3 Film yang Menginspirasi

Saya bukan tipe orang yang begitu suka dengan film karena durasinya yang terlalu lama. Lebih baik saya menonton Music Video (MV) ataupun video blogger yang rata-rata durasinya hanya 3-10 menit.

Setelah mencoba mengingat-ingat film yang pernah saya tonton, inilah 3 film yang isi ceritanya masih mampu saya putar ulang, begitu pula dengan pesan kesannya yang masih menjadi sumber inspirasi.

  1. Laskar Pelangi
images-1

sumber : Abang Ujang

“Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu.”

Saya yakin, sebagian besar dari kamu tahu film ini. Jikapun tidak, pasti tahu isinya dari novel ataupun orang lain. Saya pertama kali menonton film ini pada awal masuk SMP, antara akhir 2008 atau awal 2009. Meski berulang kali menonton film ini, saya masih saja dibuatnya menangis. Terlalu dalem…

Lintang adalah tokoh favorit saya; siswa cerdas yang semangat menuntut ilmunya sangat tinggi. Namun terpaksa putus sekolah ketika ayahnya meninggal dan ia sebagai anak sulung harus menafkahi adik-adiknya.

Bagaimana Lintang mengayuh sepeda 80 km untuk sekolah tiap hari dan harus menunggui buaya lewat saja sudah membuat hati saya tercabik-cabik. Apalagi menyaksikan kepedihannya ketika sang ayah meninggal dan ia harus menjadi tulang punggung keluarga.

Di dunia ini, saya yakin masih banyak anak kurang beruntung yang kecerdasan dan kemauan menuntut ilmunya setinggi Lintang. Seharusnya, pemerintah mampu memfasilitasi anak-anak seperti mereka. Rasanya masih pedih… pedih sekali, menyaksikan pendidikan untuk sosok seperti Lintang terenggut di usia yang masih begitu belia.

Dari Lintang, saya belajar untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan. Tiap kali merasa bahwa beban di bahu ini terlalu berat, saya selalu ingat Lintang dengan segala perjuangannya. Beban saya bukan apa-apa jika dibandingankan milik Lintang.

Dari Lintang, saya termotivasi untuk ikut menyumbang kebaikan dalam bidang pendidikan. Mungkin sekarang saya belum mampu apa-apa kecuali membantu memberikan informasi tentang beasiswa. Saya harap tentu saja suatu saat nanti mampu memberikan beasiswa itu sendiri; mensupport anak-anak seperti Lintang dari segi moril dan materil. Pokoknya, Laskar Pelangi itu yang terbaik deh! Film ini sangat kuat peranannya dalam lika-liku pendidikan saya. Tak ragu, saya menempatkannya di posisi pertama.

  1. Taare Zameen Par
8149c64682c2788dcb24d1877bbf4b14

sumber : pinterest

“Every child is special.”

Film berikutnya datang dari India. Film ini sebetulnya sudah rilis sejak tahun 2007, namun saya baru menontonnya antara tahun 2013 atau 2014.

Kenyatannya, anak yang diperlakukan kurang beruntung seperti tokoh utama-Ishan-ada banyak sekali di dunia ini. Di antara kita, masih banyak orang dewasa serupa keluarga, guru ataupun teman-teman yang seringkali memandang orang lain sebelah mata. Pada anak-anak misalnya. Memiliki anak yang kemampuan menulis dan berhitungnya lebih terlambat dibanding teman seumurunya, pasti akan memperoleh penghakiman. Padahal, anak itu pasti memiliki keunggulan di bidang lain. Hidup bukan soal baca tulis dan berhitung saja; bukan sekedar dapat nilai bagus di kelas.

Dari film ini, saya belajar untuk lebih menghargai orang lain. Terlebih anak-anak. Andaikata saya menjumpai anak yang kemampuannya ‘berbeda’ dengan yang lain, saya akan berusaha melihatnya dari perspektif lain daripada memarahi ataupun menekannya. Setiap anak itu spesial. Mutlak. Saya yakin itu. Allah tidak menciptakan seorang hamba di dunia ini dengan sia-sia.

  1. First Love (A Little Thing Called Love)
a51bad65a4e1bb8c9897339789648721a59431a3_hq

sumber :www.aminoapps.com

“Dia seperti inspirasi bagiku. Dia membuatku melihat cinta dari sisi yang positif. Dia seperti kekuatan yang mendukungku untuk menjadi yang lebih baik.”

