Lika-Liku Dua Hari Seru Mahasiswa/i Indonesia di Turki

Hello! Akhirnya bisa balik ke dunia blog setelah sekitar dua minggu seolah terapung di permukaan laut. Halaah! Tapi bener loh, saya tuh akhir dua minggu ini kurang fokus kalau lagi di kampus soalnya kecapekan banget. Gampang tidur di kelas, gitu. Jangan dicontoh!

Jadi gini, Jumat (20/5) kemarin KBRI Ankara bekerja sama dengan PPI Izmir mengadakan pagelaran budaya Indonesia di Izmir, Turki yang dinamai dengan “3. Harika Endonezya”. Dalam pagelaran tersebut, terdapat berbagai penampilan keren berupa aneka tarian dan lagu, serta ada juga display pameran dimana pengunjung dapat berfoto, mencoba baju daerah-daerah di Indonesia, mencicipi makanannya dan lebih mengenal Indonesia deh. Pokoknya seru banget! Dosen saya aja dateng loh buat nonton. 

Kebetulan saya juga ikut memeriahkan pagelaran tersebut, yaitu dengan menjadi bagian dari seksi acara dan juga anggota paduan suara yang ditugaskan untuk menyayikan lagu kebangsaan Indonesia dan Turki; Indonesia Raya dan İstiklal Marşı.

Karena pembentukan panitia itu dua minggu sebelum acara berlangsung, kami pun menjadi sibuk luar biasa. Halaah! Sebetulnya pagelaran budaya Indonesia ini akan diadakan pada tanggal 28 Mei. Namun karena banyak yang akan melangsungkan ujian pada tanggal 30 Mei, kamipun sepakat memajukannya ke tanggal 20 Mei. Walhasil, kami sering begadang. Baik untuk rapat panitia ataupun latihan paduan suara. Apalagi, kami kan bukan kelompok paduan suara profesional. Bisa membuat suara menyatu dan bulat aja senengnya udah minta ampun. Dan, itu butuh latihan yang bukan hanya sekali.

Alhamdulillah, meski belum nonton video penampilan kita, saya optimis bahwa kemarin itu suara kita udah lumayan sebulet bola. Kayaknya. :mrgreen: Nih, foto para anggota paduan suara yang pantang menyerah dalam bernyanyi cantik. Hihi

13254373_10209563706593516_3852580655069662063_n

credit to Mas Nur Cholis

Karena beberapa dari kita memiliki tugas yang double, misal saja, paduan suara sekaligus seksi acara. Setelah tampil, kami harus buru-buru mulai menyiapkan penampil berikutnya. Ini adalah kali pertama saya jadi Liaison Officer (LO) loh. Saya emang bukan anak organisasi di SMP atau SMA. Namun sesampainya di kota Izmir, Turki, saya “terpaksa” gabung di Badan Pengurus Harian (BPH) PPI Izmir divisi Pendidikan dan Pengembangan Organisasi. Terus eh sekarang gabung juga jadi anggota Departemen Informasi dan Komunikasi PPI Turki. Dari situ, saya mulai ikut buat acara dls. Bagaimana pun, berorganisasi itu sangat perlu untuk memperkaya skills kita untuk bekal masuk dunia kerja kelak. Meski awalnya berat-karena males banget cuy-akhirnya saya gerak juga. Ini akibat teman saya si Hida nih yang anak organisasi banget nget nget.

1e741231-8b8d-4c4a-b97d-0306e1ff5b04

credit to Kak Doni

Ini adalah tim seksi acara super keren di pagelaran budaya Indonesia kemarin. :mrgreen: Kami sebenarnya terdiri dari 7 orang, yaitu 4 anak Izmir dan 3 anak Ankara. Namun di foto ini hanya ada 3 anak Izmir dan 3 anak Ankara karena 1 anak Izmir tersebut entah lari kemana pada sesi foto seusai acara…

13238924_10209563993640692_860953839386303461_n

credit to Mas Nur Cholis

Lihat deh betapa sumringahnya kita semua. Foto ini memang tidak mencakup semua panitia dan penampil. Namun paling tidak, dapat mewakili bahagianya kita. Seneng dong bisa kenalin budaya Indonesia di Turki. Apalagi, saya ngerasa kemarin itu Indonesia banget. Maklum, anak Izmir kalau lagi kumpul bareng, paling cuma belasan orang aja atau sepolnya ya 30an sepertinya.

Nah, kemarin ini kan panitia dan penampil terdiri dari berbagai pelajar Indonesia yang ada di Izmir, Isparta, Manisa, Ankara, Sakarya, Trabzon, Bursa dan mana ya yang belum disebut? Jadinya rame. Apalagi ada para staffs KBRI Ankara juga.  Jadi berasa kayak lagi di Indonesia.

