Sakit Berjamaah

Namanya penyakit, bisa menyerang siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Nggak peduli mau kamu lagi di rumah atau enggak, mau lagi banyak tugas atau nganggur, mau lagi nggak punya duit atau ada, mau A atau B, pokoknya datang aja tuh penyakit tanpa diundang.

Senin malam kemarin, saya mulai batuk-batuk, entah kenapa. Selasa siang, badan saya mulai meriang. Udah perkiraan mau sakit nih. Lemas, pusing, batuk-batuk dan agak demam. Meski demikian, saya paksakan diri untuk ikut teman ke lab dalam produksi cracker. Meskipun tugas saya cuma ng-oven cracker, capeknya itu tetap. Selain karena emang cracker-nya banyak, saya juga lagi nggak enak badan kan. Padahal tanggal 9 Januari nanti sudah mulai ujian akhir.

Selepas Magrib, saya langsung pulang ke asrama untuk makan malam. Biasanya, saya doyan banget sama corba atau sup Turki. Tapi malam itu, rasanya makan pun tidak nikmat. Saya pengin buru-buru tidur.

Oohh, tidurpun ternyata tidak semudah omongan. Malam itu saya tidak bisa tidur karena demam yang sangat tinggi. Rasanya udah kayak mau nangis aja.  Baca lebih lanjut

Iklan

Adab Bergaul dengan Lawan Jenis

Selepas liqo malam ini, yang saya rasakan justru ketakutan mendalam. Sepertinya saya sudah melampaui batas yang seharusnya. Ada beberapa hal yang membuat saya berpikir lama. Salah satunya adalah pernyataan di bawah ini :

“Perlakukan orang lain sebagaimana engkau ingin diperlakukan.”

Di dalam pernyataan tersebut, mengandung hukum aksi-reaksi. Misalnya saja apabila si A colek-colek si B, bisa jadi si B akan berpikir bahwa mencolek-colek si A bukanlah sebuah masalah. Lagipula, si A juga colek-colek si B.

Kepada beberapa kawan dekat, termasuk lawan jenis, mungkin kita tanpa sengaja mencolek-colek. Ini berarti kita tidak mempermasalahkan apabila hal tersebut dilakukan kepada diri kita.

Hukum yang sangat simpel sebetulnya. Namun sama sekali tidak terlintas di kepala saya sebelumnya. Padahal, saya seringkali menyinggung perihal memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan. Jadi, mari berhati-hati dalam mengambil sikap ya…

Dari pernyataan tersebut, muncul banyak pertanyaan dalam benak saya. Kembali pikiran saya me-review setahun ke belakang. Dan saya pun sedih. Baca lebih lanjut

ILANG TAHUN

img-20161218-wa0032

dokumen PPI Izmir (PS. abaikan pisau -.-)

Usia saya telah berkurang (lagi), tepat pada tanggal 16 Desember yang lalu. Tiap kali datang tanggal kelahiran, saya selalu hanyut dalam perenungan panjang. Sudah sejauh ini, apakah hal –hal yang saya lakukan cukup memberi faidah bagi orang lain? Apakah saya sudah menjadi orang yang cukup bijak dalam berkata maupun bertindak? Apakah impian-impian yang saya rajut sudah mulai menampakkan garis terang? Apakah saya tidak melenceng dari rencana dan tujuan-tujuan saya?

Terlalu banyak rencana, tapi sedikit tindakan.

Sungguh mengecewakan sebetulnya. Apalagi, saya merasa sangat tidak produktif selama satu tahun ke belakang. Harapannya tentu saja supaya di usia saya yang sudah seharusnya lebih dewasa ini benar-benar mendewasakan. Maksudnya, Baca lebih lanjut

Tipe-Tipe Kepribadian

Mengenal kepribadian diri sendiri dan orang lain tampaknya merupakan hal yang menarik bagi sebagian dari kita. Terbukti dengan adanya banyak pembagian kepribadian berdasarkan A sampai Z.

