Aku Kelas Dua

second-year-uni

sumber : Meme Generator

“Kelas berapa?”

“Kelas dua.”

Deg.

Sebetulnya, yang bikin miris itu kemampuan bahasa Turki. Udah kelas dua loh, kok kemampuan bahasa Turkinya masih gini-gini aja, Non? Kan udah dua tahun di Turki?

Iyalah, kan di asrama sekamar juga sama orang Indonesia. Kemana-mana ngomong bahasa Indonesia. Untung ujiannya tulis. Jika lisan, berakhir sudah. Ya Allah, separah itukah… :mrgreen:

Yang belum tahu, saya kuliah di Jurusan Jurnalistik Fakultas Ilmu Komunikasi Ege University yang terletak di kota Izmir, dekat Yunani. *padahal nggak deket-deket amat

Kemarin (16/01) baru saja menjalani hari terakhir Ujian Akhir Semester (UAS) 3. Sekarang sedang menunggu hasilnya keluar. Semoga barokah.

Setiap semester, saya selalu bikin review sederhana supaya kelak tidak lupa. Baik tentang garis besar mata kuliah dan isinya, ataupun karakter dosen pengajar .

Cerita semester 1

Cerita semester 2

Mari kita cek mata kuliah semester 3 ini dan bahas satu persatu.

Mata kuliah wajib :

  1. Community Service Activities
  2. Information for News : Gathering and Reporting
  3. Mass Communication Theories
  4. Press Journalism
  5. Research Methods in Social Science

Mata kuliah pilihan (wajib pilih 2 di antaranya) :

  1. Media and Society
  2. Media and Collective Memory
  3. Introduction to Economics
  4. Visual Culture Studies
  5. Practices of Photography
  6. Visual Applications on The Computer
  7. Comparative Political Systems
  8. Contemporary Political Ideologies

P.S Inget, itu semua dalam bahasa Turki. FullTanpa terkecuali.

  1. Community Service Activities

Kalau kata teman-teman Turki saya, ini merupakan mata kuliah dengan kredit sedikit yang paling merepotkan. Kreditnya cuma satu, tapi nyusahinnya sepanjang semester. Dulu saya mikirnya juga gitu. Tapi setelah lewat sekali coba, langsung jatuh cinta. Jadi di matkul ini, kami diberi tugas untuk berbakti pada masyarakat. Semacam jadi sukarelawan. Pilihannya ada banyak sekali. Mulai dari memberikan perawatan kepada hewan di jalanan, merawat lansia, mengajar anak-anak, bantu kumpulin darah untuk didonorkan, hingga yang paling tidak berinteraksi dengan masyarakat: menjadi pengisi suara audiobook.

Menjadi pengisi suara audiobook adalah pekerjaan sukarelawaan yang paling cocok buat saya karena tidak membutuhkan interaksi dengan banyak orang. Cukup duduk di ruangan tertutup dan mulai membaca buku sembari merekam suara. Cukup khidmat. Kami melakukannya seminggu sekali. Targetnya adalah menyelesaikan satu buah audiobook. Namun apabila jumlah halaman bukunya terlalu banyak, tidak masalah jika mau dibagi dengan teman yang lain.

Setiap minggu, dosen menugasi kami untuk menulis laporan kegiatan sebagai sukarelawaan di minggu itu. Meski intinya sama saja, perlahan tapi pasti, tugas yang tampak memberatkan diawal ini jadi rutinitas yang lumayan menyenangkan dan menghibur disela kesibukan.

  1. Information for News : Gathering and Reporting

Ini adalah mata kuliah favorit saya di semester ini. Selain karena dosennya-yang merupakan pembimbing akademik saya-sangat cerdas dan bikin iri karena sempat kuliah di UK 😀 , kami mendiskusikan banyak hal seru dan menarik  di dalam proses pengumpulan, penyaringan, publikasi hingga reaksi/respon/dampak pada masyarakat atas sebuah berita. Pokoknya seru banget! Kita juga disuguhi banyak bacaan di mata kuliah ini; aneka kasus dalam peliputan berita sepanjang sejarah. Intinya, bikin emosi dan pikiran naik turun deh mata kuliah ini. ❤

  1. Mass Communication Theories

Sama seperti namanya, mata kuliah ini penuh akan segala macam teori ilmu komunikasi. Bukan hanya dituntut untuk memahami dan hafal isi teori, kita juga dituntut ingat nama pencetus teori dan nama teorinya; yang tentu saja sangat banyak dan membuat pusing.  Sebetulnya, teori-teori yang ada sangat menarik untuk ditelaah. Saya suka memahami dan mengobservasi pengaplikasiannya dalam kehidupan sehari-hari. Tapi, menghafal nama pencetusnya itu loh yang bikin botak.

  1. Press Journalism

Semester ini adalah pertama kalinya kami dituntut untuk mampu menulis berita dalam bahasa Turki. Iya, kamu tidak salah baca; dengan segala kerumitan EYD-nya yang berbeda dari bahasa Indonesia.

Minggu pertama kelas ini dimulai, rasanya mual membayangkan sederhananya kemampuan bahasa Turki saya jika dipaksa untuk menulis berita. Tapi, dosen di mata kuliah ini mencintai saya dalam diam *halah* sehingga cukup membantu proses belajar.

