Prosedur Pembuatan SKCK untuk Visa Studi ke Luar Negeri

whatsapp-image-2016-09-28-at-01-58-18

sumber : dokumen pribadi

Berhubung kebutuhan mengurus SKCK semakin merapat, saya kepengin sharing nih soal prosedur pembuatan SKCK dari A-Z berdasarkan pengalaman saya kemarin. Pembuatan SKCK saya dimulai pada Agustus 2016. In case kalo kalian bikinnya beberapa tahun dari 2016, mungkin prosedurnya udah beda lagi ya.

Tahap I

Datang ke RT

Sesampainya di tempat RT, langsung saja katakan tujuanmu yaitu minta surat pengantar untuk membuat SKCK untuk Visa Studi. Di sana kamu akan disuruh mengisi sebuah form yang kemudian akan ditandatangani dan distempel oleh RT. Jadi sebaiknya kamu bawa polpen jika kemari. Biar cepat. Oh, serta KTP!

Kalau beruntung, kamu tidak akan dimintai biaya administrasi di sini. Kalau enggak beruntung, saya pernah dimintai biaya Rp. 5000,- untuk surat pengantar pembuatan KTP dulu. Tergantung RT-mu sih.

Tahap II

Datang ke RW

Prosedurnya sama persis seperti ketika kamu datang ke RT.

Tahap III

Datang ke kelurahan

Di sini, surat pengantar dari RT dan RW tadi akan diketik ulang oleh pihak kelurahan dan ditandatangani oleh lurah. Cukup cepat kok… beberapa menit aja. Kecuali kalau lagi antri panjang. Makanya, usahakan pergi ke kelurahannya pagi.

Tahap IV

Datang ke POLSEK

Jam Buka Kepolisian untuk Urus SKCK:

Senin – Kamis 08.00-15.00

Istirahat : 12.00-13.00

Jumat 08.30-15.30

Istirahat 12.00-13.30

Sebetulnya, saya udah browsing soal prosedur pembuatan SKCK. Tapi untuk meyakinkan, saya memutuskan untuk langsung saja pergi ke polsek dan melaporkan tujuan saya datang. Setelah itu, seorang polisi dengan ramah mengantarkan saya ke papan prosedur pembuatan SKCK.

Ini dia dokumen-dokumen yang harus saya bawa ke polsek :

  • 2 map (waktu itu saya pakai map warna kuning)
  • 2 lembar fotokopi KTP
  • 2 lembar fotokopi KK
  • 2 lembar akte lahir
  • 2 lembar fotokopi paspor
  • 6 lembar pas foto ukuran 4×6 dengan latar belakang warna merah

Setelah dokumen lengkap, saya langsung datang menyerahkan ke polsek. Saya pikir prosesnya bakal cepat. Namun karena kapolseknya lagi keluar, saya pun diminta meninggalkan map berisi dokumen untuk SKCK yang sudah saya siapkan, lengkap dengan nomer telpon yang bisa dihubungi. Oh ya, dari 6 lembar pas foto yang diminta, kenyataannya saya cuma dimintai 2 lembar saja, guys. Tapi kamu boleh banget kalau mau nyiapain banyak pas foto. Hitung-hitung buat jaga-jaga.

Keesokan harinya, pagi sekali, saya dihubungi petugas polsek bahwa rekomendasi SKCK saya udah jadi. Hurrah!

whatsapp-image-2016-09-28-at-02-06-15

sumber : dokumen pribadi

Ternyata, dari 2 map tersebut, 1 map diberikan kembali ke saya lengkap dengan surat rekomendasi SKCK dari polsek. Kamu cukup bayar 10.000,- untuk biaya administrasi di sini.

Tahap V

Datang ke POLRES

Satu  map tadi yang berisikan

  • 1 lembar fotokopi KTP
  • 1 lembar fotokopi KK
  • 1 lembar akte lahir
  • 1 lembar fotokopi paspor
  • 1 lembar surat rekomendasi SKCK dari polsek

beserta

  • 7 lembar pas foto ukuran 4×6 dengan latar belakang warna merah

saya bawa ke polres.

Mengapa saya membawa begitu banyak pas foto? Begitulah yang disarankan oleh petugas di polsek. Kenyataannya, pas foto yang diminta-jika tidak salah ingat-hanya 5 atau 6 lembar saja. Atau justru 4? Lupa deh.

