Review Antologi Puisi Hujan Bulan Juni

Judul Buku : Hujan Bulan Juni (Sepilihan Sajak)

Penulis : Sapardi Djoko Damono

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Tahun : Cetakan keenam, Desember 2015

Kota : Jakarta

Jumlah Halaman : x+ 120 hlm.

Sajak-sajak 1971 umumnya adalah sajak-sajak yang bila dibaca penyair lain akan menimbulkan seru, “Mengapa saya tidak menulis seperti itu tentang itu!”. Dengan kata lain, merupakan puisi-puisi yang harus (karena layak) dicemburui… (Goenawan Mohamad)

…ia telah menciptakan genre baru dalam kesusastraan Indonesia, yang sampai kini belum ada nama yang sesuai untuknya… Ia seorang penyair yang orisinil dan kreatif, yang eksperimen-eksperimennya – inovasi yang sangat mengejutkan dalam segala kesederhanaannya… (A. Teeuw)

Setelah uring-uringan lantaran kehausan buku bacaan akibat tidak ada toko buku ataupun perpustakaan umum di kampung *kode minta sumbangan buku*, saya pun mencoba membongkar lemari dan menemukan beberapa buku yang ternyata belum saya sentuh sama sekali atau baru saya sentuh sebagian. Salah satunya adalah ini : Antologi Puisi Hujan Bulan Juni *yay*

Gimana ya, mungkin ada juga di antara kalian yang kayak saya: kecanduan beli buku meski masih ada buku yang belum dibaca. Alasannya simpel, salah asuhan beli buku. Tertarik sama judul, kaver, penulis dan sinopsis eh pas baca isinya ternyata nggak cocok. Yagitulah.

1401159993199014355

sumber : kompasiana

Membicarakan antologi puisi karya salah satu penulis besar Indonesia ini, saya suka sekali dengan kavernya. Suka sekali! Selain karena hardcover-terlepas dari harganya yang mahal hiks- dan bergambar bulir hujan yang berjatuhan ditambah potongan daun kecokelatan di tepi halaman kaver, perpaduan warnanya juga sangat eye-catching. Dari depan aja saya udah jatuh cinta dan serasa sudah merasakan isi buku ini. Pas dibuka aih suka sekali dengan pembatas bukunya yang berbentuk daun gugur dengan sajak Narcissus di baliknya. Manis!

Terdapat 102 buah puisi karya penulis dari tahun 1959 sampai 1994 di sini. Seru sekali rasanya menikmati bagaimana penulis tumbuh bersama karyanya. Tahun 1959 itu usia penulis baru 19 tahun lho. Sedangkan tahun 1994, usianya sudah mencapai 54 tahun. Pasti kerasa kan perbedaannya? Namun yang tetap adalah… eyang SDD ini sepertinya suka sekali dengan yang namanya rintikan air dari langit.

Overall, saya merasakan antologi puisi ini lebih menekankan pada arti hidup. Sesuai judulnya, Hujan Bulan Juni, ada aura sendu yang tersirat juga. Meski demikian, terdapat beberapa puisi yang membuat saya tersipu. Salah satunya ini:

AKU INGIN

aku ingin mencintaimu dengan sederhana:

dengan kata yang tak sempat diucapkan

kayu kepada api yang menjadikannya abu

 

aku ingin mencintaimu dengan sederhana:

dengan isyarat yang tak sempat disampaikan

awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

(1989)

Langsung deh teringat keluarga di rumah yang cintanya kepada saya tiada tara walau tak setiap waktu terucap di bibir 😀

Selain puisi semanis madu di atas, ada juga puisi analogi sederhana yang sarat makna berjudul TENTANG SEORANG PENJAGA KUBURAN YANG MATI. I feel it! Tapi karena puisi ini panjang, saya nggak akan menuliskannya di sini.

Sebagai penutup, saya kasih puisi berjudul :

JARAK

dan Adam turun di hutan-hutan

mengabur dalam dongengan

dan kita tiba-tiba di sini

tengadah ke langit: kosong sepi …

(1968)

Gimana? Keren kan puisi-puisinya. So pasti lah! Bagi saya yang nggak ngerti-ngerti amat soal puisi aja, antologi ini udah terasa dekat dan mudah dipahami. Apalagi bagi yang ngerti soal puisi semisal anak-anak sastra tuh hhe, bisa jadi akan mabuk kepayang dengan antologi ini.

Sip!

Oh ya, seperti judulnya, tentu saja antologi ini memuat puisi fenomenal Hujan Bulan Juni (1989) yang dibungkus di halaman 104.

Selamat menikmati roller coaster Hujan  Bulan Juni! *nyeruput Milo*

Iklan

2 thoughts on “Review Antologi Puisi Hujan Bulan Juni

  1. Buku ini masih dijual nggak ya Kak di gramedia? Lagi nyari buku kumpulan puisi, buat tugas sekolah sih

    Atau ada saran buku lain? Huhu, aku ke gramed cuma ketemu novel

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s