Homesick

img-thing

Ayah, Ibu, bawa aku pulang…

635827374402258231-1160367515_homesick-imgopt1000x70
sumber : cqmsjt.com

Sudah sekitar satu minggu lamanya saya berada di Turki. Namun, hati ini rasanya masih belum move on dari rumah. Pengin pulang. Kangen ibu, ayah, adek, mbah uti, keponakan-keponakan, tante-tante dan om-om. Eh!

Alhamdulillah, kurang dari sehari setelah saya sampai Turki, udah ada jadwal masuk kuliah. Coba kalau enggak? Saya bisa nangis badai di asrama.

Walaupun udah 2,5 bulan di rumah, rasanya masih belum cukup. Betul kata orang bahwa waktu akan berjalan cepat ketika kita bahagia bersama orang-orang tercinta dan lingkungan yang mendukung.

Loh loh, jadi di Turki nggak bahagia?

Bahagia juga sih. Tapi tetap aja, nggak ada yang bisa gantiin keluarga. Meskipun sebetulnya perasaan rindu rumah sudah sedikit terobati dengan keberadaan teman-teman yang luar biasa di Turki.

Seringkali saya berpikir untuk mundur. Payah yak, masa gara-gara kangen rumah aja mau mundur.  Tapi jangan pikir keluarga itu perkara sepele. Apalagi urusan hati, aih. Kalau udah sedih, mau ngapa-ngapain nggak enak. Nulis pun nggak mood. Masaaaa?

Setiap kali mau mundur, saya selalu ingat-ingat perjuangan di tahun-tahun ke belakang. Kamu nggak bisa mengecewakan semua orang, man! Well, oke, kita emang nggak bisa penuhin semua ekspektasi orang. But at least, saya nggak mau melukai hati orang-orang tersayang yang sudah mendukung dengan kucuran keringatnya hingga saya bisa ke Turki.

Kalau udah gitu, mulai deh pikirin positifnya. Berada jauh dari keluarga tidak sepenuhnya menyedihkan. Banyak pengalaman dan pelajaran yang bisa kita raih. Kemandirian adalah topik paling atas. Jauh dari keluarga artinya dipaksa untuk melakukan apa-apa sendiri. Urus diri sendiri dari A-Z. Selain itu juga berbaur dengan lingkungan yang jauh berbeda dari lingkungan indung kita. Beda ideologi, budaya, tradisi, bahasa dan lain sebagainya seringkali menyebabkan pertikaian. Tapi, bukankah dari cobaan-cobaan itulah kita bisa memahami arti ketabahan yang sesungguhnya? Belajar menjadi tangguh dan kuat terhadap aneka terpaan hidup. Bila kita berada di kejauhan untuk menuntut ilmu, kita bisa belajar ketangguhan ini untuk persiapan memasuki dunia kerja kelak yang lebih keras.

Akhir kata, saya cuma bilang untuk kamu, kamu, dan kamu yang sedang berada jauh dari rumah entah untuk menuntut ilmu ataupun bekerja… Homesick itu normal. Jadi, jangan khawatir! Meski demikian, bukan berarti homesick boleh dipupuk. Basmi homesick dengan berbagai kegiatan bermanfaat. Beraktivitaslah dan jangan mengurung diri dalam sangkar. Jangan lupa juga untuk berdoa dan beribadah. Bagaimana pun, hati yang pilu atau kosong perlu diisi dengan cinta Illahi supaya tidak kerasukan. *ini ngomong apa sih

quote-when-you-feel-homesick-he-said-just-look-up-because-the-moon-is-the-same-wherever-you-donna-tartt-51-76-21
sumber : http://www.azquotes.com

Semangat melawan homesick ya kawan!

Iklan

2 thoughts on “Homesick

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s