Tahun Pertama Kuliah di Turki

177232985

sumber : college.usatoday.com

Ramadan udah jalan setengah bulan. Alhamdulillah. Gimana rasanya, gaes? Nano-nano pastinya ya 😀

Saya juga nano-nano nih. Ramadan hari pertama tahun ini jatuh di hari pertama saya UAS tanggal 6 Juni lalu. Sebelum jatuh tempo, rasanya tuh was-was nan khawatir apakah nanti saya dapat membagi waktu antara belajar dan tarawih dengan baik? Sok banget yak :mrgreen: Ternyata, biasa aja sih. Berhubung puasa di Turki itu dimulai sejak jam empat pagi kurang sampai sekitar  jam sembilan malam kurang, kami cuma punya jam malam yang sangat singkat. Apalagi Isya’ itu dimulai pukul 22.30an. Walhasil, saya nggak tidur sampai Subuh. Kalau setelah tarawih tidur, bisa-bisa nggak bangun sahur. Kalau habis sahur tidur, takutnya justru Subuh-nya yang kelewat. Jadi ya udah, tidur setelah Subuh aja.

Ada kejadian lucu nih pas saya UAS kemarin. Hari Jumat (10/06) pukul 09.00 pagi waktu Turki, saya ada UAS matkul Basic Concepts of Law di kampus. Karena rentan waktu antara Subuh dan jam UAS hari itu tidak begitu jauh, saya nyaris saja melewatkan ujian! Naas, saya baru bangun tidur itu sekitar pukul 08.23 pagi waktu Turki. Untung saja fakultas saya dekat dari asrama. Jadilah saya lari-lari dari pintu gedung asrama ke gerbang utama asrama sampai masuk ke ruang ujian di gedung fakultas. Sungguh sesuatu sekali karena saya biasanya jalan kaki sekitar 25 menit dari asrama ke kampus. Namun hari itu cuma 10 menit. Gila! Tapi ya gitu, nafas saya ngos-ngosan ketika sampai di kelas.

Jadi pas hari Selasa di minggu berikutnya dimana saya ada jadwal UAS juga pukul 09.00 pagi waktu Turki, saya pun memutuskan untuk tidak tidur meski akhirnya molor juga. Untungnya teman sekamar saya baik-baik mau ngebangunin daku yang kebo banget kalau udah tidur. :mrgreen:

Kemarin tanggal 17 Juni 2016 adalah hari terakhir saya UAS yang artinya sejak hari itu sampai sekarang, saya udah nggak ke kampus lagi hingga September mendatang. Karena jadwal saya mudik ke Indonesia itu masih beberapa hari lagi, saya pun hanya bertopang dagu di asrama. Dan itu… sungguh membosankan! Bukannya lebih melegakan karena nggak perlu lelah belajar buat ujian di tengah puasa sepanjang 17 jam, saya justru merasa lelah karena nggak ngapa-ngapain.

Akhirnya pun saya kepikiran untuk membuat sedikit review mengenai tahun pertama saya kuliah ini. Ya… meski review-nya cuma sebatas mata kuliah sih. Atau… lebih ke dosennya 😀

Untuk yang mau baca cerita saya menjalani semester 1 kuliah di Turki lalu, silahkan tengok postingan Cerita Semester 1 Kuliah di Turki karena kali ini saya mau me-review matkul yang diajarkan di semester 2 prodi Jurnalistik Fakultas Ilmu Komunikasi Ege University yang terletak di kota Izmir, Turki.

Sekiranya postingan ini bisa dijadikan sumber referensi untuk yang mau daftar Kuliah di Turki dengan Beasiswa tahun depan.

Yuk cus!

Semester 2 ini kami ada 10 mata kuliah. Sebenarnya semua matkul saya menggunakan bahasa Turki. Namun supaya lebih mudah dimengerti, saya tulis pakai bahasa Inggris aja ya matkulnya…

  1. Turkish Language II

Rasanya masih suka sedih kalau ngebayangin semester depan udah nggak ketemu dosen di matkul ini soalnya beliau tuh baikkkkkk banget, dan lucu 🙂 Tiap kali diajar beliau, pasti ingat masa-masa TOMER (Turkish language preparation class). Apalagi saya tuh nggak bisa datang di hari terakhir kelas ini soalnya ada acara pagelaran budaya Indonesia waktu itu. Jadi, kita pelajar/masyarakat Indonesia di Izmir ikut merayakan. Padahal kan hari terakhir itu biasanya emas banget.

  1. Principles of Ataturk and Recent Turkish History II

Dosen di matkul ini tuh…. mari kita bilang unik. Orangnya tuh suka marah-marah padahal sebenarnya baik. Misal nih ada yang terlambat, beliau bakal bilang, “Jam berapa ini?! Nggak usah masuk! Kamu nggak boleh ambil tanda tangan.”

Ketika ada temen sekelas yang nyeletuk, “Dia datang untuk mendengarkan Anda, Pak.” eh si dosennya pun luluh dan menyuruhnya masuk meski tetap bilang bahwa anak yang terlambat tadi nggak boleh ambil tanda tangan.

