Fakta Tentang Ujian Semester di Turki

44894f5f-3e9a-e411-b2d1-14feb5cc1801

memurlar.net (red : dosen-dosen ketika ada ujian)

Psstt! Ini berdasarkan pengalaman dan pengamatan saya saja yaa…

Hobi Merangkum

Saya nggak ngerti apa ini emang saya yang malas atau orang Turki yang rajin. Menjalani ujian hingga kelas 3 SMA, saya jarang sekali melakukan yang namanya merangkum materi. Mungkin malah hampir tidak pernah. Cukup dibaca dan di highlight. Kecuali kalau untuk pelajaran seperti Matematika, Fisika, Kimia, baru deh coret-coret. Tapi tidak merangkum.

Di Turki, mahasiswanya pasti selalu menyediakan rangkuman untuk ujian yang ditulis di atas kertas A4. Rata-rata begitu.

Dulu awalnya saya juga terkesima. Eh, sekarang justru saya yang ikut-ikutan. Percaya atau tidak, ternyata merangkum itu sangat membantu loh. Terlebih bagi mahasiswa asing seperti saya. Ujian yang dilakukan dalam bahasa Turki menuntut kita untuk mampu memahami dan menuliskan jawaban dalam susunan kalimat Turki dengan tangkas dan tepat.

Belajar Jauh-Jauh Hari

Saya percaya bahwa dimanapun letak geografisnya, pasti ada mahasiswa yang hobi melakukan sistem kebut semalam sebelum ujian. Tapi di Turki, saya jarang melihatnya. Kebanyakan justru belajar dari jauh-jauh hari. Normal bagi kita-sesama mahasiswa jelang ujian-untuk bertanya, “Sudah mulai belajar, belum? Kamu belajarnya sudah sampai mana?” bahkan dua minggu atau sebulan sebelum jadwal ujian.

Pesimis

Ungkapan “aku akan tinggal kelas nih”, “aku nggak paham sama sekali materinya”, “matilah aku”, “kita akan tinggal kelas bersama” adalah kalimat-kalimat yang biasanya muncul sebelum ujian dimulai. Meski ada juga yang optimis bakal dapat 100, lebih banyak yang akan pesimis terhadap nilai ujiannya. Padahal saya yakin, sebagian dari yang berkata pesimis demikian ada yang memiliki nilai sempurna. Lagipula, untuk apa sih pesimis kok dibanggain gitu?

Bawa Buku/Catatan Kemana-Mana

Nih! Saya jarang lihat yang model begini nih di sekolah-sekolah saya sebelumnya dari TK sampai SMA. Musim ujian di Turki ditandai oleh maraknya muda-mudi yang memegang buku dan pensil di dalam transportasi umum.

Di kampus sendiri, mulai dari kantin, halaman depan berumput, bawah pohon hingga depan kelas dipenuhi oleh mahasiswa/i yang belajar untuk ujian. Untuk perpustakaan, jangan tanya, penuh membludak hingga larut.

Beberapa menit sebelum ujian pun, mereka masih rajin berdiri di depan kelas-menunggu ruang ujian dibuka-sambil menenteng buku bacaan dan mulai membaca atau menghapal. Kalau saya pribadi sih lebih baik menenangkan pikiran di detik-detik ujian seperti itu. Justru nyesek jika saya mengulang membaca bahan ujian dan menyadari bahwa ada materi yang kelewatan belum saya pelajari. Oh No!

Waktu Ujian yang Sangat Singkat

Di Indonesia, saya terbiasa menikmati waktu ujian selama satu atau dua jam sambil berleha-leha mengoreksi lembar jawaban berulang-ulang. Di Turki, jangan harap!

Di jurusan saya misalnya, waktu ujian hanya berkisar antara 20 menit sampai 1 jam, itu pun jarang. Jangankan berleha-leha, melirik jawaban teman saja nggak sempet. Hahaha

Menyerah

Sudah saya singgung sebelumnya bahwa banyak mahasiswa/i Turki yang suka pesimis terhadap ujian. Itulah sebabnya mereka tampak mudah menyerah selama ujian.

