#BincangBeasiswa Tanoto

Seperti yang sudah saya janjikan, setelah #BincangBeasiswa Kuliah di Turki, #BincangBeasiswa Kuliah di Jepang#BincangBeasiswa Kuliah di China dan #BincangBeasiswa Mahasiswa Berprestasi, saya akan bahas mengenai Beasiswa Tanoto. Sekilas mendengarnya, mungkin seperti beasiswa ke Jepang ya. Tapi tidak. Beasiswa ini ditujukan untuk mahasiswa/i yang berkuliah di Indonesia. Simak persyaratan lengkapnya di sini.

Kabar baiknya adalah bahwa seleksi beasiswa Tanoto Foundation National Champion Scholarship 2017 masih dibuka sampai tanggal 15 Maret 2017 nanti. Yang berminat, buruan cek website-nya ya. Mengenai persyaratan hingga proses seleksi sudah lengkap di sana. Kalau kamu punya pertanyaan, langsung saja tanyakan di kolom komentar. Insya Allah admin-nya akan menjawab pertanyaan kamu tanpa loading apalagi not responding. Saking lengkapnya, narasumber dan saya sempat bertukar selorohan bahwa sebetulnya interview kecil ini tidak begitu penting. 😀 Kan udah lengkap semua di website Tanoto. Namun tetap saja ya, yang namanya #BincangBeasiswa tidak akan seru tanpa narasumber serupa alumni penerima beasiswa tersebut. Jadi, siapa sih narasumber kita kali ini?

Dia adalah Wahyuningyan Arini, mahasiswi aktif jurusan Biologi di Universitas Brawijaya, Malang.

Bagi yang memiliki pertanyaan tentang beasiswa Tanoto ataupun jurusan Biologi di Universitas Brawijaya, boleh kontak langsung melalui facebook Baca lebih lanjut

Iklan

[Resensi Buku] Muda Karya Raya : Hanya 7 Detik Menjadi Pemuda Kaya Penuh Karya

buku-muda-karya-raya

bukusetiafurqonkholid.blogspot.com

Judul : Muda Karya Raya

Penulis : Setia Furqon Kholid

Penerbit : Rumah Karya Publishing

Tahun Terbit : Cetakan ke-3, 2015

Jumlah Halaman : 208 hlm.

7 Alasan Mengapa Harus Membeli Buku Ini

  1. Buku motivasi pertama yang berorientasi pada aksi nyata, dilengkapi dengan langkah-langkah praktis untuk menjalankannya.
  2. Mengungkap rahasia-rahasia sukses:
  • Mengatasi kegalauan dan kemalasan dalam diri
  • Menjadi pribadi bahagia bebas dari hutang
  • Menjadi pribadi menyenangkan, sukses bergaul dimanapun dan kapanpun
  • Manguasai kunci sukses sebagai seorang pengusaha
  • Jalan-jalan mudah, murah dan berkah
  • Menjemput jodoh terbaik dengan mudah
  • Mendapatkan rumah dan mobil serta keinginan apapun semuda mungkin
  • Menjadi pembicara nasional 10 tahun lebih cepat
  • Menjadi penulis Best-Seller di usia yang masih sangat muda
  • Menghajikan kedua orangtua tanpa harus menunggu tua
  • Mempercepat sukses semuda mungkin dengan pendekatan Islami
  1. Membongkar ‘RAHASIA SUKSES’ Setia Furqon Kholid :
  • Sebagai Motivator Termuda dan Penulis Best-Seller
  • Sebagai Entrepreneur Muda
  • Sukses akademis dan mendapatkan beasiswa
  • Mendapatkan mobil, rumah dan membuka tabungan haji sebelum menikah
  • Menikah di usia muda
  1. Bonus SMS Motivasi
  2. Bonus Audio Motivasi dan tambahan (Persediaan Terbatas) :
  • Lagu Motivasi
  • Poster Motivasi
  • Kalender Motivasi
  • Stiker Motivasi
  1. Konsultasi gratis selama 3 jam dan peluang kemitraan dari Setia Furqon Kholid

100% uang kembali, jika tidak bermanfaat


Di atas merupakan narasi yang tertera di cover belakang buku. Adapun beberapa hal yang menarik perhatian saya, yaitu :

  • Sebagai Motivator Termuda dan Penulis Best-Seller
  • Sebagai Entrepreneur Muda
  • Sukses akademis dan mendapatkan beasiswa
  • Mendapatkan mobil, rumah dan membuka tabungan haji sebelum menikah

Siapa yang tidak mau memperoleh hal di atas, hayo? Kalau saya sih mau. :mrgreen: Baca lebih lanjut

#BincangBeasiswa Mahasiswa Berprestasi

Kalau kemarin kita sudah bahas mengenai beasiswa kuliah di China, kali ini kita akan membahas tentang beasiswa kuliah di Indonesia. Sebetulnya, asal kita mau mencari, banyak kok beasiswa kuliah di Indonesia semacam beasiswa dari kampusnya langsung, beasiswa Tanoto (red: #BincangBeasiswa berikutnya akan membahas ini), Bidik Misi, BII Maybank ataupun beasiswa lainnya. Tergantung bagaimana kita saja. Ingat pepatah ‘when there is a will, there is a way’ kan?

Mulanya, tujuan saya menulis #BincangBeasiswa adalah mengajak alumni SMAN 1 Pesanggaran penerima beasiswa kuliah untuk berbagi kisah perjuangannya supaya memotivasi adik-adik di SMA tempat saya dulu bernaung itu.

