkuku. Kamu ingat ketika aku menolak bekal sarapan buatanmu dan lebih memilih bekal sarapan dari Pileh? Padahal kamu tahu, Feb? Aku membelinya sendiri. Pileh tidak tahu apa-apa. Dia bagian dari rencanaku.

Kamu tentu saja paham betapa gembiranya aku tatkala berhasil membuatmu hanyut dalam cemburu. Dari situ aku tahu, kamu benar-benar menyayangiku.

Aku tidak pernah menyadari bahwa drama kekanak-kanakan itu dapat menjadi bumerang bagi diriku sendiri. Tanggal 11 Februari 2013 itu, kamu memutuskan hubungan kita sepihak… di hadapan teman-teman kita. Kue ulang tahun yang kubuat hingga begadang semalaman, tidak kamu hiraukan sama sekali. Aku berlinang air mata di hadapan teman-teman kita, di kafe ini.

Sungguh, aku menyesalinya, Feb. Tak pernah kutemui lagi lelaki hebat sepertimu. Orang bijak bilang, “Orang terbaik tidak akan datang dua kali.” Kurasa, aku telah melewatkan orang terbaikku. Yaitu kamu.

sumber : http://www.flpturki.com/2016/02/metamorfosa-editor-contest-part-1.html

Iklan

5 thoughts on “Flash Fiction “Febrian”

  1. baca ini udah dari kapan hari tapi baru bisa komen 😦 . weeh akhirnya bisa baca tulisan kak naelil lagi. Kisah nyesek lagi. selamat ya kak jadi yang terpilih tulisannya di flpturki 😀

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s