Dunia (Bukan) Milik Kita

Kemarin Senin rasanya saya ditimang-timang oleh dosen di tiga mata kuliah dari pagi sampai sore. Eh, hari ini… saya dibuat terpukul dengan ucapan pegawai di universitas. Apasih kalian nyebutnya… TU ya?

Beberapa hari yang lalu, teman saya ngerasa kalau kebanyakan orang yang punya jabatan tinggi itu nggak ramah, agak sombong dan segan menolong, kita nyebutnya. Sedangkan orang yang jabatannya tidak begitu tinggi, maaf, justru ramah dan baiknya bukan main. Kemudian saya pun berpikir… mana mungkin? Sedangkan hampir seluruh dosen saya di fakultas itu baiknya minta ampun! Termasuk pimpinan jurusan! Serius. Atau saya saja yang diberkahi?

Hari ini, apa yang dikatakan teman saya ada benarnya juga ternyata. Mungkin memang tidak kebanyakan, tapi peluang yang jabatannya tinggi untuk jadi sombong ke orang lain itu besar. Terus, apa bedanya?

Kenapa sih orang yang jabatannya tinggi itu sombong, nggak pedulian, nggak punya simpati apalagi empati? Mungkin nih ya, mungkin, karena udah ngerasa semua makluk itu ada di bawahnya dan dunia hanya milik dia? Entahlah.

Tadi selepas kelas, saya pergi ke salah satu kantor yang ada di kampus untuk mengurus sesuatu. Entah mungkin sedang ada masalah, si bapak pegawai ini juteknya minta ampun sejak saya baru masuk ke ruangnnya. Mungkin saya yang salah kata atau tindakan… bisa jadi.

Ketika saya kesulitan mencerna maksudnya, beliau bilang begini, “Ini di Turki ya harus bisa bahasa Turki. Kamu sudah jadi mahasiswa masa masih nggak bisa?”

Kemampuan bahasa Turki yang bagaimana sih yang diharapkan pada anak yang cuma belajar bahasa selama 9 bulan? Mampu komunikasi layaknya native atau orang lokal? Apalagi ini menyangkut bahasa resmi. Ya sudahlah. Berasa lagi skripsian aja.

Intinya, detik itu saya merasa jadi manusia paling bodoh di dunia. Saya tertikam, jatuh, dan pengin pulang ke Indonesia aja. Dih, ini lebay.

Dengan langkah gontai, saya berjalan pulang ke asrama. Jujur, saya merasa sedih. Iya ya.. kan saya udah mahasiswa, udah dua tahun di Turki. Masa, gitu aja nggak bisa? T.T

Tiba-tiba di tengah perjalanan yang menyayat hati, seorang ibu paruh baya datang dengan wajah sendu menghampiri saya. Saya pun menyunggingkan senyum simpul kepadanya walau hati saya masih terluka. Kirain mau nanya alamat, ternyata beliau ‘meminta tolong’ agar saya membeli tisunya. Ini dia penampakan tisunya.

20161101_152527

sumber : dokumen pribadi

“Berapaan, Bu?”

“1 TL.”

Ketika saya sedang mengambil uang, tau, apa yang beliau lakukan?

Ibu tersebut mendoakan saya dari A sampai Z yang membuat saya terkejut dan tersipu. Detik itu juga hati saya meleleh nangis. Siapa sangka, 1 TL yang mungkin nilainya bagi sebagaian dari kita tidaklah bernilai, bagi ibu tersebut sangat bernilai!

Setelah menyerahkan uang dan beliau menyerahkan tisunya, saya pun langsung melanjutkan perjalanan dengan hati yang bahagia. Sungguh, hari ini, ibu itu telah menjadi mood booster bagi saya yang beberapa menit lalu merasa jadi orang paling bodoh dan berkeinginan untuk kuliah di Indonesia saja.

Bantu aminkan ya supaya ibu tersebut dapat rezeki yang berkecukupan dan selalu dilimpahkan kesehatan..

Untuk kita, semoga apabila kita berada di atas, kita dijauhkan dari sifat sombong dan menyakiti orang lain. Begitu pula ketika kita berada di bawah, untuk selalu berhusnudzon atas rencana Allah. Dan, jangan lupa tersenyum! Siapa tahu senyumanmu bisa mengubah mood orang lain menjadi baik 😀

Iklan

14 thoughts on “Dunia (Bukan) Milik Kita

  1. Berarti harus kuatkan hati ya Kak Naelil :”) sama kuatkan ilmu..

    Kak mau nanya nih, ada ngga mahasiswa dapet beasiswa YTB terus masuk jurusan International Relations atau Uluslararası ilişkiler?
    :”) Ingin banget kesanaa

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s