Film inspiratif ketiga jatuh pada film Thailand yang rilis pada tahun 2010. Saya pertama kali menontonnya antara tahun 2011-2012. Masih ingat sekali hari itu ketika ada jam kosong di kelas X6, kami-siswa/i pengangguran-bersama-sama nonton film ini dari laptop seorang kawan.

Film ini mengingatkan saya bahwa kekuatan cinta mampu menggerakkan apapun. Mungkin kamu sering dengar kisah orang tua yang rela tersiksa demi kebahagian anak-anaknya atau kisah seseorang yang mulanya tidak bisa bela diri, mampu melindungi orang yang dicintainya dari kriminal.

Dulu ketika kakek saya jatuh stroke, saya (masih SD) yang mulanya tidak bisa naik sepeda jengki karena ketinggian banget, tiba-tiba mampu mengendarainya dengan kecepatan tinggi tanpa rasa takut jatuh karena panik mencari pertolongan.

Termasuk Khun Nam yang giat belajar agar bisa bertemu dengan ayahnya di Amerika, juga berusaha menjadi ‘lebih baik’ demi memperoleh balasan cinta dari Khun Shone. Andaikata pada akhirnya Khun Nam dan Khun Shone tidak bersatu, saya rasa Khun Nam sama sekali tidak memperoleh kerugian karena cintanya dilakukan bersamaan dengan terus memperbaiki diri; faidahnya juga berguna untuk dirisendiri.

Film sederhana yang memikat ini cukup membekas di hati. Saya belajar bahwa cinta mampu menggerakkan segala hal. Jadi, cinta dulu. Berikutnya, insya Allah lebih mudah. Seperti berkerja sesuai passion lah rasanya 😀


Tulisan ini ditulis untuk menjawab #KampusFiksi 10 Days Writing Challenge

Day 5 Question : Tulis 3 film yang paling berkesan buatmu dan jelaskan kenapa berkesan

Iklan

18 thoughts on “3 Film yang Menginspirasi

  1. Wuah… ketiga – tiga nya juga favorit saya.
    Tetapi untuk laskar pelangi saya lebih suka versi novel nya
    Soalnya dulu udah baca novelnya baru nonton film nya, jd kurang greget..lbh suka yg di novel karena pake imajinasi sndiri gambarin tokoh nya, heheheheh

    Suka

    • Bener. Kalau udah baca bukunya duluan emang sulit untuk menerima film. Imajinasi lebih luar biasa soalnya. Saya dulu nonton Laskar Pelangi dulu, baru lanjut baca novel Sang Pemimpi, Edensor dan Maryamah Karpov. 😀

      Suka

  2. semangat buat studinya, buat mimpi-mimpimu terwujud.
    memang benar beasiswa di Indonesia sudah termasuk memadai.
    tapi sistem yang masih lemah dan belum tertata baik membuat mereka yang berhak di nomor duakan dan yang tidak berhak malah mendapatkannya.

    impian kita sama. tapi bedanya cita-cita saya membenahi sistem itu agar lebih baik.

    Suka

    • Aamiin. Memadai ya?
      Wah semoga sukses. Emang bener kalau beasiswa dari pemerintah, yang perlu dibenahi sistemnya. Saya ikut mendukung dengan cara saya sebagai rakyat aja 😀

      Suka

      • Klo di bilang memadai menurutku sih termasuk memadai. Klo di hitung dengan angka yang tidak tepat sasaran.

        Semangatnya mana?
        Cara kita terbaik merubah sistem adalah masuk ke sistem. Yang akan menang kan yang berusaha bukan suporter 😀
        Btw menyampaikan yang benar dan akurat untuk masyarakat itu juga ikut andil 🙂

        Suka

        • Menurutku sih nggak harus masuk ke sistem; nggak harus jadi yang menentapkan. Rakyat juga berperan sebagai pengontrol sistem tanpa harus masuk ke pemerintahan. Rakyat bisa kasih tekanan ke pemerintah, sekaligus dukungan. Itu maksudku. Suporter berusaha juga kok. Kalau diam/netral/golput dls, mana bisa dukung? :mrgreen:

          Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s