Jangan kaget apabila baru 5 menit setelah lembar soal dibagikan, sudah ada mahasiswa/i yang keluar kelas. Mungkin sebagian memang berhasil menjawab soal ujiannya dengan mudah nan cekatan. Namun yang mengumpulkan lembaran kosong pun juga ada. Daripada buang-buang waktu di ruang ujian, katanya. Padahal, bisa jadi ide jawaban soal ujian tersebut muncul di detik-detik pengumpulan terakhir.

Ini sebetulnya yang mengganggu konsentrasi mahasiswa/i lain yang masih sibuk berkutat dengan soal ujian. Oleh sebab itu, biasanya ada peraturan yang melarang peserta ujian keluar ruangan dalam jangka waktu tertentu.

Lembar Jawaban Tambahan

Kebanyakan mahasiswa/i Turki percaya bahwa banyaknya jumlah lembar jawaban berbanding lurus dengan tingginya nilai ujian.

Saya tidak mengerti.

Suatu hari teman saya bertanya-tanya mengapa si A mendapat nilai lebih baik dari B sedangkan si A menulis jawaban ujian lebih sedikit dari B.

Padahal, dosen sudah pernah menyinggung hal ini di kelas.

Dosen lebih suka jawaban singkat dan benar daripada jawaban panjang yang ngelantur kemana-mana. Kata dosen tersebut, beliau sering menjumpai tidak adanya korelasi antara pertanyaan dan jawaban. Mahasiswa/i justru lebih sering mendongeng tidak jelas demi membuat penuhnya lembar jawaban.

Tapi kalau jawabannya nyambung, benar dan panjang, itu lain lagi. 😀

Tidak Naik Kelas

Orang Turki memang cukup santai menyikapi keadaan tidak naik kelas. Apalagi jika mereka kuliah di universitas negeri yang gratis. Kecuali di swasta, ada tekanan untuk giat belajar supaya selalu naik kelas dan tidak membebani orang tua, kata salah satu teman Turki saya yang kuliah di universitas swasta.

Kamu tidak perlu terkejut jika dosen bertanya di kelas, “Siapa yang tahun lalu tidak lulus di pelajaran ini/mengambil ulang?”

Itu normal. Jangan terkejut apabila terdapat mahasiswa/i yang mengangkat tangannya tanpa merasa aneh atau malu.

Satu lagi. Jangan tersinggung apabila seorang Turki menanyaimu soal naik kelas atau tidak. Bukan berarti mereka meremehkan atau menghinamu. Pertanyaan itu memang wajar.

Berbagi Nilai Ujian

Mau dapat bagus, mau dapat jelek, mereka tidak akan ragu menyebutkan nilai ujian mereka kepadamu. Sisi menyebalkannya, mereka juga akan memaksamu untuk menyebutkan nilai ujianmu.

Sohib yang Setia

Entah karena ini dunia perkuliahan atau hanya di Turki, saya kurang paham ya. Tapi saya merasa bahwa mahasiswa/i Turki sangat setia kepada temannya selama ujian. Mulai dari kelengkapan materi ujian sampai proses ujian itu selesai. Mereka tidak ragu membagi catatannya kepadamu, membagi apa yang mereka ketahui kepadamu, dan segala hal dengan sangat-sangat terbuka. Ketika ujian pun, mereka akan siap membantumu. Meski demikian, kamu bisa menolaknya kok kalau memang tidak mau dibantu. Haha.

Itulah sekiranya sebagian dari fakta-fakta ujian semester di Turki. Semoga mampu membentuk imajinasimu ya. Walau sebetulnya itu hanya pengalaman subjektif saya yang mengalami dan mengamati.

 

Izmir, 18 November 2016 16:30 waktu Turki

Sepulang dari kampus usai UTS hari ke-5

Iklan

8 thoughts on “Fakta Tentang Ujian Semester di Turki

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s