Btw, kesan nyesek jadi LO itu karena harus berada di belakang panggung untuk nyiapin penampil terus. Kan nggak bisa nonton. Yang nyebelin itu kalau penampilnya suka kabur-kabur nggak jelas dan sulit dihubungi. Tapi para penampil di pagelaran budaya ini kemarin baik-baik kok. Pas gladinya aja main kabur-kaburan. Namun pas acaranya, mereka nggak kemana-mana. Cukup diwanti-wanti dan diawasi, mereka akan stay di tempat. Masalahnya kan mereka istirahatnya itu di ruang ganti. Karena terlalu banyak ruangan, saya suka nyasar pas nyariin mereka. Dasarrr!

Acara pun berakhir dengan dinyanyikannya lagu Gebyar-Gebyar. Huwaaa! Kok sedih ya 😦 Mau pulang ke Indonesia aja, Mamahhhh!

Meski demikian, acara kami tidak berhenti di sana. Keesokan harinya, kami pun bersama-sama wisata sejarah ke Ephesus. Sayang, kita nggak ada foto rame-rame di situ. Saya pun kalau foto cuma numpang teman-teman yang lagi foto. Kan kita asli Izmir, udah balik berkali-kali ke Ephesus ini. Halaah!

Usai dari Ephesus, anak-anak dan orang-orang Ankara balik ke ibukota Turki. Bye bye kawanlar! Sampai jumpa lain waktu! ❤

Kamipun, yang terdiri dari beberapa orang saja, lanjut mengunjungi House of Virgin Mary bareng beberapa anggota rombongan KBRI Ankara. Tetap senyum meski lelah dan sangat lapar.

4e340a44-08d6-4f77-a4a3-0bf92e892bda

credit to entah siapa :3

Nyaris pingsan, kami pun pergi makan siang. Namanya tempat wisata kali ya, jadi harga makanannya pun lumayan. Bukan pakai Turkish Lira loh, tapi pakai Euro. Untung dibayarin KBRI Ankara :mrgreen: Alhamdulillah yah rezeki anak sholeh-sholehah.

Usai makan puas sampai kenyang, kami menjadi makin sendirian lagi karena semua anggota KBRI Ankara juga pulang ke ibukota. Sisa-sisa dari kamipun lanjut mengunjungi Sirince, desa yang terkenal akan pembuatan anggurnya a.k.a wine. Beberapa teman Turki dan asing saya suka ke sana untuk nyobain aneka wine.

a629b18e-9338-477e-8f56-b1f87c0349db

credit to Kak Elang

Tapi serius, kami cuma numpang foto kok nggak nyobain. Jangan anggap serius yak, foto dengan aneka botol wine di belakang kami itu bukan untuk lucu-lucuan atau apa. Tapi kan Sirince itu terkenal akan pembuatan wine nya. Nggak afdol kalau nggak foto sama wine. Kan no photo, hoax katanya.

Berikutnya, kami pergi sholat Dhuhr dan lanjut mengantar teman-teman Aydın ke stasiun kereta untuk pulang ke kota yang 1 jam an dari Izmir itu. Sisa dari kita pun lanjut  ke Isabey Mosque. Sayang, saya tak ada fotonya. Di sana kami sholat Asr sekaligus beristirahat sejenak sebelum akhirnya mengantarkan anak-anak lain ke kandangnya masing-masing. Teman-teman dari Trabzon pergi ke Optimum Mall dulu sebelum nantinya pulang ke Trabzon dari bandara Adnan Menderes di Izmir. Teman dari Antalya dan satunya lagi saya nggak tahu darimana, lanjut ke bandara juga; langsung. Sedangkan kami, anak-anak Izmir bersama empat teman  dari Bursa, Manisa, İsparta dan Sakarya lanjut nongkrong di Point Bornova sampai malam karena bus teman-teman dari Bursa dan Sakarya akan berangkat jam 11 malam dari otogar/terminal. Yang paling terakhir pergi dari Izmir adalah teman-teman dari  İsparta dan Manisa.

Well, intinya mah kemarin itu minggu yang melelahkan namun menghibur. Thanks for coming lah teman-teman. Jangan  ragu untuk datang ke Izmir lagi ya…

 

NB : Bagi yang mau tahu lebih lengkap mengenai pagelaran budaya Indonesia di Izmir kemarin (20/5) ini, boleh baca-baca Suguhan Kesempurnaan di Harika Endonezya Ketiga yang ada di website resmi PPI Turki 🙂

Iklan

5 thoughts on “Lika-Liku Dua Hari Seru Mahasiswa/i Indonesia di Turki

  1. Ping-balik: Tahun Pertama Kuliah di Turki | Naelil The Climber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s