Nah, di polres ini prosesnya lumayan panjang walaupun sehari jadi. Setelah mengisi form pertanyaan yang sama persis seperti di polsek (hingga ke Mabes Polri tetap sama), saya juga melakukan pengambilan rumus sidik jari di sana.

Total proses pengurusan di polres ini memakan waktu sekitar 30 menit saja.

Setelah selesai, mereka akan memberikan surat rekomendasi SKCK untuk dibawa ke Polda. Jangan lupa untuk minta rumus sidik jarinya satu lembar! Siapa tahu suatu saat bakal butuh.

Kamu juga akan membayar biaya administrasi 10.000,- di sini.

Tahap VI

Datang ke POLDA

Syaratnya tetap sama kok. Bawa

  • 1 map (waktu itu saya pakai map warna kuning)
  • 1 lembar surat rekomendasi SKCK dari polres
  • 1 lembar fotokopi KTP
  • 1 lembar fotokopi KK
  • 1 lembar akte lahir
  • 1 lembar fotokopi paspor
  • 6 lembar pas foto ukuran 4×6 dengan latar belakang warna merah

Sama halnya seperti di polres, pas foto saya masih sisa selembar di sini.

Waktu itu saya menyerahkan dokumen sekitar pukul 08.00 pagi. SKCK keluaran polda akan terbit jam 1 siang nantinya. Saya pun menunggu cukup lama. Tapi kali ini bentuknya udah SKCK loh ya, bukan surat rekomendasi seperti sebelumnya. Jangan lupa untuk bayar 10.000,- lagi. 😀

Kata petugas di sana sih, bikin SKCK untuk visa boleh kok pakai SKCK keluaran polda saja, tanpa perlu ke Mabes Polri. Namun berhubung saya toh juga bakalan ke Jakarta, saya mampir juga ke Mabes Polri.

Tahap VII

Datang ke Mabes Polri

Alamat : Jalan Trunojoyo No. 3, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12110

Jam bukanya tetap sama ya, guys. Namun meskipun jam buka seharusnya jam 08.00 pagi, kenyataannya pada jam segitu petugas baru datang dan hendak sarapan dulu. Aje gile kecewa banget ketika ke Mabes Polri ini. Loket baru benar-benar dibuka menjelang pukul 09.00 WIB. Yah, lebih dari setengah jam kami menunggu. 😦 Untung aja polisi di sana baik-baik. Padahal di polda aja jam 08.00 teng udah siap mantap.

Oh ya, kalau butuh fotokopi dokumen, lakukan saja di dalam kawasan Mabes Polri. Kalau kamu berjalan dari arah lokasi pembuatan SKCK, jalan beberapa langkah saja dan ruang fotokopi ada di kanan jalan.

Di sini, serahkan

  • 1 map (waktu itu saya pakai map warna kuning)
  • 1 lembar SKCK dari polda
  • 1 lembar fotokopi SKCK dari polda
  • 1 lembar fotokopi KTP
  • 1 lembar fotokopi KK
  • 1 lembar akte lahir
  • 1 lembar fotokopi paspor
  • 6 lembar pas foto ukuran 4×6 dengan latar belakang warna merah

kepada petugas di loket setelah nomer antrianmu dipanggil. Oh ya share pengalaman aja, pas saya datang ke sana kemarin, nomer antrian dimulai dari dua dan beberapa nomer terlewati karena sepertinya nomer antrian berupa kertas itu sudah tidak lengkap lagi. Masa iya habis nomer antrian dua, terus empat? Padahal di Mabes Polri ya… saya masih heran betul kok mendingan di polda gitu sepertinya. Kemarin saya di polda Jatim yang ada di Surabaya, FYI.

Di sini kamu nggak perlu nunggu lama-lama. Sekitar sejam atau dua jam kemudian, SKCK keluaran Mabes Polri sudah ada di tangan kamu! Jangan lupa bayar 10.000,-. Bawa uang pas ya supaya lebih mudah.

Waktunya selesai berurusan dengan kepolisian. Sekarang kamu harus lanjut ke Kementerian Hukum dan HAM, serta Kementerian Luar Negeri untuk legalisasi.

Tahap VIII

Datang ke Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham)

Alamat : Jl. HR. Rasuna Said kav 6-7 Kuningan, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, Indonesia-12940

Jam Buka :

Senin-Kamis 08.00-16.30

Jumat 08.00-17.00

Silahkan datang ke gedung AHU (Administrasi Hukum Umum) yang terletak tepat di depan Plaza Festival.