Ada yang suka baca-baca zodiak, ada juga yang suka baca-baca blood type personality theory, atau nyobain psikotes semacam tes MBTI, tes aura, 4 kepribadian inti manusia (Sanguinis, Koleris, Melankolis, Plegmatis), bahkan hingga bawa tulisan ke grafolog.

Mari kita bahas satu-persatu pembagian kepribadian manusia. Siapa tahu di antara kamu sedang mencari jati diri. Ini penting lho untuk membantumu memutuskan langkah. Setidaknya, memberimu kesadaran untuk meningkatkan kekuatan dan meminimalisir kelemahan.

Myers-Birggs Type Indicator (MBTI)

Berdasarkan wikipedia, Myers-Birggs Type Indicator (MBTI) adalah psikotes yang dirancang untuk mengukur preferensi psikologis seseorang dalam melihat dunia dan membuat keputusan. MBTI dikembangkan oleh Isabel Briggs Myers pada sejak 1940. Psikotes ini dirancang untuk mengukur kecerdasan individu, bakat, dan tipe kepribadian seseorang.

Dalam Tes MBTI ini, ada 4 dimensi kecenderungan sifat dasar manusia : Baca lebih lanjut

Perjalanan Sendiri ke Ibukota Turki

turkey

sumber : ram-xp.blogspot.com

Setelah dua tahun tinggal di Turki, akhirnya saya berkesempatan untuk pertama kalinya pergi ke Ankara (ibukota Turki). YESSS! Ankara adalah kota ke-7 yang saya jejaki di Turki. YAY! Sendirian, lagi. Dulu sih emang pernah ke Istanbul sendiri. Tapi di Istanbulnya ada yang jemput dan anter-anter. Lah kali ini, enggak.  Beneran sendiri jalannya.

Bukannya hobi, tapi kaki saya emang kebiasaan suka melenceng dari peta. Tapi nggak apa-apa. Sekali-kali tes kemampuan 😀

Supaya tidak kesasar, saya melakukan research kecil-kecilan dari mulai tanya Kakak Google sampai tanya Kakak Gemes.

Saya pergi ke Ankara menggunakan bus karena ketika saya googling, googlemaps mengatakan bahwa jarak bandara ke pusat kota lebih jauh dibanding jarak otogar (terminal bus antarkota) ke pusat kotanya.

Pukul 22.00 waktu Turki, bus yang saya tumpangi melaju perlahan menembus dinginnya malam. Baca lebih lanjut

[Review Buku] Mana Dilanku?

aulias-story

Buku pertama (sumber : aulias-story)

AWAS SPOILER!

Rasanya masih nano-nano setelah marathon membaca ketiga buku Ayah Pidi Baiq, yaitu :

  1. Dilan. Dia Adalah Dilanku Tahun 1990
  2. Dilan. Dia Adalah Dilanku Tahun 1991
  3. Milea. Suara Dari Dilan

Sebetulnya saya udah cukup lama mendengar kabar tentang buku-buku ini. Namun entah kenapa, saya sama sekali tidak tertarik untuk mencari tahu. Eh, makin lama kok teman-teman saya di facebook pada suka bilang gini, “Mana Dilanku?” dan hal lain-lain yang akhirnya membuat saya mulai memasang mata dan telinga. Setelah googling dikit di waktu senggang, saya mendapati kenyataan bahwa buku-buku ini berisikan kisah cinta anak SMA. Yaaah…

Beberapa minggu lalu jelang UTS, salah seorang teman yang namanya mirip Milea membagikan ketiga buku ini kepada saya. Secara random, saya buka-buka buku ketiga yaitu “Milea. Suara Dari Dilan”. Baru membaca beberapa paragraf, saya sudah dibuat bosan. Akhirnya, saya fokus menjalani UTS dengan khusyuk.

pangaos

Buku kedua (sumber : pangaos)

Selepas UTS, teman sekamar saya membaca ketiga buku ini sambil ketawa ha hi hu yang berlebihan. Karena pengin ketawa guling-guling juga, saya pun memutuskan untuk membaca buku ini dalam perjalanan menuju ke Ankara (28/11/16) kemarin. Niatnya sih buat mengisi waktu selama di bus karena saya pergi sendirian… eh malah keterusan. Baca lebih lanjut