Eh pas selesai kelas, dosennya bilang, “Ambil nih tanda tangan…” rupanya beliau nggak tega :’) Selain itu juga beliau baik banget ke mahasiswa asing. Karena kita nggak pernah belajar sejarah Turki sebelumnya (dari PAUD-SMA sederajat), di samping ujian, nilai UAS (UTS nggak termasuk) kita dibantu dengan tugas. Jadi, ada tugas spesial gitu untuk 9 mahasiswa asing yang ada di kelas untuk ngebantu nilai matkul sejarah Turki ini.

  1. Basic Photography

Uwo, dosennya kece abis! Beliau ini emang beneran fotografer profesional yang udah sering jadi fotografer dimana-mana dan juara diberbagai kompetisi fotografi. Sebelum ambil kelas ini, saya nggak begitu menghargai foto loh. Namun setelah melewatkan satu semester penuh bersama matkul ini, saya mulai bisa “menikmati sekali” pameran fotografi yang seringkali diselenggarakan di gedung fakultas kami tercinta. Selain lebih menghargai dan menikmati foto, saya juga jadi tahu teknik-teknik memfoto.

Yang disayangkan ya karena belum pegang kamera sendiri. Kalau pegang kan bisa sekalian praktik, gitu. Dosen ini selalu terbuka kok untuk mahasiswa/i yang mau praktik lapangan bareng beliau. Tinggal bilang aja, nggak usah pakai proposal segala. Kalau ada waktu luang ntar bareng-bareng beliau pergi untuk ngefoto.

Pas awal masuk kelas ini tuh saya bertanya-tanya, mengapa matkulnya mirip fisika? Karena kita tuh dikasih tahu tentang cara kerja kamera dan ukuran-ukuran yang mungkin bagi sebagian orang sosial itu menyebalkan.

Yang paling berkesan sih pas kita masuk ke materi komposisi foto. Sebagai bahan analisis, kita disuguhi foto-foto cantik karya beliau. Ah, keren banget!

  1. Social Psychology

Jujur, mungkin selama satu semester masuk ke kelas ini, saya cuma 3-4 kali paham apa yang diterangkan dosennya.  Sisanya, saya baca sendiri dari buku referensi atau misal nih mau tahu soal penelitian yang dilakukan oleh Zimbardo atau Milgram, saya nonton di youtube. Jadi ya jangan ditanya mengenai hasil ujiannya. Hahaha.

Padahal sebenarnya materi matkul ini keren loh. Meskipun saya nggak pernah enjoy kelasnya, saya selalu bahagia tiap kali mempelajari matkul ini untuk ujian. Kenapa? Seru banget materinya! Cuman ya gitu… soal ujiannya rumit. Kendala terbesar adalah bahasa Turki sih. Pertanyaan dalam soal ujiannya panjang banget kayak kereta sedangkan bahasa Turki saya ya gini aja…

Baca soalnya aja lama, apalagi mikir buat jawabannya :mrgreen:

  1. Sociology

Mungkin ini adalah satu-satunya pelajaran yang membuat saya kehilangan nafsu makan. Apadeh. Padahal pas SMA kelas 1 dulu suka loh sama Sosiologi. Tergantung siapa yang ngajar kayaknya.

Di kelas Sosiologi ini, saya selalu ambil duduk di belakang. Alasannya? Biar bisa tidur di kelas atau kalau enggak ya baca buku sendiri. Pokoknya saya nggak sanggup nyimak dosennya nerangin di kelas. Pas awal masuk, saya memang seringkali memaksakan diri. Hasilnya? Udah kepala saya jatuh-jatuh terus ke meja, materinya nggak masuk ke kepala, belum lagi kalau lihat buku catatan sosiologi saya, tulisannya pada nggak jelas naik turun gunung.

Sama seperti Social Psychology, saya juga hanya mengandalkan buku di sini. Namun kali ini yang saya jadikan referensi adalah buku catatan teman.

  1. History of The Printing Press

Dosen pada matkul ini adalah dosen favorit saya sepanjang sejarah. Ituloh, dosen yang ngajar History of Communication dan Reading Skills di semester satu. Sayang, materi di kelas ini sangatlah banyak. Mungkin… terbanyak di antara semua mata kuliah.  Materi banyak sih nggak masalah selama dosen ini yang ngajar, sebenarnya. Tapi… ada tapinya. Kali ini kami ada tugas kelompok untuk mempresentasikan materi. Jadi, anak sekelas yang jumlahnya bejibun itu dibagi menjadi 10 kelompok dengan masing-masing anggota sekitar 10 anak.

Jangan salah, bro! Ini tugas berat karena kita diberikan bertumpuk-tumpuk materi berupa buku maupun file elektronik untuk dibaca dan dirangkum sebelum dipresentasikan di kelas. Dan ini full bahasa Turki. Mabuk deh sama materinya.

Karena materinya bikin mabuk dan yang ngejelasin juga teman-teman mahasiswa/i, saya seringkali mengantuk di tengah-tengah jam kuliah. Ya… meski dosennya selalu memberikan tambahan materi di sela-sela presentasi. Tapi ya gitu, lebih seru pas semester satu dulu.