Saran saya, datanglah pagi ke sini karena antrian tidak begitu panjang. Setelah dzuhur, antriannya akan membludak. Percayalah, menunggu antrian sangat tidak enak.

Dokumen yang saya bawa ke Kemenkumham :

  • 1 map (waktu itu saya pakai map warna kuning)
  • 1 lembar SKCK dari Mabes Polri
  • 1 lembar fotokopi SKCK dari Mabes Polri
  • 1 lembar fotokopi KTP
  • 1 lembar materai 6000 (Kalau kamu cuma mau legalisasi SKCK saja, silahkan bawa 1 lembar materai. Namun kalau kamu mau legalisasi 2 dokumen semisal SKCK dan ijazah, silahkan bawa 2 materai. Well, jumlah materai tergantung jumlah dokumen yang mau kamu legalisasi.)

Proses Legalisasi SKCK di Kemenkumham :

  1. Masuk ke gedung AHU (Administrasi Hukum Umum) dan naik ke lantai 3.
  2. Masuk ke ruangan dan mengambil nomer antrian. Satpam akan memandumu. Utarakan saja tujuanmu datang ke sana. Waktu saya kemarin sih Legalisasi dan Advokasi Hukum dilayani di loket 3 dan 5. Sebelum nomer antrimu dipanggil, kamu boleh loh minta form permohonan legalisasi di kedua loket tersebut.
  3. Setelah nomer antrianmu dipanggil, datanglah ke loket sembari menyerahkan dokumen serta form permohonan yang sudah kamu isi. Petugas akan memberimu semacam kertas berisikan nomer yang akan kamu gunakan untuk membayar di BNI (Tenang, BNI nya juga ada di ruangan itu kok, di loket 7).
  4. Mintalah nomer antrian ke satpam untuk pembayaran di BNI/loket 7. Kemarin saya membayar 25.000,- untuk melegalisasi SKCK ini.
  5. Kembalilah ke loket yang mengurus dokumenmu tadi dan serahkan tanda bukti pembayaranmu.
  6. Petugas bilang, SKCK akan jadi dalam waktu 3 hari.

Waktu itu saya datang hari Jumat dan mereka meminta saya datang kembali pada Selasa siang. Di Selasa pagi yang cerah, saya dan keluarga pun pergi ke Jakarta dari Serang perbatasan Cilegon. Bayangkan! Setelah berjam-jam di jalanan yang macet, ternyata petugas mengatakan bahwa legalisasi dokumen saya belum kelar lantaran atasan mereka lagi diklat tanpa konfirmasi. Saya pun meninggalkan nomer telpon saya di sana. Esok paginya, mereka mengabarkan bahwa dokumen saya sudah beres. Walaupun demikian, saya tetap kesal bukan main. Jauh loh Serang-Jakarta 😦 Capek ke Jakarta nggak membawa hasil. Saya pun ke Jakarta lagi di keesokan harinya. Birokrasi oh birokrasi…

Karena saya datang pagi, antrian tidak begitu banyak. Baru saja mengambil nomer antrian, eh nomer saya udah dipanggil.

Yang membuat saya masih bisa tersenyum walau kesal bolak-balik Jakarta adalah keramahan petugas di AHU Kemenkumham. Saya sangat suka dengan petugas-petugasnya ini. Mereka sangat ramah dan membantu. Serius. Saya kasih bintang 5 deh untuk petugas-petugasnya. 🙂 Saluttt! Biarpun capek menghadapi antrian bejibun, mereka masih senyum ramah dan ngejelasin dengan sabar.

Tahap VIIII

Datang ke Kementerian Luar Negeri (Kemenlu)

Alamat : Jl. Pejambon No.6. Jakarta Pusat, 10110
Indonesia

Jam Buka :

Senin-Kamis 08.00-16.30

Jumat 08.00-17.00

Kalo kalian menghadap tepat ke Gedung Pancasila, gedungnya ada di kanan kalian. Jajar gitu maksudnya sama Gedung Pancasila. Untuk mengurus legaliasi ini, silahkan jalan lurus dari gerbang masuk dan belok kiri, kanan dan kanan lagi. Hehe kalau bingung, nanya petugas aja. Nanya satpam gitu.