Yang paling seru adalah ketika kami praktik sebagai jurnalis yang menghadiri press conferense dengan walikota Bornova, Izmir sebagai narasumbernya. Sensasinya sungguh terasa ketika bapak walikota datang ke gedung Fakultas Ilmu Komunikasi Ege University dengan beberapa ajudan dan kameramen. Saya jadi ikutan deg deg an. Selepas  press conferense, dosen mewajibkan kami untuk menulis berita. Tulisan terbaik akan dimuat di salah satu koran lokal Izmir. Reward-nya cukup menggoda, bukan? Tentu saja bukan tulisan saya yang terpilih. Hahaha. Grammar saja masih naik turun gunung.

  1. Research Methods in Social Science

Mata kuliah ini cukup menyenangkan sekaligus melelahkan. Sebelum ujian tengah semester, kami hanya diajari teori tentang metode penelitian dalam ilmu sosial. Namun setelah ujian tengah semester, kami dituntut untuk membuat penelitian. Syukurnya, kami tidak disuruh melaksanakan penelitian itu sendiri. Cukup memilih topik, variabel, hipotesis, dasar teori yang digunakan, metode penelitian dls.

Namun tetap saja, bahkan memilih topik pun cukup menguras waktu. Kebanyakan pilihan topik, hipotesis dls saya justru tidak jelas semua. Saya berhasil membuatnya tepat semalam sebelum deadline. Mahasiswa oh mahasiswa!

  1. Introduction to Economics

Ekonomi adalah salah satu mata kuliah pilihan di semester ini. Kenapa saya memilihnya?

Saya berasal dari SMA IPA sehingga saya hanya menerima pelajaran Ekonomi di kelas X. Parahnya, alasan saya memilih IPA dulu juga karena menghindari Ekonomi. Di antara pelajaran IPS lainnya seperti Sosiologi dan Geografi, nilai Ekonomi saya selalu yang paling rendah karena emang pada dasarnya tidak suka.

Meski demikian, tentu kita menyadari pentingnya pengetahuan ekonomi dalam kehidupan. Tidak usah muluk-muluk, toh kita tidak belajar untuk jadi ekonom. Setidaknya, tahu kulitnya makro dan mikro ekonomi.

Saya pikir, dengan kesadaran akan pentinganya pengetahuan ekonomi, saya akan menikmati mata kuliah ini. Ternyata, tidak juga. Padahal dosen menjelaskan dengan sangat sempurna. Ya, setidaknya penjelasan dosen tersebut mampu membantu saya mengerjakan soal ujian. Haha. Walaupun materinya tidak nyangkut di hati.

  1. Visual Applications on The Computer

Dahulu, saya sempat bermimpi untuk menjadi animator-masih sampai sekarang. Di mata kuliah ini, setidaknya kami diajari untuk menggunakan photoshop. Termasuk membuat animasi super simpel. Lelahnya mungkin karena harus telaten ketika bikin ini-itu. Apalagi kalau belum biasa.


Secara keseluruhan, saya suka semester ini dan tidak sabar menunggu semester 4!!

Iklan

23 thoughts on “Aku Kelas Dua

  1. Klo nurut saya kuliah diluar negeri kendalanya ya bahasa. Tapi kadang saya juga suka mikir gimana bisa nangkap pelajaran dan mengerjakan ujian jika belum mahir bahasa asing.

    Suka

    • Hehe. Buat mahasiswa asing kan sebelum masuk ke jurusan harus menyertakan sertifikat kemampuan bahasa. Tapi ya sekedar itu aja. Kalau di kelas, ngerti sih ngerti (kalo nggak paham, kan ada buku) tapi susah ngomongnya; nyusun kalimatnya. Apalagi kalo jarang praktik. Soalnya kan mau gimana pun, ada aja kurangnya kalau bukan native. :mrgreen:

      Disukai oleh 1 orang

        • Bisa jadi sih. Saya juga molor setahun gara-gara belajar bahasa Turki dulu. Lagipula cari ilmu kan tidak mengenal usia 😀 Hm… kalau di Indonesia, itu kan ada bidik misi, beasiswa Tanoto, esa unggul dls mungkin bisa bantu? Atau daftar juga beasiswa ke Turki 😀

          Suka

          • Iya bener belajar itu wajib gak mengenal usia… 😀
            Saya dari paket c yg PKBM tidak ngeluarin rapot jadi tidak bisa ikut bidik misi karena syarat nya FC rapot..
            Btw belajar b.inggris dulu gimana kok bisa verbal ?

            Suka

    • Saya belajar bahasa Inggrisnya cuma bermodalkan internet dan buku kok. Buat grammar gitu belajar dari buku. Tapi kalau awalnya belajar grammar, bikin capek dan bosan. Akhirnya lari ke internet. Untuk meningkatkan kualitas listening, saya suka nonton film barat dengan subtitle, video-video random di youtube ataupun dengerin lagu barat sekalian nyontek lirik lagunya. Untuk reading, baca artikel berbahasa Inggris. Untuk speaking, ngomong sendiri ke kaca karena dulu nggak punya lawan bicara untuk diajakin ngobrol. Untuk writing, saya ikut komunitas teman pena dari seluruh dunia gitu jadi saling berkirim email menggunakan bahasa Inggris dengan teman-teman dari negara manapun. Cukup signifikan kok dampaknya 😀 Nambah vocabulary, iya. Makin kenal sama grammar, iya. Nambah kenalan, lagi. Duh, jadi panjang gini 😀

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s