  1. Current Developments in Press

Ini adalah mata kuliah pilihan yang saya ambil di semester dua ini. Sempat bingung sih pilih mana. Waktu itu mata kuliah pilihan yang dibuka adalah :

  • Current Developments in Press
  • Data Collection Methods and Evaluation Technics
  • 20th Century Political History
  • Political Culture and Media
  • Social Movements and Media

Karena saya tertarik pada semuanya kecuali matkul 20th Century Political History, saya pun cari pendapat kakak-kakak angkatan. Eh, saya malah disarankan untuk ambil 20th Century Political History yang konon dosennya seru. Namun setelah melihat silabus, saya pun mantap memilih Current Developments in Press dan Data Collection Methods and Evaluation Technics. Pilihan yang sama sekali nggak saya sesali 🙂

Current Developments in Press ini cukup seru mengingat sang dosen merupakan pimpinan Ege Agency. Tiap kelas, kita selalu didatangkan tamu dari awak media beneran loh. Kadang dari jurnalisnya langsung, kadang dari CEO nya media dan kadang dari attorney juga kalau lagi bahas hukum-hukum yang terdapat dalam press, misal.

Selain dapat ilmu, kita juga dapat cerita tentang pengalaman-pengalaman beliau-beliau ini. Apalagi sebenarnya dosen di matkul ini juga sangat bejibun pengalamannya loh. Usianya mungkin kini ada 60 lebih kali ya… beliau beberapa berbagi kisahnya ketika masih menjadi jurnalis di masa muda dulu. And I know how proud he is of his jobs, for what he did those earlier days. 🙂 Dan semangat menguak kebenaran sebagai seorang jurnalis, buat saya, selalu tercuat ketika masuk ke kelas ini. He’s such a lovely grandpa with all those incredible stories of his. Just awesome, dude!

  1. Data Collection Methods and Evaluation Technics

Ini adalah mata kuliah pilihan yang peminatnya paling sedikit. Tahu kenapa? Karena mata kuliah ini ribetnya bikin jungkir balik. Rata-rata matkul pilihan itu diambil sekitar 40an mahasiswa/i. Nah matkul ini tuh cuma diambil sekitar 20an mahasiswa/i. Itu pun yang datang ke kelas nggak sampai 15an anak kayaknya. Datangnya pada gantian, gitu. Dikira jadwal piket apa ya…

Di sini kita diajari tentang cara melakukan dan nulis hasil penelitian mulai dari nyari topik, sampai memaparkan hasil akhir termasuk kasih komentar.

  1. Foreign Language II

Ini maksudnya pelajaran bahasa Inggris ya. Eng… serunya sih mungkin karena semua matkul pakai bahasa Turki, matkul ini tuh such a treasure.

  1. Basic Concepts of Law

Ini juga salah satu matkul favorit saya sepanjang semester dua. Pada dasarnya, saya itu sangat menyukai sebuah peristiwa. Nah, dosen ini tuh tiap kali ngejelasin jenis ataupun proses hukum selalu pakai kasus dan itu bukan cuma satu. Jadi kalau kita nggak paham, bakal dikasih lagi contoh kasus lainnya.

Karena udah terbiasa dengan kenyamanan yang diberikan dosen ini, saya sempat kesel banget ketika yang ngajar adalah asistennya. Udah ngasih contoh kasusnya hemat, neranginnya pun buru-buru.

Well, itulah sekiranya cerita tahun pertama saya kuliah di Turki dalam lingkup mata kuliah. Insya Allah di postingan berikutnya bisa bahas tentang kehidupan kampus dan interaksi antar mahasiswa/i nya lah ya kalau ada yang penasaran. :mrgreen:

Iklan

17 thoughts on “Tahun Pertama Kuliah di Turki

  1. principle of attaturk? o,O *zoom in zoom out* aku kok bacanya serem ya. Itu matkulnya asik-asik ya. Ege itu termasuk kampus negeri? btw, itu beasiswanya plus tiket pulang lebaran ya? Apa memang nabung? Biasanya kan pp buat awardee cuma pas berangkat pertama buat kuliah dan pulang for good

    Suka

    • Hihihi gitulah Kak. Wajar sih kalo orang Turki tuh cintaaaa banget sama Ataturk soalnya emang semua hal super ttg Ataturk itu diajarkan dari kecil sampe gede. Aku aja yang baru diajar sejarah Turki selama dua semester, udah mulai suka sama Ataturk :/
      Hehe iya, Kak, Ege itu kampus negeri. Kalau beasiswanya sih enggak sama tiket pulang lebaran. Benar kata kakak, tiket beasiswa cuma pas berangkat pertama dan pulang setelah lulus. Jadi ya kita di sini beli tiketnya dari hasil menabung :mrgreen:
      Nggak apa-apa kok kak nanya banyak, malah rame 😀 *apadeh

      Suka

  2. Ping-balik: Aku Kelas Dua | Naelil The Climber

  3. Hai kakak salam kenal, serem kak sama ceritanya tapi itung itung pengalaman. Tapi malah tambah pengen bisa kuliah di turki

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s