Dokumen yang saya bawa ke Kemenlu :

  • 1 map (waktu itu saya pakai map warna kuning)
  • 1 lembar SKCK dari Mabes Polri yang sudah dilegalisasi Kemenkumham (jangan lupa difotokopi dulu sebelum diserahkan; untuk arsip)
  • 1 lembar fotokopi SKCK dari Mabes Polri yang sudah dilegalisasi Kemenkumham
  • 1 lembar fotokopi SKCK dari Mabes Polri yang belum dilegalisasi Kemenkumham
  • 1 lembar fotokopi KTP

Kata temen sih suruh bawa 1 lembar materai 6000. Namun waktu itu saya nggak dimintai sih. Padahal udah bawa loh! FYI aja, dokumen saya kemarin sepertinya tidak benar-benar dicek ketika saya serahkan di kemenlu ini. Beda dengan di kemenkumham. Kelengkapan dokumen saya dicek komplit bahkan ditanyai beberapa hal untuk memastikan. Top 5 jempol buat kemenkumham *gagal move on :mrgreen:

Proses Legalisasi SKCK di Kemenlu :

  1. Setelah masuk ruangan, katakan tujuanmu ke satpam yang kemudian akan memberimu form permohonan untuk di isi.
  2. Kalau udah diisi, kamu bisa ambil nomer antrian dengan bantuan satpam. Waktu itu saya mengurus bagian legaliasai di loket 5 yang terletak di paling ujung; bukan yang dekat pintu. Ada nomernya kok besar-besar. Jadi, jangan khawatir nyasar. :mrgreen:
  3. Serahkan dokumenmu. Kamu akan disuruh bayar 10.000,- di tempat dan hasil legaliasi dokumenmu bisa diambil dalam 2 hari kerja. Saat itu saya mengurus hari Kamis dan mereka menyuruh saya untuk mengambil di hari Senin setelah jam makan siang dengan menunjukkan Tanda Terima.

Kalau SKCK mu sudah komplit dilegalisasi oleh Kemenkumham dan Kemenlu, silahkan saja langsung bawa ke kedubes negara tempat kamu mengajukan visa studi untuk superlegalisasi dan terjemah (misal negara tujuanmu bukan negara berbahasa Inggis seperti Spanyol, Thailand dkk).

Itulah sekiranya proses babak belur mengurus SKCK. Meski ngurusnya lumayan murah, biaya transportnya bikin mabok. Saya harus merogoh kocek lumayan banyak untuk pergi ke polres yang ada di Banyuwangi Kota (saya dari Banyuwangi selatan/desa), polda yang ada di Surabaya serta Mabes Polri yang ada di Jakarta. Mabok bener deh ya. Birokrasi oh birokrasi…. again.

Saya pikir, saya aja yang paling rempong kemarin. Ternyata pas saya ke Mabes Polri, ketemu juga sama 3 mahasiswa/i UNTAG Banyuwangi yang lagi urus SKCK buat visa studi ke Thailand. Dunia ini sempit yah! Jauh-jauh ke Jakarta ketemu juga sama orang Banyuwangi 😀

Iklan

15 thoughts on “Prosedur Pembuatan SKCK untuk Visa Studi ke Luar Negeri

  1. Dik naelil,….apakah ini pengalaman pengurusan visa njenengan yg berhubungan dg beasiswa ke turki itukah,…dan apakah saat seorang dpt beasiswa turki, unt keperluan pengurusan visa hrs diurus sendiri sedemikian rupa,….mhn pencerahannya

    Suka

  2. Halo, saya mau tanya, apakah di tiap2 tahapan itu fotocopy2nya diambil? Jadi misal fotocopy KTP untuk totalnya perlu disiapkan 5 lbr, pas foto setidaknya 20 lembar? Thanks.

    Suka

  3. Halo,

    Saya baca-baca di blog lain. Kok ada yang bilang Polres sudah bisa menerbitkan SKCK ya. Dan alasan di bawa ke Mabes Polri, karena sebagian negara minta legaliris lebih.

    Terima kasih.

    Suka

  4. Hai makasih infonya, mau nanya setelah beres legalisasi di kemenlu dibilang harus superlegalisasi lagi ya di kedubes tujuan yg beda bahasa (sekalian terjemah)? Berarti kita harus nunggu lagi ya sebelum submit berkas visa dan wawancara?? Saya pikir habis dr kemenlu bisa langsung submit dan tinggal menunggu visa jadi. Mohon pencerahannya. Salam

    Suka

  5. Kalo untuk urus visa di kedutaan Thailand pakai di legalisir di kemenkumham dan kemenlu atau bisa langsung ke kedutaan aja? Terimakasih

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s