PENGUMUMAN! Giveaway Tanpa Peserta #4THNaelilTheClimber

Hiii! Hallo!

Sebelumnya, saya mau terima kasih banyak kepada kedua peserta yang udah mau ikut ngeramain giveaway kecil-kecilan ini. Mungkin karena hadiahnya yang kecil, syarat yang rempong, atau saya yang kurang gencar mempublikasikan giveaway, hingga pesertanya hanya DUA ORANG saja. Jujur, saya kecewa karena biasanya, giveaway yang saya adain lumayan rame. Tapi tidak apa-apa. Hehe.

Nah, sebagai ucapan terima kasih dan apresiasi atas perhatian dua orang tersebut, saya pun memutuskan untuk mempercepat pengumuman pemenang giveaway yang seharusnya pada tanggal 29 Oktober, saya majukan di tanggal 21 Oktober waktu Turki ini. Bagi yang mau cek postingan kedua peserta, silahkan cek di sini :

Continue reading “PENGUMUMAN! Giveaway Tanpa Peserta #4THNaelilTheClimber”

Pak Ahok dan Al-Maidah 51

Selamat Malam!

YANG SENSITIF DAN CLOSE-MINDED DILARANG BACA!*

*seriussss

Intro dulu ya…

Semuanya bermula ketika saya sedang asyik melihat timeline facebook, ada seorang teman yang share postingan orang lain mengenai Pak Ahok dan Al-Maidah ayat 51. Mungkin kamu udah pada lihat ya video pidatonya pada acara pertemuan dengan warga Pulau Seribu. Karena saya nggak mau nonton yang setengah-setengah, saya coba tonton full videonya di akun resmi Pak Ahok di facebook. Saya pun menontonnya dengan seksama, dan JLEB!

Beberapa teman mengatai saya liberal gara-gara saya mendukung warung-warung tetap buka (dan hanya ditutup tirai) saat Ramadan. Apalagi ketika tahu bahwa saya yang berjilbab ini punya teman lesbian. Dikiranya saya pendukung LGBT.

Hm.

Saya biasanya suka sebel sama yang memaksakan kehendak. Cukup sedih juga ketika beberapa orang mengancam akan menyembelih Pak Ahok dan sejenisnya gara-gara pidatonya. Gahar banget!

Jujur, hati saya juga terluka ketika melihat video full pidato Pak Ahok. Dari berita-berita yang saya baca, saya lumayan terkesima dengan hasil kerja beliau terhadap DKI Jakarta (terlepas dari bahwa setiap media itu membawa kepentingannya masing-masing). Continue reading “Pak Ahok dan Al-Maidah 51”

Rasanya Menjadi Seorang Kakak

Jelang usia yang ke-17, orang tua saya dikaruniai momongan kedua. Duh, senangnya. Sudah sejak dulu saya mendambakan saudara sekandungan. Namun apa daya, Allah SWT belum memberikannya sampai usia saya jelang 17 tahun. Alhamdulillah, biarpun jarak usia kita berdua belasan tahun, kedekatan kita kayak kartu pos dan perangko.

Jauh dulu ketika adik saya belum lahir, saya memimpikan seorang kakak laki-laki dan kakak perempuan. Walau itu tidak mungkin haha. Kalau saya punya kakak laki-laki, saya bisa mudah kemana-mana tanpa bersusah payah naik motor sendiri. Tinggal duduk diboncengan, tancap, Banggg! *ojek, kaleee

Selain itu, saya juga bisa memperoleh perlindungan ektra dari senior-senior kejam ketika di sekolah. Hihi. Oke, ini lebay kebanyakan nonton sinetron. Intinya sih berasa keren aja gitu semisal saya baru masuk SMA eh kakak laki-laki saya udah kelas 3. Paling enggak, nemenin saya setahun di sekolah sekalian nebeng.

Itu untuk kakak laki-laki.

Kalau kakak perempuan, saya maunya yang ketika saya baru masuk SMA, dia udah kuliah. Jadi enak buat curhat berbagai macam hal. Emang sih bisa curhat sama ayah dan ibu. Tapi pasti beda rasanya kalau curhat sama saudara. Gitu sih ngebayanginnya. Nggak tahu lagi kenyataannya. Continue reading “Rasanya Menjadi Seorang Kakak”

Homesick

img-thing

Ayah, Ibu, bawa aku pulang…

635827374402258231-1160367515_homesick-imgopt1000x70
sumber : cqmsjt.com

Sudah sekitar satu minggu lamanya saya berada di Turki. Namun, hati ini rasanya masih belum move on dari rumah. Pengin pulang. Kangen ibu, ayah, adek, mbah uti, keponakan-keponakan, tante-tante dan om-om. Eh!

Alhamdulillah, kurang dari sehari setelah saya sampai Turki, udah ada jadwal masuk kuliah. Coba kalau enggak? Saya bisa nangis badai di asrama.

Walaupun udah 2,5 bulan di rumah, rasanya masih belum cukup. Betul kata orang bahwa waktu akan berjalan cepat ketika kita bahagia bersama orang-orang tercinta dan lingkungan yang mendukung.

Loh loh, jadi di Turki nggak bahagia? Continue reading “Homesick”