Kenapa?

Saya sudah pernah membahas bahwa SMA kami itu letaknya di desa. Jadi, zaman saya dulu (red: tahun 2011-2014), masih banyak siswa-siswi yang pupus harapan kuliah karena kendala ekonomi ataupun mindset keluarga yang berpikir bahwa bekerja setelah lulus SMA lebih baik daripada sekolah terus. Tapi saya percaya, apapun impian kita, entah itu kuliah atau berwirausaha pasti akan terwujud selama kita terus berikhtiar dan tawakal.

Semua itu mungkin loh. Percaya deh!


16507219_1307801819256598_522495897_n

dokumen pribadi Ayu

Kalem ya kelihatannya? Hehe. Padahal Ayu-narasumber kita kali ini- tergabung di UKM Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di kampusnya.

PSHT adalah  adalah suatu persaudaraan perguruan silat Baca lebih lanjut

#BincangBeasiswa Kuliah di China

Salah satu topik yang paling sering dicari pembaca di blog ini adalah topik mengenai pendidikan. Apalagi beasiswa, wuih rame. Ada ratusan komentar berdatangan bahkan email dan pesan-pesan yang menyerbu. Salut untuk anak bangsa yang benar-benar serius memperhatikan masa depannya 😀 Terlepas dari adanya sebagian pemuda/i yang bertanya tanpa membaca terlebih dahulu. Ya, setidaknya sudah ada usaha bertanya, kata saya.

Kali ini saya akan membahas mengenai Beasiswa Esa Unggul. Narasumber kita adalah penerima Beasiswa Esa Unggul 2016, Nadya Tiffani Tinezia, alumni SMAN 1 Pesanggaran 2016 yang diterima di program studi Business Mandarin di Nanjing Xiaozhuang University. Sebelum berkenalan lebih lanjut dengan narasumber, bagi peminat beasiswa ini silahkan baca-baca di sini. Kebetulan untuk tahun 2017, beasiswanya sudah dibuka.

Baca juga : Beasiswa Kuliah di Turki

Baca juga : Beasiswa Kuliah di Jepang

15203389_783645008442314_7201828601508394704_n.jpg

dokumen pribadi Nadya

Nadya Tiffani Tinezia, atau yang biasa dipanggil Nadya maupun Fani merupakan mahasiswi aktif program studi Business Mandarin di Nanjing Xiaozhuang Baca lebih lanjut

[Resensi Buku] Student Traveler

cover-depan-student-traveler

annisapotter.com

Judul Buku : Student Traveler

Penulis : @annisaa_potter

Penerbit : Penebar Plus+ (Penebar Swadaya Grup)

Tahun Terbit : Cetakan I, 2015

Kota : Jakarta

Jumlah Halaman : 252 hlm.

Masih berstatus pelajar dan mahasiswa, tapi ingin traveling keliling Indonesia, bahkan dunia? Pasti yang pertama terpikir adalah, “Hah, duit darimana?” Jika teman-teman jeli, status sebagai pelajar dan mahasiswa bisa memberi keuntungan. Kalian bisa ber-traveling dengan “kedok” summer school, seminar, workshop, atau kompetisi. Studler info yang ada dalam buku ini berguna bagi kalian yang ingin traveling seru.

Buku ini berbagi pengalaman seru traveling keliling Asia dan Eropa. Kalian diajak penulis tukaran suvenir dengan Michael Ballack, “gak boleh pipis” di Jepang, minum air bekas di Singapura, lihat Amsterdam yang “meng-Indonesia”, bertemu dengan Chinese moslem ganteng, dan merasakan “derby” di antara tifosi Inter dan AC Milan. Penasaran dengan kisah-kisah seru lainnya? Grab this book and let’s the journey begin!

“Mahasiswa juga bisa keliling dunia… gratis pula! Caranya gimana? Baca, deh buku ini! Dijamin kamu bakal terinspirasi sama pengalaman serunya Annisa.”

Trinity | Travel Blogger | Penulis Buku Bestseller The Naked Traveler

“Gila! Saya berasa lagi jalan-jalan pas baca buku ini. Buku ini bisa dijadikan guide book yang OK banget karena berhasil membuat persepsi bahwa jalan-jalan ke luar neger itu bisa gratis.”

Maulana Saminson | Penulis Buku Bestseller Catatan Akhir Kuliah


Akhirnya bisa ngeblog lagi setelah sekian lama terhalangi untuk membuka laptop karena charger yang rusak. Postingan terakhir saya yang berjudul Mesin Waktu sedikit menyinggung soal betapa laptop dan internet berkecepatan tinggi mampu mengalihkan dunia saya. Nah, karena laptop mati sekian lama, saya pun terhalangi untuk mengerjakan tugas, ngeblog, nonton film dls. Mau nonton TV pun males karena anak-anak asrama pasti tontonannya drama Turki. Mau mainan hape juga nggak betah lama-lama karena layarnya nggak segede laptop.

Saya pun beralih ke buku dan sadar, salah satu penyebab ketidakproduktifan saya dalam menulis selama ini adalah ketidakproduktifan saya dalam membaca. Itulah sebabnya saya kesulitan menangkap inspirasi yang sebetulnya beredar tanpa henti disekeliling. Ya, titik pusatnya ada pada pengalihan isu yang dilakukan oleh si laptop dan internet. Ck ck ck. Baca lebih lanjut